Halloween Costume ideas 2015
[ads-post]

Mengenal sosok Syaikh Abu Firas As-Suri

Pada 31 Agustus, seorang veteran jihad Al-Qaeda, Syaikh Abu Firas As-Suri Hafidhahullah mengumumkan kehadirannya di sosmed dengan membuat akun Twitter dan Facebook. Untuk Syaikh Abu Firas, seorang mujahid yang lama beroperasi di belakang layar, situs media sosial adalah indikasi dari berapa banyak hal telah berubah sejak beliau pertama kali memilih jalan jihad pada 1970-an. Beliau telah berubah dari seorang agen rahasia dalam jaringan internasional Al-Qaeda menjadi sebagai juru bicara Jabhah Nusrah.

Dalam menjalani peran beliau sebagai seorang jubir, Syaikh Abu Firas menangani urusan publik yang paling penting. Misalnya saat beliau, petinggi Jabhah Nusrah yang bertugas menjelaskan mengapa kelompok telah menyandera 44 tentara PBB.

Peran Syaikh Abu Firas sebagai tokoh senior dalam Jabhah Nusrah, cabang resmi Al-Qaeda di Suriah, tidak diketahui sampai Maret tahun ini ketika beliau pertama kali muncul di video. Jabhah Nusrah memperkenalkan Syaikh Abu Firas sebagai salah satu saksi terhadap kelakuan Daulah (ISIS), mantan cabang Al Qaeda yang telah menyempal.

Beberapa bulan sejak penampilan video yang pertama, beliau telah mendapat peran yang semakin penting dalam Jabhah Nusrah. Pada bulan Juli, Syaikh Abu Firas memperkenalkan Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani, amir Jabhah Nusrah ini, dalam pertemuan para mujahid. Suaranya bisa terdengar pada rekaman audio dari pertemuan itu, di mana Syaikh Al-Jaulani berbicara mengenai penegakan sebuah Imarah Islam di Suriah.

Rekaman audio itu sempat merenggangkan hubungan erat JN dengan kelompok jihad terkemuka lainnya, karena kedengarannya seolah-olah JN ingin mengikuti jejak ISIS yang mendirikan “khilafah” secara sepihak dan secara sepihak menyatakan dirinya otoritas tertinggi di Suriah. Dan ketika JN berusaha untuk meyakinkan sekutunya bahwa bukan itu maksudnya, dan itu dijelaskan oleh Syaikh Abu Firas. Dalam sebuah video yang dirilis oleh Jabhah Nusrah pada 8 Agustus, Syaikh Abu Firas mengatakan JN hanya akan mendeklarasikan Imarah Islam di Suriah setelah berkonsultasi dengan kelompok jihad lainnya. Pada saat itu, JN secara terbuka menyebut Syaikh Abu Firas sebagai juru bicara resmi.

Sebuah posting di halaman Twitter Abu Firas pada 31 Agustus mengatakan bahwa akunnya adalah "akun resmi dan hanya satu-satunya akun juru bicara Al-Qaeda" di Suriah.

Pasukan "penjaga perdamaian" PBB disandera

Akhir bulan lalu, Jabhah Nusrah menangkap lebih dari 40 pasukan PBB dalam pertempuran di perbatasan Quneitra, yang menghubungkan Suriah ke bagian yang dikuasai Israel dari Dataran Tinggi Golan.

Bahkan sebelum Jabhah Nusrah mengumumkan bahwa telah menahan para sandera, Syaikh Abu Firas mulai membangun kasus kelompok terhadap PBB. Dalam sebuah video yang dirilis oleh JN pada 27 Agustus, beliau mengecam keputusan PBB yang mengutuk Jabhah Nusrah berdasarkan Bab VII dari Piagam PBB.

AS dan PBB telah mengambil langkah-langkah untuk menargetkan Jabhah Nusrah sebagai organisasi teroris pada minggu-minggu menjelang video tersebut. Komandan Al-Qaeda tersebut menyodorkan fakta, bahwa justru PBB-lah yang menjadi organisasi teroris yang nyata, dan melayani aliansi Zio-Protestan. Beliau menyatakan bahwa PBB hanya menggunakan kekuasaannya untuk menargetkan kaum Muslimin, dan tidak untuk mengutuk penjajahan dan kejahatan perang yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

"PBB adalah lembaga yang didirikan berdasarkan kekafiran dan teror," beliau mengatakan. "Kita tahu bahwa PBB dan Barat tidak menginginkan stabilitas di Syam (Suriah), dan tidak ingin Syam diperintah oleh Islam," beliau melanjutkan. "Kita tahu bahwa PBB adalah salah satu pendukung terbesar dan penyokong Negara Yahudi, dan pembentukan sebuah Imarah Islam yang diatur dengan Syariah Allah di syam pastinya langsung mengancam Negara bikinan PBB, Negara Yahudi Israel."

"Ada banyak basa-basi dan obrolan tentang isu tawanan dari apa yang disebut PBB," tulis beliau di akun Twitter-nya. "Kami mengatakan bahwa Al-Qaeda dan cabangnya di Syam, Jabhah Nusrah, tidak didirikan tetapi untuk mendirikan Syariah Allah dan menegakkan kalimat Allah." Selanjutnya Syaikh Abu Firas menjelaskan bahwa situasi penyanderaan akan diputuskan sesuai dengan hukum syariah.

Tentara PBB yang disandera oleh Jabhah Nusrah adalah dari Fiji dan pemerintah Fiji mengatakan, Jabhah Nusrah telah mengeluarkan serangkaian tuntutan yang harus dipenuhi untuk membebaskan para sandera. Menurut Voice of America, Jabhah Nusrah ingin dihapus dari daftar organisasi teroris PBB, dan bantuan kemanusiaan untuk daerah sekitar Damaskus, dan kompensasi untuk tiga mujahid Jabhah Nusrah yang syahid dalam pertempuran.

Permintaan pertama adalah sepenuhnya sama dengan pernyataan Syaikh Abu Firas yang menyatakan menentang terhadap penunjukan Jabhah Nusrah sebagai organisasi teroris oleh PBB.


Biografi singkat Syaikh Abu Firas As-Suri

Hanya sedikit hal yang diketahui tentang Abu Firas As-Suri hingga beliau muncul dengan tiba-tiba dalam video Jabhah Nusrah yang mencakup ringkasan biografinya.

Menurut Jabhah Nusrah, Abu Firas pernah bersekolah militer dan bergabung dengan militer Suriah, Namun ia dibebaskan dari tugasnya/dipecat karena kecenderungan dia terhadap  pemikiran Islam.  Abu Firas adalah anggota dari Suriah Ikhwanul Muslimin dan berperang melawan rezim Hafizh Assad, ayah dari Bashar Assad, pada tahun 1979 dan 1980.

Abu Firas melakukan perjalanan ke Yordania dan kemudian Afghanistan, di mana ia bertemu dengan Syaikh Abdullah Azzam dan Syaikh Usamah bin Ladin. Beliau dilatih baik di Afghanistan dan Negara Arab, serta berjihad di negara-negara lain di seluruh dunia, dan bekerja untuk mengakhiri konflik antara kelompok jihad tak dikenal di dalam Afghanistan.

Jabhah Nusrah menyebutkan bahwa Abu Firas merupakan Utusan Syaikh Usamah Bin Ladin untuk Pakistan dalam rangka memobilisasi orang-orang untuk berjihad. “Dan Kelompok jihad Pakistan Lashkar Taiba (LeT) didirikan untuk tujuan ini”, kata Jabhah Nusrah. Lashkar Taiba dan kelompok lain “didirikan, dilatih, dan didanai oleh Syaikh Usamah Bin Laden.”

Lebih lanjut, untuk menunjukkan senioritas Abu Firas dalam Al-Qaeda, Jabhah Nusrah mengatakan bahwa ia bekerja dengan dua komandan militer, Abu Ubaidah Al-Banshiri dan Abu Hafs Al Misri. Abu Firas juga bekerja sama dengan Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi.

Setelah serangan mubarak  9/11, Abu Firas melindungi  keluarga mujahidin di Pakistan, yang berarti bahwa ia membantu keluarga Al-Qaeda dan orang lain untuk menemukan tempat perlindungan di negara ini .

Pada tahun 2003, Abu Firas pindah ke Yaman dan tinggal di sana sampai tahun 2013. Ketika konflik antara ISIS dan Jabhah Nusrah meletus, Abu Firas yang merupakan orang senior Al-Qaeda dikirim untuk membantu mengakhiri Konflik tersebut.

Dalam Video tersebut Abu Firas telah mengikuti arahan dari Amir Jabhah Nusrah, Syaikh Al-Fatih Abu Muhammad Al Jaulani yang ingin menyelesaikan konflik tersebut dengan ISIS.

(lwj/muqawamah)
materi islam

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget