Halloween Costume ideas 2015
July 2014

Di hari kedua hari raya Idul Fitri (Selasa, 29/07), mujahidin Suriah melancarkan operasi peledakan terowongan yang mengarah ke markas militer rezim di kota Aleppo. Dilaporkan sedikitnya 13 tentara tewas akibat ledakan besar tersebut.



Menurut informasi yang beredar, ledakan itu terjadi beberapa kali. Sementara sebuah sumber yang didapat kantor berita Sky News Arabia mengatakan ia mendengar tiga ledakan yang sangat besar.

Di sisi lain, lembaga Observatorium untuk Hak Asasi Manusia menyebutkan bahwa ledakan yang terjadi di kota Aleppo Tua itu berlangsung dua kali. Lembaga yang bermarkas di Inggris itu menjelaskan, ledakan itu bersumber dari terowongan yang digali di bawah sejumlah gedung di pusat kota.

Observatorium melanjutkan bahwa serangan itu dilancarkan oleh pejuang pada Selasa malam. Mereka menggali terowongan bawah tanah di daerah Aleppo Tua yang bergejolak. Salah satu terowongan itu mengarah tepat di bawah markas militer di kota tersebut.


Jaringan berita Syam menambahkan, ledakan pertama terjadi di bawah kantor Kegubernuran sementara ledakan lain terjadi di pasar Khan Syunah.

“Puluhan tentara tewas dan pertempuran berlangsung di sekitar lokasi ledakan,” lapor jaringan berita yang berafiliasi pada oposisi itu.

Keadaan Idul Fitri di Suriah masih sama dengan sebelumnya. Hari demi hari dikejutkan dengan dentuman-dentuman bom. Jam demi jam, suara desingan-desingan peluru yang mengusik telinga. Cuaca dingin dan panas yang menyelimuti malam dan siang hari. Akan tetapi, sama sekali tidak pernah bisa merubah sedikitpun semangat Jihad para pejuang agama Alloh.

Berikut ini beberapa pesan dari mujahidin Suriah untuk umat islam Dunia. Ucapan selamat Idul Fitri 1435 H.


Ucapan selamat Idul Fitri dari beberapa mujahidin Jabhah Islamiyah yang menjaga garis depan wilayah

Lembar Pesan dan Ucapan selamat Idul Fitri 1435 H dari mujahidin yang tergabung dalam kelompok Jabhah Islamiyah, Ajnad Al-Sham and Jaysh Al-Mujahideen 

Sejumlah situs online Syiah Lebanon beberapa waktu lalu mengonfirmasi kematian keponakan pemimpin Syiah Hizbullah Lebanon, Hasan Nasrallah, dalam pertempuran di wilayah Qalamun, pedesaan Damaskus, Suriah. Ini merupakan kerugian kesekian kalinya yang dialami organisasi bersenjata bentukan Iran itu sejak terlibat pertempuran sengit di front Qalamun sejak beberapa minggu lalu.

Hasan Nasrullah dan Keponakannya

Portal berita yang dikenal dekat dengan Hizbullah, Alkhabarpress, Jumat (25/07), menegaskan bahwa Hamzah Yasin yang merupakan anak laki-laki saudara perempuan (keponakan) Hasan Nasrallah tewas di Suriah. Situs tersebut mengungkapkan bahwa Yasin tewas dalam melaksanakan tugas ‘Jihad’.

Alkamila online yang juga merupakan situs online pendukung Syiah menjelaskan bahwa Yasin merupakan warga kota Al-Abbasiyah, Lebanon. Seperti sebelumnya, ia digambarkan tewas dalam ‘tugas suci’.

Beberapa waktu sebelumnya, sejumlah media sosial pendukung revolusi Suriah melaporkan seorang keponakan Hasan Nasrallah tewas di front Qalamun dalam pertempuran dengan mujahidin. Akun-akun itu mengecam Syiah Hizbullah Lebanon yang terus mengirim pasukannya ke Suriah, sementara membiarkan warga Palestina dibombardir Yahudi Israel.

Perlu diketahui, Hizbullah Lebanon beberapa minggu terakhir mengirimkan pasukan tambahan ke front Kalamoon di pedesaan Damaskus. Mujahidin berhasil menyergap konvoi militer Hizbullah minggu lalu dan menewaskan puluhan dari mereka. Mujahidin juga dilaporkan berhasil menewaskan komandan lapangan Hizbullah di daerah Qalamun.

(Sumber: Alkhabarpress/Alkamila online)

(26/07/2014) - Mujahidin berhasil menguasai markas besar zona militer Khatab yang terletak di utara pedesaan Hama. Keberhasilan ini didapat setelah melewati pertempuran sengit di beberapa hari sebelumnya, beberapa tank rezim hancur dan banyak pasukan assad terbunuh termasuk tokoh penting mereka di wilayah Hama.


Ledakan keras markas akibat gempuran dari Tank milik mujahidin, sebelum pembebasan


beberapa tentara mujahidin mulai maju melakukan serangan


Terjadi baku tembak dengan pasukan assad dalam jarak dekat



ghanimah dalam jumlah banyak berupa senjata dan amunisi yang didapat mujahidin


Operasi mujahidin di wilayah Hama ini diikuti oleh beberapa kelompok jihad seperti Jabhah Islamiyah, Jund Al-Aqsa, dan Ajnad Asyam.

Helikopter tempur rezim Suriah yang tengah mengangkut bom birmil berhasil ditembak jatuh mujahidin di kota Aleppo. Heli itu pun jatuh di lingkungan sipil dan menewaskan puluhan orang.


Dilansir dari kantor berita Sky News Arabia, Sabtu (26/07), aktivis melaporkan jumlah orang tewas akibat insiden itu mencapai 25 orang. Halikopter itu menjatuhi sebuah rumah sipil di lingkungan kamp Nerob di Aleppo yang dikontrol rezim.

Lembaga Observatorium untuk Hak Asasi Manusia mengonfirmasi berita tersebut. Semua tentara rezim yang berada di helikopter tersebut tewas.

“Terdengar ledakan dahsyat pada Jumat malam di kamp Nerob di provnisi Aleppo. Belakangan diketahui, ledakan itu bersumber dari helikopter yang jatuh ditembak pejuang,” lapor Observatorium seperti dilansir Al-Quds Al-Arabi.


Pernyataan resmi dari Jabhah Islamiyah terkait ditembak jatuhnya helikopter rezim

Jabhah Islam menargetkan sebuah pos pemeriksaan rezim dekat stasiun bahan bakar Zidan di jalan internasional Damaskus-Aleppo, pedesaan Hama. Mereka menyelinap ke pos pemeriksaan, menanam ranjau dan melakukan peledakan dari jarak jauh. Operasi ini berhasil membunuh semua tentara dalam pos pemeriksaan dengan jumlah kurang lebih 30 orang.

Selain itu, Jabhah Islam melakukan serangan dari arah utara kota Mharda, 'Shaliott', pedesaan Hama, mereka menyerang menggunakan mortir dan senapan mesin kaliber besar. Hasilnya ada banyak pos pemeriksaan Assad dan pangkalan militer di kota Mharda yang berhasil dibebaskan.




Pertempuran terbaru datang setelah Jabhah Islam menguasai chekpoint Al-Kassarat, salah satu benteng rezim di sekitar kota Morek. Beberapa serangan yang dilakukan oleh pasukan Assad untuk merebut kota Morek menemui banyak kegagalan.

Sebuah video yang diupload tgl 23/07/2014 di youtube menunjukan seorang tentara Lebanon membelot dari kesatuannya dan bergabung ke Jabhah Nushrah daerah Qalamun, Suriah. Dia bernama Mohammed Saad Eddin dengan pangkat Sersan.



Dirinya menyaksikan bagaimana atasanya di militer Lebanon mengikuti perintah Hizbullah untuk ikut terlibat dalam peperangan di Suriah. Inilah yang menjadi alasan kuat baginya untuk bergabung dengan Jabhah Nushrah.

Pertempuran sengit meletus, Rabu (23/07), antara mujahidin dan militer Suriah yang didukung milisi Syiah Hizbullah di provinsi Hama. Di saat bersamaan militer Bashar Al-Asad itu menambah bantuan pasukan ke provinsi tersebut.

Kantor pusat media provinsi Hama mengatakan bahwa sekelompok mujahidin berhasil menghalau serangan militer pemerintah yang didukung milisi Syiah Hizbullah Lebanon ke provinsi Hama.

Kantor berita yang berafiliasi pada oposisi itu menambahkan bahwa mujahidin berhasil menghancurkan dua tank tempur selama pertempuran tersebut. Di sisi lain, banyak tentara musuh tewas.

Sementara itu, militer Suriah terus mengerahkan pesawat tempur untuk menggempur lokasi-lakasi mujahidin di pusat kota Hama.

Menurut laporan aktivis, ada sebanyak tiga konvoi militer Suriah telah sampai di jembatan Jamarik di pinggiran Hama. Para tentara bantuan itu tengah menuju ke wilayah sekitar kota Khatab di Hama, di mana terjadi pertempuran sengit antara mujahidin dan militer rezim.

Di kota itu, tambah kantor pusat media Hama, juga terjadi gelombang pengungsian besar-besaran dari warga sipil. Mereka menyelamatkan diri dari gempuran jet dan helikopter tempur Suriah di tengah pertempuran sengit di kota itu.

Dalam konteks lain, Komite Koordinasi Lokal Revolusi Suriah melaporkan bahwa militer Suriah membunuh 16 orang di desa Ma’ar Sahur di pedesaan Hama. Keenam belas orang itu dibunuh ketika hendak menuju utara Suriah untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka yang mereka derita.

(sumber : Sky News Arabiya)

Sebuah video mengharukan tersebar di situs jejaring sosial, memperlihatkan seorang gadis Suriah yang masih kecil terjebak di bawah reruntuhan di kota Aleppo, Suriah utara. Gadis kecil itu mengulang kata-kata  "يا ربي"


Menurut halaman media, gadis Suriah, yang disebut bernama "Nora" bermain di samping ibunya di distrik jalan pemakaman pada hari senin (21/07/2014), kemudian pesawat helikopter assad datang menjatuhkan bom birmil ke pemukiman penduduk di sekitarnya.

(22/07/2104) - Mujahidin telah merebut kembali kota Morek baru-baru ini setelah bentrokan sengit yang berlangsung selama 3 hari berturut-turut di sebelah selatan dan timur kota. Pasukan Assad mencoba untuk merebut kembali akses jalan utama yang mengarah ke pasukan mereka yang terkepung di pedesaan Idlib, tetapi mujahidin berhasil menghalau da menyebabkan kerugian besar.



Selama pertempuran ini, mujahidin membebaskan Tank Batalyon, pos pemeriksaan Al-Madajen, Pabrik Al-Fustok, dan chek poin kelima dan keenam; selain itu, mujahidin menghancurkan tank T72, BMP dan beberapa peluncur roket, dan menewaskan lebih dari 100 tentara bayaran Assad dan menangkap 15 orang dari milisi Hizbullah dan pasukan Assad sebagai tahanan.

Sementara itu, beberapa roket grad diluncurkan mujahidin dalam menargetkan bandara militer Hama; sehingga merusak sebuah helikopter dan mobil RADAR yang digunakan untuk mengarahkan pesawat tempur mereka.

Keberhasilan ini berkat kerja sama sebagian besar kelompok mujahidin yang aktif di Idlib dan Hama, termasuk Jabhah Islamiyah, Jabhah Al-Nusra, Harakat Hazm, Suriah Revolusioner Front, Faylaq Al-Sham, Divisi 13 dan Divisi 101.

Dengan "deklarasi khilafah"-nya tanggal 1 Ramadhan 1435, Jubir ISIS Syaikh Al-Adnani meneriakkan bahwa seluruh jamaah dan kelompok Islam batal dan harus bersatu di bawah dukungan kepada ISIS. Namun Syaikh Abu Qatadah Al-Falistini melihat deklarasi ini tidak akan menyatukan umat. ISIS inilah menurut beliau justru memecah belah barisan dan menyempal dalam kelompok baru.

Untuk menguatkan statemen tersebut, tokoh mujahid senior ini menjelaskan bahwa gerakan jihad telah berkembang dalam keadaan yang luar biasa. Banyak jalan telah dilalui dan banyak pemimpinnya telah gugur dan sebagian masuk penjara. Selama perjalanan itu pula, ada banyak ulama yang menyelisihi mereka dan memberikan komentar yang tidak baik terhadap gerakan jihad.

Mereka tidak menampakkan sedikit pun rasa cinta, kelembutan dan kebaikan kepada mujahidin. Bahkan sebaliknya, mereka bersama musuh-musuh Islam untuk melawan mujahidin, dengan berbagai cara, menebarkan syubhat dan berbagai propaganda.

Maka hati dua pihak ini pun menjadi keras dan jalan untuk bersambung pun putus. Akibatnya, mujahidin tidaklah melihat ulama yang menyelisihi mereka kecuali sebagai orang-orang munafik yang menjual agama kepada musuh dan penguasa. Sebaliknya, para ulama itu melihat para mujahidin tidak berada dalam kebenaran sama sekali. Dan dialog untuk menjembatani seperti berada di dua lembah yang berbeda dan dalam. Setiap pihak hanya memenangkan dirinya sendiri.

Dalam kondisi yang luar biasa ini, muncullah penyimpangan-penyimpangan dan deviasi merajalela di kalangan awam. Sebab, orang-orang awam tidak akan bisa memahami dengan baik kecuali perkara-perkara yang umum, dan inilah kadar kemampuan mereka.

Nah, kondisi tersebut berubah ketika ISIS menyempal dari kelompok jihad lain, yang menurut Syaikh Abu Qatadah saat ini mereka berada di satu jalur, bahkan di bawah kesetaiaan kepada Dr. Aiman Azh-Zhawahiri. Dengan penyempalan ISIS ini, ulama dan kalangan awam sadar siapa sebenarnya kelompok ekstrem dan siapa mujahid sejati. Mereka bisa memisahkan manakah oran-orang yang mudah memvonis kafir dan menghalalkan darah dan manakah mujahidin yang tulus untuk membela Islam dan kaum muslimin.

Selain itu, Abu Qatadah membahas sangat detail dampak negatif deklarasi khilafah abal-abal tersebut dan hakikatnya. Klik di sini untuk membaca terjemahan tulisan Syaikh Abu Qatadah secara lengkap dalam bentuk PDF.


Source asli bisa didownload di: http://eldorar.net/science/article/10584

Pada bagian 2 dari wawancara eksklusif dengan wartawan Bilal Abdul Karim yang menghabiskan dua tahun meliput perang Suriah, Dilly Hussain ingin mengetahui bagaimana reaksi dan tanggapan rakyat Suriah terhadap mujahidin asing, peran ISIS dalam pertikaian antara mujahidin, masa depan Suriah dan dunia Arab.

Bilal Abdul Karim


DH: Menurut Anda, kenapa begitu banyak pejuang asing yang berdatangan ke Suriah untuk berjihad dibandingkan dengan konflik lain yang pernah terjadi atau sedang terjadi di dunia Islam?

BAK: Suriah atau Sham lebih dikenal karena memiliki tempat khusus dalam Islam. Selain itu, adalah konflik yang mudah diakses melalui negara-negara tetangga.

DH: Bagaimana perasaan rakyat Suriah dan pejuang lokal mengenai pejuang asing yang bergabung dalam perang melawan Assad? Apakah pejuang asing benar-benar membantu atau hanya memicu api peperangan?

BAK: Pada awalnya, rakyat Suriah mencintai dan menyambut pejuang asing. Banyak pejuang asing yang menetap dan menikah dengan wanita Suriah. Ini adalah menunjukkan seberapa dekat hubungan antara rakyat Suriah dan pejuang asing. Mereka makan di satu meja dan minum dari cangkir yang sama. Saat itu posisi Rezim mulai terdesak. Persatuan antara pejuang asing dan lokal sangat kuat dan hasilnya sangat terlihat. Pertempuran di mana sebagian besar wilayah itu berhasil dibebaskan dari rezim menunjukkan bahwa pejuang asing adalah merupakan pejuang yang paling hebat dan berani di antara semua pejuang. Ini bukan berarti pejuang lokal tidak bertempur dengan hebat, akan tetapi keinginan kelompok pejuang asing untuk membebaskan Suriah dari rezim Assad sekuat keinginan pejuang Suriah, dan mereka pejuang asing juga sangat-sangat menginginkan syahid. Kelompok Jabhah Nusrah terdiri dari banyak pejuang asing tapi tidak semuanya. Kelompok Jabhah Nusrah jauh lebih dicintai oleh para pejuang revolusi Suriah daripada kelompok FSA itu sendiri.

Kemudian terjadilah deklarasi sepihak dari ISIS. Mereka bertikai dengan Jabhah Nusrah. Mereka mengklaim wilayah yang tidak dibebaskan oleh mereka namun mengklaim wilayah itu sebagai milik mereka. Tentu saja pejuang Suriah yang telah ikut membebaskan wilayah itu dari pasukan rezim menggerutu tentang hal itu.

Banyak anggota ISIS tidak melihat mayoritas rakyat Suriah sebagai Muslim dan karena itu mereka mulai memperlakukan mereka sebagai warga kelas dua. Saya tidak mengatakan ISIS sebagai kelompok takfiri, tetapi banyak dari anggota ISIS bermanhaj takfiri, bukan karena mereka tidak berakhlaq namun karena kurangnya pengetahuan Islam mereka. Hal ini menyebabkan gesekan utama antara pejuang ISIS dan penduduk lokal Suriah pada umumnya termasuk kelompok pejuang revolusi Suriah. kelompok ISIS terdiri dari hampir semua pejuang asing yang dianggap sebagai penjajah bukan pembebas di wilayah-wilayah yang mereka kuasai.

ISIS memulai serangkaian penculikan dan pembunuhan terhadap komandan kelompok lain seperti Dr Hussein Sulaiman dari Ahrar Al-Sham dan ketika dikembalikan tubuhnya penuh dengan bekas siksaan. Mereka juga mengeksekusi komandan Jabhah Nusrah, Al Hadhrami setelah menculik dia. Hal ini kemudian mengubah opini publik terhadap pejuang asing. Semua pejuang asing harus membayar harga karena tindakan ISIS tersebut. Ini menghambat proses revolusi dan sejak itu revolusi mengalami kemunduran.

DH: Beritahu kami tentang beberapa kelompok revolusi yang pernah berhubungan dengan Anda ?:

FSA (Free Syrian Army)
BAK: Banyak yang tidak menyadari bahwa sekelompok besar orang-orang yang berperang di bawah bendera FSA juga menginginkan pemerintahan Islam. Dan beberapa menginginkan demokrasi, tetapi tidak banyak. Saya tidak setuju dengan mereka yang melukiskan gambaran lengkap bahwa FSA sepenuhnya merupakan pendukung demokrasi.

Jabhah Islamiyyah
BAK: Kelompok ini melakukan sesuatu yang kelompok lain tidak mampu lakukan pada waktu itu. Mereka menyatukan kelompok-kelompok mujahidin menjadi satu dan membuat mereka menjadi federasi dan kekuatan tempur yang kuat. Kelompok ini bercita-cita untuk membangun sebuah pemerintahan Islam juga, tapi menggunakan taktik yang lebih lembut dan bersahabat daripada ISIS karena mereka tampaknya memiliki pemahaman yang lebih baik. Abu Essa, Hassan Abboud, dan petinggi lainnya dalam kelompok ini mungkin sudah mulai melakukan penyatuan yang mungkin akan menunjukkan hasil yang signifikan di masa depan.

Jabhah Nusrah
BAK: Jabhat al-Nusra mendominasi Suriah dengan minoritas pejuang asing. Mereka adalah afiliasi Al-Qaeda. Mereka tampaknya sangat fokus pada konflik Suriah. Pemimpin mereka, Syaikh Abu Muhammad Al Jawlani telah sangat sukses menjaga para pejuangnya untuk tetap fokus pada perang Suriah. Pejuang mereka ditakuti di seluruh Suriah, dan kemudian datanglah perpecahan sehingga banyak pejuang dan senjata berpindah ke ISIS. Saat ini mereka sedang merencanakan untuk mendirikan Imarah Islam di wilayah Suriah, yang berbeda dengan kekhalifahan. Kami akan menunggu dan melihat apakah ia akan berhasil atau tidak.

ISIS
BAK: Tentang mereka telah saya jawab di pertanyaan sebelumnya dan kembali akan saya singgung di pertanyaan selanjutnya.

Dewan Nasional Suriah (SNC)
BAK: Mereka ini dianggap sebagai agen Barat dan tidak ada yang benar-benar berbicara tentang mereka di dalam wilayah Suriah. Mereka kadang disebutkan ketika ada konferensi besar di Turki atau Jenewa, namun di luar itu saya jarang mendengar orang berbicara tentang mereka. Basis kekuatan SNC di dalam wilayah Suriah sangat sedikit sekali bahkan hampir tidak ada. Mereka berusaha masuk ke dalam peran kepemimpinan dan kekuasaan di wilayah Suriah, namun percobaan mereka tidak berhasil.

DH: Apa peran yang dimainkan oleh partai politik Islam seperti Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir dalam memberi bimbingan politik dan pengarahan kepada para pejuang?

BAK: Mereka belum terlalu berpengaruh. Hizbut Tahrir memang hadir di beberapa daerah di Suriah, tetapi pengaruh mereka belum signifikan.

DH: Selain Jabhah Nusrah dan ISIS, apakan Muslim Suriah menginginkan diatur dalam sistem kekhalifahan yang berlandaskan syariah Islam?

BAK: Penduduk Suriah terdiri dari dua jenis: Tipe orang yang melihat bahwa sistem Islam adalah salah satu sistem yang akan memberikan mereka alternatif dibandingkan sistem pemerintahan yang telah menindas mereka selama puluhan tahun dan mereka mendukung itu. Tipe kedua adalah tipe orang yang benar-benar tidak peduli apapun sistemnya. Mereka hanya ingin konflik itu berakhir dan kembali ke rumah.

BAK: Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, penduduk Suriah mencintai Jabhah Nusrah dan Jabhah Islamiyyah. Sementara Jabhah Nusrah adalah cabang Al Qaeda, dan Jabhah Islamiyyah tidak, tapi penduduk Suriah mencintai keduanya. Mereka bergaul dengan sangat baik dan berjuang bersama satu sama lain secara efektif. Jadi rakyat Suriah tidak melihat hal-hal dalam konteks yang sama seperti dipropagandakan oleh Barat, yang selalu menjelekkan Al Qaeda. Namun, jelas bahwa penduduk Suriah membenci ISIS. Bahkan jika ISIS datang untuk memerintah suatu daerah, orang-orang dari daerah itu tidak merasa aman. Aman dari tindak kejahatan biasa? Mungkin ya. Aman dari pihak berwenang ISIS? Tidak, mereka tidak merasa bahwa kehidupan mereka semakin membaik berada di bawah pemerintahan ISIS.

DH: Seberapa dekat keberhasilan kelompok revolusi dalam menggulingkan Assad?

BAK: Sulit untuk mengatakannya, karena untuk sementara, saya tidak bisa melihat seluruh lapangan pertempuran di dalam negeri Suriah. Namun, pada awal 2013, saya sempat merasakan kejatuhan rezim sudah dekat. Kemudian datanglah perpecahan yang disebabkan oleh ISIS, dan itu mengubah segalanya secara dramatis.

DH: Berapa besar pertikaian antara pejuang mempengaruhi revolusi Suriah?

BAK: Ini adalah bencana. ISIS mengkonsentrasikan pasukannya untuk memerangi Mujahidin. Hampir tidak ada pertempuran dengan pasukan rezim yang ISIS berpartisipasi di dalamnya. Jadi pasukan mujahidin dipaksa untuk melawan keduanya, rezim Assad dan ISIS. Hal ini melemahkan sumber daya perlawanan. Tampaknya Jabhah Nusrah, Jabhah Islamiyyah dan FSA dan kelompok lainnya akan bersatu melawan ISIS.

DH: Siapa yang harus disalahkan dalam pertikaian? Perpecahan antara Jabhah Nusrah dan ISIS, Al Qaeda atau hanya ISIS?

BAK: Seluruh pasukan pejuang revolusi berada di satu sisi dan bersatu dan ISIS berdiri di sisi lainnya, dan anehnya ISIS tidak merasa ada sesuatu yang salah. Koalisi pasukan Mujahidin memiliki satu masalah besar dengan ISIS (antara isu-isu lain) dan itu adalah penolakan ISIS untuk diadili dengan peradilan Islam yang independen untuk menyelesaikan perselisihan mereka. ISIS percaya bahwa mereka adalah negara dan dengan demikian tidak pantas menyelesaikan masalah dengan peradilan yang bukan dari kelompok mereka sendiri. Sedangkan koalisi mujahidin merasa bahwa cita-cita mereka adalah berjihad demi tegaknya Negara Islam dan agar syariah Islam menjadi penengah dalam semua urusan dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mendirikan dewan ulama independen untuk menyelesaikan perselisihan itu. Namun hal itu ditolak mentah-mentah oleh ISIS, membuat merasa bahwa mereka telah ditinggalkan dengan tidak ada pilihan lain kecuali melawan ISIS. Terjadi kebuntuan. Saya rasa banyak dari para mujahidin merasa bahwa kepemimpinan pusat Al Qaeda perlu berbuat lebih banyak untuk mengendalikan bawahan mereka yang bandel, dalam hal ini ini Abu Bakr al Baghdadi.

DH: Apa implikasi dari deklarasi Khilafah oleh ISIS terhadap revolusi Suriah dan dunia Muslim pada umumnya?

BAK: Deklarasi itu memiliki beberapa dampak di Suriah yaitu mengikisnya kelompok pejuang yang berkoalisi dengan Mujahidin. Namun Kelompok-kelompok yang menolak ISIS akan beradaptasi dengan konflik ini dan melanjutkan perlawanan mereka. Syaikh Hassan Abboud, salah satu pemimpin dari Jabhah Islamiyyah mengatakan bahwa mereka akan terus melanjutkan perjuangan untuk menyelamatkan rakyat Suriah dari segala bentuk penindasan apakah itu dari rezim Assad atau dari kelompok al Baghdadi.

Jabhah Nusrah beberapa hari yang lalu mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa: “Kami bertekad untuk menyatukan barisan dalam menghadapi bahaya yang mengancam front jihad di Sham, apakah ancaman ini berasal dari rezim Nushairiyyah atau dari kelompok Khawarij dan ekstrimis.” Saya melihat bahwa deklarasi dari ISIS membuat kelompok mujahidin lainnya berpikir bahwa ini akan menjadi potensi ancaman yang datang dari ISIS untuk mereka dan mereka akan mencoba untuk meningkatkan kerjasama dengan cara yang tidak pernah mereka lakukan di masa lalu.

DH: Apakah Anda percaya Khilafah yang dideklarasikan oleh al Baghdadi?

BAK: Pandangan pribadi saya adalah bahwa deklarasi “Khilafah” ini merupakan penghinaan terhadap umat Islam di Suriah, Irak, dan di seluruh dunia. Umat Islam bukanlah orang lemah dan bodoh. Dunia ini penuh dengan intelektual, dokter, sejarawan, ulama, dan orang-orang yang bersedia untuk membantu membangun Khilafah ala minhajin nubuwwah.

Bagaimana Abu Bakr al-Baghdadi dan pengikutnya berpikir bahwa dia bisa muncul begitu saja tanpa banyak kaum muslimin yang mengetahui dengan jelas siapa dirinya, dan seperti apa orangnya dan bahkan seperti apa visi dan misinya. Jika dia pikir orang akan menerima dia sebagai figur yang tidak diketahui maka itu berarti secara langsung mereka harus menerima siapa saja yang membuat klaim seperti klaim dirinya itu. Dia tidak diketahui bahkan oleh anggota kelompoknya sendiri. Tak seorang pun yang tahu seperti apa dia sampai dua minggu yang lalu.

Saya pikir jika ia benar-benar menghormati rakyatnya, maka ia akan lebih banyak memiliki rasa hormat untuk kecerdasan mereka. Tugas Khalifah adalah untuk menjaga kepentingan dan urusan umat, yang bisa dilakukan dalam kapasitas jauh lebih baik jika mereka yang diatur rela menerima Anda tanpa paksaan apapun dan dengan demikian mereka akan memberikan kepada Anda dukungan abadi mereka bahkan melalui masa-masa sulit. Apakah Baghdadi yang naif berpikir bahwa dengan mengangkat dirinya sebagai khalifah, lalu semua orang akan berkumpul di sisinya? Ini adalah pendapat saya.

DH: Apakah Anda pernah mengunjungi atau tinggal di ar-Raqqah atau daerah manapun di bawah kendali ISIS?

BAK: Aku sudah di banyak mengunjungi daerah di bawah kendali mereka, tetapi tidak pernah ke Raqqah. Daerah ISIS adalah wilayah di mana orang tidak selaras dengan mereka. Mereka mungkin atau mungkin tidak dapat melakukan apa-apa tentang mereka, tergantung pada daerahnya, tapi saya tidak pernah mengetahui daerah di luar kendali mereka dimana penduduknya sendiri yang meminta kehadiran mereka.
ISIS tidak ramah bagi mereka yang memiliki pemikiran yang kritis. Saya sering diancam oleh mereka hanya karena saya tidak menerima klaim kekhalifahan mereka dan dengan demikian banyak dari mereka tidak menganggap saya sebagai seorang Muslim lagi dan telah menyerukan untuk mengeksekusi saya. Ini adalah bagaimana mereka memperlakukan penduduk Suriah. Bagaimana gaya pemerintahan seperti ini akan menang dan membawa manfaat kepada penduduk yang sudah lelah ditindas?

DH: Mampukah Assad menahan serangan pejuang revolusi tanpa bantuan dari Hizbullah, Pasukan Pengawal Revolusi Iran dan pejuang Syiah dari Irak?

BAK: Tidak, aku tidak percaya dia akan mampu. Sebuah catatan menarik adalah bagaimana media massa memberitakan tentang bahaya hadirnya pejuang asing di Suriah. Namun 95% perhatian diarahkan kepada pejuang asing dari pihak oposisi. Sangat sedikit laporan media yang menyinggung bahaya kehadiran para pejuang asing dari pihak rezim. Apakah saya mengatakan bahwa ini adalah semua bagian dari satu konspirasi besar? Tidak. Namun, saya hanya menyatakan hal-hal yang sudah jelas terlihat. Orang lain yang lebih cerdas daripada saya harus mencari tahu mengapa hal itu terjadi.

DH: Apa pandangan Anda pada wacana sektarian yang telah muncul dari perang Suriah, yang telah merambat ke negara tetangga Lebanon dan Irak?

BAK: Itu adalah masalah nyata. Sebuah perang sektarian antara Sunni dan Syiah adalah bak kotak Pandora. Mereka yang memicu ketegangan tersebut tidak menyadari apa yang mereka lakukan dan sebab yang akan terjadi dari kelakukan mereka.

DH: Dari analisis Anda, siapakah yang saat ini akan memenangkan perang di Suriah, para pejuang revolusi atau rezim Assad?

BAK: Tidak ada yang menang. Pihak pejuang revolusi juga telah kehilangan wilayah yang cukup besar sejak munculnya ISIS. Jadi saya tidak bisa mengatakan bahwa mereka akan memenangkan perang. Mereka telah menguasai banyak wilayah tapi kita tidak bisa mengatakan mereka akan menang.

Sedangkan rezim Assad tidak akan menang karena negara itu kini penuh dengan senjata dan kebencian terhadap dia dan rezimnya. Orang-orang Suriah tidak lagi bisa diatur olehnya. Akan ada pemberontakan dengan intensitas tinggi selama bertahun-tahun yang akan datang, karena pihak oposisi mendapat dukungan dari rakyat.

DH: Apakah kemenangan pejuang revolusi masih mungkin? Atau satu-satunya cara adalah gencatan senjata dan solusi politik?

BAK: Apa yang akan saya katakan bukanlah hal yang umum tapi saya pikir itu nyata. Banyak orang berpikir bahwa tidak ada solusi militer terhadap konflik ini. Saya tidak setuju. Saya percaya bahwa tidak peduli apa solusi yang diajukan selama rezim tetap berkuasa tidak akan ada perdamaian. Selain itu, rezim tidak akan mundur dan tidak mungkin rezim yang didukung oleh Rusia dan Iran akan mundur bahkan jika ingin. Oleh karena itu satu-satunya solusi yang saya lihat saat ini adalah para pejuang revolusi harus mengesampingkan masalah apapun yang mereka miliki, dan tampaknya mereka akan melakukannya, dan untuk melengkapi kemenangan yang telah mereka raih. Saya tidak melihat tingkat kedamaian bagi rakyat Suriah selain hal itu. Saya tidak mengharapkan cara seperti itu, tapi cuma itu cara terbaik.

DH: Apakah Anda akan kembali ke Suriah?

BAK: Ya, saya akan. Saat ini saya bekerja pada sebuah berita harian singkat untuk meliput berita terbaru mengenai situasi lapangan di Suriah. Berita dari media saat ini belum cukup baik dan tidak berimbang dalam memberitakan kepada masyarakat di seluruh dunia. Kami ingin mengubah itu dan berharap 5Pillarz dapat menjadi bagian dari proyek ini insya Allah.

(sumber : 5pillarz / Twitter @BilalKareem @DillyHussain88)

Seorang jurnalis dan pembuat film, Bilal Abdul Karim tinggal bersama dengan pihak oposisi Suriah selama dua tahun, untuk mendokumentasikan perkembangan politik dan militer mereka yang tengah berjuang untuk menggulingkan rezim Bashar al Assad. Dalam wawancara eksklusif dua bagian dengan Dilly Hussain, jurnalis Amerika itu menjelaskan apa yang menyebabkan dia berangkat ke Suriah dan pengamatannya mengenai revolusi Suriah.
Bilal Abdul Karim

DH: Bilal, perkenalkan diri Anda. Dimana anda lahir? Apakah Anda memiliki saudara? Apakah Anda sudah menikah? Apakah Anda punya anak? Di mana Anda tinggal saat ini?

BAK: Saya lahir dan dibesarkan di New York. Saya punya satu adik dan kakak. Saat ini saya tinggal di Doha, Qatar. Saya memiliki enam “bayi” yang tidak benar-benar bayi lagi karena mereka semua ingin iPads dan ponsel dibandingkan bermain boneka.

DH: Apakah pendidikan terakhir Anda? Apakah Anda kuliah?

BAK: Saya kuliah di Universitas Negeri New York di mana saya belajar menulis kreatif. Saya juga belajar komposisi studio pada waktu itu saya menggemari musik.

DH: Apa yang Anda lakukan sebelum menjadi seorang jurnalis dan pembuat film?

BAK: Saya adalah Direktur Programming untuk Huda TV yang berbasis di Kairo. Selain itu saya melakukan beberapa pekerjaan lain seperti terjemahan materi keagamaan dari bahasa Arab ke bahasa Inggris, dan saya melakukan banyak rekaman suara dari buku. Tapi maksud Anda apa yang saya lakukan sebelum menjadi Muslim, maka jawabannya akan sangat berbeda. Aku mendalami stand up comedy dan hal-hal lain beberapa tahun lalu.

DH: Apa pendapat Anda mengenai Arab Spring? Apakah ia memiliki pencapaian?

BAK: Saya percaya bahwa ia mencapai banyak hal. Saya mencoba untuk melihat hal-hal ini dengan “mentalitas seorang pengembang”. Tanah Muslim berada dalam kondisi yang buruk begitu lama, dan bahwa sangat tidak realistis jika mereka tiba-tiba muncul dari keterbatasan dan kegelapan seperti ini tanpa penyebab, dan penyebabnya adalah beberapa gejolak yang kita lihat hari ini.
Apakah orang-orang dari daerah mendapat hasil dari Arab Spring? Belum, tapi hanya tiga setengah tahun dari awal musim semi, kita tidak bisa mengharapkan hasilnya dulu. Saya fokus pada melihat semua ini sebagai dasar bagi apa yang akan kita lihat pada tahun 2016 dan 2017 insya Allah.

DH: Apakah Anda pernah meliput perang lain selain Suriah?

BAK: Suriah adalah liputan perang pertama saya. Namun, aku pernah bekerja di Libya tak lama setelah jatuhnya Gadaffi. Wartawan Amerika berkeliaran di Libya adalah suatu hal yang berbahaya. Saya akui, saya memberitahu orang-orang, kadang saya berasal dari Nigeria atau Kenya. Ini membantu menjaga saya dari penculikan.

DH: Apa yang membuat Anda pergi ke Suriah? Apakah ada sesuatu yang menonjol yang membuatnya berbeda dengan konflik lainnya?

BAK: Awalnya saya pergi ke Suriah untuk meliput berita mengenai pejuang revolusi pada umumnya. Kemudian saya menjadi terpesona dengan apa yang saya lihat dari pejuang asing. Kebanyakan mereka merupakan pejuang yang hebat. Aku bertemu dengan Umar Shishani (Chechnya) dan bertanya apakah saya bisa merekam salah satu pejuangnya dan membuat cerita tentangnya. Ini terjadi sebelum masuknya ISIS ke Suriah. Dia setuju dan saya memulai perjalanan yang telah saya bawakan untuk Anda lihat hari ini.

DH: Apakah Anda pikir pemberontakan di Suriah adalah dimulai oleh sektarian atau itu benar-benar sebuah protes politik melawan diktator yang menindas?

BAK: Saya berpikir tidak keduanya. Mereka rakyat Suriah menuntut hak-hak dasar seperti hak untuk menentang kebijakan tahanan tanpa batas waktu, hak agar anak-anakmu tidak dibunuh dengan kejam bukanlah aspirasi politik, tapi ini adalah aspirasi manusia.

Seperti yang diperkirakan, rezim menanggapi permintaan rakyat Suriah dengan melakukan lebih banyak pembunuhan untuk menakut-nakuti para aktivis. Itu tidak berhasil. Pada saat itu orang-orang Suriah tidak religius dan benar-benar tidak peduli siapa yang Sunni, yang Syiah dan siapa yang Alawi. Mereka semua tinggal bersama-sama dan bergaul relatif baik. Namun, setelah revolusi dimulai dan rezim mulai kehilangan wilayah, mereka meminta bantuan ke Iran dan Hizbullah, inilah yang membuat konflik ini berubah menjadi konflik sektarian.

DH: Kapan Anda tiba di Suriah dan siapa yang pertama kali menjadi tuan rumah Anda?

BAK: Perjalanan pertama saya ke Suriah adalah di musim panas 2012. Saya pada awalnya bertemu dengan Ahrar as-Sham. Mereka adalah kelompok jihad yang sangat agresif yang kepemimpinannya terdiri dari banyak mantan tahanan yang berada di ruang penyiksaan Assad.

Pemimpin Ahrar al-Sham, Hassan Abboud adalah salah satu orang yang paling menarik yang saya temui. Ketika saya pertama kali tiba di Suriah aku menunggunya selama beberapa hari di markas mereka. Aku tidak tahu seperti apa orangnya. Namun dari cara orang berbicara tentangnya mereka sangat menghormati dia sebagai seorang pemimpin dan umumnya tidak bergerak tanpa persetujuannya. Saya adalah seorang wartawan Amerika dan awalnya mereka tidak percaya padaku. Saya bertanya-tanya apa reaksinya terhadap saya. Ketika dia tiba, dengan diapit oleh anggota kelompoknya, dia bertanya: “Bilal, bagaimana saya tahu Anda tidak bekerja untuk CIA?” Itu adalah percakapan yang saya tidak akan pernah lupakan!

DH: Apakah Anda mengatakan ada sentimen Islam yang kuat dalam revolusi Suriah?

BAK: Tidak kurang dari 75% dari para pejuang yang aktif dalam konflik ini berasal dari kelompok Islam. Tidak mungkin kelompok ini dapat diabaikan, tidak peduli berapa banyak Negara-negara barat ingin mencoba dan memasukkan beberapa bonekanya untuk membuat pemerintahan yang demokratis. Saya telah lama mengatakan bahwa satu-satunya jalan keluar dari situasi ini adalah dengan menciptakan win-win solution. Trik media murahan yang menciptakan boneka diktator adalah merupakan cara yang lama dan basi. Ini berhasil selama bertahun-tahun tapi saya pikir hari itu sudah berakhir.

Jika kita serius ingin menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua pihak maka jalan yang terbaik ada di depan. Mayoritas para pejuang lahir dan dibesarkan di Suriah, sehingga tidak benar yang diberitakan oleh media Barat yang mengatakan bahwa hanya pejuang asing yang ingin mendirikan pemerintahan Islam.

DH: Anda melakukan kontak dengan berbagai faksi revolusi, yang bersatu untuk menggulingkan rezim Bashar al Assad, tetapi berbeda dalam visi mereka tentang Suriah pasca jatuhnya Assad. Bagaimana negara-negara adidaya dan pemerintah regional mempengaruhi ini?

BAK: Sejujurnya, dan saya tahu ini akan terdengar aneh, tapi sekuat apapun Negara adikuasa mencoba untuk mempengaruhi para pejuang, saya pikir mereka semua akan gagal, dengan pengecualian untuk ISIS. Namun ISIS, menurut pengetahuan saya bukanlah produk dari sebuah negara. AS berusaha sangat keras untuk mendapatkan Dewan Nasional Suriah (SNC) untuk menjadi pemilik kekuasaan dalam konflik ini, tetapi mereka tidak mendapat dukungan dari rakyat.

Saya selalu mendengar berita mengenai Arab Saudi, Qatar, dan Turki yang mengendalikan revolusi ini di balik tirai, tapi di lapangan, saya tidak pernah melihatnya. Aku tidur dan makan bersama dengan banyak pejuang, baik asing maupun Suriah, termasuk komandan mereka dan mereka berjuang untuk mendapatkan amunisi dan uang untuk membeli makanan bagi para pejuang mereka. Sebagian besar senjata didapatkan dari ghonimah hasil perang.

Saya sangat percaya bahwa pengaruh Arab Saudi terhadap revolusi Suriah terlalu dibesar-besarkan. Banyak dari apa yang terjadi di Suriah tidak sejalan dengan kebijakan Saudi itu sendiri, maka merupakan hal yang menggelikan jika kita berpikir bahwa mereka yang menciptakan atau membantu revolusi itu. Turki adalah negara sekuler, mengapa mereka mencoba untuk menciptakan revolusi Islam? Qatar memang banyak membantu dalam hal kemanusiaan tapi saya harus mengakui, bahwa saya tidak melihat atau mendengar apapun mengenai pengiriman senjata dari Qatar pada mereka.

Apakah saya percaya bahwa ada beberapa bantuan militer yang diberikan kepada para pejuang? Tentu saja saya percaya, tapi semangat Islam telah mengakar secara organis. Inilah sebabnya mengapa Negara-negara adidaya tidak memiliki kekuatan yang nyata untuk menggoyahkan atau mengontrol revolusi.

DH: Menurut Anda, apakah Negara-negara Barat, yaitu Amerika Serikat dan Inggris telah ikut bermain dalam konflik Suriah? Bagaimana kebijakan itu berubah sejak awal perang?

BAK: Pertama, Inggris jarang memiliki agenda kebijakan luar negerinya sendiri. Apapun yang dikatakan Amerika, Inggris akan turuti. Baik AS dan Inggris mulai dengan mengatakan bahwa mereka mendukung para pejuang, dan mereka benar-benar ingin nimbrung menang juga! Mereka memasang taruhan mereka kepada Tentara Pembebasan Suriah (FSA), agar bisa menggulingkan Assad dan mereka bisa mendulang uang dan kekuasaan di bawah hidung mereka dan mereka bisa menempatkan pemerintahan boneka pro Barat di Damaskus tanpa mengeluarkan darah atau keringat. Namun itu gagal. Para mujahidin mengambil alih revolusi dan sejak itu, barat gagal mencampuri revolusi di Suriah.

Jika Amerika dan Inggris ingin berperan dalam membantu rakyat Suriah tumbuh dan sejahtera, maka mereka harus mulai dengan berhenti memperlakukan semua pejuang Islam sebagai “teroris”. Sama sekali tidak ada manfaatnya bagi rakyat Amerika dalam kebijakan ini. Ini tidak akurat dan itu benar-benar menyalakan api kebencian dalam hati orang-orang yang seharusnya tidak menjadi musuh mereka.

DH: Apa peran yang dimainkan negara-negara tetangga Muslim? Yaitu Turki, Arab Saudi dan Qatar?

BAK: Turki telah memberikan bantuan besar bagi rakyat sipil Suriah. Perdana Menteri Erdogan tidak mencoba untuk bertindak seperti beberapa politisi ketika krisis ini dimulai, dia bertindak seperti manusia.

Orang-orang menderita dan dia menanggapi dengan membantu mereka, tanpa embel-embel. Walaupun saya tidak setuju dengan yang dia katakan dan lakukan, namun saya mengatakan bahwa saya memiliki banyak rasa hormat kepadanya, dan tidak ada pejabat senior yang sepertinya di wilayah ini dan saya ingin memberitahukannya suatu hari nanti.

Qatar telah sangat murah hati dalam membantu saudara-saudara Muslim mereka dan saudara yang membutuhkan serta menghabiskan jutaan dolar bantuan. Aku senang melihat pemerintah membantu orang karena mereka membutuhkannya, dan bukan karena itu sesuai dengan kepentingan strategis negara mereka saja.

Adapun Saudi, mereka juga telah bermurah hati dalam pemberian mereka bantuan kemanusiaan. Namun, bantuan yang benar-benar dari Arab Saudi adalah berasal dari rakyatnya, bukan pemerintah. Dalam pandangan saya, mereka (masyarakatnya) adalah pahlawan sejati dari Jazirah Arab.

DH: Peran apa yang dilakukan Rusia, Iran dan Hizbullah yang ikut bermain dalam konflik Suriah?

BAK: Saya tidak melihat bahwa mereka memiliki peran yang konstruktif untuk bermain dalam urusan ini. Membantu rezim pembunuh ini adalah noda yang akan tertulis di catatan negara mereka masing-masing. Bagaimana orang bisa berpikir bahwa seseorang mendukung orang yang memerintahkan untuk menghujani warga sipil dengan bom barel. Sesungguhnya itu mengherankan bagaimana orang-orang ini tidur di malam hari, melihat korban tewas dan bertahan dalam membantu Assad. Hal terbaik yang bisa mereka lakukan adalah tidak ikut campur dalam hal itu.

Pada bagian 2 dari wawancara, Bilal akan menggambarkan bagaimana orang-orang Suriah menanggapi pejuang asing, ia bertemu dengan berbagai faksi mujahidin termasuk Jabhah Nusrah.

(sumber : 5pillarz / Twitter @BilalKareem @DillyHussain88)

(17/07/2014) - Media resmi Jabhah Nusrah Al-Manarah Al-Baidha untuk merilis video operasi di wilayah Qalamun dalam beberapa hari terakhir. Video yang diunggah di Youtube itu memperlihatkan keberhasilan mujahidin mengontrol markas resimen 559.


Mujahidin menghujani markas yang berada di tengah-tengah bukit tersebut dengan senjata berat dan berbagai jenis mortir. Para tentara rezim terlihat melarikan diri, tidak sanggup menghadapi gempuran. Beberapa saat kemudian, mujahidin mengontrol markas tersebut dan menyita peralatan tempur yang ditinggalkan.


Dilaporkan kantor berita Al-Jazeera, Kamis (17/06), sumber dekat dengan Syiah Hizbullah Lebanon mengonfirmasi seorang komandan militer bernama Muhammad Bassam Tabaja tewas di Suriah. Ia tewas dalam pertempuran yang berlangsung di wilayah Qalamun, dekat perbatasan dengan Lebanon.


pertempuran di Qalamun, milisi hizbullah berlarian meninggalkan markas mereka

ghanimah dan identitas tentara hizbullah, berhasil didapatkan mujahidin

Muhammad Bassam Tabaja


Portal berita Al-Watan mengatakan bahwa Tabaja merupakan komandan militer terkemuka di kalangan Syiah Hizbullah Lebanon yang diturunkan ke Suriah. Ia bertanggung jawab atas operasi militer di wilayah Qalamun sekaligus menjadi komandan lapangan.

Al-Watan menjelaskan, komandan dari kota Kufur Tabnat di Selatan Lebanon itu tewas dalam penyerbuan yang dilancarkan mujahidin Suriah. Mujahidin menyerbu salah satu markas Syiah Hizbullah di wilayah Jurud Arsal sehingga menewaskan puluhan milisi Syiah Hizbullah, termasuk dirinya.

Syiah Hizbullah Lebanon menelan kerugian signifikan di Qalamun selama beberapa hari terakhir. Menurut pengakuan berbagai situs online yang dikenal dekat dengan mereka, sedikitnya 16 milisi Hizbullah tewas, termasuk di antara dua remaja berumur 17 tahun, dalam beberapa hari ini di Kalamoon.

Berita kematian itu terungkap setelah situs-situs online pendukung Syiah mengucapkan bela sungkawa atas kematiannya. Dalam situs-situs tersebut, ia diungkapkan “gugur dalam tugas jihad di Suriah”

Pada Ahad (9/3/2014), Mujahidin Jabhah Nushrah membebaskan biarawati-biarawati dari Biara Mar Tekla di Ma’loula yang mereka tawan. Pembebasan itu dilakukan dalam kesepakatan pertukaran di mana otoritas rezim Suriah harus melepaskan muslimah yang ditahan di penjara-penjara rezim Suriah.

Mereka para biarawati mengaku telah diperlakukan dengan baik oleh mujahidin saat mereka ditawan selama hampir 100 hari lamanya.


“(Mereka) memperlakukan kami dengan hormat, dengan kebaikan dan sopan santun yang tinggi. Mereka tidak pernah memukuli atau melukai kami,” kata salah seorang biarawati kepada wartawan di Jdeidet Yabous di perbatasan antara Suriah dan Lebanon, di mana mereka diserahkan kepada pejabat Libanon dan Qatar, sebagaimana dilansir oleh WorldBulletin.

Biarawati itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa mujahidin tidak meminta mereka untuk membuang salib mereka dan membolehkan mereka untuk berdoa “secara bebas dan aman.” Selain itu, mujahidin juga memberi mereka makanan, air dan pakaian, tambahnya

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, serta sumber mujahidin, melaporkan bahwa mujahidin membebaskan 13 biarawati itu dalam kesepakatan pertukaran dengan pembebasan sejumlah Muslimah yang dipenjara oleh rezim Assad.

Souja al-Doulaimi, istri dari pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, adalah salah satu dari 150 muslimah yang dibebaskan dari penjara rezim Suriah saat itu. Berita ini tentu akan menghantam dada para tentara ISIS dan para pengikutnya di dunia maya. Khususnya mereka yang telah mengolok-ngolok dan menghina operasi penukaran tahanan sejumlah biarawati.



Jabhah Nushrah telah menyelamatkan istri seorang pemimpin dari sebuah jama’ah yang telah mengumumkan perang terhadap mereka dan Al-Qaeda serta Faksi jihad lainnya di bumi Syam. Jama’ah ISIS yang juga telah memurtadkan mereka dan memberikan mereka nama “Shahawat Murtad”.

Wahai kaum muslimin, siapakah yang diatas kebenaran? Apakah mereka yang berusaha membebaskan para muslimah dan menyatukan mujahidin di syam ataukah mereka yang kini sedang memerangi saudara dan saudari kalian kaum muslimin di Deiruz Zur?

Pertanyaan:
Ada beberapa komentar di beberapa situs yang isinya “bahwa Hizbut Tahrir menentukan thariqah “thalab an-Nushrah” untuk menegakkan al-Khilafah dan berpegang teguh dengannya, dan Hizbut Tahrir tidak mengetahui thariqah syar’iy lainnya… padahal ada thariqah lainnya, yaitu “thariqah as-sulthân al-mutaghallib” yakni orang yang menegakkan negara menggunakan kekuatan dan perang…” Mereka juga mengatakan bahwa Hizbut Tahrir menolak proklamasi al-Baghdadi karena dorongan ‘ashabiyah hizbiyah, dimana Hizbut Tahrir tidak menilainya sebagai khilafah yang syar’iy kecuali jika Hizb yang mendirikannya…” Apakah ada jawaban yang memadai seputar ucapan-ucapan ini? Semoga Allah memberi Anda balasan yang lebih baik.

Jawab:
  1. Hizbut Tahrir tidak menentukan thariqah syar’iy untuk menegakkan al-Khilafah, akan tetapi syara’-lah yang menentukannya. Sirah Rasulullah saw mengatakan hal itu sejak dimulai dakwah kepada Islam hingga tegaknya daulah… Sebelum tegaknya daulah, didahului dengan thalab an-nushrah oleh Rasulullah saw dari para ashhâbul quwwah wa al-man’ah, yang mereka membentuk pilar-pilar negara sesuai fakta wilayah di seputar mereka. Karena itu, Rasul saw menyengaja mendatangi kabilah-kabilah yang kuat, menyeru mereka kepada Islam dan memintanushrah (pertolongan) mereka seperti yang beliau lakukan dengan meminta pertolongan Tsaqif, Bani ‘Amir, Bani Syaiban dan kaum Anshar di Madinah. Adapun kabilah-kabilah kecil, maka beliau saw mencukupkan dengan menyerunya kepada Islam saja… Rasulullah saw terus melakukan hal itu meski berbagai kesulitan dan kesusahan harus beliau saw hadapi. Pengulangan perkara yang di dalamnya ada kesulitan menunjukkan secara syar’iy bahwa perkara itu adalah fardhu sebagaimana yang ada dalam ketentuan ushul… Begitulah, Rasulullah terus dalam melakukan thalab an-nushrah dari ahlul quwwah wal man’ah. Satu kabilah membuat kaki beliau berdarah-darah. Satu kabilah lainnya menolak beliau. Kabilah lainnya memberikan syarat kepada beliau. Meski demikian, beliau saw terus teguh di atas apa yang telah diwahyukan oleh Allah kepada beliau tanpa mengubah thariqah itu kepada thariqah lainnya. Misalnya beliau menyuruh para sahabat untuk memerangi penduduk Mekah, atau memerangi sebagian kabilah guna menegakkan daulah di tempat mereka. Padahal para sahabat beliau saw adalah orang-orang gagah berani yang tidak takut apa pun kecuali hanya kepada Allah. Akan tetapi, Rasul saw tidak memerintahkan hal itu. Namun beliau terus melakukan thalab an-nushrah mencari pertolongan dari ahlul quwwah wal man’ah, hingga Allah memudahkan kaum Anshar kepada beliau lalu mereka membaiat beliau dengan baiat al-‘Aqabah kedua, setelah Mush’ab bin Umair ra. berhasil dalam tugasnya di Madinah Munawarah atas perintah Rasulullah saw. Disamping taufik dari Allah SWT kepadanya dengan dukungan tokoh-tokoh dari ahlul quwwah yang menolongnya, Mush’ab bin Umair ra. dengan izin Allah telah berhasil memasukkan Islam ke rumah-rumah Madinah dan mewujudkan di sana opini umum untuk Islam sehingga opini umum berangkulan dengan baiat kaum Anshar, dan berikutnya Rasul saw pun menegakkan daulah di Madinah dengan baiat yang murni dan bersih dan dengan penerimaan hangat kepada Rasul saw dari penduduk Madinah Munawarah.
Inilah thariqah syariy untuk menegakkan daulah dan hukum asal yang harus diikuti. Hukum asal dalam perbuatan adalah terikat dengan hukum syara’. Seorang muslim jika ia ingin mengetahui bagaimana ia shalat, maka ia mempelajari dalil-dalil shalat. Dan jika ia ingin berjihad maka ia mempelajari dalil-dalil jihad. Dan jika ia ingin menegakkan daulah, maka ia harus mempelajari dalil-dalil penegakan daulah dari perbuatan Rasulullah saw. Tidak ada dinyatakan dari Rasulullah saw thariqah untuk menegakkan daulah kecuali yang dijelaskan di dalam sirah beliau saw. Di dalamnya ada dakwah (seruan) kepada ahlul quwwah wal man’ah yang membentuk pilar-pilar negara menurut realita wilayah sekitarnya. Jadi mendakwahi (menyeru) mereka kepada Islam, thalab an-nushrah (meminta pertolongan) mereka dan baiat mereka dengan ridha dan ikhtiyar setelah benar-benar ada opini umum yang terpancar dari kesadaran umum di tengah mereka di wilayah mereka …
Begitulah, thariqah syar’iy untuk menegakkan al-Khilafah telah ditentukan di dalam Islam dengan jelas. Jelas dari hal itu bahwa para pemilik proklamasi itu tidak mengikuti thariqah ini.
  1. Adapun masalah as-sulthân al-mutaghallib (penguasa yang mengambil kekuasaan dengan kekuatan) yang ada di dalam kitab-kitab fikih, maka istilah itu wajib dipahami maknanya. Bukan sekadar mengulang-ulang istilah as-sulthân al-mutaghallib tanpa memahami kapan dan bagaimana mungkin secara syar’iy hal itu menjadi benar-benar tegak dan sebaliknya bagaimana hal itu secara syar’iy tidak tegak, bahkan menjadi bencana bagi pemiliknya!
Sesungguhnya, as-sulthân al-mutaghallib bisa menjadi berdosa atas tumpahnya darah kaum Muslimin dan penindasan serta paksaan. Juga dengannya tidak tegak khilafah secara syar’iy karena menyalahi thariqah yang syar’i…. hanya saja, diantara para fukaha’ ada yang berpandangan bahwa as-sulthân al-mutaghallib ini pemerintahannya menjadi syar’iy jika terealisasi padanya syarat-syarat dan yang paling menonjol adalah:
  1. Mendominasi di negeri yang memiliki pilar-pilar negara sesuai wilayah sekitarnya. Sehingga ia memiliki kekuasaan yang stabil di negeri itu dan ia bisa menjaga keamanan negeri tersebut baik dalam dan luar negeri terhadap wilayah sekitarnya.
  2. Menerapkan Islam dengan adil dan baik di negeri tersebut. Berjalan secara baik diantara masyarakat, sehingga masyarakat mencintai mereka dan ridha terhadap mereka.
  3. Masyarakat di negeri itu membaiatnya dalam bentuk baiat in’iqad dengan ridha dan ikhtiyar, bukan dengan paksaan dan keterpaksaan, dengan syarat-syarat baiat yang diantaranya bahwa baiat itu pada dasarnya berasal dari penduduk negeri itu, bukan dari sejumlah sulthân mutaghallib. Sebab baiat yang syar’iy adalah seperti itu dengan meneladani Rasul saw. Rasul saw pada asasnya memberi perhatian atas mengambil baiat orang-orang Anshar penduduk Madinah Munawarah dengan ridha dan ikhtiyar, bukan mengambil baiat dari para sahabat beliau kaum Muhajirin. Baiat ‘aqabah kedua memenuhi hal itu.
Begitulah, as-sulthân al-mutaghallib terus berdosa, dan tidak tegak secara syar’iy kecuali setelah terpenuhi ketiga syarat di atas. Pada saat itu, as-sulthân al-mutaghallib menjadi legal (masyrû’) sejak saat terjadinya baiat itu dengan ridha dan ikhtiyar. Ini adalah realita as-sulthân al-mutaghallib. Mudah-mudahan Anda memahaminya dengan sejelas-jelasnya… dari situ jelas bahwa syarat-syarat tidak terpenuhi untuk pemilik proklamasi itu, akan tetapi mereka memaksakan diri mereka sendiri dan proklamasi mereka dilakukan secara tidak benar.
Dari penjelasan sebelumnya, jelaslah bahwa mereka tidak mengikuti thariqah syar’iy yang shahih. Juga tidak mengikuti thariqah as-sulthân al-mutaghallib sekalipun… Mereka memproklamasikan khilafah tidak sesuai dengan ketentuannya, dan sebelum terpenuhi syarat-syaratnya. Maka proklamasi itu tidak ada bobot dan nilainya secara syar’iy. Bahkan itu merupakan laghwun seakan-akan tidak ada, sehingga tidak mengubah realita mereka akan tetapi realita mereka terus seperti sebelumnya sebagai tanzhim bersenjata.
  1. Adapun bahwa Hizb tidak menilai sebagai khilafah yang syar’iy kecuali jika didirikan oleh Hizb, maka itu merupakan ucapan yang lebih rapuh dari sarang laba-laba! Sesungguhnya itu tidak lain adalah pengarahan setan untuk sebagian orang yang berpikiran cekak dan pendek, serta orang yang kehilangan mata dan penglihatan… Sesungguhnya yang diinginkan Hizb adalah ditegakkannya Khilafah yang murni dan bersih tidak terdistorsi. Kami adalah “ibunya anak-anak”, agenda kami adalah agar anak-anak tidak dibunuh atau didistorsi… agar terealisasi untuk anak-anak itu kekuatan, kesehatan, pemeliharaan yang baik dan perhatian yang tinggi, dan agenda kami bukan siapa yang memeliharanya… Sungguh kami ingin agar khilafah ditegakkan dengan benar, sehingga menjadi khilafah yang agung bobotnya, kuat kekuasaannya, menerapkan Islam di dalam negeri dan mengembannya ke luar negeri dengan dakwah dan jihad. Sehingga dengan begitu benar-benar menjadi khilafah rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian yang dijanjikan oleh Allah SWT dan disampaikan oleh Rasul-Nya saw kabar gembira berdirinya setelah pemerintahan diktator… Siapa saja yang menegakkannya hal itu dengan benar, baik kami atau selain kami, maka ia didengar dan ditaati, dan bumi pun dengan izin Allah akan mengeluarkan simpanannya dan langit menurunkan kebaikannya. Islam dan penduduknya menjadi mulia dan kekufuran dan penganutnya menjadi hina, dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana…
Begitulah, kami menginginkan khilafah kembali dengan bersih dan diberkahi seperti yang dibawa oleh Rasulullah saw dan diikuti oleh Khulafaur Rasyidin ridhwanullah ‘alayhim… Khilafah yang dicintai oleh Allah SWT, Rasul-Nya saw dan kaum mukminin. Khilafah yang memasukkan kebahagiaan di hati kaum Muslimin dan memasukkan kemuliaan di negeri-negeri mereka … Dan bukan proklamasi nama khilafah yang terdistorsi, yang kotor dengan darah kaum muslimin tidak di atas ketentuan yang benar.
Sungguh kami merasa sedih, khilafah yang semestinya mengguncang dunia dan membuat kaum kafir imperialis gemetar, justru menjadi sesuatu yang diperolok-olokkan dan disertai penghinaan bobotnya, bahkan tanpa bobot. Sehingga Amerika Serikat mendeklarasikan komentar terhadap proklamasi itu “bahwa itu bukan apa-apa”, bukannya menangis darah ketika khilafah itu diproklamasikan… Kami juga merasa sedih, bahwa orang-orang yang telah memiliki khilafah itu, mereka memiliki bobot yang agung dan berharap demikian, namun akhirnya diantara mereka ada yang memandang proklamasi ini sebagai kejadian yang tidak punya bobot…
Sesungguhnya Hizb merupakan penjaga yang terpercaya untuk Islam, tidak takut di jalan Allah terhadap celaan orang-orang yang suka mencela. Hizb berkata kepada orang yang berbuat baik “Anda telah berbuat baik” dan mengatakan kepada orang yang melakukan keburukan “Anda telah berbuat buruk”. Hizb tidak mengharapkan mashlahat kepartaian dan tidak pula kerakusan duniawi. Bahkan Hizb memandang dunia seluruhnya seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw dalam hadits yang telah dikeluarkan oleh at-Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud:
«مَا لِي وَلِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا»
“Tidak ada untukku dan untuk dunia, tiada aku di dunia melainkan seperti orang yang sedang menempuh perjalanan berteduh di bawah pohon lalu ia beristirahat sejenak dan meninggalkannya kembali”
Dunia dalam pandangan Hizb adalah interval waktu di mana Hizb berteduh di bawah pohon itu, sehingga Hizb konsern untuk menghabiskannya dalam perjuangan (amal) shalih, jujur dan sungguh-sungguh untuk menerapkan hukum-hukum syara’ dengan tegaknya al-Khilafah secara benar dengan izin Allah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
  1. Sebagai penutup, Hizbut Tahrir menghabiskan lebih dari enam puluh tahun berjuang untuk menegakkan al-Khilafah dengan thariqah yang ditempuh oleh Rasulullah saw. Di jalan itu, Hizb menghabiskan tahun-tahun yang panjang di penjara-penjara orang-orang zalim dan penindas, di bawah penyiksaan dari para thaghut, sehingga syahidlah di antara syabab yang mencari syahid dan orang yang disiksa mengalami siksaan… dan dalam perjalanannya Hizb tetap teguh di atas kebenaran meski terjadi penindasan dan serangan… Jadi Hizbut Tahrir yang keadaannya seperti ini, apakah Anda lihat menolak suatu jamaah yang menegakkan khilafah secara benar, baik yang mendirikan itu Hizb atau pihak lain? Sungguh Hizb tidak menolak, bahkan bersyujud syukur kepada Allah… Akan tetapi pada waktu yang sama, Hizb berdiri mengawasi siapa saja yang melontarkan nama al-Khilafah secara tidak benar, sebagai sebuah pendistorsian terhadap khilafah dan penghinaan bobotnya. Hizb dengan izin Allah akan tetap menjadi batu karang kokoh di depan setiap makar dan tipu daya pendistorsian khilafah atau penghinaan bobotnya. Khilafah akan ditegakkan, dengan izin Allah, melalui tangan-tangan kesatria yang perdagangan dan jual beli tidak bisa melenakan mereka dari mengingat Allah, kesatria yang lebih berhak dan lebih layak untuk menegakkan khilafah, sehingga fajar khilafah menyeruak kembali bersinar.
﴿وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ *بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ﴾
“Dan di hari (kemenangan) itu bergembiralah orang-orang yang beriman karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.” (TQS ar-Rum [30]: 4-5)

(hizbut-tahrir.or.id)


Komandan Jaishul Islam, Zahran Allushi menyampaikan pesan di hadapan para mujahidin sebelum dimulainya peperangan dengan kelompok khawarij (ISIS) di wilayah Ghautah timur. Pembebasan ini dinilai sangat penting karena ISIS telah memecah konsentrasi mujahidin untuk memerangi tentara rezim di Damaskus.


Mantan karyawan di US National Security Agency (NSA), Edward Snowden, telah mengungkapkan bahwa intelijen Inggris dan Amerika dan Mossad bekerja sama untuk menciptakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Snowden mengatakan badan intelijen tiga negara menciptakan sebuah organisasi teroris yang mampu menarik semua ekstrimis dunia untuk satu tempat, dengan menggunakan strategi yang disebut "sarang lebah".

Dokumen NSA mengacu pada implementasi terbaru dari sarang lebah untuk melindungi entitas Zionis dengan menciptakan slogan-slogan agama dan Islam.

Menurut dokumen yang dirilis oleh Snowden, "Satu-satunya solusi untuk melindungi negara Yahudi" adalah dengan menciptakan musuh dekat perbatasannya ".

Kebocoran (dokumen) tsb mengungkapkan bahwa pemimpin dan ulama ISIS Abu Bakr Al Baghdadi mengambil latihan militer intensif selama satu tahun di tangan Mossad, di samping pelatihan dalam agama dan seni berbicara.



http://somdailynews.com/snowden-confirms-that-al-baghdadi-was-trained-by-mossad/

Seorang komandan pejuang revolusi Suriah ditembak mati di Amman, pihak kepolisian Yordan pada hari Minggu (13/7) menyatakan pembunuhan itu bermotif balas dendam yang dilakukan oleh anggota keluarga. Sementara, pihak oposisi menuding rezim Damaskus berada di balik kematiannya.


Komandan Brigade Liwa Mujahidin, Maher Rahhal ditembak dua kali di distrik Abu Nseir pada Jumat malam, kata seorang pejabat keamanan. Liwa Mujahidin merupakan salah satu kelompok pejuang anti Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Dalam pernyataannya, polisi mengatakan penyelidikan awal dan pengakuan saksi menunjukkan bahwa pembunuhan Rahhal terkait dengan “perseteruan keluarga”, sementara pejabat keamanan mengatakan hal itu tidak bermotif politik.

Polisi sedang mencari dua warga Suriah yang dicurigai telah membunuh Rahhal, beberapa hari setelah ia tiba di Yordania.

“Ketika pelaku mengetahui bahwa dia (Rahal) berada di Yordania, mereka masuk ke Yordan dan menembak mati dia,” kata pernyataan itu.

Tidak ada rincian lebih lanjut, tetapi polisi mengaku masih terus menyelidiki pembunuhan itu.

Oposisi Koalisi Nasional Suriah mengutuk pembunuhan itu dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs resminya, Oposisi mengatakan pemerintahan Assad bertanggung jawab atas kejahatan itu.

Oposisi juga mendesak pemerintah Yordania untuk melakukan “penyelidikan yang serius” dan menangkap mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan Rahhal.

Pembunuhan Rahal merupakan pembunuhan tokoh pejuang yang pertama kali terjadi di Yordania, rumah bagi 600.000 lebih pengungsi Suriah.

Seperti diketahui, pemerintah Assad menuduh Yordan mendukung pejuang revolusi, tapi Amman membantah klaim tersebut.

(sumber : Zaman AlWasl)

Syaikh Muslim Shishani berbicara tentang reaksi ISIS terhadap pembentukan Jabhah Islamiyyah, dan rumor mengenai penculikan para akhwat yang memiliki hubungan dengan kelompok pejuang asing.


Hampir semua mujahidin asli suriah (sering disebut dengan istilah "anshar") dari kelompok-kelompok Islam datang dan mendirikan kesatuan tunggal yang disebut Jabhah Islamiyyah dan mereka mengumumkan kepada masyarakat internasional, bahwa mereka tidak menginginkan demokrasi, mereka berjuang untuk pembentukan hukum Syariah, mereka ingin mendirikan negara Islam. Dan mereka memperingatkan bahwa mereka tidak akan lagi mentolerir ketidakadilan ini, dan akan menggunakan pengadilan Syariah untuk menyelesaikan konflik dengan ISIS atau mereka akan menggunakan kekuatan.

Tapi, media-media pro ISIS mulai myebarkan fitnah tentang Jabhah Islamiyyah, mengatakan bahwa mereka mendapat bantuan suplai dan dikelola oleh Arab Saudi dan Qatar, dan semua itu hanya kedok untuk mencapai demokrasi mereka. Dan akhirnya, dalam upaya ISIS berikutnya untuk mencegah Ahrar Sham, mereka mulai menembaki dan setelah itu berubah menjadi perang antara mereka.

Dalam perang ini, kami melihat banyak kebohongan dan kerusakan. Suatu malam, ketika saya dan Sayfullah kembali ke markas, ketika kami melewati satu markas ISIS, ia berhenti. Saat itu gerbang tertutup, dan sementara kami menunggu sampai mereka keluar, beliau menjelaskan kepada saya bahwa mereka ini adalah Jamaah Turki dan dia mengenal mereka dengan baik. Dan ketika mereka keluar mereka sangat senang melihat Sayfullah. Mereka berbicara dalam bahasa Turki dan ketika kami pergi ia menjelaskan bahwa mereka menolak keluar untuk memerangi Ansar dan bahwa amir mereka dari ISIS mengancam mereka dengan kekerasan. Dan mereka bertanya kepadanya untuk meminta nasehat. Dia menyarankan mereka untuk tidak mengangkat senjata terhadap umat Islam, dan jika mereka dipaksa, mereka harus keluar dari ISIS.

Dan kemudian hari, mereka mulai datang dengan banyak cerita. Salah satu dari mereka mengatakan, kami telah menyandera pasukan mereka dan meminta agar membebaskannya, mereka juga mengatakan bahwa wanita mereka telah diculik dan meminta kami agar menyelamatkan mereka. Cerita mereka, salah satunya telah ditemukan dan mengatakan telah diperkosa oleh lima orang. Saat itu aku berada di Aleppo, dekat Kafar Hamra, di tengah-tengah peristiwa ini, dan itu pasti sangat mengkhawatirkan kami, kemudian saya dan Sayfullah segera pergi ke kelompok Ansar, yang sedang berperang dengan ISIS, meskipun resikonya besar.
Dalam fitnah ini, mobil saya terkena empat kali tembakan, peluru-peluru itu sampai masuk ke dalam mobil saya, tetapi oleh karunia Allah tidak ada yang terluka. Dan mobil Sayfullah terkena beberapa kali tembakan, bahkan satu peluru melewati pakaian luarnya. Kami menemui kelompok Ansar yang kami kenal baik. Ketika kami sampai ke pos pemeriksaan ada keributan besar karena ISIS telah mengirimkan mobil dengan pelaku bom bunuh diri ke pos pemeriksaan tersebut dan ketika mereka melihat para pejuang asing (kami) mereka segera keluar dengan senjata terkokang dan bersiap untuk melawan kami.

Tapi Alhamdulillah, akhirnya kami sampai ke Anadan, sebagian markas mujahidin Ansar ada di sana. Di sana kami menemukan markas Jabhah Nushrah dan bertanya kepada mereka tentang hal itu, karena kami tahu bahwa mereka berhubungan dengan semua kelompok dan pasti memiliki informasi mengenai hal itu. Ketika mereka mendengar bahwa fitnah tersebut telah tersebar, mereka segera menyarankan kita masuk ke dalam mobil dan mengantar kami ke basis lain. Setelah sampai di sana kami menemukan tiga orang terluka, mereka warga Negara Dagestan, kami segera mengenali mereka, mereka berasal dari kelompok Abu Banat, kelompok yang telah saya bicarakan di atas. Sekarang mereka bergabung dengan ISIS dan memerangi Ansar. Amir Jabhah Nushrah mengatakan kelompok Nuruddin Zanki telah mengatakan kepada mereka dan mereka memeriksa pasukan mereka dan tidak ada yang melakukan hal itu. Saya bertanya kepada mereka jika ada orang lain yang bersama mereka atau tidak, mereka mengatakan bahwa wanita itu telah melarikan diri sendiri ke Kafr Hamra dan bahwa tak ada seorang pun kecuali mereka. Dan sementara kita berdiri di sana Jabhah Nushrah memasukkan mereka ke dalam mobil dan juga membawa  mereka dari Kafr Hamra ke ISIS.

Saat kami berdiri di sana dan amir dari kelompok lain pergi, kami bertanya kepada mereka, apakah ada tahanan perempuan dalam kelompok lain? Mereka mengatakan, jika kita mengetahui dengan pasti bahwa ada perempuan yang ditangkap oleh seseorang, kita sendiri yang akan melawan mereka, dan bahwa hal itu tidak benar. Mereka mengatakan bahwa meskipun suami mereka ditangkap, kita menganggap mereka saudara kita dan mengatakan bahwa semua wanita yang tinggal di Anadan yang ingin pindah ke Kafr Hamra akan diantar ke suami mereka. Pada saat itu memang ada banyak keluarga pejuang asing yang tinggal di sana dan jika ada yang ingin menangkap mereka maka tidak akan ketahuan.

Setelah itu, kami segera kembali ke ikhwah dari ISIS dan menjelaskan situasinya dan mengatakan, jika memang ada kasus seperti itu, mereka harus memberi kita info spesifik dan bahwa kita tidak akan meninggalkannya tanpa pengawasan. Setelah itu kami datang ke Salahuddin Shishani (amir JMA), dia mengatakan kepada kami hal yang sama, bahwa ia pergi kemana-mana dan mendengar tentang hal itu di mana-mana, ia meminta ISIS untuk menunjukkan satu orang wanita mereka yang telah diambil dari tahanan.

Dan ia berkata bahwa ia telah berjanji kepada mereka jika ini benar maka dia akan membantu memerangi kelompok yang melakukannya, tapi tidak ada yang menunjukkannya. Namun sudah terlambat, banyak ikhwah yang perlahan-lahan mulai terpengaruh pada rumor tersebut. Kami mencoba untuk menjelaskan kepada mereka, namun rumor tersebut menyebar begitu cepat, tanpa sempat kami menjelaskannya. Dan banyak pejuang asing yang marah dan mengatakan bahwa mereka akan membebaskan para akhwat.

(sumber : chechensinsyria)

Jabhat al Nusrah li Ahli Syam merilis laporan pertempuran terbarunya, terkait kesuksesan mereka menguasai sebuah desa di pinggiran Provinsi Hama.

Desa Rahjan dipinggiran Hama Timur, desa tersebut merupakan desa Menteri Pertahanan Rezim Nushairiyyah.Desa yang strategis dan memiliki geografis dikarenakan letaknya yang berhadapan dengan jalan penghubung satu-satunya untuk Rezim Nushairiyyah di Halab, yaitu jalan (Atsriya-Khanaser)

Pada desa tersebut terdapat lebih dari 150 syabihah, terbagi atas 7 lokasi tentara Nushairiyyah, sebagai berikut:
  1. Markas Komando (Artilleri) – Tempat dioperasikannya serangan Amaliyyah Istisyhadiyah
  2. Pos AlQuws
  3. Pos Syakwisa
  4. Pos Buyudh
  5. Pos antara Syakwisya dan Buyudh
  6. Madrasah
  7. Rumah anak putri Menteri Pertahanan
Waktu Penyerangan:
Operasi bermula disaat terbenam matahari pada hari Kamis, 12 Ramadhan 1435 H bertepatan dengan 10 Juli 2014. Allah ta’ala memenangkan mujahidin dengan membebaskan Desa pada Jum’at siang, 13 Ramadhan 1435 H – 11Juli 2014 M. Bagi Allahlah pujian dan sanjungan.

Rincian peperangan:
Operasi dilakukan di dua wilayah:
1. Dari arah Selatan- Barat
2. Dari poros Utara -Timur

Setelahnya mempersiapkan serangan dengan senjata berat,seorang alAkh pelaku operasi Istisyhad -Abu Bakr alKuwaity- semoga Allah meridhainya melakukan operasi istisyhad dengan menggunakan mobil lapis baja BMBbermuatan bom menghantam depan markas komando (artilleri).Bumi pun  berguncang dari bawah kaki-kaki mereka, menewaskan seluruh orang yang ada di bangunan tersebut kecuali tiga orang yang terbunuh pada waktu fajar dihari itu,

Kemudian menyisir sudut-sudut desa dengan senapan mesin berat dan sedang serta meriam hingga hari Jum’at pagi hari, setelah itu menghancurkan tank T-72 dengan roket Konkours dan meledakkan yang lainnya dengan meriam tank dan ikhwah Mujahidin menyergap setelahnya dengan mobil BMP mengarah ke Selatan Barat (selatan madrasah).

Kemudian mujahidin berhasil menyergap masuk ke dalamnya dari arah pos AlQuws.

Penyisiran berlanjut ke rumah-rumah desa, lebih dari 14 jam Mujahidin berada di daerah tersebut dibarengi dengan bombardir pesawat tempur sepanjang operasi penyergapan.Setelah itu Allah anugerahkan kepada saudara kalian para Mujahidin dengan menaklukkan desa dan meraih sejumlah perangkat perang dari tentara Nushairiyyah di gurun pasir.Beberapa pos-pos musuh ketakutan akan hadirnya mujahidin.

Hasil-hasil (yang diperoleh) dari pertempuran:
  • Lebih dari 50 syabihah terbunuh dan menawan lebih dari 10 lainnya dari kalangan tentara Nushairiyyah, menangkap sebagian syabihahrezim Nushairiyyah di desa.
  • Meraih Ghonimah meriam 130 mm dan meriam 122 mm, empat buah tank, meriam 37 mm, meriam 57mm, senapan mesin 23mm dan Dushka, berikut sejumlah roket Kornet yang mampu menghalau Tank, dan sejumlah besar gudang amunisi dan persenjataan ringan.
kondisi 2 tank tentara rezim tertangkap kamera dari kejauhan 

strategi sebelum penyerangan ke desa rahjan, pinggiran hamah

konvoi jabhah nushrah menuju medan tempur

ledakan pada markas musuh akibat bom syahid abu bakr alkuwaiti

puing-puing berserakan akibat ledakan bom syahid

serangan Tank Jabhah Nushrah ke markas rezim

sebagian ghanimah di desa Rahjan

ledakan gedung amunisi di desa rahjan

mujahidin mulai memasuki desa rahjan

 
Satu mayat tentara rezim di desa rahjan

Itulah keutamaan Allah, Dia berikan kepada siapa saja yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. Allah-lah yang akan memenangkan UrusanNya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget