Halloween Costume ideas 2015
[ads-post]

Jawaban Syaikh Al-Maqdisi atas Deklarasi Khilafah ISIS

Al Maqdisi dikenal sebagai salah satu ideolog gerakan Al Qaidah, ia juga disebut-sebut menjadi mentor dari Abu Mushab az Zarqawi, bekas pimpinan Al Qaidah Irak yang sudah gugur dihantam rudal pesawat Amerika pada tahun 2006 silam.

Berikut ini adalah beberapa point yang beliau sampaikan berkenaan dengan Deklarasi Khilafah ISIS.

– Saya ditanya tentang kemenangan Jamaah Daulah di Iraq, maka saya jawab, “tidak didapati ada seorang mukmin yang tidak senang dengan kemenangan orang Islam”. Yang saya takutkan adalah hasil akhir dari kemenangan ini, bagaimana kaum ahlus sunnah, jamaah-jamaah lainnya baik yang bergerak di bidang dakwah maupun jihad serta seluruh kaum muslimin yang berada di wilayah-wlayah yang telah dibebaskan itu akan ditangani? Siapa yang akan menggunakan persenjataan berat yang berasal dari ghanimah Iraq yang kemudian dikirimkan ke Suriah itu? Inilah dia pertanyaanku dan yang menjadi sorotanku. Saya takut jika ini dijawab di dunia nyata, karena saya tidak percaya dengan mentalitas orang-orang yang memegang persenjataan tersebut karena banyak sebab.

– Pada pagi hari (29/06/2014) saya ditanya, “apakah anda telah mengkaji tulisan dari si fulan yang mengatakan tentang kekhilafahan, dan ia tidaklah disyaratkan harus ada tamkin”? Maka saya jawab, “tidak, saya belum mengkajinya, namun apa yang tertulis di dalamnya sudah dapat ditebak dari judulnya saja, yaitu akan ada deklarasi kekhilafahan dari jamaah mereka, dan ini sudah dekat”. Maka ia bertanya, “apa pendapatmu jika mereka mengumumkannya?”.

Maka saya menjawab, “pengumuman ini tidak akan membahayakan saya, dan saya tidak akan buang-buang waktu untuk menyanggah tulisan ini, karena kita semua mengharapkan kembalinya khilafah, terkoyaknya batasan-batasan kenegaraan, berkibarnya panji tauhid dan runtuhnya panji yang terkutuk, tidak ada yang membenci hal-hal itu kecuali orang munafik. Namun ada sebuah kaedah yang cocok bagi hal ini, “مَنْ تَعَجَّلَ عَلَى شَيْءٍ قَبْلَ اَوَانِهِ عُوْقِبَ بِحِرْماَنِهِ “ (“Siapa yang mempercepat sesuatu sebelum waktunya maka diganjar dengan tidak mendapatkan apa-apa”).

Namun yang menjadi perhatian saya adalah apa posisi kaum (muslimin) dalam deklarasi yang dimunculkan oleh sebuah jamaah yang kemudian berubah menjadi Daulah Iraq, lalu menjadi Daulah Iraq dan Syam, lalu menjadi kekhilafahan secara umum ini? Apakah kekhilafahan ini akan menjadi tempat yang dapat memberikan suaka bagi golongan yang lemah dan menjadi tempat yang dapat menjadi tujuan (hijrah) bagi seluruh orang Islam, atau ini akan menjadi sebilah pedang yang akan membabat orang-orang yang menyelisihinya dari kaum muslimin? Atau ia akan dapat membatalkan segala kepemimpinan Daulah yang telah dideklarasikan, dan menjadikan seluruh jamaah yang berjihad di jalan Allah di berbagai medan perang sebelumnya tidak berlaku/sah?

Sebelumnya saudara-saudara yang ada di Kaukasus telah mengumumkan keimarahan mereka yang diberkahi, namun ini tidak menjadikan mereka mewajibkan kepada orang-orang Islam di seluruh negara (untuk bergabung dengannya), dan tidak juga menjadikan mereka menumpahkan darah yang haram untuk ditumpahkan dengan mengatasnamakannya, lalu bagaimana nasib Imarah Islam Kaukasus menurut kelompok itu setelah adanya lengkingan dengan nama Khilafah???

Begitu juga Tahliban, ia telah mengumumkan Imarah Islam sebelum mereka. Namun amirnya, Mulla Umar hafizhahullah masih saja memerangi musuh-musuhnya bersama-sama dengan bala tentaranya. Namun dengan adanya Imarah yang nyata-nyata ada di dunia nyata selama bertahun-tahun, tidak menjadikan mereka menumpahkan darah yang haram untuk ditumpahkan, dan mengacaukan hubungan yang telah terjalin, maka bagaimana nasib dari Imarah ini jika orang-orang ini mengumumkan kekhilafahan? Bagaimana nasib seluruh jamaah-jamaah jihad dan perlawanan yang telah berbai’at kepada Imarah ini, yang sebagian anggotanya ada di Iraq dan di Syam? Dan juga di seluruh belahan bumi lainnya, bagaimana nasib darah mereka di hadapan orang yang menamakan dirinya sebagai khilafah ini nantinya? Padahal pada hari ini kelompok ini bersumpah bahwa ia akan melukai kepala orang-orang muslim yang menyelisihinya dengan peluru???

Pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting bagiku, dan ia membutuhkan jawaban.

Dan belum sampai sore harinya, Al Adnani sudah berteriak dengan jawabannya yang telah ditanda tangani, menurut perkiraan kami, kami tidak menzhaliminya sekecil apapun.

Ya Allah, rahmatilah kaum muslimin, lembutkanlah hati mereka… Ya Rabbal alamin, pimpinlah mereka dengan orang-orang pilihan di antara mereka dan jauhkanlah keburukan dan marabahaya dari mereka…

[sumber : mimbar at-tauhid wal Jihad]
Labels:
materi islam

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget