Halloween Costume ideas 2015
[ads-post]

Pesan Jabhah Nushrah sebelum berangkat Perangi ISIS

Sebuah video singkat yang dirilis pada 21 Agustus menampilkan tiga mujahidin dari Jabhah Nusrah tak lama sebelum mereka berangkat untuk melawan ISIS di utara Aleppo.

ISIS telah memerangi Jabhah Nusrah selama berbulan-bulan, merampas sejumlah kota-kota di utara Aleppo pada awal bulan ini. Menurut beberapa laporan, ISIS telah menguasai 13 kota dalam serangan mendadak yang dimulai pada 13 Agustus, mengalahkan mujahidin yang tengah fokus memerangi tentara rezim Assad. Dalam beberapa hari terakhir, Tentara ISIS menuju kota Marea, yang dianggap sebagai pusat utama bagi kelompok jihad yang berperang dengan rezim Bashar Assad.

Pada tanggal (21/8/2014) Jabhah Nusrah telah merilis video yang berjudul, "Kata-kata singkat dari Muhajirin dan Ansar sebelum berangkat menolak Agresi dari kaum Khawarij."



"Kami Jabhah Nusrah hanya berjuang untuk menegakkan kalimat Allah, untuk memenangkan kaum yang tertindas," mujahid pertama berkata dalam video itu. "Kami hanya berjuang untuk menyingkirkan Bashar Assad dan tentaranya. Kami datang untuk memerangi mereka sehingga kami bisa menegakkan hukum-hukum Allah pada Negara ini (Suriah). Kami datang bukan untuk menindas orang, mencuri dari orang-orang, atau mengambil harta mereka. Kami datang untuk memberlakukan hukum-hukum Allah," lanjutnya.

Perkataan mujahid itu menyoroti perbedaan utama antara Jabhah Nusrah dan ISIS. Sedangkan Jabhah Nusrah telah memfokuskan sebagian besar sumber dayanya untuk melawan rezim Assad, dan meleburkan diri bersama faksi mujahidin lain dalam pemberontakan terhadap rezim Assad, sedangkan ISIS telah memfokuskan pada merebut daerah yang telah dibebaskan oleh kelompok-kelompok mujahidin. Perampasan daerah di Suriah, ditambah dengan kemajuan di Irak, telah memicu klaim kelompok yang sekarang memerintah atas “kekhalifahan” dengan amirnya, Abu Bakr Al-Baghdadi, yang disebut dengan "Khalifah Ibrahim." ISIS menuntut loyalitas semua mujahidin lainnya untuk berbai’at dan mentaati “kekhalifahan” yang dideklarasikan oleh ISIS sendiri.

"Saya menyarankan para anggota ISIS, saya menyarankan kalian untuk tidak mendengarkan amir dan syar’I kalian," mujahid pertama melanjutkan. "Mereka mengajak kalian untuk bermaksiat. Mereka telah mengatakan bahwa kami adalah murtad dan bahwa jamaah kami (Jabhah Nushrah) adalah jamaah murtad. Demi Allah, aku meminta kepada kalian dengan nama Allah, datanglah kepada kami dan tunjukkanlah kepada kami salah satu bukti bahwa kami adalah orang murtad atau bahwa kami telah jatuh ke dalam kemurtadan. Kami tidak jatuh dalam kemurtadan dan kami belum berjuang bersama kaum murtad atau kafir, dalam bentuk apapun."

Mujahid itu kemudian mengajak kepada anggota jamaah Al-Baghdadi untuk keluar dari ISIS. "Saya menyarankan kalian, wahai anggota ISIS, wahai tentara ISIS, kembalilah kepada kebenaran. Tinggalkan kemaksiatan ini. Tinggalkan tindakan kalian yang memerangi mujahidin dan kaum Muslim dalam mentaati perintah Al-Baghdadi atau Al-Adnani."

Berbicara kepada para pejuang asing yang bergabung dengan ISIS, mujahid pertama mengatakan, "Jangan sia-siakan keberangkatan kalian ke bumi Sham (Suriah). Anda datang bukan untuk melawan para pendukung agama Allah atau tentara Allah, Allahu Akbar. Alhamdulillah, yang telah mengirimkan kami ke bumi Sham sehingga kami bisa melawan orang-orang kafir." Mujahid itu melanjutkan, "Dan sekarang kalian telah mengubah sasaran kalian dan saat ini memerangi para mujahidin yang datang untuk melawan musuh-musuh Allah (rezim Assad). Saya menyarankan kepada kalian, kembalilah kepada kebenaran. Dengarkan nasehat para ulama, mereka telah berbicara tentang masalah ini. Kalian berada di jala yang salah, beberapa dari mereka bahkan menganggap kalian Khawarij. Dengarkan kata-kata para ulama, bukan orang-orang dari amir atau syar’i kalian."

Mujahid kedua berkata, “ISIS datang untuk merebut lahan dan membuat pertumpahan darah dan menghalalkan harta kaum Muslimin dan mulai memerangi umat Islam."

"Mereka mengatakan bahwa setiap Muslim yang tidak berbai’at (janji setia) kepada Al-Baghdadi adalah murtad, dan itu adalah bertentangan dengan hukum Islam," mujahid kedua melanjutkan. "Siapa yang menempatkan dia sebagai Khalifah atas seluruh kaum Muslimin? Siapa yang bahkan mendeklarasikan khilafah? Mereka sendiri yang mendeklarasikan Negara (Islam) dan kemudian mendeklarasikan Khilafah dan mulai membunuh kaum Muslimin dan menghalalkan darah, properti dan kehormatan mereka halal.”

Mujahid ketiga kemudian berkata, "Kami akan tetap di utara (Aleppo) dan akan mempertahankan diri, dengan izin Allah." "Kami tidak melarikan diri, dengan izin Allah." Kepada tentara ISIS, mujahid itu mengatakan, "Kalian telah datang untuk melawan mujahidin, singa jihad yang ingin berjuang di jalan Allah, dan kalian mendengarkan amir dan syar’i kalian. Demi Allah, pada hari kebangkitan nanti, Allah SWT akan bertanya kepada kalian, mengapa kalian membunuh? dan Al-Baghdadi, Al-Adnani, dan syar’i kalian tidak dapat membantu kalian! "


Posisi Mujahidin menghadapi ISIS di utara Aleppo


materi islam

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget