Halloween Costume ideas 2015
[ads-post]

Kisah Perjalanan Jihad Muslim Shishani ke Suriah

Bagian pertama ini membahas biografi Muslim Shishani sebelum beliau datang ke Suriah, dan alasannya untuk memilih untuk bertarung di Suriah daripada di Chechnya. Muslim Abu Walid Shishani dan jamaahnya, Jundu Sham, berpartisipasi dalam serangan di Latakia.

Gambar terbaru Muslim Shishani di Aleppo

Muslim (yang bernama Muslim Margoshvili) telah berada di Suriah sejak 2012 dan tetap independen dari faksi Chechnya lainnya. Beliau lebih memilih untuk memimpin kelompoknya sendiri, dan berjuang bersama brigade Islam Suriah. Beliau telah menolak untuk bergabung dengan ISIS, dan telah mengkritik bahwa kelompok itu dan sikap dari beberapa pejuang asing (muhajirin), seperti yang akan kita bahas di bawah.

Ini adalah video biografi Muslim Shishani yang dipublikasikan pada Desember 2013 dan menceritakan bagaiman Muslim Shishani datang dan berjihad di Suriah.



Menurut video itu, Muslim bertugas di pasukan pertahanan udara di Mongolia. Setelah runtuhnya Uni Soviet, ia kembali ke Chechnya. Pada tahun 1995 ia bergabung dengan kelompok jihad Syaikh komandan Al-Khattab, yang terdiri dari mujahidin asing (kebanyakan Arab).

Video juga menceritakan bahwa beliau telah bekerja dengan banyak pemimpin divisi Arab-Chechnya, termasuk Abu Jafar dan Abu al-Walid, penerus Ibn Khattab. Sampai akhirnya, beliau diangkat menjadi amir di wilayah Vedeno.

Pada tahun 2002, Syaikh Abu Walid rahimahullah mengirim Muslim untuk mengurus front baru di distrik Sunzha, di mana di sana beliau memiliki banyak pejuang di bawah komandonya.
Pada tahun 2003, Muslim ditangkap oleh pasukan Rusia, dan ditahan di penjara Rusia selama dua setengah tahun.

Setelah dibebaskan beliau pergi ke Georgia untuk berobat. Pada tahun 2008, setelah sembuh, Muslim mengorganisir sebuah kelompok jihad baru di Dagestan.

Foto Muslim Shishani di Dagestan:



Pada tahun 2012, Muslim Shishani berangkat ke Suriah untuk membantu mujahidin di sana.

Di Suriah, Muslim mengumpulkan sekelompok pejuang Chechnya dan sebagian besar adalah teman dekat dari Sayfullakh Shishani Rahimahullah.

Pada bulan Agustus 2012, beliau dan pasukannya mengambil bagian dalam serangan Latakia dan bertanggung jawab dalam menguasai sejumlah desa di puncak bukit, terutama Durin. Muslim mendapat julukan “Sopka Durin” (penakluk Durin dalam bahasa Rusia) untuk prestasi nya.

Dalam video ini, pada Agustus 2013, Muslim menjelaskan apa yang terjadi di Latakia dan bahwa kelompoknya telah berhasil menguasai desa di puncak bukit:



Pada Oktober 2013, Muslim membuat kelompok jihad bersama dengan Sayfullakh Shishani dan Abu Musa. Langkah ini ditandai apa yang menjadi perpecahan serius di kalangan pejuang Chechnya. Itu terjadi setelah Sayfullakh (Ruslan Machaliashvili) digulingkan dari kelompok jihad terbesar Kaukasus Utara, Jaish al-Muhajirin wal Ansar (JMA), oleh Umar Shishani. Muslim mengatakan bahwa kelompok barunya ini berkekuatan 1.500 pejuang.

Dalam video yang bertanggal 31 Oktober 2013, di mana Sayfullakh, Muslim, dan Abu Musa menjelaskan mengapa mereka bergabung, Muslim mengatakan bahwa saudara-saudara di Suriah akan bergabung dengan barisan mereka, karena mereka menyadari bahwa kemenangan adalah mustahil tanpa kesatuan.
Beliau juga mengatakan bahwa, tidak hanya jamaah dari Abu Musa dan Sayfullakh yang bersatu, tetapi kelompok lain juga, dan beliau menyatakan harapan bahwa buah dari persatuan ini akan terasa sebentar lagi. Beliau juga menyerukan kepada ikhwah mujahid agar tidak menyebarkan fitnah.

Muslim juga berbicara tentang hubungannya dengan Dokku Umarov Rahimahullah, Amir dari Imarah Kaukasus. Beliau mengatakan, bahwa pada awalnya berencana untuk berperang di Chechnya, dan berbai’at kepada Umarov.

Namun, beliau tidak bisa masuk ke Chechnya, dan lalu sebagai gantinya pergi ke Suriah. Setelah tiba di Suriah, beliau berkonsultasi dengan Sayfullakh dan Umar Shishani, dan ulama jihad yang berhubungan dengan fraksi. Mereka mengatakan kepadanya bahwa bai’at kepada Umarov wajib hanya jika seorang pejuang berada di wilayah yang dikuasai oleh amir ini.

Oleh karena itu, karena fakta bahwa Umarov tidak mengontrol wilayah Suriah, maka Muslim memutuskan untuk beroperasi secara independen.


Muslim Shishani menekankan bahwa beliau dan pengikutnya melarikan diri dari Kaukasus karena kesulitan yang dihadapi di sana. Mereka tidak bisa masuk ke sana, sehingga mereka bersedia untuk membantu saudara-saudara di Suriah, tapi berharap untuk bertarung di Kaukasus di masa depan. Kembali ke tema persatuan, Muslim Shishani mengajak kepada para ikhwah untuk bergabung dengan kelompoknya, dan menekankan bahwa akan menyambut Mujahidin dari setiap negara. Beliau mengatakan bersedia membantu sesama mujahidin yang berada di setiap bagian dari Suriah, dan mengharapkan mereka untuk melakukan hal yang sama.

(sumber : chechensinsyria)
materi islam

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget