Halloween Costume ideas 2015
[ads-post]

Dewan Syariah Mujahidin di Suriah Menolak Deklarasi Khilafah ISIS

Sembilan kelompok pejuang di Suriah, termasuk faksi-faksi Islam yang besar-besar seperti Jabhah Islamiyah dan Majelis Syura Mujahidin Syarqiyah, termasuk Jabhah Nusrah di dalamnya menolak pembentukan khilafah versi jama’ah daulah (ISIS), dan mereka mengumumkannya secara online.


Sembilan kelompok mujahidin tersebut mengatakan bahwa “pengumuman  khilafah oleh jama’ah daulah adalah batal dan tidak sah (secara syar’i),” baik “dari sisi syariah maupun sisi logis.”

Pernyataan, yang ditandatangani oleh dewan-dewan syar’i masing-masing kelompok perjuangan itu, lebih lanjut mengatakan bahwa pengumuman khilafah tersebut  “tidak mengubah apa pun dalam hal bagaimana kita memandang mereka, atau bagaimana kita akan berurusan dengan mereka.”

Para penandatangan tersebut memperingatkan tiap mujahid dan organisasinya agar tidak mendukung ISIS. Mereka berpendapat bahwa keputusan untuk mengumumkan Khilafah adalah untuk kepentingan ego diri sendiri dan upaya untuk “membatalkan revolusi yang diberkati di Suriah dan Irak.”

Pada status Twitter-nya, MSM memasang link ke pernyataan yang menolak kekhalifahan yang telah diumumkan. MSM mengatakan bahwa pengumuman khilafah oleh ISIS adalah bagian dari “kampanye sistematis untuk mendistorsi makna syariah” dan ISIS telah mendistorsi syariah, dan [aturan untuk] hukuman, dan sekarang mereka ingin mendistorsi Khilafah.”

Selain Front Islam dan MSM, dewan syariah dari tujuh kelompok lain juga menandatangani penolakan  terhadap Khilafah versi ISIS.

Dalam pernyataan yang ditandatangani Dewan Syariah faksi-faksi besar oposisi Suriah, Dewan yang menjadi rujukan masing-masing kelompok pejuang itu mengatakan bahwa sarat pendirian Khilafah saat ini belum terpenuhi,  terutama bagi organisasi Daulah. Bahkan, Dewan Syariah mensinyalir deklarasi Khilafah oleh ISIS sebagai pelarian dari kejahatan organisasi tersebut dan melegalkan memerangi kelompok-kelompok yang enggan sumpah setia kepada mereka.

Pernyataan itu menilai bahwa deklarasi ini secara tidak langsung justru melanggengkan proyek memecah belah antara negara-negara Muslim atas dasar tidak sesuai dengan kepentingan umat tertinggi. Dan juga, tambahnya, memudahkan badan-badan internasional dan regional mengeksploitasi secara langsung negara-negara Muslim.

“Klaim ISIS tentang batalnya kelompok-kelompok dan organisasi-organisasi Islam lainnya karena sudah dideklarasikannya Khilafah merupakan klaim yang tidak sah dan sangat tidak benar,” tegas pernyataan tersebut.

Pernyataan itu sendiri ditandatangani Dewan Syariah faksi-faksi besar oposisi Suriah, seperti Dewan Syariah Jabhah Islamiyah, Majlis Syura Mujahidin di daerah Timur, Dewan Syariah Pusat di daerah Timur, Dewan Syariah Jaisy Al-Mujahidin, Dewan Umum Ulama Islam di Suriah, Dewan Syariah di Idlib, Dewan Syariah Aleppo dan Dewan Syariah di Pesisir.

Reaksi dari para pemimpin Jabhah nusrah adalah sama. Dalam serangkaian tweet dalam bahasa Inggris dan Arab, oleh Abu Sulaiman al Muhajir, seorang pejabat syariah teratas di Jabhah nusrah, dengan tajam mengkritik pengumuman khilafah. Dengan menggunakan hashtag # Khilafah_Proclaimed dalam tweet-nya, Abu Sulayman berpendapat bahwa kegagalan Negara Islam (ISIS) untuk berkonsultasi dengan para pemimpin jihad sebelum membuat pengumuman “adalah pelanggaran yang jelas dari Islam.”

Situasi tidak berubah sama sekali di sini, “kata Abu Sulayman dalam satu tweetnya, mengacu pada Suriah.” Hanya perbedaannya yang saya lihat adalah adanya pembenaran atas nama ‘Islam’ bagi mereka [ISIS] untuk membunuh Muslim lainnya. “jama’ah daulah telah lama melakukan pembenaran atas pembunuhan mujahidin pejuang pembebasan lainnya dan para pemimpinnya dengan dalih bahwa mereka adalah satu-satunya otoritas yang sah di Irak dan Suriah.

Abu Sulaiman, yang berasal dari Australia, menjabat sebagai mediator selama upaya awal Al-Qaeda untuk mendamaikan ISIS dengan kelompok-kelompok jihad lainnya di Suriah. Ketika upaya-upaya tersebut gagal, ia menjadi kritikus vokal dari ISIS dan sekarang menjadi penentang khilafah versi ISIS.

Dua pejabat senior Jabhah Nusrah lainnya yang aktif di Twitter juga dengan tanggap mengecam pembentukan Khilafah tersebut. Salah satunya adalah  Sami al Uraydi. Beliau mengatakan bahwa pengumuman kekhilafahan”adalah benar-benar sebuah deklarasi perang terhadap Muslim lainnya, ketimbang pembentukan sebuah kekhalifahan Islam.” Uraydi melemparkan kritik yang mirip dengan Abu Sulaiman, dengan alasan bahwa Khilafah seharusnya diatur oleh aturan-aturan yang disepakati oleh para ulama Muslim dan tidak sesuai dengan tuntutan dari Abu Bakr al Baghdadi, pemimpin ISIS.

Pejabat jabhah nusrah lainnya, Al Gharib al Muhajir al Qahtani (abu marya), menolak khilafah versi ISIS dan menyebutnya sebagai “imajiner.” Menurut al Qahtani, ISIS sebelumnya telah gagal mendapatkan dukungan dari “banyak siswa ilmu [Islam]  dan para pemimpin.” Dengan demikian, kelompok ini sekarang telah menjadi terobsesi dengan gagasan tentang Khilafah, berharap memperoleh legitimasi yang lebih kuat daripada ketika ia masih hanya berbentuk sebuah negara.

ISIS telah menculik ribuan orang di Suriah, termasuk aktivis pemberontak dan  oposisi, dan melakukan sidang harian, serta mengeksekusi pelaku di depan publik di daerah-daerah yang berada di bawah kendalinya.

Mereka saat ini mengontrol provinsi Raqqa di Suriah utara, sebagian kawasan yang kaya minyak di provinsi Deir Ezzor selatan yang berbatasan dengan Irak, dan sebagian Aleppo di utara.
materi islam

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget