Halloween Costume ideas 2015
August 2014

Mujahidin berjanji akan menguasai sepnuhnya wilayah Quneitra, yang berbatasan langsung dengan Israel. Melakukan serangan lanjutan ke sejumlah markas pasukan Assad disana.


Pada hari Jum'at (22/8/2014), sejumlah mortir ditembakan ke lokasi pasukan Assad di desa almaqrudoh daerah Jabal Sheikh, Quneitra. Operasi dilakukan oleh mujahidin dari "Ajnadu asSyam"


Mujahidin Suriah, dipimpin oleh Jabhah Nusrah dan Ahrar Sham menguasai perbatasan Suriah dengan Dataran Tinggi Golan Israel pada hari Rabu (27/8), kata SOHR.



"Jabhah Nusrah dan kelompok pemberontak lainnya menguasai persimpangan Quneitra, dan pertempuran sengit dengan tentara Suriah terus berlanjut di daerah sekitarnya," kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.

Dia mengatakan sedikitnya 20 tentara rezim Suriah tewas dalam pertempuran yang dimulai pada hari Rabu.

Serangan mortar menyasar melintasi perbatasan ke bagian Golan yang diduduki Israel, di mana militer Israel mengatakan seorang perwira Israel terluka.

Enam mortir menghantam dataran tinggi Golan bagian Israel dalam beberapa jam, militer Israel menambahkan.

"Dalam menanggapi serangan menyasar dari pertempuran internal di Suriah, yang menghantam Israel sebelumnya hari ini dan melukai seorang perwira IDF, IDF mentargetkan dua posisi tentara Suriah di Dataran Tinggi Golan Suriah." katanya dalam sebuah pernyataan.

Israel, yang secara teknis berperang dengan Suriah, telah mencaplok daerah 1.200 kilometer persegi dari daerah dataran tinggi Golan pada Perang Enam Hari tahun 1967, dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.


Sejak konflik Suriah meletus pada tahun 2011, dataran tinggi menjadi tegang, dengan semakin banyak proyektil, sebagian besar menyasar, menyerang pihak Israel.

Pada bulan Juni, seorang remaja Israel tewas dalam serangan lintas-perbatasan yang tidak disengaja, yang mendorong pesawat tempur Israel menyerang markas dan posisi militer Suriah.

Tahun lalu, persimpangan Quneitra sempat jatuh ke tangan mujahidin pada bulan Juni, sebelum direbut kembali oleh pasukan tentara Suriah.

(SAE)

(Zaman AlWasl 26/8/2014) - 5 Faksi Jihad terbesar yang berperang di Timur Ghouta, pinggiran Damaskus telah sepakat untuk membentuk komando militer dan menunjuk komandan Jaish alIslam Muhammad Zahran Alushi sebagai Komandan Umum.



Sumber lapangan untuk kantor berita Zaman Alwasl melaporkan bahwa mujahidin di Ghouta membutuhkan kesatuan militer untuk menghentikan setiap serangan pasukan Bashar al-Assad yang didukung oleh pejuang Hizbullah Lebanon dan milisi Syiah dalam menguasai kembali kota Maleha.



5 Faksi Jihad tersebut adalah dari Ajnad al-Sham, Failaku Al-Rahman, Ahrar al-Sham, Alhabib al-Mustafa dan Jaish alIslam.

26/8/2014 - Satuan khusus keamanan Faksi Jihad Failaku arRahman berhasil menangkap sekelompok penyusup yang bekerja untuk pasukan Assad di wilayah Jobar, pinggiran Damaskus.




Mereka mencoba mengumpulkan informasi terkait sisi kelemahan keamanan di wilayah Jobar yang dikuasai mujahidin. Setelah dilakukan pnyelidikan beberapa hari, mereka dibawa ke pengadilan syariat mujahidin untuk dimintai pertanggung jawaban.

Perlu dicatat sebelumnya pasukan Assad telah berulang kali mencoba merebut kembali wilayah Jobar, namun berkat ketabahan mujahidin dan pertolongan Allah semata, pasukan Assad menemui banyak kegagalan.

(adduraru ashamiya 27/8/2014) - Tetua Suku di Deir ez Zour berkumpul dan menyampaikan pesan kepada Abu Bakr alBhagdadi agar menghentikan pembantaian terhadap para pemuda suku Shaitat. Mereka mengatakan bahwa dengan berpijak pada Alquran dan asSunah seharusnya alBaghdadi memperlakukan suku Shaitat dengan dasar kasih sayang, dan tidak melanjutkan eksekusi pembunuhan.


Awal pembantaian ini terjadi setelah para pemuda dari suku shaitat melakukan demontrasi menuntut keluarnya ISIS dari wilayah mereka.

Sudah satu tahun lebih terhitung sejak januari 2013, beberapa negara yang tergabung dalam NATO memberikan bantuan keamanan kepada Turki terkait peperangan di Suriah. Mereka menempatkan banyak pasukan disertai rudal patriot yang disebar di wilayah perbatasan dengan Suriah.




Dan seperti yang dikutip oleh Reuters, pada hari selasa 26/8/2014 Pemerintah Belanda menyatakan bahwa akan menarik kembali rudal patriot miliknya dan untuk saat ini akan mengakhiri keterlibatan negaranya.

Murasil Al-Manarah Al-Baidha’ melaporkan mujahidin Liwa’ al-Battar di propinsi Hamah telah berbai’at dan menggabungkan dirinya kepada kelompok Jabhah Nushrah. Pembai’atan dan penggabungan Liwa’ al-Battar di propinsi Hamah kepada Jabhah Nusrah telah dirilis dalam sebuah video pendek pada hari Selasa (26/8/2014).




Peristiwa menggembirakan ini merupakan tanda baik akan koordinasi dan soliditas kelompok-kelompok jihad di Suriah. Mujahidin semakin menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan barisan dalam rangka menghadapi pasukan rezim Suriah dan milisi-milisi Syiah bayarannya.

Sebelumnya kelompok Liwa’ Shuqur Al-Izz di propinsi Aleppo juga telah berbai’at dan bergabung dengan Jabhah Nushrah. Liwa’ Shuqur Al-Izz dan Jabhah Nushrah telah mendokumentasikan peristiwa tersebut dalam sebuah video.

Dari wilayah Suriah selatan, Murasil Al-Manarah Al-Baidha’ juga melaporkan mujahidin Liwa’ Mush’ab bin Umair di propinsi Dara’a pada hari Sabtu (23/8/2014) yang lalu juga telah berbai’at dan menggabungkan diri dengan Jabhah Nushrah.

Ad-Durar Asy-Syamiyah dan Murasil Al-Manarah Al-Baidha’ melaporkan bahwa mujahidin Jabhah Nushrah pada Sabtu (23/8/2014) sore melancarkan serangan besar-besaran terhadap kota Muhardah, propinsi Hamah yang berada dalam kontrol pasukan rezim Nushairiyah Suriah. Jabhah Nushrah melancarkan serangan dari arah pedesaan selatan kota Muhardah dalam upaya untuk merebut kota tersebut.

Peta operasi pembebasan wilayah sekitar kota Muhardah

Operasi militer yang dilancarkan oleh Jabhah Nushrah di kota Muhardah, Hama benar-benar sebuah operasi yang besar. Situs jihad Syamil dan Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Muhaisini melalui akunnya di situs jejaring sosial menyebutkan Jabhah Nushrah mengerahkan 1000 orang mujahidnya dalam operasi tersebut. Lebih istimewa lagi, Amir Jabhah Nushrah Syaikh Al-Fatih Muhammad Al-Jaulani turut langsung memanggul senjata dalam operasi ini.

“Dalam peperangan Muhardah, Jabhah Nushrah mengerahkan sekitar 1000 orang mujahidnya. Saya melihat langsung diantara mereka terdapat ikhwan-ikhwan lebih dari 20 negara, mereka disatukan oleh kalimat tauhid,” tulis Syaikh Abdullah Al-Muhaisini.


“Saya melihat langsung 50 orang singa mujahidin Tunisia, dari kota Sushah negeri ketegaran dan dari kota Bin Fardan, negeri kemuliaan. Bagi kalian ucapan selamat dan salam, wahai para pejuang ksatria Islam.”

“Dalam peperangan Muhardah saya melihat langsung ikhwan-ikhwan dari Libya, negeri jihad dan peperangan besar. Mereka adalah para singa yang tidak gentar terhadap kematian. Pujian bagi kalian wahai para singa Libya.”

“Dalam peperangan Muhardah, Al-Jaulani menyertai langsung tentara-tentaranya dalam pertempuran. Ia mengorbankan penjagaan terhadap keselamatannya sendiri dan di tengah kerumunan tentaranya ia menyampaikan khutbah penggugah semangat tempur sehingga langit Hamah bergemuruh oleh pekikan takbir.”


Mujahidin tembakan roket konkurs ke arah bukit, tepat mengenai sasaran dimana posisi pasukan Assad berada.

Aleppo adalah basis dari pejuang oposisi di Suriah. Selain para pejuang islam yang tergabung dalam banyak faksi Jihad, ada juga kelompok pejuang sekular yang dibiayai Barat untuk mengamankan pembentukan negara demokrasi. Disinilah keberadaan Hizbut Tahrir di Aleppo sangat erat kaitannya dengan pembinaan umat dan pengembangan opini untuk tegaknya Khilafah. Berbagai aktivitas Hizbut tahrir Suriah berhasil menjadikan tema penegakan Khilafah sebagai bagian utama perjuangan mujahidin dari sejak awal revolusi.

hizbut-tahrir-suriah

Fenomena baru di Aleppo baru-baru ini, menjadi perhatian situs berita timur tengah alarabiya. Dalam headline beritanya tanggal 19/8/2014 dituliskan "Perang propoganda para pendukung Khilafah dengan pendukung Negara Demokrasi di tembok kota Aleppo".

Dan berikut ini rilisan video dari kantor media Hizbut tahrir wilayah Suriah terkait pemberitaan tersebut.



Perlawanan banyak suku ahlusunnah terhadap rezim Irak adalah berkah sendiri bagi puluhan faksi jihad di Irak. ISIS  yang menganggap dirinya berstatus "Negara" telah bersikap arogan dengan memaksa para mujahidin dari kelompok lain untuk melakukan bai'at. Berikut ini penjelasan dari Faksi Jihad Jaish alMujahidin terkait kejadian baru-baru ini dimana ISIS melakukan intimidasi terhadap para anggotanya di wilayah Karmah, Irak.
 irak-revolusi
klik gambar untuk lihat lebih jelas peta pertempuran di Irak update bulan ini (8/2014)


بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, akibat yang baik itu hanya bagi orang-orang yang bertaqwa, dan tidak ada permusuhan kecuali kepada orang-orang yang zhalim. Shalawat serta salam kepada Sayyidina Muhammad, kepada keluarga beliau dan para sahabat beliau, amma ba’du:

Bukan menjadi hal yang rahasia lagi bagi para mujahidin di Iraq bahwa organisasi yang dinamakan dengan ISIS telah berusaha sejak waktu yang lama untuk mengambil sumpah bai’at dari para mujahidin dengan paksaan, yaitu dengan memberikan pilihan kepada mereka antara bai’at, atau pelucutan senjata dan pengusiran dari kancah jihad, atau diperangi. Mereka memanfaatkan pihak-pihak lain yang sengaja menghindari bentrokan dengan mereka dan membuka front pertempuran internal yang baru, yang menguntungkan pihak musuh yang selalu menyusun rencana jahat kepada ahlus sunnah. ISIS juga menuduh setiap orang yang menyelisihinya dengan berbagai tuduhan palsu, dengan tujuan agar dapat mengkafirkan dan menghalalkan darah mereka.

Wilayah Karmah termasuk wilayah yang pertama kali berhasil dibebaskan dari tangan pasukan rezim Irak berkat karunia dari Allah dan bantuan dari para penduduknya dan kalangan suku-sukunya yang bekerjasama dengan putra-putra mereka para mujahidin, dan ISIS tidak memiliki peran di dalamnya. Setelah Karmah dibebaskan, mulailah mereka memasukinya secara perlahan-lahan, menyebar dan memperluas kekuasaan di dalamnya.

Mereka pun mulai berbuat ulah dengan para mujahidin dan juga kalangan suku-suku, hingga kemarin (21/8) pada puncaknya mereka melakukan aksi penculikan terhadap beberapa orang anggota kami, dan melakukan intimidasi terhadap sejumlah tentara kami yang mereka tangkap pada hari ini (22/8), serta menembaki yang lainnya. Maka saudara-saudara kami tidak memiliki pilihan lain kecuali mempertahankan diri mereka, sehingga jatuhlah korban di kedua belah pihak. Kemudian pasukan dari jamaah yang pembangkang itu memanggil pasukan bantuan dan mengerahkan pasukannya dari wilayah lain, yaitu dari Fallujah dan Tikrit, mereka pun mulai membombardir pedesaan yang di dalamnya tersebar para pejuang kami dengan menggunakan mortir dan senapan mesin kelas berat, mereka juga menolak mediasi yang dilakukan oleh pihak suku yang berusaha untuk menjauhkan perang dari wilayah perkotaan beserta para penduduknya, karena merekalah yang mampu untuk memadamkan api peperangan, namun syarat yang ISIS ajukan adalah seperti biasa: “kalau tidak berbai’at, maka harus menyerahkan senjata dan keluar dari Kota ini, kalau tidak maka akan diperangi”.

Mereka mulai meledakkan beberapa rumah milik saudara-saudara kami, lalu menyerang sejumlah markas kami dan mencoba untuk menguasainya, semua ini merupakan bukti yang menunjukkan bahwa mereka tengah mempersiapkan peperangan besar-besaran dan menciptakan fitnah yang sifatnya eksternal seperti yang mereka lakukan di Syam, ini akan membawa bencana dan malapetaka bagi Ahlus Sunnah, dan menjadi hadiah paling berharga yang dipersembahkan kepada pemerintahan rafidhah yang baru, pemerintahan ini tidak akan berfikir dua kali untuk meraup keuntungan dari fitnah ini.

Kami menegaskan bahwa kami berada pada posisi mempertahankan diri, dan kami akan membalas setiap intimidasi yang diberikan kepada kami atau kepada pihak suku-suku, dengan segenap kekuatan yang diberikan kepada kami. Pikiran kami tertuju pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Said bin Zaid Radhiyallahu Anhuma, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

 مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

“Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya maka ia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena membela agamanya maka ia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena membela darahnya (jiwanya) maka ia syahid dan barangsiapa yang terbunuh karena membela keluarganya maka ia syahid”. [HR. Tirmidzi No.1341]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, ia berkata:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ جَاءَ رَجُلٌ يُرِيدُ أَخْذَ مَالِي قَالَ فَلَا تُعْطِهِ مَالَكَ قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَاتَلَنِي قَالَ قَاتِلْهُ قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلَنِي قَالَ فَأَنْتَ شَهِيدٌ قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُهُ قَالَ هُوَ فِي النَّارِ

Seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apa pendapat Anda jika seseorang datang kepadaku untuk merampas hartaku?’ Beliau menjawab: ‘Janganlah engkau serahkan hartamu kepadanya.’ Laki-laki itu bertanya: ‘Bagaimana jika ia memerangiku?’ Beliau menjawab: “Lawanlah!’ Laki-laki itu bertanya: ‘Bagaimana jika ia berhasil membunuhku?’ Beliau menjawab: ‘Engkau mati syahid.’ Laki-laki itu bertanya: ‘Bagaimana jika aku yang berhasil membunuhnya?’ Beliau menjawab: ‘Dia berada di neraka.’” [HR. Muslim no. 140, An-Nasai no. 4082 dan Ahmad no. 8475].

Kami memperingatkan mereka beserta orang-orang yang berpihak dan membantu mereka, untuk mengingat Allah Ta’ala. Dan bahwasanya perbuatan-perbuatan mereka ini menyebabkan terus berlanjutya mala petaka terhadap ahlus sunnah. Janganlah mereka membuat pihak-pihak lain bermanuver dengan alasan perbuatan mereka (ISIS), pengrusakan mereka terhadap revolusi ahlus sunnah tidak sebanding dengan apa yang telah mereka berikan terhadapnya, hingga menyebabkan setiap orang yang memiliki kekuatan memiliki alasan untuk menyerang ahlus sunnah dan memberikan lampu hijau yang selama ini didamba-dambakan oleh Amerika, Iran dan pihak-pihak yang berdiri bersama mereka untuk menyerang ahlus sunnah dan menggagalkan revolusi mereka serta mengerahkan musuh untuk melawannya.

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya”.



LEMBAGA MEDIA JAISY MUJAHIDIN
25 Syawal 1435
22 Agustus 2014

Sumber: Forum Ana Muslim

Sebuah video singkat yang dirilis pada 21 Agustus menampilkan tiga mujahidin dari Jabhah Nusrah tak lama sebelum mereka berangkat untuk melawan ISIS di utara Aleppo.

ISIS telah memerangi Jabhah Nusrah selama berbulan-bulan, merampas sejumlah kota-kota di utara Aleppo pada awal bulan ini. Menurut beberapa laporan, ISIS telah menguasai 13 kota dalam serangan mendadak yang dimulai pada 13 Agustus, mengalahkan mujahidin yang tengah fokus memerangi tentara rezim Assad. Dalam beberapa hari terakhir, Tentara ISIS menuju kota Marea, yang dianggap sebagai pusat utama bagi kelompok jihad yang berperang dengan rezim Bashar Assad.

Pada tanggal (21/8/2014) Jabhah Nusrah telah merilis video yang berjudul, "Kata-kata singkat dari Muhajirin dan Ansar sebelum berangkat menolak Agresi dari kaum Khawarij."



"Kami Jabhah Nusrah hanya berjuang untuk menegakkan kalimat Allah, untuk memenangkan kaum yang tertindas," mujahid pertama berkata dalam video itu. "Kami hanya berjuang untuk menyingkirkan Bashar Assad dan tentaranya. Kami datang untuk memerangi mereka sehingga kami bisa menegakkan hukum-hukum Allah pada Negara ini (Suriah). Kami datang bukan untuk menindas orang, mencuri dari orang-orang, atau mengambil harta mereka. Kami datang untuk memberlakukan hukum-hukum Allah," lanjutnya.

Perkataan mujahid itu menyoroti perbedaan utama antara Jabhah Nusrah dan ISIS. Sedangkan Jabhah Nusrah telah memfokuskan sebagian besar sumber dayanya untuk melawan rezim Assad, dan meleburkan diri bersama faksi mujahidin lain dalam pemberontakan terhadap rezim Assad, sedangkan ISIS telah memfokuskan pada merebut daerah yang telah dibebaskan oleh kelompok-kelompok mujahidin. Perampasan daerah di Suriah, ditambah dengan kemajuan di Irak, telah memicu klaim kelompok yang sekarang memerintah atas “kekhalifahan” dengan amirnya, Abu Bakr Al-Baghdadi, yang disebut dengan "Khalifah Ibrahim." ISIS menuntut loyalitas semua mujahidin lainnya untuk berbai’at dan mentaati “kekhalifahan” yang dideklarasikan oleh ISIS sendiri.

"Saya menyarankan para anggota ISIS, saya menyarankan kalian untuk tidak mendengarkan amir dan syar’I kalian," mujahid pertama melanjutkan. "Mereka mengajak kalian untuk bermaksiat. Mereka telah mengatakan bahwa kami adalah murtad dan bahwa jamaah kami (Jabhah Nushrah) adalah jamaah murtad. Demi Allah, aku meminta kepada kalian dengan nama Allah, datanglah kepada kami dan tunjukkanlah kepada kami salah satu bukti bahwa kami adalah orang murtad atau bahwa kami telah jatuh ke dalam kemurtadan. Kami tidak jatuh dalam kemurtadan dan kami belum berjuang bersama kaum murtad atau kafir, dalam bentuk apapun."

Mujahid itu kemudian mengajak kepada anggota jamaah Al-Baghdadi untuk keluar dari ISIS. "Saya menyarankan kalian, wahai anggota ISIS, wahai tentara ISIS, kembalilah kepada kebenaran. Tinggalkan kemaksiatan ini. Tinggalkan tindakan kalian yang memerangi mujahidin dan kaum Muslim dalam mentaati perintah Al-Baghdadi atau Al-Adnani."

Berbicara kepada para pejuang asing yang bergabung dengan ISIS, mujahid pertama mengatakan, "Jangan sia-siakan keberangkatan kalian ke bumi Sham (Suriah). Anda datang bukan untuk melawan para pendukung agama Allah atau tentara Allah, Allahu Akbar. Alhamdulillah, yang telah mengirimkan kami ke bumi Sham sehingga kami bisa melawan orang-orang kafir." Mujahid itu melanjutkan, "Dan sekarang kalian telah mengubah sasaran kalian dan saat ini memerangi para mujahidin yang datang untuk melawan musuh-musuh Allah (rezim Assad). Saya menyarankan kepada kalian, kembalilah kepada kebenaran. Dengarkan nasehat para ulama, mereka telah berbicara tentang masalah ini. Kalian berada di jala yang salah, beberapa dari mereka bahkan menganggap kalian Khawarij. Dengarkan kata-kata para ulama, bukan orang-orang dari amir atau syar’i kalian."

Mujahid kedua berkata, “ISIS datang untuk merebut lahan dan membuat pertumpahan darah dan menghalalkan harta kaum Muslimin dan mulai memerangi umat Islam."

"Mereka mengatakan bahwa setiap Muslim yang tidak berbai’at (janji setia) kepada Al-Baghdadi adalah murtad, dan itu adalah bertentangan dengan hukum Islam," mujahid kedua melanjutkan. "Siapa yang menempatkan dia sebagai Khalifah atas seluruh kaum Muslimin? Siapa yang bahkan mendeklarasikan khilafah? Mereka sendiri yang mendeklarasikan Negara (Islam) dan kemudian mendeklarasikan Khilafah dan mulai membunuh kaum Muslimin dan menghalalkan darah, properti dan kehormatan mereka halal.”

Mujahid ketiga kemudian berkata, "Kami akan tetap di utara (Aleppo) dan akan mempertahankan diri, dengan izin Allah." "Kami tidak melarikan diri, dengan izin Allah." Kepada tentara ISIS, mujahid itu mengatakan, "Kalian telah datang untuk melawan mujahidin, singa jihad yang ingin berjuang di jalan Allah, dan kalian mendengarkan amir dan syar’i kalian. Demi Allah, pada hari kebangkitan nanti, Allah SWT akan bertanya kepada kalian, mengapa kalian membunuh? dan Al-Baghdadi, Al-Adnani, dan syar’i kalian tidak dapat membantu kalian! "


Posisi Mujahidin menghadapi ISIS di utara Aleppo


Mujahidin Suriah berhasil mengontrol banyak pos militer rezim Suriah dan anteknya Syiah Hizbullah di wilayah Kalamoon pedesaan Damaskus pada Sabtu (23/08). Kemenangan ini diraih setelah mujahidin terlibat pertempuran sengit dan membunuh puluhan tentara musuh.

kalamoon
Dilaporkan kantor berita Al-Jazeera, Ahad (24/08), pos-pos militer itu menyebar di sekitar kota Zabdani, Juraijir dan Hurairah di pedesaan Damaskus. Para tentara rezim dan Syiah Hizbullah tidak mampu menahan serangan mujahidin yang terus menekan mereka.

Berbagai jenis senjata digunakan mujahidin selama pertempuran itu. Puluhan tentara musuh tewas dan dua tank tempur serta tiga kendaraan militer berhasil dilumpuhkan mujahidin.

Sejumlah tentara rezim dan Syiah Hizbullah juga dilaporkan tewas ketika berusaha menyerbu wilayah mujahidin di daerah Jarud Falithah di pegunungan Kalamoon, pedesaan Damaskus. Mujahidin sukses menghalau dan memaksa mereka kembali mundur.

Pada hari ahad (24/8/2014) mujahidin berhasil merebut kembali beberapa desa dekat kota Akhtarin setelah bentrokan sengit dengan ISIS di pedesaan utara Aleppo.


Menurut sumber di lapangan bahwa mujahidin melancarkan serangan terhadap benteng pertahanan ISIS, dan mampu mendapatkan kembali kontrol desa AtTaqliy, al'Adiyah, dan adDahriyah dekat kota Akhtarin.

ISIS sebelumnya menguasai beberapa desa tersebut dalam sebulan kemarin setelah melakukan penyerangan terhadap mujahidin.

(adDuraru asShamiya)

Dalam video yang diposting Jumat malam (22/8/2014) mereka duduk di depan sebuah bendera hitam dengan Jabhah Al-Nusra. Video memperlihatkan seruan dari aparat keamanan Lebanon agar Hizbullah menarik para pejuangnya dari Suriah.



Sembilan orang tersebut, tampaknya delapan polisi Lebanon dan seorang Tentara. Ada kurang lebih 24 pasukan keamanan masih disandera Faksi Jihad di Suriah setelah pertempuran meletus awal bulan agustus di kota Arsal, perbatasan Suriah.


Mereka juga menyeru agar anggota keluarga menggelar demonstrasi di Lebanon untuk memprotes keterlibatan Hizbullah di Suriah, di mana kelompok Syiah Hizbullah telah lebih dari 2 tahun berjuang bersama rezim Suriah yang jelas melakukan pembantaian terhadap warganya.

(zamnalwasl)

Syaikh Muhammad Zahran Alusyi, komandan dari faksi jihad Jaish alIslam menyampaikan khutbahnya pada ibadah jum'at kemarin (22/8/2014) di Ghoutah timur, pinggiran Damaskus. Di hadapan mujahidin dan penduduk sekitar, Syaikh muhammad Zahran Alusyi menegaskan tentang kemuliaan berjihad atas dasar menegakan hukum Allah dan balasanya di akhirat kelak.

zahran alusyi
    


“Tidak ada seorang pun yang masuk surga yang ingin kembali ke dunia padahal dia memiliki apa yang ada di atas bumi, kecuali orang yang syahid. Dian mendambakan bisa kembali ke dunia lalu terbunuh sepuluh kali, karena dia melihat kemuliaan di dalamnya.” (H.R. Bukhari: 4/26)

Pada Jumat malam kemarin (22/8/2014), Mujahidin berhasil menewaskan dan melukai puluhan pasukan Assad selama bentrokan di pinggiran desa Sheihah pedesaan barat dari Hama.




Mujahidin serang pasukan Assad di pedesaan Sheihah dengan mortir dan artileri berat


Mujahidin tembakan roket grad ke Bandara Militer Hama

Seperti yang dilaporkan oleh Persatuan Aktivis Revolusi Hama, terjadi juga ledakan besar yang mengguncang sekitar bandara militer Hama akibat dari beberapa serangan yang ditembakan mujahidin. Terdengar suara beberapa mobil ambulan dari pihak rezim menuju bandara untuk mengevakuasi korban.

Jum'at (22/8/2014), mujahidin dari Jabhah Islamiyah memperlihatkan puluhan tentara Assad yang tewas dan terluka dalam bentrokan yang terjadi jum'at sore kemarin di wilayah dekat penjara pusat Aleppo ketika pasukan Assad mencoba untuk maju dari area penjara.


Sebuah video yang dirilis kantor media Jabhah Islamiyah menunjukkan mayat pasukan Assad dan kartu identitas militer yang ditemukan.



Beberapa pengamat menilai Pasukan Assad mencoba melancarkan serangan dengan maju ke kamp Handarat, setelah melihat Jabhah Islamiyah sedang disibukan menghadapi ISIS di pedesaan utara Aleppo.

Rezim Suriah mengeksekusi tiga pilot tempurnya karena menolak menjalankan misi penyerangan. Ketiga pilot itu menolak menjalankan tugas, setelah mendengar mujahidin Suriah memiliki senjata anti pesawat canggih.

Pada Jumaat (22/08), eksekusi itu dilakukan di bandara militer provinsi Hama. Mereka menolak melaksanakan perintah untuk membombardir pedesaan Hama utara dan pedesaan Hama Barat, demikian menurut media Al-Moslim.

jet suriah
Belakangan diketahui, mereka menolak bertugas setelah insiden jatuhnya pesawat tempur Snake milik militer Suriah. Di samping itu, tersebar informasi bahwa mujahidin Suriah telah memiliki senjata anti pesawat modern sehingga membuat mereka gentar.

Portal online Siraj Pers mengatakan, para pilot itu bernama Kolonel Pilot Nawpal Dip, Brigadir Pilot Ahmad Ghanim dan Kolonel Sami Rizk.

Di sisi lain, pesawat tempur Suriah kembali melancarkan serangkaian serangan udara ke kota-kota dan desa di pedesaan Hama barat dan Utara serta ke kota Kufur Nabel di Pedesaan Idlib. Kota Manbaj di pedesaan Aleppo juga mengalami gempuran dari pesawat jet Suriah. Banyak korban berjatuhan antara tewas dan luka-luka. Mayoritas dari mereka adalah anak-anak dan wanita.

Pemimpin Jays al Islam, gabungan dari 50 brigade jihad Suriah, Syaikh Muhammad Zahran ibn Abdullah Alusy (Abu Abdullah) dilahirkan di Duma, kawasan di pinggiran kota Damaskus. Ayah beliau adalah Syaikh Abdullah Alusy, Ulama yang sangat dalam ilmu agamanya dan dikenal sebagai ulama yang sangat berpegang teguh kepada manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan dakwah Islam.

muhammad zahran alusyi

Sejak kecil Syaikh Muhammad Zahran ibn Abdullah sangat rajin mempelajari Al-Quran dari ayahnya dan ia juga belajar dengan para syaikh-syaikh besar Islam di desa ia tinggal.

Beliau lulus dari sekolah Syariah Islam di Universitas Damaskus dan kemudian melanjutkan kembali di Universitas Islam Madinah Munawwarah untuk mempelajari hadits Nabawi, kemudian beliau melanjutkan magisternya di kuliah Syariah Islam di universitas Damaskus.

Sebelum revolusi ia bekerja di perusahaan real estate, ia memiliki sebuah perusahaan yang membantu konstruksi atau membantu situs konstruksi.

Dan ketika revolusi di Syria bermula pada Maret 2011, pada saat itu beliau masih berada di dalam penjara rezim Assad, dimana kegiatan dakwah yang selalu beliau lakukan di Suriah sejak tahun 1987 menyebabkan beliau mendapatkan banyak penuntutan dari keamanan rezim dan ancaman yang banyak dari pihak rezim, kegiatan dakwah beliau berakhir dengan penangkapan di awal tahun 2009 di cabang dinas intelijen , yang kemudian dipindahkan ke dalam penjara Militer Sednaya 1.

Demonstrasi yang terbentuk pada awal tekanan kepada rezim Assad membuat mereka melepaskan sejumlah tahanan dan termasuk di dalamnya Syaikh Zahran Alusyi, beliau keluar dari penjara pada 22-06-2013 , sekitar 3 bulan sejak awal revolusi bermula.

Sesudah dibebaskan dari penjara, beliau membentuk kekuatan militer untuk melawan rezim Assad yang membunuhi dan menyerang rakyat Suriah, kelompok Mujahidin ini pada awalnya diberi nama “Sirriyah Islam” kemudian berkembang dan diganti namanya menjadi “Liwa Islam” yang hingga kini masih merupakan salah satu brigade Mujahidin di Suriah.

penggabungan 50 brigade jihad dalam pembentukan Jays alislam

Hingga akhirnya syaikh Zahran Alusyi diamanahkan menjadi pemimpin dari 50 brigade dan batalyon untuk membentuk kekuatan mujahidin baru di Suriah yang diberi nama Jays alIslam (Tentara islam). Saat ini Jays alIslam menjadi kelompok dengan kekuatan militer Islam terbesar di Suriah yang ikut juga bergabung dalam Jabhah Islamiyah. 

Dua ulama’ Kuwait yang mendukung jihad Suriah dan mencarikan dana untuk Jabhah Nusrah, dan baru-baru ini ditunjuk oleh Salibis AS sebagai teroris global, Syaikh Shafi Sultan Mohammed Al-Ajmi dan Syaikh Hajjaj Fahd Hajjaj Muhammad Sahib Al-'Ajmi, telah muncul selama beberapa hari terakhir.

Syaikh Hajjaj Al-'Ajmi ditangkap oleh pihak berwenang Kuwait di Bandara Internasional Kuwait pada (20/8) saat beliau kembali dari Qatar. Menurut Reuters, pihak berwenang tidak akan mengomentari penahanannya.

Pada 17 Agustus, Syaikh Shafi Al-Ajmi ditahan oleh pihak berwenang Kuwait di perbatasan dengan Arab Saudi saat beliau dikabarkan kembali dari umrah. Beliau dibebaskan setelah diinterogasi oleh petugas Kuwait.

Keduanya ditambahkan oleh Salibis AS ke dalam daftar teroris global kurang dari dua minggu yang lalu, pada 6 Agustus, bersama dengan warga Kuwait lainnya, Abdur Rahman Khalaf 'Ubayd Juday' Al-'Anizi.
Menurut pernyataan dari Departemen Keuangan AS, Hajjaj Al-'Ajmi berfungsi sebagai penyalur sumbangan keuangan untuk Jabhah Nusrah di Suriah, beliau bepergian secara teratur dari Kuwait ke Suriah untuk terlibat dalam aktivitas keuangan atas nama Jabhah Nusrah dan memberikan dana kepada kelompok itu.

Dan Shafi Al-Ajmi yang berkampanye di media sosial rutin mencari sumbangan bagi para pejuang Suriah dan merupakan salah satu penggalang dana Kuwait paling aktif untuk Jabhah Nusrah. Pada bulan Juli 2014, beliau secara terbuka mengakui bahwa mengumpulkan uang di bawah naungan badan amal dan menyampaikan dana secara langsung ke Jabhah Nusrah. Al-Ajmi juga mengakui pembelian dan pemasokan senjata atas nama Jabhah Nusrah.

Hajjaj juga ditambahkan ke dalam daftar teroris global oleh PBB, dalam pernyataan yang diterbitkan pada 15 Agustus, yang menyatakan bahwa beliau adalah seorang pemodal Jabhah Nusrah yang berbasis di Kuwait. Selain itu, PBB yang menambah pemodal lainnya untuk Jabhah Nusrah, Hamid Hamad Hamid Al-Ali.

Syaikh Hajjaj telah bersumpah akan mengambil tindakan hukum untuk membersihkan namanya, dan mengatakan beliau bukan teroris, tidak memiliki afiliasi dengan kelompok teroris, dan itu hanya sebatas mengirimkan bantuan ke Suriah yang sedang ditindas oleh Rezim Syiah Nushairiyyah.

Syaikh Shafi juga mengatakan akan mengambil tindakan hukum setelah penahanan singkat oleh otoritas Kuwait. Menurut Kuwait Times, pemerintah Kuwait tahun lalu melarang acara TV di mana beliau muncul, karena pemerintah mengklaim beliau menghasut kebencian. Pada acara itu, Syaikh Shafi meminta pihak oposisi untuk melawan rezim Assad, dan mendesak pendukungnya untuk membunuh pejuang Syiah Hizbullah yang berperang di sisi Rezim Assad di Suriah.

syaikh-shafi-alajmi

The Kuwait Times juga melaporkan bahwa Syaikh Shafi dan Syaikh Hajjaj telah kembali di Twitter dengan account baru tiga hari yang lalu setelah akun asli mereka dibanned. Dalam salah satu tweet terbarunya, Syaikh Hajjaj Al-Ajmi mengatakan: "Akan terus mendukung Islam dan umatnya, dan segala puji bagi Allah. Dan hanya orang yang beriman percaya bahwa apa yang terjadi kepada mereka adalah untuk kemaslahatan mereka sendiri."

Syaikh Shafi Al-Ajmi juga mengatakan, "Kami menyampaikan kabar baik kepada saudara-saudara kami di Syam (Suriah) bahwa kami akan selalu berada di pihak yang membantu mereka, bahkan jika orang-orang kafir benci hal itu, saya katakan David Cohen (Wakil Menteri Keuangan AS) bahwa jika Yesus (Isa) a.s putra Maryam adalah di antara kalian, maka Anda juga akan melabeli beliau teroris."

Menurut aktivis pada hari kamis (21/8/2014), mujahidin berhasil menewaskan beberapa tentara rezim suriah selama serangan dengan ranjau darat, terlihat sekumpulan mayat di pinggiran jalan wilayah Ghazlanah, pedesaan Damaskus.


Sumber Media setia kepada rezim Assad, mengkonfirmasi telah terjadi pembunuhan terhadap Mayor Jenderal Adnan Omran, Kepala Staf manajemen Pertahanan Udara wilayah Maliha, selain juga tewasnya tiga tentara suriah lainnya di Goutah Timur.

(sumber: adduraru ashamiya)

Jabhah Islamiyah telah mengeluarkan surat resmi terkait keberadaan Faksi Jaish Muhammad di kota Azaaz, Aleppo. Jabhah Islamiyah memberikan tempo selambat-lambatnya 3 hari agar mereka keluar dari kota tersebut. Hal ini dilakukan karena Faksi Jaish Muhammad melakukan penghianatan dan disinyalir telah bergabung dengan ISIS.

surat front islam
Surat Jabhah Islamiyah tgl 17/8/2014

Peristiwa ini terjadi setelah Jabhah Islamiyah berhasil merebut kembali wilayah Azaaz dari tangan ISIS.

Mujahidin Jabhah Islamiyah di propinsi Aleppo menggelar sejumlah operasi dengan target khusus para sniper rezim Suriah. Sejumlah aktivis kemanusiaan di Aleppo telah melaporkan dalam sehari para sniper rezim Suriah biasa membunuh sampai 100 warga sipil muslim yang tak berdosa.

sniper

Selama sepekan terakhir mujahidin Jabhah Islamiyah telah berhasil menewaskan sejumlah sniper di Aleppo. Peristiwa terbaru terjadi pada hari Selasa (19/8/2014) saat mujahidin Jabhah Islamiyah menewaskan seorang sniper rezim Suriah di atas sebuah gedung di dekat masjid jami’ Hudzaifah, Aleppo.



Akun resmi Jabhah Islamiyah melaporkan mujahidin menghantam sniper tersebut dengan senapan mesin kaliber 57 mm, mengakibatkan kerusakan berat pada bagian bangunan tempat persembunyiannya dan menewaskannya seketika.

(20/8/2014) - ISIS kembali mempertontonkan kebusukan dan kejahatan keji yang tidak dapat diterima kecuali oleh hati dan pikiran yang juga telah rusak. Kali ini ISIS di Dier Azzour membunuh dengan cara melakukan penyaliban atas seorang Ulama yang juga merupakan seorang Syar’iy Jabhah Nushrah.

Syaikh Abu Siraj Al-Anshariy Jabhah Nusrah

Perbuatan yang luar biasa keji dan biadab ini tak segan-segan dilakukan oleh ISIS karena busuknya pemahaman yang mereka yakini. Kebencian mereka kepada kaum muslimin dan mujahidin yang bersebrangan dengan mereka, telah menjadikan mereka sangat biadab dan sangat melampaui batas!

Syaikh Abu Siraj Al-Anshariy berasal dari kota Mohassan, sebuah kota yang terletak di dalam provinsi Dier Azzur. Beliau merupakan salah satu dari orang-orang yang paling pertama terlibat dalam proses terjadinya revolusi Suriah. Beliau dan teman-temannyalah yang menggagas aksi demo damai pertama sekali di Damascus. Pada saat itu beliau masih berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Syari’ah disana. Setelah kembali ke Dier Azzour, beliau menggerakkan masa besar-besaran untuk melakukan demonstrasi di ibukota Dier Azzour. Dan beliaupun telah ditangkap berkali-kali oleh polisi rezim Asad karena perbuatan makarnya ini.

Setelah perang terbuka dimulai antara rezim Asad dan kaum muslimin Suriah. Maka Syaikh Abu Siraj dan teman-temannya mengikuti pelatihan militer dan bergabung dalam Katibah Al-Anshar, yang didirikan dan dipimpin oleh Syaikh Abu Muslim Isma’il Al-A’lusyi –rahimahullah-. Kemudian beliau berbai’at dan bergabung bersama Jabhah Nushrah. Karena beliau dikenal sebagai salah seorang mujahid yang a’lim dan berilmu, maka beliau diminta untuk bekerja di Lembaga Syari’ah (Hai’ah Syar’iyyah) yang didirikan oleh Jabhah Nushrah dan Faksi Mujahidin lainnya di Dier Azzour, maka sejak saat itu beliaupun resmi menjadi seorang syar’iy Jabhah Nushrah di Dier Azzour.

Syaikh Abu Siraj AL-Anshariy memiliki dua orang saudara yang juga telah syahid sebelum beliau. Diceritakan bahwa setiap kali beliau mendapat kabar kesyahidan adik dan abangnya, maka beliau mengahadapinya dengan sabar dan yakin kepada qadha’ dan qadarullah. Beliau dikenal sebagai seorang yang senantiasa jujur jika berbicara, selalu mengingatkan teman-temannya untuk bertaqwa pada Allah di setiap waktu. Beliau juga senantiasa berbicara tentang revolusi negerinya dan harapan beliau untuk sama-sama mendirikan Imarah Islam disana suatu saat nanti tanpa harus bersikap keras, bersikap ghuluw dan mengkafirkan sesama.
revolusi-suriah
Syaikh Abu Siraj Al-Anshariy


Semoga Allah menerimanya dalam shaf para syuhada.
Semoga Allah anugerahkan kesabaran kepada keluarga yang beliau tinggalkan.
Semoga Allah hancurkan mereka yang telah membunuhnya dengan cara hina dan keji.
Semoga Allah singkap keburukan dan hakikat mereka kepada kaum muslimin, sehingga jika ada orang-orang yang ikhlas dan baik hatinya diantara mereka, Allah berikan mereka kesadaran untuk berlepas diri dari fitnah besar ini.

Ya Allah kabulkanlah.. Ya Allah kabulkanlah..

Mantan kapten Angkatan Udara pasukan bersenjata Yordania, Selasa (19/08), gugur di Suriah dalam pertempuran melawan militer Bashar Al-Asad di provinsi Hasakah. Ia melarikan diri dari dinas militernya sejak bulan Juli 2013 lalu dan bergabung dengan mujahidin Jabhah Nusrah untuk melawan rezim Suriah.

Dilaporkan portal berita Al-Araby, sejumlah sumber mengungkap bahwa Ahmad Al-Majaly diketahui meninggal oleh keluarganya pada Selasa. Masih menurut sumber itu, ia terbunuh bersama seorang warga Yordania lainnya dalam pertempuran melawan militer rezim di provinsi Hasakah.

Terkait ini, salah seorang kerabat Al-Majaly yang juga berangkat ke Suriah bersamanya memposting foto jasad saudaranya itu di akun pribadinya.

Awal tahu ini, Al-Majaly muncul dalam sebuah rekaman video yang diunggah ke Youtube. Dalam rekaman itu, ia mengajak kaum muslimin untuk bersama-sama bertempur melawan rezim Suriah dengan bergabung dengan Jabhah Nusrah.

Al-Majaly yang terbunuh di usianya ke-30 tahun itu berpangkat kapten di Angkatan Udara Yordania. Diam-diam ia meninggalkan tugas militernya kemudian melakukan perjalanan ke Turki. Ia kemudian memasuki Suriah dan bergabung dengan mujahidin Jabhah Nusrah.

Yordania yang berbatasan langsung dengan Suriah termasuk negara yang banyak warganya berangkat ke Suriah untuk bertempur di sana di barisan pejuang. Menurut perhitungan gerakan Salafi, gerakan yang dikenal dekat dengan Jabhah Nusrah, jumlah warga Yordania yang bertempur di Suriah telah mencapai 2.500 orang, sejak meletusnya revolusi Suruaih pada 2011 lalu.

Pada hari Selasa (19/8/2014) pasukan Assad dan ISIS melancarkan serangan pengeboman terhadap Kota Marea, pesisir utara Provinsi Aleppo, akibatnya sejumlah orang terluka dan beberapa bangunan tempat tinggal turut hancur.

Menurut para aktivis kemanusiaan yang berada di lapangan, pasukan Assad melakukan pengeboman dengan menggunakan bom thermobaric, sedangkan di tempat terpisah ISIS juga melakukan pengeboman terhadap kota tersebut dengan menggunakan meriam kelas berat.

ISIS mencoba untuk menguasai Kota Marea, setelah sebelumnya berhasil menguasai sejumlah desa yang berada di pinggirannya, aksi ini terkait dengan usaha mereka untuk menguasai wilayah yang lebih luas di pesisir utara Aleppo.

isis serang marea

Sementara itu Jabhah Islamiyah dan faksi islam lainnya mencoba mengirimkan bala bantuan untuk menghadapi ISIS sekaligus pasukan Assad.


bala bantuan mujahidin ke kota Marea

Mujahidin Jabhah Islamiyah, Jabhah Nushrah, Ittihad Islami li-Ajnad Asy-Syam, Jundul Aqsha dan beberapa kelompok jihad lokal lainnya menggelar operasi gabungan “Perang Badar Syam Al-Kubra” di propinsi Hamah dan pinggiran Hamah. Atas karunia dan pertolongan Allah, dalam rangkaian serial operasi gabungan tersebut mujahidin meraih kemenangan besar.

pasukan rezim suriah

Kemenangan demi kemenangan terus diperoleh mujahidin dalam pertempuran di propinsi Hamah. Berkali-kali serangan dan upaya pasukan rezim Nushairiyah untuk merebut kembali daerah-daerah yang dibebaskan mujahidin menemui kegagalan. Serangan demi serangan pasukan rezim suriah dan milisi Syiah berhasil dipatahkan dan dipukul mundur oleh operasi gabungan mujahidin.


memasuki daerah yang dibebaskan mujahidin

Salah satu usaha terbaru pasukan rezim suriah pada hari Selasa (19/8/2014) adalah bergerak maju dan menyerang dataran tinggi [Tallah] Syar’aya, pinggiran Hamah. Namun mujahidin sukses menewaskan sedikitnya 15 tentara Suriah dan memukul mundur sisanya dalam serangan mortir mujahidin.

Akun resmi kelompok jihad Jabhah Islamiyah melaporkan tembakan roket-roket Grad mujahidin juga sukses menimbulkan kebakaran pada gudang amunisi pasukan rezim dalam kompleks Bandara Militer Hamah.

Dalam pertempuran sengit pada hari Ahad (19/8) mujahidin berhasil menguasai sepenuhnya posko militer Madajin yang terletak di sebelah barat desa Qamhanah, pinggiran Hamah. Dalam peristiwa tersebut mujahidin menewaskan dan mencederai sejumlah tentara rezim.


kepulan asap di markas madajin akibat tembakan mortir dari mujahidin

Mujahidin juga menembaki markas pertahanan pasukan rezim dalam kompleks Fakultasn Kedokteran Hewan di desa Syaihah, jalan raya nasional Hamah – Muharradah dengan meriam Hawan, meriam Jahannam, dan roket anti tank. Serangan itu sukses menghancurkan sebuah tank dan meriam 57 milik pasukan rezim.


Mujahidin hancurkan Tank dengan roket konkurs

Hanya dalam hitungan hari sejak operasi gabungan “Perang Badar Syam Al-Kubra” dideklarasikan, mujahidin telah berhasil merebut markas pasukan Rezim di wilayah Rahbah Khathab, menguasai semua gudang amunisinya, dan mendapatkan sejumlah besar senjata dan amunisi. Mujahidin berhasil sedikitnya tiga buah tank, sejumlah kendaraan militer dan panser jenis BMP. Bersamaan waktunya dengan penguasaan terhadap markas militer Rahbah Khatab, mujahidin juga sukses membebaskan empat buah posko militer di kota Hamah.

Kemenangan demi kemenangan dalam operasi gabungan “Perang Badar Syam Al-Kubra” ini sangat memojokkan posisi pasukan rezim Suriah dan milisi-milisi Syiah bayarannya.

(18/8/204) - Di tengah pertempuran menaklukkan Bandara Militer terbesar rezim Suriah, dengan nama sandi operasi ‘Ghozwah Badar Syam al Kubro”, bentrokan sengit terjadi antara tentara suriah dengan mujahidin di pedesaan sekitar bandara. Mujahidin telah berulang kali menargetkan bandara militer Hama dengan puluhan granat berpeluncur roket, mortir dan artileri berat.


Di utara pedesaan Hama mujahidin menembakan meriam ke arah pasukan Assad di wilayah pegunungan Zine El Abidine sekitar Mork dengan artileri berat, yang menyebabkan kebakaran bangunan dan depot amunisi, sehingga menyebabkan tewas dan terluka di jajaran pasukan Assad.


InsyaAlloh meriam 130 mm sebentar lagi hantam juga bandara militer Hama 

Mujahidin Suriah dari Katibah Jundu al Aqsha, pada hari Senin (18/8/2014), berhasil menghancurkan pesawat tempur pasukan Nushairiyyah rezim Bashar Assad di wilayah Hama.

tembakan-hama-syria
pesawat-jatuh

Pesawat tempur jenis Mig-23 dengan nomor seri 617 tersebut, meledak setelah tertembak meriam anti pesawat udara Jundu al Aqsha di tengah pertempuran menaklukkan Bandara Militer terbesar rezim Suriah di Hama, dengan nama sandi operasi ‘Ghozwah Badar Syam al Kubro”.


Video reportase dari AlAanTV bagaimana pesawat tersebut jatuh tertembak

Sumber lapangan untuk media berita eldorarashamiyah (17/8/2014), menyampaikan bahwa mujahidin gabungan Faksi Islam di utara pedesaan Aleppo mengalami kemajuan signifikan dalam menghadapi ISIS. Mujahidin sekarang sedang melancarkan serangan ofensif setelah sebelumnya hanya bisa mempertahankan diri. Kemajuan ini didapat dengan beberapa kali operasi merebut kembali desa-desa di pinggiran kota Marea.

isis-azaz-Aleppo-syria

Operasi gabungan yang diikuti Jabhah Islamiyah, Harakah Nur al-Din Zanki, Jaisul Mujahidin, dan FailakuSham mengerahkan bantuan dari pusat komando ke utara pedesaan Aleppo dan melakukan operasi dalam skala besar untuk menghadapi ISIS.

Tercatat mujahidin mampu menewaskan lebih dari 15 pejuang ISIS, termasuk tiga komandan-nya setelah gagal memasuki pedesaan Salehia.

Pada hari Rabu (13/8/2014), tentara ISIS menguasai dua kota utama dan beberapa desa di provinsi Aleppo, Suriah setelah mujahidin mengalami kekalahan.

Tentara ISIS dilaporkan telah memenggal kepala Hakim Syariah dari pejuang oposisi Suriah Souqur al-Sham, beberapa jam setelah mengambil alih kota strategis Akhtarin di utara Aleppo tersebut.

Tentara muda ISIS pamerkan kepala hakim/qodhi syariah di Allepo, Syaikh Abu Abdul Samei yang dipenggal ISIS.

Tentara ISIS keliling di jalan-jalan Akhtarin dengan memamerkan kepala Syaikh Abu Abdul Samei, kata aktivis monitoring Suriah.

Aktivis mengatakan ISIS menganeksasi kota Akhtarin dan Turkmanbareh setelah bentrokan sengit dengan pejuang oposisi yang berjuang untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. ISIS juga mengambil alih beberapa desa terdekat, termasuk Masoudiyeh, Dabiq dan Ghouz.

Observatorium Suriah mengatakan bahwa setidaknya 31 pejuang oposisi dan delapan tentara ISIS tewas dalam bentrokan tersebut. Observatorium ini bersumber pada jaringan aktivis di dalam wilayah Suriah untuk informasinya.

Aneksasi Akhtarin memiliki makna strategis sebagai kota "gerbang ke pedesaan utara Aleppo", kata seorang komandan pejuang lokal yang menggunakan nama Abu Thabet.

akhtarin

Faksi-Faksi utama pejuang oposisi Suriah membentuk ruang komando gabungan untuk menghentikan invasi ISIS di utara Aleppo.

Sumber dari dalam gerakan jihad Nurud Din Al Zanki mengatakan bahwa di dalam ruang operasi gabungan tersebut terdapat Jabhah Al Nusroh, Jaisu Al Mujahidin dan Jabhah Islamiyah.

Atas tindakan ini, ISIS jelas membantu rezim Suriah dan melemahkan kekuatan mujahidin, pihak oposisi dari faksi islam.

Mujahidin Suriah, Sabtu (16/8/2014), mempertahankan kota Marea, salah satu pangkalan utama mereka di utara dalam menghadapi gempuran tentara ISIS, kata aktivis monitoring Suriah.

Petempur ISIS, yang kini mengubah namanya menjadi IS (Islamic State) sedang berada dekat kota Marea dan Aazaz.
isis-azaz-Aleppo-syria
Kota Marea dan Aazaz merupakan pangkalan mujahidin yang memerangi pemerintah rezim Nusairiyah Bashar al-Assad.

Jika kelompok ISIS berhasil merebut dua kota strategis ini maka menjadi satu kekalahan besar bagi mujahidin yang memerangi rezim Syiah Bashar Al Assad.

Pertempuran sengit berkobar Sabtu (16/8/2014) antara mujahidin dan ISIS di sekitar Marea.
Marea adalah pangkalan utama koalisi Front Islam (Jabhah Islamiyah), mujahidin paling penting dalam berperang melawan pasukan Syiah.

"Tekanan militer kini berada pada Marea," kata aktivis Suriah, Abu Omar,juru bicara bagi "dewan revolusioner" Marea.

"Pejuang telah mengirim banyak bala bantuan dan senjata ke daerah itu dan sekitar Marea," katanya.
"Pejuang menganggap ini salah satu dari pertempuran paling penting melawan ISIS." tambahnya.

Abu Omar mengatakan kelompok ISIS menggunakan senjata-senjata berat yang direbutnya ketika melumpuhkan pasukan Irak dalam serangan kilat di sana Juni 2014 lalu.

Senjata itu dipasok Amerika Serikat untuk angkatan bersenjata Irak kemudian kini berada di tangan ISIS.
"Mereka menggunakan tank-tank mereka dan artileri untuk menyerang kota-kota dan desa-desa di Suriah," tambah Abu Omar.

Oposisi Suriah di pengasingan Jumat malam memperingatkan bahaya yang ditimbulkan ISIS Irak dan Suriah sebagai "tindakan memalukan".

Baku tembak dekat Marea terjadi setelah para pejuang ISIS merebut sekitar 10 desa di Aleppo utara, Rabu (13/8/2014) dan Kamis (14/8/2014) kemarin, kata SOHR (Syrian Observatory for Human Rights).

SOHR mengatakan bahwa nasib belasan pejuang yang ditangkap oleh ISIS tetap tidak diketahui nasibnya setelah sembilan mujahid dipancung ISIS Rabu (13/8/2014) dan delapan lainnya pada Sabtu (16/8/2014) di Akhtarin.


video bagaimana mujahidin pertahankan kota Marea dari serangan ISIS.

(Adduroru Shamiya) - Surat kabar "Timur Tengah" dari London, Jumat 15/8/2014, mengutip seorang pejabat senior Kurdi, bahwa Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin "ISIS", melarikan diri dari Mosul menuju Suriah karena takut serangan udara yang dilakukan oleh pesawat tempur AS.


Pejabat Kurdi tersebut menambahkan, informasi ini didapat dari sumber intelegen di lapangan. Abu Bakr al-Baghdadi pergi, disertai dengan 30 kendaraan militer dari jenis Hummer ke Suriah untuk menhindari serangan pesawat tempur Amerika.

Sumber lapangan untuk kantor berita Adduraru shamiya, Jumat 15/8/2014, bahwa bentrokan terjadi di saat-saat antara pemberontak dan pasukan Assad di wilayah Albraih dekat Kawasan Industri, yang berusaha sampai ke Handarat dan mengelilingi pinggiran timur kota Aleppo.


Serangan oleh pasukan Assad datang, setelah mereka mengambil keuntungan dari serangan ISIS terhadap desa-desa utara. Situasinya sangat kritis dan Aleppo sekarang diserang dari dua arah, sebelah utara oleh ISIS dan sebelah timur oleh pasukan Assad.

Berikut ini adalah dokumentasi video di bulan november 2013 dari Jabhah AnNusrah. Video tersebut memperlihatkan keberanian mujahidin menghadapi Tank tentara rezim dalam jarak kurang dari 100 meter. Tentara rezim yang mengendarai Tank berhasil ditembak mati, sementara mujahidin yang lainnya bersiap menghancurkan Tank tersebut.

tank suriah


Mujahidin hadapi Tank Rezim dalam jarak dekat

(14/8/2014) - Sumber lapangan untuk kantor berita Aduroru Shamiya melaporkan, para mujahidin yang tergabung dalam operasi bersama dengan nama "Perang Badar al-Sham Kubro" berhasil membunuh banyak pasukan pertahanan nasional Assad di utara Hama, dan menguasai sebuah desa El Shiyha.

tentara rezim suriah yang berhasil ditangkap hidup-hidup

Kesuksesan ini menjadikan posisi mujahidin lebih dekat ke Bandara militer Hama dari waktu sebelumnya.



Banyak faksi mujahidin yang terlibat dalam peperangan ini diantaranya Jabhah Islamiyah, JundulAqsa, dan Ajnadu asSham. Operasi ini adalah lanjutan dari minggu sebelumnya dalam menguasai kota Hama. Tercatat mujahidin sudah mampu menguasai banyak wilayah di pinggiran Hama termasuk beberapa pos pemeriksaan dekat kota Mharda.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget