Halloween Costume ideas 2015
October 2014

Berikut ini adalah video yang dirilis mujahidin dari Jaishul Islam. Walaupun sudah setahun yang lalu, namun isi video menarik untuk dilihat. Kita bisa memahami bagaimana keterlibatan Faksi Jaishul Islam di berbagai medan pertempuran Suriah sehingga mampu membebaskan banyak wilayah.



Operasi Jaishul Islam Menghancurkan Berhala Assad 

Mujahidin menghancurkan sebuah gedung 12 lantai di wilayah barat kota Homs. Sebelum pertempuran berlangsung, gedung tersebut adalah sarang pasukan Assad termasuk para sniper mereka yang selalu mengintai keamanan warga sipil.

Adalah hal yang menggelitik, media Almanar dan AlMayadeen yang selalu mendukung penguasa Rezim Suriah menyampaikan berita bohong. Mereka mengklaim bahwa tentara suriah yang menghancurkan gedung tersebut, dimana didalamnya ada banyak pemberontak yang tewas.

Berikut ini video yang dirilis mujahidin terkait kebohongan pemberitaan tersebut.



gedung_homs

Setelah sempat tertunda, pengerahan pasukan militer Kurdi Peshmerga ke Kobane akhirnya dilakukan. Sebanyak 150 pasukan diberangkatkan untuk memperkuat pasukan Kurdi di kota perbatasan Suriah itu.

Menurut pejabat Turki, para pasukan Peshmerga tersebut tiba di Turki pada Rabu (29/10). Mereka akan segera diberangkatkan ke perbatasan untuk memasuki Kobane.

Turki pekan lalu mengumumkan bahwa pihaknya akan mengizinkan sekitar 150 pasukan dari provinsi Kurdi Iraq, untuk melintas melalui wilayahnya. Hal itu dilakukan atas desakan dari Amerika Serikat yang memimpin koalisi untuk memerangi ISIS.

kurdish_kobane

Sekelompok pasukan yang diterbangkan dari pangkalan udara Iraq, tiba di Sanliurfa tenggara pada Rabu pagi. Mereka akan menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer dengan naik tiga bus menuju perbatasan Suriah.

Perjalanan pasukan Peshmerga dikawal oleh empat mobil lapis baja milik Turki dan sebuah kendaraan polisi. Pasukan keamanan Turki kemudian menutup jalan menuju perbatasan, untuk mencegah yang akan mengikuti rombongan tersebut.

Sebagian kontingen pasukan lain membawa persenjataan berat yang diangkut dengan 40 kendaraan.

Sumber : Middleeasteye

Mujahidin Jabhah Nusrah (JN), Senin (27/10), meraih kemajuan signifikan di kota Idlib. Kemenangan ini diraih setelah mujahidin JN menggulirkan operasi rahasia terkoordinir untuk memukul militer rezim kota penting itu.

Dilansir dari ardalrebat.net, operasi ini digulirkan setelah JN merebut bukit strategis Tel Mastumah pada Senin pagi. Jalur logistik militer rezim dari provinsi Latakia yang melintas di bawah bukit itu pun sepenuhnya dalam pantauan mujahidin.


Dalam pertempuran itu, JN dilaporkan menewaskan sedikitnya 30 tentara rezim dan menghancurkan tiga tank. Kemudian mujahidin bergerak maju ke pusat kota Idlib di tengah ledakan besar yang mengguncang kota.

JN memasuki Idlib melalui tiga penjuru (Selatan, Barat dan Timur). Sejumlah laporan bahkan menyebutkan bahwa JN mampu menduduki daerah Mal’ab dan Shanaiyah di pusat kota. Pertempuran juga bergulir di daerah “Ko Keamanan” dan di dalam kompleks kantor gubernur.



Sumber-sumber di lapangan menyebutkan bahwa mayat-mayat tentara Suriah berserakan di jalan-jalan kota. Sementara militer Suriah membalas dengan serangan udara ke pemukiman penduduk di pusat kota dan desa-desa di sekitar Idlib.

Sejumlah informasi beredar bahwa JN mampu menduduki gedung kantor gubernur provinsi Idlib. Namun, kabar itu belum bisa dikonfirmasi.

Dalam penyerbuan itu, puluhan tentara rezim kembali tewas dan 15 lainnya ditawan. Mujahidin juga menghancurkan pos-pos pemeriksaan militer di daerah-daerah yang dilalui.

Operasi itu berakhir dengan pembakaran sebagian besar gedung-gedung pemerintah Bashar Assad. Kemudian, mujahidin menarik diri dari pusat kota dan kembali ke bukit Tel Mastumah.

Mujahidin Suriah dilaporkan terpaksa menarik diri dari sejumlah daerah di kota Morek, provinsi Hama, setelah serangan bertubi-tubi dari militer rezim. Selama kurang lebih sembilan bulan, militer rezim berulang kali gagal merebut kota tersebut.

Dilansir dari Al-Jazeera, Jumat (24/10), aktivis melaporkan bahwa militer Bashar Assad mengontrol sebagian besar kota Morek di utara Hama. Militer rezim melancarkan operasi besar-besaran untuk merebut kota itu dengan mengerahkan pasukan darat dan udara.





Video yang dirilis media pendukung rezim terkait jatuhnya kota Morek ke tangan pasukan Assad

Sumber oposisi Suriah menyebutkan, selama sembilan bulan terakhir militer Suriah berulang kali mencoba merebut kota Morek. Akan tetapi upaya itu selalu digagalkan mujahidin. Sumber itu juga menegaskan, ribuan tentara Suriah tewas dalam upaya gagal tersebut.

Aktivis media, Yasser Al-haraki bekerja sama dengan Kantor Informasi "Faylaq Syam" mendata kerugian yang diderita Angkatan Darat rezim Assad  di kota Morek  selama pertempuran sembilan bulan terakhir, kerugian dalam hal kendaraan militer dan personil, setelah dirinci dari sektor kendaraan dan perlengkapan militer, rezim Assad kehilangan setidaknya 150 tank, 57 panser bmb dan model lainnya, 175 kendaraan militer seperti truk, buldoser dan mobil.

Selain itu, setidaknya 17 bangunan pos militer telah hancur, sedangkan dari korban personil, sedikitnya 1.052 tentara rezim tewas, dan lebih dari 74 tentara ditawan selama pertempuran, dan sedikitnya 1.490 terluka, termasuk lebih dari 300 tentara menderita cacat permanen, yang mencegah mereka untuk kembali ke medan pertempuran, belum lagi biaya yang mahal yang melebihi miliaran dolar, sebagai informasi, bahwa setiap kali serangan udara setidaknya memakan biaya $ 100 ribu dolar, dan pada 72 jam terakhir saja dilakukan setidaknya 270 serangan di wilayah tersebut (morek).


Tentang sumber informasi yang terkandung di dalamnya Yasser mengatakan kepada Zaman Al-Wasl:

"Disela-sela pekerjaan saya di bidang grafis, saya mengkhususkan untuk membuat grafik ini, saya mengandalkan data dari FSA (Faylaq Syam), potongan video (yang diupload oleh kelompok-kelompok pejuang di morek), dan aktivis yang berada di daerah (Morek) dan beberapa sumber dari rumah sakit Nasional yang menampung korban dari milisi dan tentara Assad,  dan Divisi Media "Faylaq Syam"."

Al-Haraki juga mengatakan bahwa ada informasi yang tidak terkandung dalam grafik di atas, yaitu jumlah dan nama tentara rezim yang tewas dalam pertempuran di Morek, menekankan bahwa nama-nama ini telah melampaui 350 orang yang berhasil dihimpun, termasuk 40 perwira, mereka semua tewas selama kampanye militer yang berlangsung sekitar 8 bulan (belum termasuk korban yang tidak diketahui namanya).

Para perwira yang tewas di antaranya 4 orang berpangkat brigadir, dan seorang berpangkat kolonel, dan 6 berpangkat letnan kolonel, dan 5 berpangkat mayor, dan 10 berpangkat kapten, dan 14 berpangkat letnan.

Mujahidin dari kelompok dengan nama Harakah Hazm pada hari kamis 23 oktober 2014 kemarin, memperlihatkan aktivitas ribat di Aleppo yang berbatasan langsung dengan wilayah yang dikuasai musuh. Tepatnya di bukit Syaikh Yusuf, sebuah Tank milik pasukan Assad berhasil dihancurkan dengan rudal anti Tank. Terlihat dalam video, Tank mengalami kebakaran dan beberapa pasukan Assad di sekitarnya berlarian menyelamatkan diri.



tank_assad_terbakar

  

Empat muslimah di Arab Saudi telah dipenjara karena mengajarkan anak-anak mereka untuk berperang dan untuk mendukung Al-Qaeda, kata media resmi (SPA), dalam putusan terbaru terkait "terorisme" di Saudi.

Mereka dijatuhi hukuman antara enam hingga 10 tahun penjara, Saudi Press Agency (SPA) melaporkan Rabu (22/10) malam setelah vonis.


Dikatakan, pengadilan menghukum perempuan-perempuan tersebut atas tuduhan termasuk "mempersiapkan anak-anak mereka untuk bertarung di daerah konflik, dan mengajarkan bahwa itu diperintahkan oleh Islam," demikian bunyi tuduhan itu.

Mereka juga dinyatakan bersalah karena "mendukung Al-Qaeda, mengakses situs internet yang diblokir (situs jihad), dan mendownload materi audio visual yang berkaitan dengan jihad."

Tidak diberitakan kapan "pelanggaran" itu terjadi, ketiganya mendapatkan larangan untuk melakukan perjalanan ke luar Saudi.

Pihak berwenang pada tahun 2011 mendirikan pengadilan khusus untuk mengadili warga Saudi dan warga asing yang dituduh anggota Al-Qaeda atau terlibat dalam serangan mematikan di Saudi.

Putusan terbaru ini datang saat Arab Saudi dan tetangga Teluk lainnya berpartisipasi dalam serangan udara koalisi salibis pimpinan AS terhadap mujahidin di Suriah.

Raja Abdullah pada bulan Februari menetapkan hukuman penjara hingga 20 tahun bagi warga negara Saudi yang bepergian ke luar negeri untuk berjihad, setelah jihad di Suriah menarik ratusan warga Saudi untuk berjihad dan membantu saudara seagamanya yang tertindas.

Pemerintah Thaghut Saudi sangat keras dalam menghukum warganya yang berusaha mempelajari jihad dan berusaha membantu kaum muslimin yang sedang tertindas.

Kaum muslimin di Suriah selama tiga tahun telah menghadapi pembantaian oleh rezim Assad, alih-alih membantu mereka, pemerintah Saudi malah melarang warganya dari berjihad, dan Saudi sendiri turut serta dalam kampanye koalisi Salibis AS.

(sumber: daily)

Seorang mujahid senior dari Jabhah Nushrah telah berbicara membela seorang sandera warga Amerika yang diperkirakan akan dieksekusi berikutnya oleh ISIS.

Abdul-Rahman Kassig, seorang muallaf Amerika dan pekerja bantuan yang sebelumnya dikenal sebagai Peter, telah ditunjuk oleh ISIS sebagai korban berikutnya dalam seri eksekusi mereka terhadap tawanan warga Inggris dan Amerika.



Anggota IS mengatakan di Twitter bahwa Kassig akan dieksekusi, saat tuntutan ISIS melewati batas waktu yang ditentukan, tuntutan itu adalah, pemerintah Amerika harus membatalkan kampanye serangan udara di Suriah dan Irak.

Tapi ancaman eksekusi terhadap Kassig telah mendapatkan pertentangan dari berbagai kalangan, termasuk kaum muslimin, dan sejumlah mujahidin berbicara dalam mendukung dia, terutama karena dia seorang muallaf.

Abu Omar Aqidi, seorang anggota terkemuka dari faksi Al-Qaeda, Jabhah Nusrah, mengatakan dalam sebuah pernyataan publik bahwa dia telah diberitahu bahwa Kassig adalah dokter yang merawatnya dan mujahidin lainnya.

Kassig melakukan operasi sukses terhadap korban pengeboman oleh rezim, kata Aqidi dalam serangkaian kicauannya, menjelaskan bahwa ia telah mengangkat pecahan peluru dari lukanya.

Dia menambahkan bahwa Kassig juga merawat beberapa dari rekan-rekannya, termasuk Abu Dujana, yang disebut-sebut sebagai pemimpin Jabhah Nusrah di provinsi Deir Ez-Zour di timur laut Suriah.

Tweet Aqidi mengatakan, bahwa ia telah meminta anak buahnya untuk mencari Kassig tapi ternyata dia telah dipindahkan dan ia terkejut saat melihat "ia muncul dalam video di mana ISIS mengancam AS."

Kassig telah ditangkap oleh pejuang IS pada 1 Oktober 2013 saat memberikan pasokan medis untuk Deir Ez-Zour dari badan amal yang ia dirikan sendiri.

Baru berusia 26, ia pindah ke kota perbatasan Turki dari Gaziantep untuk mendirikan SERA (Respon dan Bantuan Darurat Khusus), sebuah organisasi non-pemerintah yang menyediakan bantuan kemanusiaan.

Temannya menggambarkan dia sebagai seorang pemuda yang sedikit bersemangat dan tulus, dia memfokuskan dirinya sepenuh hati ke dalam organisasi tersebut, sering menghabiskan uangnya sendiri agar SERA tetap berjalan ketika kekurangan dana.

Dia berulang kali bolak-balik untuk memberikan dukungan medis di Suriah, beberapa lama setelah frekuensi penculikan terhadap orang asing meningkat dan banyak badan bantuan lainnya yang berhenti memberikan bantuan. Sebagaimana yang diakui oleh Aqidi, ia tidak pandang bulu dalam mengobati korban perang yang terluka, apakah pejuang atau warga sipil.

Aqidi mengatakan bahwa "ketika kami sedang dirawat oleh Kassig, saya mengira bahwa dia seorang dokter muhajir, namun kemudian saya dijelaskan bahwa dia seorang aktivis kemanusiaan yang bertugas di Deir Ez-Zour untuk lebih dari satu tahun dan kemudian diculik oleh IS".

Bulan lalu, sandera itu muncul dalam sebuah video yang diposting di Youtube, mengenakan pakaian oranye dan berlutut di padang gurun sementara seorang bertopeng berjanji ia akan dibunuh dalam menanggapi serangan udara Amerika.

IS telah memenggal empat sandera sebelum ini, yang terbaru adalah pekerja bantuan asal Inggris, Alan Henning.

Pada hari Rabu, seorang wartawan Norwegia yang masuk Islam selama periode penahanan oleh Taliban di Afghanistan, langsung meminta pemimpin IS, Abu Bakr Al-Baghdadi untuk membebaskan Kassig.

Salahuddin Refsdal, 51, ​​yang lahir dengan nama Paul Refsdal mengatakan: "Orang-orang telah mengatakan bahwa "Khalifah" Ibrahim tidak diberitahu bahwa beberapa pengikutnya berencana untuk membunuh Abdul Rahman Kassig."

"Kasusnya jelas, setelah mempelajari Islam secara ekstensif, ia pasti menyadari betapa besar dosa jika membunuh seorang saudara yang baru saja masuk Islam."

Mr Refsdal menambahkan bahwa Al-Baghdadi:  "Harus melakukan satu-satunya hal yang benar dan menghentikan pengikutnya dari membunuh saudara kita Abdul Rahman Kassig."

(sumber: tlgrp)

Rezim Suriah kembali melancarkan serangan udara yang menghantam wilayah Nasib, sebuah kota dekat perbatasan Yordania. Sedikitnya delapan orang warga tewas dalam serangan yang terjadi pada Selasa (21/14) itu.

Para aktivis dari Komite Koordinasi Lokal (LCC) dan kelompok Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan, jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah karena masih ada korban yang berada di bawah reruntuhan bangunan.


Pasukan rezim Bashar Assad terus meningkat pemboman di daerah-daerah yang dikuasi mujahidin dalam beberapa pekan terakhir.

Jet tempur Amerika Serikat jatuhkan bantuan logistik di lokasi yang salah di kota Kurdi Kobani (Ain Al-Arab). Semula, AS berusaha menerjunkan senjata, amunisi dan obat-obatan untuk milisi Kurdi yang terkepung di kota di utara Suriah tersebut. Namun bantuan tersebut berada di wilayah kendali ISIS.

Sebuah video yang diposting A3maq News selasa kemarin tanggal 21 oktober 2014, seorang pejuang ISIS memperlihatkan bantuan tersebut berada di tangan-nya.




Proses pengiriman logistik itu dilakukan dengan menggunakan pesawat militer AS jenis C-130. Bantuan ini untuk mendukung milisi Kurdi yang beberapa hari terakhir terlibat pertempuran sengit dengan milisi ISIS di daerah perbatasan Suriah-Turki.

Militer AS juga menambahkan, sedikitnya 135 serangan udara diluncurkan di dekat Kobani dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, lanjutnya, ISIS terus memberikan perlawanan sengit akan tetapi mereka tidak mengalami kemajuan berarti.

Situasi lapangan di Kobani, kata militer AS, saat ini masih rapuh. ISIS masih mengancam dan mereka terus memberikan perlawanan tiada henti.

Pasukan udara rezim Suriah telah melakukan 46 serangan setidaknya di sebagian besar kota-kota Suriah, Senin (20/10), menewaskan lebih dari 7 orang saat pasukan Angkatan Darat rezim menekan Aleppo dan Idlib, kata kelompok pemantau.


Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) telah mendokumentasikan tewasnya 7 warga sipil oleh serangan rezim Suriah, Senin (20/10) di berbagai daerah di Suriah.

Kelompok monitoring kedua, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan pesawat tempur Rezim telah melancarkan tidak kurang dari 46 serangan udara di banyak wilayah Suriah sejak Senin pagi.


Warga berhamburan saat terjadi ledakan di wilayah Daraa, akibat serangan udara Rezim Suriah

Serangan udara menghantam wilayah yang dikuasai mujahidin dari Aleppo, Daraa, M'ara Al-Nu'man, Khan Syaikhon, Kafar Sajna, Al-Taman'a dan Al-Hebet, Kafar Batna, Al-Latamina, Morek dan Latmin, Douma, Zabdin dan Der Asafir.

Sementara itu, pasukan Angkatan Darat rezim telah semakin maju di pedesaan utara provinsi Aleppo, berusaha untuk mematahkan pengepungan yang diberlakukan oleh mujahidin di dua kota Syiah, kata reporter Zaman Al-Wasl.

Komandan mujahidin dan aktivis media memperingatkan kemajuan terbaru yang dibuat oleh pasukan rezim, mengatakan jika tentara berhasil membongkar pengepungan yang dilakukan oleh mujahidin di kota Nubul dan Al-Zahra'a, seluruh kota Aleppo akan terisolasi dan skenarionya akan mirip dengan Homs yang terisolir.

Pasukan Bashar Assad yang didukung oleh Brigade Syiah Al-Quds, Tentara Garda Revolusi Iran dan milisi Syiah Hizbullat Lebanon akan berhasil mengisolasi Aleppo dari pedesaan apabila mujahidin tidak bisa menggagalkan kemajuan itu, kata aktivis.

Sementara itu, observatorium Suriah untuk Hak Asasi manusia mengatakan pertempuran berlanjut antara pasukan rezim Assad dan mujahidin dari Jabhah Islamiyyah dan Jabhah Nusrah di daerah Handarat, Aleppo.

Di samping itu, pesawat tempur rezim telah melakukan serangan di kota-kota Hreitan, Andan dan Kafar Hamra, belum ada laporan mengenai korban, SOHR melaporkan.

Harakah Hazm mengumumkan di laman resmi facebook mereka, siang tanggal 21 oktober 2014 sebuah rudal anti tank telah ditembakan ke bandara Nairab, Aleppo. Rudal tersebut berhasil menghantam sebuah pesawat tempur jenis MIG 23 yang berada di landasan pacu, menyebabkan kebakaran hebat dan merembet ke pesawat yang sama di sampingnya..



  

Lembaga Pengawas HAM Suriah membantah kabar ISIS telah menarik diri dari kota Kurdi Suriah, Kobani (Ain Al-Arab) di utara Suriah, pada Selasa (21/10). Bahkan, lembaga itu menyebutkan, pejuang ISIS mendapatkan kekuatan pasukan dan logistik dari sejumlah kota di pedesaan Aleppo utara.

Lembaga yang bermarkas di Inggris itu melaporkan, berdasarkan sumber-sumber terpercaya, bahwa ISIS tidak mundur dari garis depan pertempuran, atau dari sebagian titik di kota Kobani. Bahkan, menurut Pengawas HAM, mereka kedatangan tambahan pasukan dan logistik pada Ahad malam (19/10) dari kota Jarabis, Al-Bab dan Manbaj di pedesaan Aleppo Utara.

Pengawas menambahkan, ISIS melancarkan serangan sengit pada Senin dini hari ke daerah-daerah di Kobani yang masih di kontrol milisi Kurdi. Serangan itu dilancarkan dari berbagai arah sehingga terjadi pertempuran sengit antara kedua belah pihak.

Serangan itu diluncurkan setelah dua bom mobil yang dikirim ISIS mengguncang kota Kobani.

Sebelumnya, milisi Kurdi mendapatkan bantuan senjata, amunisi dan obat-obatan yang diterjunkan dari jet tempur AS. Bantuan itu sengaja dikirim lewat udara karena milisi Kurdi terkepung dari berbagai sudut, sebagaimana dilaporkan Sky News Arabia.



Beberapa hari sebelumnya, sumber Kurdi mengaku bahwa para pejuang ISIS telah menarik diri pusat kota Kobani. Penarikan itu disinyalir akibat serangan sengit selama dua hari berturut-turut oleh jet tempur AS.

Sumber: Al-Jazeera

Tentara Libanon yang membelot, Abdallah Shehadeh, dalam sebuah video yang dirilis pada Kamis (16/10/2014) mengatakan militan Syi’ah “Hizbullah” telah memanipulasi militer dan melakukan diskriminasi terhadap personil Sunni di tubuh militer Libanon, hal itulah yang mendorongnya untuk melakukan pembelotan dan bergabung dengan Mujahidin Jabhah Nushrah.



“Kami mendaftarkan diri di Angkatan Darat dalam rangka membela rakyat Libanon, tapi kami terkejut menyaksikan bahwa (Angkatan Darat) adalah alat di tangan ‘Hizbullah’, yang digunakan untuk keperluannya sendiri,” ujar Shehadeh dalam video yang diposting oleh Mujahidin Jabhah Nushrah, seperti dilaporkan oleh Zaman Alwasl.

Dia menambahkan bahwa “Hizbullah” melakukan hegemoni untuk mendukung personil Syi’ah dan melakukan diskriminasi terhadap prajurit Sunni.

“Tentara Syi’ah yang sedikit mampu mengintimidasi prajurit Sunni yang besar,” lanjut Shehadeh.

Pelecehan dan penghinaan terhadap Muslimah di pos pemeriksaan dan penganiayaan terhadap Sunni secara umum juga menjadi alasan Shehadeh untuk melakukan desersi.

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa seorang Muslim (Sunni) yang memanjangkan jenggotnya segera ditangkap di pos pemeriksaan dan dikirim ke Roumieh (penjara), dimana gerakan ‘Hizbullah’ difasilitasi di pos pemeriksaan ini,” ungkapnya.

Shehadeh muncul dalam sebuah video, dia berdiri di depan kendaraan militer Humvee yang penuh dengan senjata dan amunisi yang menurutnya dikirim oleh Arab Saudi kepada militer Libanon untuk membunuh Mujahidin di Suriah.

tentara lebanon

“Senapan mesin ini, amunisi dan night vision goggles kini menjadi ghanimah untuk Mujahidin.”

Shehadeh menyeru amir Jabhah Nushrah, Abu Muhammad al-Jaulani untuk memasuki Libanon dan membebaskan Muslim yang tertindas dan menyeru pasukan Sunni untuk mundur dari Angkatan Darat sebelum terlambat.

lebanon_syria
Dia memperingatkan bahwa tentara Libanon akan membayar harga yang mahal setelah menjadi pion di tangan “Hizbullah”.

“Hizbullah’ memasuki Suriah dan membunuh rakyatnya. Maka wajarlah bahwa Mujahidin memasuki Libanon untuk membunuh ‘Hizbullah’ dan pengikut mereka,” tambah Shehadeh.

(AlManara Network)

Iran kembali harus menelan pil pahit karena keterlibatannya dalam pertempuran di Suriah. Baru-baru ini, seorang Jenderal Syiah tewas dalam pertempuran yang berlangsung di provinsi Aleppo.

Dilaporkan media jihad, Rabu (15/10), sumber-sumber lapangan mengatakan bahwa pejuang Suriah berhasil menewaskan Jenderal Iran bernama Jabbar Dirsawi. Ia tewas beberapa hari lalu dalam pertempuran di dekat daerah Handarat, provinsi Aleppo.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Jabbar tewas pada pertempuran di hari Sabtu (11/10). Akan tetapi, situs-situs berita Iran mengatakan bahwa Jenderal mereka itu tewas pada hari Kamis (9/10), sebagaimana dilaporkan Orient.

Mayat Jabbar Dirsawi telah dipulangkan ke Iran beberapa saat setelah kematiannya. Ia dikuburkan pada Senin (13/10) dengan upacara terbuka di kota asalnya, Khuzestan.

Menurut situs berita Iran, Jabbar bukan satu-satunya warga Khuzestan yang berangkat ke Suriah membela Bashar Assad. Sebelumnya, ada rekannya bernama Ali Al-Askari Thaqanaki dan Mahdi Muisui.

Jabbar merupakan salah satu komandan penting pada Milisi Basij Iran. Milisi Basij merupakan satuan pasukan bersenjata Iran yang diperbantukan mendukung Bashar Al-Asad melawan mujahidin Suriah.

Sebelum bergabung ke pasukan Basij, Jabbar bertugas di satuan Garda Revolusi Iran. Ia sempat diturunkan dalam perang Iran-Iraq pada era 80-an.

 (Orient, ardalrebat, mojez)

Seorang pemimpin Pasukan Pertahanan Nasional Suriah, Rabu (15/10), tewas diberondong mujahidin di provinsi Hama. Ia tewas bersama 10 pengawalnya, termasuk di antaranya perwira militer Suriah.

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, mengatakan bahwa Waris Yunus tewas diterjang peluru di dalam mobilnya di jalan Salimah di kota Hama.

Rami Abdurrahman, Direktur lembaga Pengawas HAM Suriah, mengatakan bahwa Yunus merupakan salah satu komandan di Pasukan Pertahanan Nasional Suriah. Pasukan itu dibentuk oleh kelompok Syiah Alawi untuk mempertahankan kelangsungan pemerintah Bashar Assad. Yunus juga menjabat sebagai anggota parlemen mewakili provinsi Turtuz. Ia dikenal sebagai tokoh penting di antara kelompok Syiah Alawi, tempat kelahiran Bashar Assad.

Tiga ledakan besar Selasa (14/10) mengguncang pangkalan militer pemerintah Suriah, Hamidieh di provinsi Idlib. Mujahidin mengatakan itu dihasilkan dari upaya menggali terowongan selama tiga bulan untuk meledakkan bahan peledak di bawah pos pemeriksaan militer.

Sebuah kelompok aktivis media lokal mengatakan sedikitnya 35 tentara dan paramiliter tewas dalam ledakan, yang dilakukan oleh Ahrar Sham dan Divisi ke 13 FSA.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, (SOHR) yang berbasis di Inggris, juga melaporkan ledakan dan mengatakan pihak rezim telah menderita korban yang banyak, pertempuran berat meletus di daerah tersebut.




Mujahidin memposting video ledakan itu, yang jug mentargetkan pos pemeriksaan di sekitar Hamidieh, selatan kota Maaret Al-Numan.

Jet tempur koalisi AS kembali melancarkan serangan salah sasaran sehingga menewaskan milisi Kurdi. Insiden pada Rabu (15/10) kali ini terjadi di kota Kurdi, Kobani, utara Suriah.

Dilaporkan kantor berita Sky News Arab, sedikitnya enam milisi Kurdi tewas dalam serangan salah sasaran tersebut. Jet tempur Koalisi tidak mengetahui bahwa gerilyawan yang ditargetkannya adalah milisi yang mereka bantu.

“Gerilyawan Kurdi yang menghadapi ISIS tewas oleh serangan salah sasaran jet tempur Koalisi di salah satu lokasi di jalan Tel, pusat Kobani,” lapor sumber seperti dilansir Sky News Arab.

Ini merupakan kesalahan pertama yang dilakukan jet tempur koalisi di Kobani, sejak melancarkan serangan di kota tersebut. Beberapa hari terakhir jet koalisi melancarkan serangan bertubi-tubi ke kota Kurdi tersebut untuk menghalau pejuang ISIS.


Seminggu sebelumnya, jet tempur koalisi juga melakukan kesalahan yang sama di Iraq. Puluhan milisi Syiah pro pemerintah tewas oleh serangan jet tempur rekannya sendiri.

Insiden tersebut terjadi di distrik Tuz Khurmatu, provinsi Shalahudin, Iraq. Sumber di provinsi Shalahudin menyebutkan, kejadian bermula ketika pasukan udara koalisi melancarkan serangan di sepanjang pinggiran distrik Tuz Khurmatu. Namun naas, sejumlah dari serangan itu justru menghantam milisi pro pemerintah yang didukung koalisi.

(Sky News Arabia)

Sebuah handycam ditemukan mujahidin setelah membebaskan sebuah markas rezim. Dalam video tersebut terlihat seorang tentara rezim Suriah merekam dirinya dan menyampaikan pesan kepada ibunya "Ibu jangan menangis, saya adalah korban". Sepertinya video tersebut mulai direkam oleh sang tentara ketika mujahidin mengepung markas yang ditempatinya, hal ini karena terdengar suara tembakan dan lantunan takbir didekatnya.

 

Kantor Media Jabhah Islamiyah di Aleppo pada hari Senin (13/10/2014), merilis video wawancara dengan tahanan pejuang Iran yang ditangkap selama pertempuran beberapa hari yang lalu di wilayah utara Aleppo

Tawanan adalah Muradi Ali, lahir pada tahun 1969, kewarganegaraan Afghanistan, diberangkatkan dari Iran ke Suriah untuk bertarung di jajaran milisi Iran bersama pasukan Assad.




Dia berkata, sebelumnya dipenjara selama enam tahun di Iran karena perdagangan narkoba, kemudian dibebaskan dan menjalani pelatihan militer untuk dikirim ke Suriah.

Dia juga menyampaikan ada sekitar 600 pejuang asing di Aleppo utara yang didatangkan untuk membantu rezim Suriah, termasuk dari Lebanon, Pakistan, Iran, Hizbullah, dan Irak, dibagi dalam beberapa kelompok, dan dipimpin oleh seorang perwira Iran bernama Miska Hosseini.

Aktivis Suriah baru-baru ini mengungkap senjata baru yang digunakan militer Bashar Assad untuk menghadapi mujahidin Suriah. Senjata tersebut mampu menghancurkan bangunan dan semua yang berada di area sasaran.

Dilansir dari Al-Arabiya.net, Senin (13/10), aktivis Suriah mengatakan bahwa senjata itu terungkap digunakan dalam pertempuran di lingkungan Jaubar, di pedesaan Damaskus. Rezim menggunakan senjata penghancur itu setelah tidak mampu melumpuhkan mujahidin.

Senjata baru yang diberikan Rusia kepada Bashar Assad itu merupakan sistem anti ranjau (UER 77). Senjata tersebut meluncurkan peledak daya tinggi dan mampu menghancurkan bangunan. Senjata baru itu biasanya digunakan untuk mensterilkan ladang ranjau sepanjang 90 meter dan selebar 6 meter. Daya ledaknya pun sangat tinggi dan mampu menghancurkan segala sesuatu di area tersebut.

Berikut salah satu video yang diunggah salah satu tentara Bashar Al-Asad, yang menunjukkan kedahsyatan senjata baru itu.



Aktivis mengatakan bahwa sistem anti ranjau ini pernah digunakan Rusia dalam perang Chechnya. Senjata ini merupakan inovasi baru yang pernah dibuat militer negara sekutu Bashar Assad itu.

Saat ini, senjata tersebut digunakan rezim Bashar Assad untuk menghancurkan lingkungan Jaubar dengan sistematis. Meski didukung milisi-milisi Syiah, militer Suriah tidak mampu menembus kekuatan mujahidin di lingkungan di pedesaan Damaskus tersebut.

Masih menurut aktivis, senjata ini gencar digunakan militer Suriah sejak pertengahan bulan September kemarin. Efek ledakannya pun menghancurkan wilayah luas di lingkungan Jaubar. Bahkan, suara ledakan bom tersebut dapat terdengar di ibukota Damaskus.

(Al-Arabiya)

11/10/2014 - Sumber lapangan untuk kantor berita adduraru shamiya, bahwa pasukan Assad yang berada di pinggiran kota Mork wilayah utara pedesaan Hama, telah menjadi sasaran sebuah rudal portable yang ditembakan mujahidin.



Sebuah senjata berat milik pasukan Assad hancur terbakar juga menelan korban jiwa dari pasukan Assad. Terjadi di titik ke-6 pertahanan pasukan Assad di kota Mork.

Menurut sumber-sumber di lapangan, hari senin ini 13/10/2014 mujahidin dari Ahrar Sham, Jabhah Nushrah, Jaishul Muhajirin dan faksi islam lainnya berhasil menguasai beberapa lokasi strategis milik pasukan Assad di wilayah Handarat. Mujahidin memotong jalan antara desa Handarat dan penjara, dan memotong rute bantuan pasukan Assad setelah bentrokan yang berlangsung selama lebih dari sepuluh jam terus menerus mengakibatkan kematian puluhan tentara Assad.


Mujahidin tembakan roket katyusa ke wilayah handarat sampai dengan malam hari





Analis dan diplomat di Suriah luar negeri mengatakan serangan udara pemerintah - termasuk pemboman dengan menjatuhkan bom barel - telah meningkat dalam dua minggu sejak serangan udara koalisi dimulai. Di beberapa daerah serangan pemerintah telah intensif menyerang keberadaan pejuang oposisi.




"Serangan udara koalisi yang dipimpin Amerika justru membantu pasukan pemerintah," Alaa Ibrahim, seorang komentator Suriah, mengatakan kepada Guardian. Biasanya 2 atau 3 kali dalam seminggu, sekarang Helikopter setiap hari menjatuhkan bom birmil ke beberapa daerah di Suriah, sehingga ditemukan banyak korban warga sipil yang meninggal.

(guardian)

Hama Media Center melaporkan bahwa mujahidin menguasai titik militer kedelapan di sebelah utara kota Morek, di mana mujahidin berhasil menyita sejumlah persenjataan milik rezim dan menangkap tentara berbangsa Afghanistan.

Sumber yang sama menambahkan bahwa bentrokan antara mujahidin dan tentara rezim Suriah pecah Rabu pagi (8/10/2014) di Morek, di mana mujahidin berhasil menguasai kembali tank batalyon dan titik militer keenam setelah sebelumnya dikuasai oleh pasukan rezim selama beberapa jam.

Dan sumber di Hama, bahwa empat mujahidin  gugur, dan lebih dari tiga puluh tentara pasukan rezim tewas setelah pertempuran sengit antara kedua belah pihak yang berakhir pada kematian seorang tentara berpangkat kolonel  dan ditahannya sejumlah tentara rezim dari divisi 4.





Perlu dicatat bahwa Mujahidin menguasai kota Morek sepenuhnya untuk pertama kalinya pada awal Februari 2014.

Kota Morek memegang peranan penting, karena ia salah satu jalur utama pasokan pasukan rezim terutama antara Hama, Aleppo, dan Idlib, juga pintu gerbang ke pedesaan utara Hama, dan pedesaan di selatan Idlib, sehingga mengontrol kota tersebut berarti memotong jalan utama antara Hama dan Aleppo.

morek

Sebaliknya, bagi rezim, kota Morek adalah salah satu cara untuk membuat rute pasokan ke Aleppo dan lembah Al-Dhaif dan Khan Syaikhun, jadi dengan menguasainya, rezim akan menjadikannya pijakan untuk memulai pertempuran di Khan Syaikhun dan selanjutnya ke pedesaan Idlib selatan, dan juga dengan mengontrolnya akan memungkinkan rezim menyerbu ke Kafr Zata dan pedesaan Hama dan mengakhiri kehadiran mujahidin di dalamnya.

Seorang mantan perwira intelijen Prancis yang membelot ke Al-Qaeda merupakan salah satu target dari gelombang pertama serangan udara AS di Suriah bulan lalu, menurut orang-orang yang akrab dengan Jabhah Nusrah dan identitas pembelot itu.

Dua pejabat intelijen Eropa menggambarkan mantan perwira Perancis itu sebagai pembelot yang berperingkat tertinggi yang pernah bergabung dengan kelompok mujahidin dan menyebut pembelotan itu adalah salah satu perkembangan yang paling berbahaya dalam konfrontasi panjang antara Barat dengan Al-Qaeda.
intelegen jn

Identitas petugas sangat rahasia dan dijaga ketat. Kedua pejabat intelijen memberikan nama yang sama, namun masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. Semua sumber sepakat bahwa mantan perwira Perancis adalah salah satu orang yang ditargetkan ketika Amerika Serikat menyerang delapan lokasi yang diduduki oleh mujahidin Jabhah Nusrah. Mantan perwira berhasil selamat dari serangan, termasuk serangan oleh 47 rudal jelajah.

Para pejabat intelijen Eropa mengatakan mantan perwira itu telah membelot dari intelijen militer Perancis atau dari badan intelijen luar negeri Perancis, Direktorat Jenderal Keamanan Luar Negeri, yang dikenal dengan singkatan bahasa Perancis sebagai DGSE.

Mantan perwira, menurut salah satu sumber, adalah seorang ahli bahan peledak yang berjihad di Afghanistan dan di Suriah bersama Al-Qaeda dan telah mengumpulkan sekelompok yang berjumlah sekitar lima orang yang beroperasi dari sebuah masjid di Idlib.

Mantan Perwira Perancis itu "masih hidup dan beroperasi" setelah serangan udara AS, kata seorang pejabat intelijen Eropa, yang menggambarkan pria itu sebagai seorang yang "sangat terlatih dalam intelijen Barat, perdagangan senjata dan bahan peledak. Kombinasi pelatihan intelijen Barat dan berpaham jihad membuatnya menjadi salah satu yang paling berbahaya dari Al-Qaeda," kata pejabat intelijen itu.

Empat agen intelijen Eropa dari berbagai negara telah mengkonfirmasi keberadaan mantan agen Perancis tersebut. Namun semua menolak untuk berbicara lebih lanjut karena begitu sensitifnya informasi tersebut dan karena mereka takut dituntut secara pidana di negara asal mereka untuk mengungkapkan informasi rahasia. Salah satunya menyebut keberadaan mantan agen Perancis itu merupakan "rahasia tingkat tinggi."

"Aku agak terkejut aku bahkan sedang melakukan pembicaraan ini," katanya.

"Kami tidak tahu apakah dia merupakan agen atau radikal setelah ia bergabung dengan intelijen," kata pejabat intelijen Eropa lain yang akrab dengan latar belakang pria itu. "Saya menganggap rekan-rekan saya bekerja keras untuk menentukan itu dan jika mereka telah menemukan jawabannya, mereka pasti akan merahasiakannya bagaimana mereka menyelesaikan kekacauan ini, seperti yang Anda ketahui, yang mereka temukan agak memalukan."

Dua sumber intelijen Eropa mengetahui nama pria itu, tetapi meminta agar tidak dipublikasikan – salah satu intelijen mengatakan bisa saja terjadi kekerasan terhadap keluarga pria itu di Prancis.

Ketika dihubungi untuk memberikan komentar mengenai situasi tersebut, seorang pejabat intelijen AS menolak untuk memberikan informasi apapun.

Tiga upaya untuk membahas masalah ini dengan dinas intelijen Perancis ditolak. "Saya tidak berhak untuk membahas masalah ini" hanya itu jawabannya.

Seorang pejabat Eropa yang akrab dengan kasus ini mengatakan kebingungan mengenai data pria itu – yang digambarkan bergantian sebagai Pasukan Khusus Perancis, dan intelijen militer atau DGSE – mungkin berasal dari proses peralihan di mana pria itu bergerak di antara cabang-cabang pemerintahan secara teratur.

"Kedengarannya mungkin ia mulai karirnya di militer Perancis dan mungkin karena latar belakang keluarga Arab dan penampilannya, kemampuan bahasa dan kompetensi tingkat tinggi, ia kemudian dipindahkan ke aspek yang berbeda dari intelijen Perancis," kata pejabat Eropa itu. "Semua melakukan itu sepanjang waktu," katanya, mengutip contoh anggota Komando Operasi Khusus (SOC) dari militer AS, yang ditugaskan untuk CIA. (zw)

Jaish alMujahidin melancarkan serangan pada Rabu (8/10/2014) dengan menembakkan "meriam jahannam" pada sebuah bangunan di Kota Tua Aleppo selama pertempuran dengan pasukan Assad.




Menurut Kantor Informasi Jaish alMujahidin serangan tersebut berhasil menewaskan sembilan pasukan Assad, termasuk seorang perwira dengan pangkat kapten yang dijuluki "Nazi" dari Tortous.

Kelompok mujahidin Jabhah Nusrah telah membuat kemajuan pesat di wilayah Qalamoun, menimbulkan kekalahan memalukan pada tentara rezim dan milisi Hizbullah selama dua hari terakhir dengan korban tewas meningkat menjadi puluhan.

qolamun

Aktivis mengatakan mujahidin telah menguasai pertahanan rezim di Assal Ward, kota strategis di perbatasan Suriah-Lebanon, juga salah satu milisi Hizbullat ditahan, sumber mengatakan kepada Zaman Al-Wasl.

Dua puluh empat jam terakhir setelah serangan di gunung Brital, Jabhah Nusrah merilis video yang menunjukkan berbagai tahap operasi militer yang menargetkan posisi Hizbullah di luar Brital, tidak jauh dari kota Baalbek.



Pada tanggal 5 Oktober, bentrokan pecah di Bekaa sisi Gunung Lebanon Barat, dan melibatkan setidaknya empat posisi. Kali ini, bentrokan yang relatif jauh dari Arsal. Para mujahidin datang dari daerah Assal Al-Ward, Suriah, menyeberangi perbatasan dan menembus beberapa kilometer ke wilayah Lebanon sebelum menyiapkan artileri. Selanjutnya sekelompok mujahidin menyusup ke posisi Hizbullah, yang berfungsi sebagai pemantau, selanjutnya mujahidin melakukan serangan gerilya klasik dan akhirnya berhasil mengambil alih posisi tersebut, membunuh milisi Hizbullah di dalamnya, dan kemudian menyita amunisi dan kembali ke gunung sekali lagi, demikian berita menurut NOW.

Hizbullah kemudian mengumumkan bahwa delapan anggotanya tewas; kebanyakan dari mereka dari Bekaa, daerah dekat lokasi bentrokan itu, sementara Jabhah Nusrah mengatakan telah menewaskan 11 anggota Hizbullah dan mengumumkan gugurnya salah satu mujahid.

Saat ini Hizbullah hidup dalam mimpi buruk setelah diserang oleh kelompok-kelompok kecil dari mujahid, tidak lebih besar dari dua peleton, atau 50 anggota. Mereka membunuh, melukai dan menyita persenjataan Hizbullah dan kemudian mundur. Lebih buruk dari itu, mujahidin juga berhasil memfilmkan bagian dalam lokasi yang berhasil dikuasai dan rudal TOW yang disita dari Hizbullah; sesuatu yang tak pernah disangka oleh Milisi Hizbullah. (Zaman Al-Wasl)

Harakat Ahrar al-Sham Al Islami ( حركة أحرار الشام الإسلامية ) adalah salah satu faksi mujahidin terkuat dalam melawan Pemerintah Bashar al-Assad. Ahrar al-Sham dipimpin oleh Hassan Aboud. Pada Juli 2013 tercatat meimiliki pasukan 10.000 sampai 20.000 yang terdiri dari mantan tentara, orang asli Suriah dan muhajirin. Pada bulan November 2013 bergabung dalam Islamic Front ( Jabhah Islamiyah ) bersama beberapa faksi jihad lainnya. Keinginan untuk menerapkan syariat islam di Suriah adalah alasan kuat bagi Ahrar Sham menolak segala tawaran Asing termasuk Koalisi Nasional yang berhaluan sekular.


Berikut ini sebuah video dokumentasi singkat yang diberi judul "Ahrar Sham dan Kisah Revolusi"



Kini Ahrar Sham dipimpin oleh Syaikh Hashim Abu Jabir setelah Hassan Aboud beserta 27 komandan lainnya syahid dalam peristiwa ledakan gas kimia pada tanggal 9 september 2014.

Hitler dan Assad akan dikenal dalam lembaran sejarah sebagai manusia paling jahat di muka bumi. Mereka berdua memiliki kesamaan menebar teror dan ketakutan bagi rakyatnya. Semoga dalam waktu dekat, Assad merasakan sendiri akibatnya.

assad


(6/10/2014) - Dalam sebuah video, Jabhah Nusrah menunjukkan cuplikan dari serangan pada sebuah pos milisi syiah Hizbullah di kota Brital, yang dekat dengan perbatasan dengan Suriah. Dalam teks yang ditampilkan pada video, Jabhah Nusrah melaporkan pejuangnya membunuh 11 milisi syiah Hizbullah, melukai puluhan lainnya, dan memaksa sisanya melarikan diri.

Jabhah Nusrah mengatakan mujahidin berhasil merampas berbagai persenjataan, termasuk roket peluncur buatan Amerika. Dan Jabhah Nusrah juga memberitakan bahwa seorang mujahid syahid dan satu lainnya terluka dalam serangan itu.



Pertempuran juga terjadi di tempat lain di daerah Lebanon. Dan jumlah korban Hizbullah sangat bervariasi dalam laporannya, beberapa media memberitakan bahwa 10 tentara Hizbullah tewas.

Menurut Reuters, para pejuang Jabhah Nusrah "menyerang setidaknya 10 markas Hizbullah di sepanjang pegunungan dekat perbatasan Suriah." Serangan mereka meliputi "area yang luas membentang dari selatan kota Baalbek ke daerah dekat kota perbatasan Arsal."

Jabhah Nusrah menyampaikan bahwa serangan terhadap Hizbullah di pos dekat Brital adalah pembalasan atas serangan terhadap pengungsi Suriah di Arsal.

(6/10/2014) - Kesatuan mujahidin yang beroperasi di barat laut wilayah Daraa, berhasil menguasai beberapa desa dan memberikan kerugian besar bagi tentara rezim Suriah. Setelah mujahidin mengontrol penuh desa Zimrin, Umm Awsaj, dan Tall Harrah maka dengan segera mujahidin melanjutkan pertempuran ke wilayah Judayyah.



Kejadian tak terduga, ketika mujahidin di hadapan kamera mengumumkan pembebasan wilayah Zimrin, datang sebuah kendaraan melaju dengan kencang, ternyata didalamnya adalah tentara rezim yang ingin melarikan diri. Spontan mujahidin menembak kendaraan tersebut beberapa kali yang akhirnya pengendara nya pun tewas di tempat.

Iskandar alJibawi, Komandan militer Ababil Horan dikabarkan syahid dalam pertempuran di Judayyah, Daraa

Kemajun signifikan dari selama 5 bulan di Qunaetra barat laut Daraa, Mei sampai dengan Oktober 2014

(5/10/2014) - Mujahidin Jabhah Islamiyyah tewaskan total 50 tentara rezim Suriah ketika mereka mencoba memasuki wilayah Handarat, utara Aleppo, pada hari Minggu, juru bicara Liwa Tauhid elemen dari Jabhah Islamiyyah, Salih Anadani mengatakan kepada Anadolu Agency.





Dia mengatakan bahwa tiga tentara juga ditangkap, termasuk satu warga Iran dan satu warga Afghanistan. Serangan terhadap rezim itu dilakukan bekerja sama dengan pasukan oposisi bersenjata lainnya, tambahnya.


Pertempuran antara Jabhah Islamiyah dan pasukan rezim Suriah berlangsung di wilayah itu sejak Jumat lalu (3/10/2014). Anadani mengatakan bahwa setelah pertempuran sengit, Jabhah Islamiyyah telah kembali menguasai Handarat dan Al-Mallah.





(4/10/2014) - Beberapa kelompok jihad bergabung dalam pertempuran di Al-Harah, sebuah kota di provinsi Suriah selatan Daraa. Jabhah Islamiyyah mengkoordinasikan kekuatan mereka dengan Jabhah Nusrah dan elemen dari FSA, Liwa As-Syahid Ahmad Al-Umar, untuk menguasai perbukitan Al-Harah (Tall Harrah) dan kota sekitarnya.




Mujahidin dari Liwa As-Syahid Ahmad Al-Umar memanfaatkan sejumlah rudal anti-tank BGM-71 TOW selama pertempuran.


Mujahidin dari Liwa As-Syahid Ahmad Al-Umar menggunakan senjata berat dekat perbukitan Al-Harah


Seorang tentara Rezim kakinya terluka parah sehingga tidak bisa melarikan diri. Ketika mujahidin menghampirinya, dia berpura-pura mati.


Sekumpulan mayat tentara rezim yang ditemukan di Tall Harrah


Mujahidin dapatkan persenjataan sebagai rampasan perang



 Tank Jabhah Nusrah terlibat dalam pembebasan perbukitan Al-Harah

Kendaraan artileri Jabhah Nusrah terlibat dan pertempuran di perbukitan Al-Harah

 Mujahidin bergembira dan melantunkan takbir setelah proses pertempuran

 Seorang tentara "Hizbullah"  yang membantu Rezim Suriah, ditemukan terbunuh

 Mujahidin disambut suka cita oleh masyarakat di Al-Harrah setelah berhasil mengusai sepenuhnya wilayah tersebut

Perbukitan Al-Harrah adalah salah satu basis paling penting Rezim Suriah di selatan Daraa. Pembebasan Tall Harrah terjadi setelah mujahidin berhasil mengusai beberapa desa di sekitarnya

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget