Halloween Costume ideas 2015
June 2014

Aktivis Raqqa Media Center (RMC) pada hari Ahad (29/6/2014) mengunggah sejumlah video yang merekam momen-momen pendeklarasian Khilafah Islamiyyah di ibukota kota Raqqa, Suriah.

“ISIS diwakili oleh Ahlul Halli wal ‘Aqd, terdiri dari para tokoh senior, para pemimpin, dan Majelis Syuro’ memutuskan untuk mengumumkan kembali pendirian Khilafah Islam, melantik seorang Khalifah untuk umat Islam, dan pemberian janji setia kepada seorang syaikh, mujahid, ulama robbani, seorang pria yang sholih, pemimpin, pahlawan, penggugah semangat, keturunan dari keluarga Nabi, hamba Allah, Ibrahim Ibn ‘Awwad Ibn Ibrahim Ibn ‘Ali Muhammad Ibn al Badri Al Hasyimi al Husayni al Qurasyi, Samurra’i diambil dari kota kelahirannya , dan al Baghdadiy diambil dari nama kota tempat ia tinggal dan menuntut ilmu,” kata Syaikh al Adnaniy.

Tanggapan :

1) Wilayah Irak dan Suriah masih dikuasai antek penjajah (Nuri almaliki dan Bashar Assad), Bagaimana khilafah bisa ditegakan diatasnya ?

2) Sebelum tegak Khilafah tentu terjadi musyawarah dan proses bai'at dari ahlul halli wal 'aqdi. Apakah ahlul halli wal 'aqdi disini mewakili segenap penduduk syam dan irak, atau hanya sekedar dari kelompok ISIS saja ?

Masih banyak syarat-syarat lainnya yang belum terpenuhi ...

Ingat yang akan tegak adalah Khilafah ala minhajin Nubuwah (seperti KhulafaurRasyidin) bukan Khilafah seperti Muawiyah yang memaksa penduduknya untuk berbai'at atau zaman Abasiyah dan Utsmani.

Ini adalah konspirasi internasional dengan strategi intelegen didalamnya. Khilafah yang dideklarasikan oleh ISIS akan memicu pertumpahan darah lebih banyak lagi. Peperangan sesama mujahidin akan dianggap legal oleh ISIS karena menganggap kelompok lain adalah Bughat.

Jihad Syam dan Irak akan terus dihantui perpecahan, Amerika dan anteknya tertawa menyaksikan hal ini.
Amerika dan dunia internasional nyatanya "adem ayem" ketika Khilafah dideklarasikan oleh ISIS.
Kaji-lah lebih dalam tentang awal pembentukan ISI yang kemudian menjadi ISIS, lalu terjadi konflik sesama mujahidin di Suriah dan Irak.

----

Khilafah tegak di Suriah jika Bashar Assad telah berhasil dilengserkan kemudian terbentuknya ahlul halli wal 'aqdi dari perwakilan berbagai milisi jihad dan para ulama di suriah, disinilah momentum untuk memilih siapa yang layak menjadi Khalifah. Jelas Khilafah islam seperti ini akan membuat takut orang-orang kafir karena mampu memobilisasi umat islam suriah termasuk seluruh dunia. - Begtu juga kalau tegak di Irak.

(25/06/2014) - Sejak awal pagi, pesawat tempur pasukan Assad sudah melancarkan 6 kali serangan udara di Kota Raqqah, ini merupakan serangan udara yang paling dahsyat yang menimpa kota tersebut. Serangan udara pertama dilancarkan oleh pasukan Assad di wilayah shina’ah, akibatnya 3 orang gugur sebagai syuhada’.

Serangan udara kedua terjadi di sebuah bangunan di Distrik Firdaus, selanjutnya ada dua serangan udara terjadi di jalan Bayathirah, akibatnya sejumlah orang meninggal dunia dan luka-luka, sebuah perpustakaan juga ikut hancur.

Serangan udara juga terjadi di jalan Bajri dekat dengan pasar Syari’ Quwatli, akibatnya puluhan orang terbunuh dan lainnya terluka. Serangan udara keenam terjadi di kantor serikat buruh, dekat dengan kantor pemerintahan Provinsi Raqqah, kerugian materil memang tidak banyak, namun ada 31 orang yang terbunuh dalam serangan udara dahsyat ini, mayoritas adalah anak-anak, ada yang sekujur tubuhnya terbakar hangus, ada yang anggota badannya terpisah, sedangkan ada 36 orang yang terluka.

Masjid-masjid di seluruh Raqqah pun mengumumkan melalui pengeras suara kepada masyarakat untuk mendatangi masjid dan menyumbangkan darah mereka, ini dilakukan untuk memenuhi permintaan stok darah bagi rumah sakit pusat, dimana antara serangan udara pertama hingga serangan udara yang keenam jaraknya hanya terpaut 45 menit saja, jadi rata-rata ada satu serangan udara setiap 8 menit, sehingga pihak medis kebingungan untuk menentukan TKP mana yang akan didatangi untuk menangani korban, suasana Raqqah pun menjadi semakin kacau.


(Masyarakat mengeluarkan korban yang berada di bawah timbunan reruntuhan bangunan di Bayathirah)


(Serangan udara terhadap Kota Raqqah)


(Serangan udara kedua terhadap Kota Raqqah)



(Pertolongan medis kepada para korban serangan udara ketiga yang terjadi di Bayathirah)


(Serangan udara keempat di Distrik Firdaus)


(Seorang balita korban serangan udara, jasadnya terbakar secara keseluruhan)


(Ambulans dan mobil damkar terlihat sibuk mengendalikan keadaan setelah serangan udara keempat)


(Kaki seorang bocah perempuan yang putus akibat serangan udara terhadap Kota Raqqah)


(sejumlah korban dengan kondisi yang sangat mengenaskan)


(Jasad seorang anak kecil dengan tubuhnya yang terbakar habis akibat serangan udara terhadap Kota Raqqah)

Sumber : Raqqah Media Centre

Malapeta kembali dialami tentara Bashar Al-Asad di kota Aleppo. Dua bom birmil yang hendak diterbangkan meledak sehingga menghancurkan helikopter yang mengangkutnya dan membunuh serta melukai puluhan tentara rezim yang berada di lokasi kejadian.


Dilaporkan kantor media Ardal Rebat, insiden pada Rabu lalu (25/06) itu terjadi di landasan pacu bandara pertahanan di kota Safirah, Aleppo. Sejumlah sumber dilapangan mengatakan bahwa kedua birmil itu meledak ketika helikopter yang mengangkutnya hendak lepas landas. Mereka tidak menjelaskan lebih rinci penyebab meledakknya dua birmil tersebut.

“Puluhan tentara Nushairi dan tentara bayaran Syiah Hizbullah tewas dan luka-luka akibat kejadian itu,” ujar sejumlah sumber, seperti dilansir ardalrebat.net, Kamis (26/06).

Mereka menambahkan, di antara korban merupakan warga negara asing. Sementara dua pilot ikut terbakar bersama helikopter yang mereka kemudikan.

Sumber-sumber itu menyebutkan bahwa ledakan tersebut juga membakar dua helikopter yang terparkir di lokasi kejadian. Dua bangunan lainnya juga ikut hangus.

Militer Suriah beberapa bulan terakhir menggencarkan serangan birmil ke wilayah-wilayah yang dikontrol mujahidin Suriah di Aleppo. Setiap hari, puluhan birmil menghantui warga sipil. Puluhan orang pun tewas sementara sebagian besar bangunan hancur akibat bom berbentuk tong tersebut.

Sumber: ardalrebat.net

Mujahidin Suriah, Kamis (26/06), meraih kemenangan besar di pedesaan Hama barat. Sebuah pembangkit listrik terbesar di wilayah itu berhasil dikontrol mujahidin setelah terlibat pertempuran sengit dengan militer pemerintah.

Aktivis menjelaskan bahwa pembangkit listrik itu merupakan salah satu penghasil listrik paling penting di Suriah. Ditambahkannya, kobaran api juga terlihat membakar sebagian bangunan di komplek pembangkit listrik itu.

Di waktu yang sama, jaringan berita langsung Suriah melaporkan mujahidin menembakkan rudal Grad ke sebuah pos militer pasukan rezim di kota Syalyut di pedesaan Hama. Kemudian, mujahidin menyerbu pos militer tersebut.

Di sisi lain, helikopter militer Suriah kembali menjatuhkan birmil ke kota Halfaya di provinsi yang sama. Jet-jet tempur juga menembakkan misil-misilnya ke sejumlah daerah di sekitarnya, sementara pertempuran sengit antara mujahidin dan militer mengiringi gempuran tersebut.

Sumber: Sky News Arabia

Brigade pejuang Suriah, Rabu (25/06), menewaskan puluhan tentara rezim di pedesaan Hama dan anggota milisi Syiah Hizbullah di daerah Kalamoon, pedesaan Damaskus. Di saat bersamaan, puluhan sipil juga terbunuh di kota Raqqa akibat serangan brutal militer Suriah.

Yayasan media di kota Hama mengatakan, sedikitnya 30 tentara rezim tewas ketika hendak menyerbu kota Moruk di provinsi tersebut. Pejuang berhasil menggagalkan serangan itu dan menghancurkan sebuah tank tempur musuh.

Aktivis juga melaporkan bahwa brigade pejuang Suriah menewaskan sejumlah milisi Syiah Hizbullah Lebanon ketika berusaha bergerak ke kota Assal di daerah Kalamoon, pedesaan Damaskus. Di sisi lain, setidaknya tiga pejuang gugur dalam pertempuran di dekat kota Hush di Kalamoon.

Sumber: Al-Jazeera



(Video deklarasi gabungan mujahidin di Deir Zour)

Di kemudian hari, gabungan mujahidin di wilayah Timur Suriah membentuk Hai’ah Syar’iyyah untuk melaksanakan penerapan Syari’at Islam dalam menjaga keamanan di wilayah Timur Suriah.

Dan berikut ini sebuah video terjemahan dari salah satu kamp pelatihan mujahidin yang terlibat dalam Hai’ah Syar’iyyah. Kamp pelatihan kali ini dikelola oleh mujahidin Jabhah Nushrah. Di dalam video ini terlihat mujahidin mendapatkan berbagai macam keterampilan militer untuk menghadapi peperangan melawan musuh-musuh syari’at. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan membimbing langkah mujahidin di wilayah Timur Suriah pada khususnya agar tetap berjuang didalam biingkai syari’at-Nya.


Sumber-sumber diplomasi di barat membeberkan fakta bahwa Washington memberikan semangat kepada pihak “Future Movement/Tayyar Al Mustaqbal” (sebuah parpol yang dipimpin oleh Saad Hariri, anak dari mantan PM Lebanon, Rafiq Hariri) agar membuka komunikasi secara langsung dengan pihak Hizbullah agar dapat saling memahami dalam kepemimpinan Lebanon kedepannya.


Dengan bersumber dari pihak diplomasi barat, surat kabar Al Jumhuriyah mengatakan bahwa “Washington terlihat percaya diri dengan kondisi di Lebanon yang relatif aman dan kondisinya yang tidak sampai ada peledakan dan perusakan sebagaimana yang biasanya terjadi, seperti yang terjadi pada musim panas lalu dan waktu-waktu sebelumnya”.

Perlu disebutkan di sini, bahwa media massa tengah memberitakan akan adanya pertemuan antara pemimpin FPM (partai kebebasan nasional), Michel Aoun dengan Saad Hariri, untuk membicarakan problem kekosongan jabatan presiden di Lebanon.

Brigade Mutsanna bin Haritsah berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur milik pasukan Assad di wilayah Mahassah, Qalamoun Barat, Provinsi Pesisir Damaskus pada hari Senin (23/6/2014).


Kantor berta di Qalamoun merilis bahwa sebelumnya para pejuang menargetkan pesawat tempur tersebut dengan menggunakan senapan mesin anti serangan udara, setelah sempat terbang beberapa saat, akhirnya pesawat tempur tersebut jatuh di wilayah Mahassah.

Pada hari sebelumnya, pesawat tempur musuh melancarkan 6 serangan udara dengan menggunakan bom barel di wilayah Haush Arab, Qalamoun Barat.


Fustath Al-Muslimin, kantor media Jabhah Nushrah propinsi Damaskus dan pinggiran Damaskus pada hari (15/6/2014) merilis video berjudul “Peristiwa-peristiwa sebagaimana diceritakan oleh para pelakunya – kota Adra Al-Ummaliyah”.

Video berdurasi 5 menit tersebut mendokumentasikan kesaksian sejumlah mujahidin Jabhah Nushrah yang terlibat dalam pertempuran menghalau serangan pasukan Nushairiyah terhadap kota Adra di distrik Ghautah timur, propinsi pinggiran Damaskus.

Puluhan tank dihancurkan dan tak kurang dari seribu tentara Nushairiyah tewas dalam pertempuran di kota Adra. Padahal mujahidin kalah jauh dari aspek persenjataan dan kendaraan tempur.

Seorang mujahidin menceritakan bagaimana pertolongan Allah datang kepada mujahidin di Adra. Dalam posisi genting saat tank BMP dan belasan tentara Nushairiyah hanya berjarak belasan meter dari beberapa orang mujahidin, tembakan mujahidin berhasil melumpuhkan tank BMP tersebut dan menewaskan sekitar 14 tentara Nushairiyah.



Pertempuran heroik kota Adra melibatkan operasi gabungan tiga kelompok jihad terbesar di propinsi pinggiran Damaskus, yaitu Jabhah Nushrah, Jabhah Islamiyah dan Ittihad Islami li-Ajnad Asy-Syam. Rezim Nushairiyah Suriah mengalami kekalahan memalukan di kota Adra walau telah mengerahkan pesawat tempur, tank, rudal, dan artileri berat.

Mahmud Abbas, tokoh perjuangan rakyat Palestina yang satu ini malah dikabarkan mendukung pemilihan umum yang diselenggarakan oleh pemerintahan Bashar Asad.

Demikian bunyi pernyataan yang ditulis di Damaskus. Mahmud Abbas, presiden pemerintahan yang berkekuasaan di Tepi Barat, menyebut jika pemilu buatan Bashar dapat menyelesaikan perang yang telah berlangsung tiga tahun.

“Pemilihan umum Kepresidenan Republik Arab Suriah menjamin persatuan dan kedaulatan Suriah, dan memulai hitung mundur berakhirnya krisis Suriah dan perang terhadap terorisme,” sebut Mahmud Abbas yang dikutip Facebook kepresidenan Suriah.


Pernyataan ini disebut merupakan surat yang menunjukkan ekspresi terkuat dari tokoh PLO ini kepada langkah yang dilaksanakan oleh penguasa status-quo di Suriah.

Baru saja, Mahmud Abbas yang pernah digosipkan sebagai penganut Baha’iyah ini, pada awal Juni telah melantik kabinet persatuan yang terdiri dari faksi Hamas dan Fatah yang pernah bertikai. Mahmud Abbas sendiri merupakan tokoh Fatah.

Serangan membabi buta pesawat tempur rezim Suriah di kota Aleppo kembali memakan korban tentara sendiri. Sebuah birmil yang dijatuhkan ke wilayah pejuang justru membelok dan mengenai perkumpulan para tentara Bashar Al-Asad.


Dilaporkan media Islam Dur Syamiyah, insiden pada Senin (23/06) itu terjadi di dekat daerah Madajin Azzan di pedesaan Aleppo selatan. Sedikitnya 25 tentara Bashar Al-Asad tewas akibat serangan salah sasaran tersebut.

Sejumlah sumber media menambahkan bahwa serangan itu juga menghancurkan sebuah kendaraan militer jenis BMP dan meriam 57.

Bom-bom birmil, Senin (23/06/2014), kembali menghujani sejumlah kota di Suriah. Akibatnya, puluhan orang dilaporkan tewas dan luka-luka.


Kantor berita Masar Pers menyebutkan, helikopter militer Suriah menjatuhkan birmil ke sebuah pemukiman sipil di lingkungan Al-Halak di kota Aleppo. Lima orang, termasuk di antaranya wanita dan anak-anak, tewas serta sejumlah rumah warga hancur akibat bom tersebut.

Masih di Aleppo, empat orang yang merupakan satu keluarga terbunuh setelah sebuah birmil menghantam rumah mereka di daerah Nahasin, lingkungan Bab Nasr, kota Aleppo Tua.

Pejuang Suriah membalas serangkaian serangan itu dengan menggempur basis-basis militer rezim di sekitar masjid Umawiyah di Aleppo dengan mortir. Kantor berita Masar Pers menyebutkan serangan itu menimbulkan korban tewas dan luka-luka di barisan tentara rezim.

Bom-bom birmil juga menghujani sejumlah kota di pedesaan Daraa, termasuk di antaranya kota Tasel, Inkhal, Maziriah dan Ghariyah.

Dari kota Raqqah dilaporkan sedikitnya lima orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka akibat serangan udara jet tempur rezim di sejumlah daerah di kota timur laut Suriah tersebut.

Jet tempur Suriah juga menyerang sebuah lokasi perternakan milik warga yang terletak di antara kota Malihah dan Kufru Bathna di pedesaan Damaskus timur. Militer berusaha menghabisi sumber-sumber pokok bagi keberlangsungan hidup warga Suriah.

Di sisi lain, sebuah jet tempur dilaporkan jatuh setelah terkena peluru pejuang di daerah Kalamoon, pedesaan Damaskus. Menurut informasi yang menyakinkan, pilot pesawat tersebut ikut hancur bersama pesawat yang dikemudikannya.

Sementara itu, jaringan Hak Asasi Manusia Suriah mendata sebanyak 39 orang tewas, termasuk enam anak-anak, dalam serangkaian kekerasan di seluruh wilayah di Suriah sepanjang Senin. Bahkan, sembilan di antara mereka tewas di bawah penyiksaan tentara rezim.

Komite Syariah Jaish al-Muhajirin wal-Ansar telah memberikan sebuah wawancara tentang berbagai topik termasuk pendapat mengenai FSA. Wawancara ini diterbitkan pada halaman resmi JMA di VKontakte.

________________________________________

TANYA : Apa yang Anda perjuangkan, dan apa tujuan Anda?

JAWAB : Kami berjuang untuk satu tujuan, yaitu untuk meninggikan Kalimah Allah di atas segalanya, sebagaimana Firman Allah : “Dan perangilah mereka sehingga tidak ada kesyirikan lagi dan agama itu semata-mata milik Allah. Jika mereka berhenti dari memusuhi kalian maka tidak ada permusuhan kecuali atas orang-orang yang dzalim”. [QS. Al Baqarah :190-192]

Dalam ayat ini, Allah SWT meminta kita untuk berjuang sampai kita berhasil menghapus dari muka bumi ini semua yang menghalangi dan mencegah orang dari menyembah Allah semata, dan meninggalkan apa yang dilarang oleh-Nya dan melakukan apa yang Allah perintahkan kepada kita.

Saat ini, Kuffar tidak membiarkan Negara mayoritas Muslim manapun tanpa mereka menjajah dan mengangkat pemimpin kafir yang berkuasa atas rakyat Muslim dan berhukum dengan hukum yang didikte oleh Kuffar. Bagaimanapun kita terpaksa mengakui kenyataan yang menyedihkan bahwa, hukum dan sistem seperti demokrasi dan liberalisme telah diciptakan untuk melindungi para penyimpang dan para penjahat yang memerintah umat muslim.

Hari ini, Anda tidak akan menemukan sebuah negara Muslim manapun yang diperintah oleh Hukum Allah, memerintahkan untuk segala yang diperintahkan oleh Allah dan melarang segala yang dilarang oleh-Nya. Anda tidak akan menemukan penguasa di Negara-negara muslim yang benar-benar mengamalkan Syariah Islam. Mereka para penguasa umat Islam saat ini telah menjual habis agama dan jiwa mereka kepada kaum Kuffar dan melakukan segala cara yang ada untuk menghapus sisa-sisa Islam di negara-negara mereka.
Setiap ajakan atau seruan untuk mendirikan Syariah Islam pasti ditekan dengan brutal, para ulama saleh dan para pendakwah yang berbicara tentang kebenaran dipenjara atau dibunuh. Syirik, zina, minuman keras, menyebar di mana-mana, kebenaran dianggap kuno, korupsi merajalela, singkatnya, ini adalah realitas dunia Islam saat ini.

Menurut pendapat kami, kami menempuh jalan ini dan kami mengamalkan jihad ini untuk membasmi musuh-musuh Allah yang menggerogoti masyarakat Muslim, dan dengan bantuan Allah kami tidak akan berpaling dari jalan ini sampai kami berhasil membebaskan tanah kaum Muslimin dari tiran ini, dan sampai tegaknya Hukum Allah yang akan memberikan kesetaraan, dan keadilan, kepada masyarakat, baik secara fisik maupun spiritual.

TANYA : Apa yang bisa Anda katakan tentang tuduhan yang di alamatkan kepada  Anda, bahwa Anda adalah seorang takfiri dan tidak mendengarkan nasehat para ulama?
JAWAB : Tentu saja semua ini adalah fitnah, hanya upaya lain untuk mendiskreditkan kami, apa yang bisa saya katakan, semua itu adalah lagu lama, sudah basi dan berkarat, tapi insya Allah kami akan menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan itu.

Alhamdulillah, kami mengikuti Al-Quran dan Sunnah sesuai dengan pemahaman para ulama terdahulu, dan kami berusaha untuk tidak menyimpang sedikitpun dari manhaj ini. Adapun mengenai kami tidak mendengarkan nasehat para ulama, aku bersumpah demi Allah pemilik Ka’abah, kami mendengarkan nasehat dari para ulama yang benar dan tulus yang bertindak dan berbicara sesuai dengan ilmu mereka, tetapi jika mereka (orang-orang yang menuduh kami) mengartikan para ulama tersebut dengan ulama su’, ulama yang menjadi antek-antek thaghut, dan mengeluarkan fatwa sesuai pesanan dan keinginan para penguasa thaghut, maka kami sekali-kali tidak akan mendengarkan nasehat dari orang-orang seperti itu. Bagaimana bisa kami mendengarkan mereka? Ketika mereka diminta oleh para penguasa untuk mengeluarkan fatwa yang membenarkan perilaku dan tindakan keji para penguasa thaghut itu, mereka segera bergegas melakukannya, menggunakan ayat-ayat Allah untuk membenarkan perbuatan yang bathil.

Semoga Allah melindungi kita dari kejahatan dan intrik mereka. Semoga Allah menguatkan kita di jalan-Nya dengan para ulama yang benar dan tulus kepada Allah dan tidak takut untuk mengecam kebathilan, mengklarifikasi kebenaran dari kebohongan. Aku akan jujur kepada Anda, kami telah melihat ulama-ulama tersebut, mereka adalah para ulama yang mengajak untuk berjihad dan terutama di sini, di Suriah. Masyarakat di sini benar-benar membutuhkan dakwah dan dukungan spiritual dari para ulama.
TANYA : Dapatkah Anda memberitahu kepada para pembaca tentang hal yang Anda lakukan di wilayah-wilayah yang telah dibebaskan, bagaimana Anda berhubungan dengan warga lokal, dan bagaimana mereka menyikapi kehadiran Anda di Suriah?

JAWAB : Alhamdulillah, di daerah yang telah dibebaskan, kami telah membuka beberapa lembaga Islam untuk melatih para pendakwah dari para siswa yang berbakat. Juga, di setiap masjid di daerah kami mengadakan kelas belajar mengajar aqidah dan fiqh bagi masyarakat, serta pelajaran membaca Al-Quran untuk anak-anak, minggu kemarin, kami mengadakan kompetisi dengan hadiah khusus untuk anak-anak. Juga, kami berencana untuk membuka sekolah tinggi dengan mata pelajaran modern dan Syariah. Alhamdulillah, jumlah jamaah kami terus meningkat, semakin banyak yang kembali ke agama Islam, setiap hari semakin banyak orang yang yakin bahwa tidak ada yang dapat memisahkan mereka dari Mujahidin.

Pengadilan Syariah telah dibuka untuk memecahkan perselisihan yang timbul di antara penduduk setempat, di mana setiap orang bisa datang dan bersaksi jika ia dirugikan oleh sesuatu atau jika ia diperlakukan tidak adil. Orang ini telah dipercayakan kepada kami oleh Allah, maka dari itu, kami harus merawat mereka dan menjaga kesejahteraan mereka di dunia dan Akhirat. Kami mengajak kepada semua saudara-saudara kami untuk bersikap lunak dan baik kepada orang-orang ini, karena mereka telah menderita begitu banyak. Ya, Anda bisa saja bertemu dengan beberapa orang yang fasik, dan bahkan beberapa orang yang murtad dari agama Islam, tetapi persentase mereka sangat sedikit, Anda akan menemukan bahwa akan ada lebih banyak kaum Muslimin yang mencintai dan taat, jadi kami tidak boleh tergesa-gesa, kami harus bersabar menghadapi mereka.

Tentu saja, dengan berat hati kami mengatakan, di dalam jamaah kami, kami memiliki orang-orang yang tidak mempunyai pemahaman dasar mengenai Islam, dan mereka menuduh seluruh rakyat Suriah kafir dan mencoba untuk membuktikan tuduhan mereka itu. Orang-orang ini tidak mengerti bahwa mereka mengulangi kata-kata yang sama yang diucapkan oleh Ayubovsty (pengikut Ayub Astrakhansky, sebuah kelompok takfiri terkenal), dan bahwa kaum Khawarij telah mengatakan hal yang sama ratusan tahun yang lalu. Mereka mengklaim bahwa jika pemerintah suatu Negara memerintah dengan hukum Thaghut, maka bangsa yang hidup di negara itu dianggap kafir.

Kami mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan para ulama tentang wilayah di mana hukum thaghut berlaku dan kekuasaan berada di tangan orang-orang kafir, bahwa ini disebut wilayah Kuffar. Tapi kami yakin bahwa istilah ini bukan berdasarkan agama mayoritas penduduk di wilayah itu, namun Istilah itu berlaku untuk wilayah yang diatur oleh hukum kafir, bahkan jika mayoritas penduduk di wilayah itu beragama Islam.

Mencukur jenggot dan menyerupai orang kafir dalam berpakaian, yang merupakan fenomena umum saat ini, bukanlah alasan bagi kita untuk mengkafirkan mereka.

Syaikh Abu Qatadah Al Filistini juga menulis sebuah buku mengenai hal ini dan mengupas masalah ini secara rinci dan kita tidak tahu pendapat ulama mana yang diambil oleh sebagian Mujahidin yang berpendapat berbeda dari pendapat ini.

TANYA : Bagaimana dengan FSA, apakah benar bahwa mereka adalah kaum nasionalis dan memiliki hubungan dengan Barat? Bagaimana seharusnya hubungan kita dengan mereka?

JAWAB : Seperti banyak orang di sini, Anda sudah mendapatkan kesan yang salah mengenai FSA. FSA bukanlah sebuah organisasi dan FSA bukanlah satu pasukan dengan satu komando dan satu pemimpin, FSA itu terdiri dari berbagai kelompok, di berbagai bagian Suriah, dengan berbagai komandan, berbagai sponsor dan berbagai pandangan. Mereka pada umumnya dipukul rata karena mereka menyebut diri mereka pasukan pembebasan dan menambahkan satu bintang dalam bendera mereka. Dan bahwa bintang tambahan itu melambangkan revolusi mereka, tidak lebih.

Singkat kata, kita tidak boleh memukul rata/gebyah uyah dan mengatakan sesuatu yang baik atau buruk tentang FSA, karena FSA terdiri dari berbagai golongan, pandangan dan tujuan. Di dalamnya ada kelompok yang berjuang hanya untuk uang, ada juga kelompok yang hanya ingin membalas dendam, dan ada orang-orang yang datang untuk membela desa atau kota mereka, dan ada sejumlah orang yang menganut paham kebebasan dan kesetaraan dengan model demokrasi Barat dan Barat memanipulasi mereka untuk kepentingan Barat sendiri, dan Barat sedang mempertaruhkan mereka untuk kejatuhan rezim Assad.

Namun, banyak juga kelompok di FSA yang telah menyatakan dan juga membuktikan bahwa mereka telah meninggalkan demokrasi dan mereka mengatakan bahwa Barat adalah pengkhianat dan mengambil keuntungan dari apa yang terjadi di Suriah.

Oleh karena itu posisi kami dalam kaitannya dengan mereka adalah sangat sederhana dan jelas, kami mengatakan bahwa orang-orang yang berjuang untuk mendirikan Syariah Islam dan melindungi tanah mereka dari penjajah Alawit adalah saudara kami dan mujahidin di jalan Allah sampai kami melihat sesuatu dari mereka yang melanggar aturan Allah.

Dan bagi mereka yang berjuang demi membangun demokrasi, liberalisme atau berhala-berhala lainnya yang akan memperbudak kembali kaum muslimin setelah jatuhnya Bashar, kami tidak menganggap mereka Muslim dan tidak membenarkan hal tersebut.

Jabhah Islamiyah
Jaisy Islam
Majlis Qiyadah Jaisy Islam
20 Juni 2014 – 22 Sya’ban 1435
بسم الله الرحمن الرحيم

Kepada seluruh saudara kita di Ghouthah Timur yang senantiasa bersabar, Allah berfirman:
“Dan Demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quran (supaya jelas jalan orang-orang yang saleh, dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa” [Qs. Al An’am: 55]

Seorang Qadhi nomer satu di wilayah Ghouthah Timur dari kelompok yang bernama Daulah Iraq dan Syam yang bernama saudara Anas Quwaidir Abu Hammam datang kepada kami – Jaisy Islam – ia bermaksud meninggalkan kelompoknya dan bertaubat kepada Allah Ta’ala dari bid’ah Khawarij yang sebelumnya ia bersama gerombolan Al Baghdadi yang lain berada di atasnya, ia menyaksikan kekejaman-kekejaman yang terjadi di dalam penjara-penjara mereka, penolakan mereka terhadap hukum Allah Azza wa Jalla, memvonis kafir kaum muslimin, merasa benci terhadap mereka, dan meyiapkan kekuatan untuk menyembelih dan memerangi mereka.

Taubat dari saudara Abu Hamam telah dilakukan di hadapan Hai’ah Syariah, ia mengabarkan kepada kami bahwa gerombolan Al Baghdadi berniat membunuhnya karena ia meninggalkan bai’atnya kepada Al Baghdadi (meninggalkan bai’at menurut mereka adalah tindakan ridah dan kufur), kini Jaisy Islam mengkhususkan saudara kita ini dengan sebuah ruangan dan dijaga oleh beberapa ikhwah.

Namun ketika saudara kita ini merasa bahwa dirinya telah aman, ia pun keluar dari ruangannya dan meninggalkan para penjaga, serta memberitahu mereka, bahwa mereka tidak perlu mengawalnya. Maka gerombolan Al Baghdadi memanfaatkan momen tersebut, yaitu saat ia tengah mengunjungi keluarganya, selanjutnya ia bersama ibunya dibunuh di jalan, semoga Allah merahmati keduanya.

Gerombolan tersebut kemudian melancarkan aksi teror terhadap kaum muslimin yang berada di wilayah Zamalka, namun mereka kabur dan melarikan diri setelah warga berkumpul untuk mengusir mereka. Sesungguhnya Jaisy Islam menganggap pembunuhan terhadap Saudara Asy Syahid Anas Quwaidir Abu Hammam bersama ibunya – semoga Allah merahmati keduanya – yang dilakukan oleh gerombolan Al Baghdadi “Da’isy” di Ghouthah Timur merupakan bentuk peperangan dan pembunuhan terhadap kaum muslimin ahlus sunnah di wilayah yang diberkahi ini, maka anjing-anjing neraka tersebut akan membayar dengan harga yang sangat mahal atas peperangan yang mereka lancarkan terlebih dahulu kepada ahlus sunnah di Ghouthah Timur.




Kantor media resmi Jabhah Islamiyah mengumumkan hasil dari pertempuran selama seminggu terakhir yang dilancarkan oleh mujahidin di wilayah Qalamoun Barat, Provinsi Pesisir Damaskus, pertempuran besar ini diikuti oleh para pejuang dari Jabhah Islamiyah, Itihad Islami Liajnad Syam, Jabhah Nushrah, dan seluruh pejuang Qalamoun.

Dalam pengumuman tersebut Jabhah Islamiyah mengungkapkan bahwa para pejuang berhasil membunuh 200 pasukan Assad dan pasukan milisi Hizbullah Lebanon beserta komandan SAA Brigjen. Usamah Ahmad dan seorang komandan Halish, Abu Ali Ma’ruf, para pejuang juga berhasil memusahkan sejumlah kendaraan tempur dan merampas seluruh persenjataan yang berada di gudang senjata Ras Maarrah, gudang senjata Haush Arab, Rankus dan markas Asl Ward.

Sejumlah sumber di lapangan menegaskan bahwa para pejuang telah berhasil menguasai kawasan Ras Maarrah secara keseluruhan, serta pos-pos militer penting di Desa Jarud Al Jabbah, mereka juga berhasil memusnahkan pos keamanan Deir, Aujah dan Marshad.

Disebutkan bahwa dalam pertempuran dahsyat ini, pasukan milisi syiah Hizbullah mengalami kerugian besar baik jiwa maupun materil.

Selasa (17/6) sekelompok mujahidin mengambil alih Al-Qaim, pos pemeriksaan perbatasan utama Irak dengan Suriah, mujahidin berhasil memukul mundur pasukan keamanan.

Sekelompok mujahidin itu ternyata bagian dari mujahidin Jabhah Nusrah dan Jabhah Islamiyah, yang sudah menguasai pos pemeriksaan perbatasan di Suriah.

Al-Qaim adalah satu dari tiga pos penyeberangan resmi dari Irak ke Suriah.


Pos yang pertama berada di Rabia telah ditinggalkan oleh pasukan Irak minggu lalu setelah mendapat serangan besar oleh kelompok militan Sunni dan diambil alih oleh pejuang dari pemerintah daerah Kurdi.
Sementara pos yang ketiga berada di Al-Walid, ke barat daya dari Al-Qaim, belum diketahui keadaannya.
Baru-baru ini Jamaah Daulah Islam Irak dan Syam, menyerbu dan menguasai tiga provinsi dalam hitungan hari.

Pasukan keamanan Irak yang tidak dalam kondisi siaga kewalahan menghadapi serangan-serangan itu, dan meninggalkan markas dan kendaraan untuk melarikan diri.

Sementara pasukan keamanan Irak tampaknya telah pulih dari goncangan akibat serangan mendadak itu dan berhasil merebut kembali beberapa daerah tertentu, namun pihak mujahidin juga terus menguasai daerah-daerah di tempat lainnya.

Addurar As-Syamiyah melaporkan pada Rabu 18 Juni 2014, Jama’ah daulah (ISIS) akhirnya mengizinkan masuk 4 truk pengangkut bantuan dan obat bagi penduduk Deir Az-Zur yang telah mereka kepung selama 15 hari terakhir.

Diinformasikan oleh akun Youtube Deir Az-Zur (دير الزور يوتيوب) bahwa jama’ah daulah (ISIS) akhirnya memberikan izin masuk untuk 4 truk melalui jembatan yang mereka blokade. Izin itu didapatkan setelah adanya kesepakatan yang terjadi anatara Jama’ah Daulah (ISIS) dengan Majlis Syura Mujahidin As-Syarqiyyah, yang notabene merupakan kumpulan faksi-faksi jihad yang berjuang di Suriah yang kini telah dianggap murtad atau berkhianat oleh jama’ah daulah.

Sebagaimana kami beritakan sebelumnya bahwa kota Deir Az-Zur merupakan salah satu kota yang dihuni oleh kaum muslimin sunni wilayah timur Suriah. Kota tersebut menjadi target penyerangan oleh tentara rezim Asad semenjak revolusi pecah. Kemudian faksi-faksi Mujahidin berbondong-bondong datang menolong kaum muslimin disana. Diantara faksi-faksi yang bergabung antara lain: Jabhah Nusrah, Ahrar Syam, Jabhah Islamiyah dan lain-lain. Setelah konflik takfir oleh ISIS semakin meruncing belakangan ini, menyusul pernyataan mereka bahwa Jabhah Islamiyah telah murtad dan Jabhah Nushrah adalah “shahawat”. Maka mereka pun merengsek mendekat untuk mengepung dan menyerang mujahidin yang sedang berjuang Deir Az-Zur.


Kini, kota Deir Az-Zur terkepung total dari dua arah. ISIS mengepung dari arah pintu masuk utara dan tentara syi’ah Asad mengepung dari arah pintu masuk selatan. Kaum muslimin penduduk sipil dalam 15 hari pengepungan ini telah mengalami penderitaan yang sangat mengerikan akibat dibombardir dari dua arah. Mulai dari kekurangan makanan hingga korban luka tidak bisa mendapatkan perawatan medis yang layak.
Sebagian besar penduduk memilih untuk mengungsi ke daerah yang lebih aman. Karena akses jembatan dikuasi ISIS, maka ratusan kaum muslimin terpaksa melarikan diri melalui sungai. Semoga Allah melindungi mereka dari dua daulah yang dhalim ini; pertama daulahnya Bashar Asad dan kedua daulahnya Baghdadi.


(Video truk yang berhasil masuk membawa logistik bantuan untuk penduduk Deir Az-Zur yang masih terjebak)


(Video kaum Muslimin Sunni mengungsi melalui sungai akibat bombardir pasukan ISIS kearah tempat tinggal mereka)


(Video penduduk sunni dari kalangan wanita, anak-anak dan orang tua renta yang sedang ketakutan diserang dengan roket oleh pasukan Baghdadi saat mereka sedang berjalan untuk mengungsi, sebagian mereka terbunuh karena serangan keji itu)

Semoga Allah hinakan orang-orang zhalim yang telah menodai kehormatan darah orang-orang yang beriman. Semoga Allah hancurkan bala tentara mereka yang sedang mengepung Deir Az-Zur. Dan Semoga Allah menguatkan kesabaran dan keteguhan para mujahidin yang sedang terkepung disana.

Sebelum ia sempat membuka matanya untuk menyaksikan Homs yang diliputi oleh peperangan dan pengepungan, bayi yang baru lahir ini meninggal dunia pada Senin (16/6) waktu setempat, sang ibu adalah seorang warga Kota Talbisah, pesisir utara Provinsi Homs yang bernama Ahlam Alush, ia melahirkan bayi yang malang ini di dalam rumahnya dengan diiringi oleh serangan bom pasukan Assad.


Pada saat sang ibu sedang berjuang menjalani proses persalinan ala kadarnya di dalam rumahnya dan ditemani oleh anak-anaknya yang lain, tiba-tiba serangan bom dari pasukan Assad datang menghampiri kota yang memang sebelumnya sudah menderita krisis kemanusiaan tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, empat roket datang sekaligus menghajar area di sekitar rumah keluarga ini, namun roket kelima benar-benar jatuh dan mengenai rumah ini, maka sang ibu yang sedang berjuang antara hidup dan mati ini dilarikan ke rumah sakit Kota Talbisah namun nyawanya tidak tertolong. Sesampainya di rumah sakit, para dokter langsung bergegas menyelamatkan janin yang belum sempat dikeluarkan dari dalam kandungan ibunya, namun takdir Allah berkata lain, bayi malang ini lahir dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa, pakaian pertama sekaligus pakaian terakhirnya adalah kain kafan.




(tim dokter dengan peralatan seadanya sedang berusaha menolong nyawa bayi tersebut)




Ya Allah, tempatkanlah ibu dan anak ini di dalam jannah-Mu, dan jadikanlah ia sebagai pemberi syafaat kepada seluruh keluarganya

Syaikh Iyad al-Qunaibi, seorang ulama asal Yordania, Rabu (18/06) diserang oleh sekelompok orang tak dikenal. Penyerangan yang terjadi pada pagi hari itu menyebabkan beliau mengalami luka-luka beberapa bagian tubuhnya.

Kejadian tersebut berawal ketika Dr. Iyad meninggalkan rumahnya hendak membeli sarapan untuk anaknya. Secara tiba-tiba, beliau diserang oleh 6 orang pria dengan menggunakan tongkat sebagai senjatanya.

Tak ada satu pun yang dikenali diantara mereka. Menurut Dr. Iyad salah satu diantara penyerang berjenggot dan mengenakan pakaian bergaya Afghanistan. Pukulan yang diarahkan kepadanya membuat kacamata pemegang gelar doktor lulusan Ilmu Farmatologi itu terlepas. Akibatnya beliau tidak dapat lagi mengidentifikasi beberapa orang yang lainnya.

Para pelaku kebanyakan fokus untuk melakukan pemukulan di bagian kepala dan wajah. Selain itu beliau juga menderita luka-luka dibagian punggung dan tangannya. Secara keseluruhan, kondisi ulama yang sering menyampaikan nasihat terkait perselisihan yang terjadi diantara para mujahidin di Syam itu baik-baik saja. Hanya saja beliau mengalami beberapa luka dan memar di beberapa bagian tubuhnya. Serangan itu juga menyebabkan kerusakan pada mobilnya.


Salah satu sahabat Syaih Abu Muhammad Al-Maqdisi ini menyatakan bahwa dirinya tidak ingin menuding kelompok tertentu atas serangan itu, dan beliau lebih memilih untuk meningalkan semua kemungkinan yang ada. Tapi tentu saja, para ekstrimislah yang menjadi tersangka dalam peristiwa ini. Dan mungkin saja ada hubungannya dengan pesan untuk ISIS dari  Dr. Iyad Qunaibi beberapa hari yang lalu.

“Jika yang melakukan ini adalah para ekstrimis (pendukung ISIS), maka hal itu semakin meningkatkan keyakinan kita tentang manhaj mereka yang rusak dan sesat,” kata Dr. Iyad. “Ini adalah bahasa para pengecut gagal yang tidak memiliki dalil, sehingga mereka hanya menjawab dengan caci maki dan setelah itu melakukan penyerangan,” imbuhnya.

Beliau juga mengatakan bahwa sebelumnya dia telah diancam oleh orang-orang tak dikenal.

Peristiwa penyerangan ulama dari Yordania ini sungguh mengundang keprihatinan seluruh umat Islam. Beliau adalah ulama kedua yang baru-baru ini diserang secara tiba-tiba. Sebelumnya, Dr. Syaikh Ayman al-Balawi juga mendapatkan serangan serupa.

Video pernyataan Dr. Iyad Al-Qunaibi terkait penyerangan yang menimpa beliau.


Video kunjungan Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi ke rumah Dr. Iyad Al-Qunaibi
dan pernyataan sikap beliau atas peristiwa ini.


Semoga Allah menjaga para Ulama jujur yang menegakkan kebenaran diatas muka bumi ini dari dengki dan makar para pengkhianat.

(17/06/2014) - Tentara rezim Suriah kembali melakukan serangan di Mleha pinggiran Damaskus dengan 14 serangan udara dan meluncurkan 16 rudal. Termasuk menargetkan pinggiran Kafar Batna, sementara daerah Duma dan Meqelibeh terjadi penembakan mortir yang menyebabkan beberapa orang terluka. Selain itu beberapa bom barel dijatuhkan oleh pesawat tempur Suriah menghantam wilayah Khan Al Sheikh sejak pagi sampai dengan sore hari.


Di pusat Damaskus, tembakan mortir mendarat di wilayah Tadamon yang dikuasai mujahidin dan di daerah kamp pengungsi Yarmouk; menurut aktivis di lapangan, mortir mendarat juga di dekat Abbasiyyin square, daerah Ghassani, Jalan Baghdad  dekat Al Tahrir square dan di belakang gedung Staf Umum.

Angkatan Udara Suriah membombardir hari ini daerah Tseel, Inkhel dan Bosra Al Sham provinsi Daraa serta desa-desa yang terletak di wilayah timur provinsi Idlib.

Di utara kota Aleppo seorang wanita hamil dengan anak kecil dan anak lain tewas oleh dua bom barel yang mendarat di lingkungan Marjeh; dua orang tewas di lingkungan Sekkari, dimana sehari sebelumnya puluhan orang tewas dan terluka akibat pemboman udara. Beberapa orang telah terluka juga di daerah Hayan dan Tal Refaat provinsi Aleppo yang menjadi sasaran oleh pesawat-pesawat tempur Suriah serta daerah Mare dan Hlisa.

(ANA Press)

Momen serangan pesawat jet tempur Suriah di Mleha, pinggiran Damaskus


Bentrokan terjadi antara Mujahidin dengan Tentara Suriah di Mleha


Kepulan Asap terlihat setelah dijatuhkannya Bom Barel di wilayah Khan alSheikh


Di wilayah Jobar, terowongan yang digali oleh Tentara Suriah ditemukan oleh Mujahidin


Kepulan asap setelah terjadi serangan udara di wilayah Tseel, Daraa


Di wilayah AlBalad Daraa, seorang ayah mengubur anaknya yang terbunuh akibat serangan udara


Proses evakuasi setelah serangan udara di wilayah Marjeh, Aleppo


"Jangan lupakan mereka dalam setiap do'a kita"

Sebuah kapal perang Amerika Serikat telah memasuki Teluk Persia pada hari Senin (16/06) dengan membawa ratusan pasukan marinir dan pesawat tempur, dengan alasan untuk melindungi orang Amerika di Irak.

“Keberadaannya di kawasan Teluk menambah kapal angkatan laut Amerika lainnya yang sudah ada di sana -termasuk kapal induk USS George H.W. Bush- dan memberikan opsi tambahan bagi kepala komandan untuk melindungi warga negara dan kepentingan Amerika di Irak, yang bisa dia pilih untuk digunakan,” kata Laksamana John Kirby.


USS Mesa Verde, sebuah kapal dermaga amfibi, datang dengan membawa 550 marinir serta pesawat MV-22 Osprey yang dapat memuat dan memindahkan secara cepat 22 orang marinir, dalam satu waktu untuk jarak jauh.

Pengerahan tersebut dilakukan setelah serangan mengejutkan oleh para mujahidin di seluruh wilayah di Irak Utara, yang mengakibatkan pasukan Irak kacau balau.

Presiden Barack Obama sedang mempertimbangkan pilihan yang diambil Amerika Serikat, termasuk melakukan serangan udara yang mungkin dilakukan untuk menghentikan gerakan pejuang Islam menuju Baghdad, kata pejabat keamanan tersebut. Kedutaan Amerika Serikat di Baghdad juga telah mulai mengurangi personilnya di Irak, dan meningkatkan keamanannya.

Kirby mengatakan Mesa Verde telah menyelesaikan transitnya melalui Selat Hormus.

Pengiriman kapal Mesa Verde ini menyusul kapal induk Amerika George H.W. Bush, yang memasuki kawasan Teluk pada akhir pekan lalu, bersama dua kapal perang lainnya yaitu kapal perusak USS Truxton dan kapal penjelajah USS Filipina Sea.

(AFP)

Otoritas keamanan Yordania Senin sore waktu setempat, 16 Juni 2014, telah membebaskan Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi, ideolog gerakan Salafi Jihadi Yordania, setelah berakhirnya masa hukumannya.



Tokoh terkemuka gerakan Salafi Jihadi, Muhammad Shalabi, alias Abu Sayyaf, melalui al hayat news, mengatakan, “Kami menyampaikan kabar gembira untuk umat, terutama para pengikut manhaj Tauhid dan Jihad, bahwa Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi telah bebas dari penjara setelah berakhirnya masa hukumannya di penjara di Yordania.”


Perlu disebutkan, pasukan keamanan Yordania menangkap Syaikh Al-Maqdisi pada September 2010. Tahun 2011 lalu, Pengadilan Yordania menjatuhkan hukuman kepada Syaikh Al-Maqdisi hukuman penjara selama lima tahun atas tuduhan merekrut pejuang, terutama untuk berjihad bersama mujahidin Taliban di Afghanistan. Syaikh juga dituduh telah melakukan kegiatan yang tidak disetujui oleh pemerintah yang dianggap bisa berdampak pada tindakan bermusuhan dan mengganggu hubungan rezim dengan negara asing.

Pasukan pemerintah rezim Suriah pada hari Minggu (16/06/2014) merebut kembali kota strategis Kasab, satu-satunya di dekat perbatasan dengan Turki di provinsi barat laut Latakia, televisi pemerintah melaporkan.

“Unit-unit dari tentara rezim sedang membangun kembali keamanan di provinsi Latakia setelah membunuh sejumlah besar mujahidin dan menghancurkan senjata mereka,” kata televisi, mengacu pada pejuang mujahidin yang telah menguasai kota selama lebih dari dua bulan.

Kasab, sebuah kota Armenia, adalah kota yang strategis dan penting karena terletak dekat satu-satunya perbatasan dengan Turki di provinsi Latakia yang sensitif, jantung dari sekte Alawit kampung Assad berasal.

Mujahidin termasuk didalamnya Jabhah Nusrah, anggota afiliasi  Al-Qaeda menarik diri dari kota tersebut pada hari Sabtu, Observatorium  Hak Asasi Manusia untuk Suriah melaporkan, mereka hanya menyisakan sejumlah kecil pasukan di belakang.

Saat mujahidin mundur, pasukan Assad yang didukung oleh kelompok-kelompok pro-rezim lainnya, di antaranya  Hizbullat Lebanon, telah masuk ke desa Nabaein dekat Kasab.

Pada hari Minggu, Observatorium For Human Right (SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa pasukan rezim telah memasuki Kasab, yang tadinya dikuasai oleh pejuang sejak 21 Maret, tetapi pertempuran yang sengit masih berkecamuk di kota.

Menurut sumber-sumber terpercaya, tentara Hizbullat Lebanon kini tengah berencana mengirim 1000 pasukan tambahannya ke Suriah, khususnya front-front pertempuran di Aleppo, Qalamoun dan Pesisir Damaskus.

Sumber-sumber ini menegaskan bahwa langkah ini diambil oleh Hizbullat setelah adanya kekurangan pasukan dampak dari ditarik mundurnya pasukan Irak dari Suriah dan kembali ke negaranya, pasukan Irak ini ditarik mundur untuk membantu pemerintahan Al Maliki yang tengah digempur habis-habisan oleh para pejuang ahlus sunnah Irak.


Beberapa waktu lalu beberapa sumber lapangan melaporkan langsung kepada situs berita Durar Syamiyah bahwa lebih dari 30 kendaraan pengangkut pasukan dan kendaraan-kendaraan tempur lainnya pergi meninggalkan front-front pertempuran di Kota Aleppo dengan membawa serta ratusan tentara Irak, ini diyakini merupakan kloter pertama tentara Irak yang hendak kembali ke negaranya.

The Sunday Times menurunkan berita bahwa seorang Mayor Jendral Iran memimpin langsung operasi dengan misi mempertahankan Baghdad, dalam penjelasannya, kantor berita ini menambahkan bahwa Iran tengah mencoba mengambil alih komando dari pasukan Iraq yang moralnya tengah runtuh, hal ini sengaja dilakukan oleh pihak Teheran demi keberlangsungan peperangan melawan “kelompok ekstrimis bersenjata” yang telah berhasil merebut wilayah yang sangat luas di Iraq.

Kantor berita tersebut menambahkan bahwa Mayjen Qasim Sulaimani, seorang komandan pasukan Quds, sebuah kesatuan di kemiliteran Iran saat ini tengah memimpin langsung operasi militer pasukan Iraq. Sulaimani tiba di Iraq minggu lalu bersama 67 orang penasihat militernya, ia bertanggung jawab untuk mempersenjatai dan membantu pasukan Iraq serta merencanakan strategi pertempuran bagi mereka.

The Sunday Times juga mengabarkan bahwa Presiden Iran, Hasan Rouhani menawarkan kerjasama dengan PBB untuk menghadapi mujahidin Iraq dan membantu Iraq, ia mengatakan, “kapan saja Amerika mulai beraksi untuk memerangi kelompok terorisme, kami akan dapat mempertimbangkannya.”

Lihatlah para musuh-musuh Islam bergandengan tangan dan bersatu dalam memerangi para pejuang Iraq, bukankah umat islam bersama para pejuangnya lebih baik dari mereka dan memiliki tujuan yang jauh lebih mulia dari mereka? Lantas mengapa para pejuang umat ini harus merasa benar sendiri dan memilih berpecah belah dalam menghadapi musuh-musuhnya?

Sehubungan dengan situasi terakhir di Der Zour
Majelis Syuro Mujahidin membantah perdamaian dengan ISIS
Berikut ini rilisan resminya :


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, akibat yang baik bagi orang yang bertaqwa, tidak ada permusuhan kecuali bagi orang-orang yang zhalim, shalawat serta salam kepada nabi kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya dan kepada para sahabatnya, amma ba’du:

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri). kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu)”. [Qs. An Nisa’: 83]

Sudah menjadi maklum bahwa menyebarkan rumor dan kabar burung adalah merupakan bagian dari perang psikologis yang selalu dilancarkan oleh musuh-musuh agama ini, untuk mengacaukan barisan mujahidin dan menebar perpecahan dan perselisihan di dalamnya. Akan tetapi senjata ini menjadi sia-sia jika digunakan untuk membantah masalah syar’i yang efektif, yaitu untuk menanggapi pernyataan dari para pemegang kepentingan dari komandan-komandan jihad dan para ahli ilmu yang diakui kapasitasnya, dan akan menjadi sia-sia jika digunakan untuk merujuk kepada mereka untuk meminta penjelasan tentang kebenarannya.

Tentang rumor adanya perundingan damai antara gerombolan Al Baghdadi dengan sebagian mujahidin dan anggota suku-suku, maka kami ingin menjelaskan bahwa hal ini adalah tidak nyata, dan sangat jauh dari kenyataan, Alhamdulillah. Karena sesungguhnya mujahidin dan para pejuang suku bersepakat dengan satu pandangan.

Rumor seperti ini sudah terjadi berulang kali, dan sikap khianat serta dusta yang dilakukan oleh gerombolan ini sudah bukan rahasia lagi. Bagaimana mungkin mereka menerima perdamaian padahal mereka sudah menolak segala ajakan perdamaian dengan membawanya ke meja perundingan berdasarkan hukum Allah? Mereka enggan mematuhi ajakan perdamaian berdasarkan kesaksian dari para ulama umat ini dan para pemimpinnya, mereka juga menolak seluruh inisiatif ajakan perdamaian di antaranya adalah inisiatif ajakan perdamaian dari suku-suku sungai Eufrat dan wilayah Khabur, bahkan mereka justru menambah sikap permusuhannya. Sungguh telah nampak kepalsuan dan kedustaan dari mereka bagi semua orang, trik mereka ini dapat dengan mudah diketahui bahkan oleh anak kecil sekalipun.

Gerombolan tersebut menyebarkan rumor ini demi mengangkat moral pasukannya yang telah jatuh hingga titik nadir karena mengalami kerugian besar setelah mereka mencoba menyerang singa-singa dari timur. Mereka juga telah tenggelam di dalam rawa peperangan namun mereka masih saja membantah dan berdebat dengan percaya dirinya. Yang paling besar adalah sikap menjauhkan dirinya dari umat, dari para ulama dan dari para pemimpinnya karena pemikirannya yang menyimpang yang sudah diketahui oleh seluruh manusia.

Dan kami memberikan kabar gembira kepada keluarga kami di wilayah timur Suriah dan di Syam secara khusus serta kepada umat secara umum, sesungguhnya kami tetap langgeng dalam berjihad melawan para thaghut dan ekstrimis, hingga Allah membukakan jalan bagi kami dan mereka, hingga mereka bersedia untuk tunduk di bawah mahkamah syariat yang selalu digaungkan-gaungkan oleh para sesepuh umat, dan hingga mereka bersedia untuk bertaubat dari kebid’ahan dan kesesatan mereka.

Kami juga mengajak kepada keluarga kami untuk lebih bersabar dan meneguhkan pendirian, karena kemenangan hanya ada seiring dengan adanya kesabaran, panji kebenaran akan menjulang tinggi seiring dengan jatuhnya kebatilan, karena Allah telah menjamin negeri Syam beserta para penduduknya. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.

Shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad, kepada keluarganya dan kepada seluruh sahabatnya.

16 Sya’ban 1435H/16 Juni 2014

Dalam sebuah video, milisi Irak yang berjuang bersama rezim Suriah, mengumumkan pembentukan “Squad Kemarahan Alawiyah” dalam upaya untuk meningkatkan moral Perdana Menteri Irak, rezim Nuri al-Maliki setelah kejatuhan yang mengejutkan kota-kota Irak di tangan mujahidin Irak.

Dalam video itu, seorang milisi Syiah muncul di tengah-tengah kumpulan militan, mengumumkan bahwa apa yang disebut “Perlawanan Islam di Suriah” akan membela Irak dari Utara hingga Selatan.

Pembaca pernyataan mengumumkan pembentukan “Squad Kemarahan Alawiyah” terdiri dari Brigade Zulfikar dan Brigade Al Imam al-Hussein dengan lebih dari 7000 pasukan untuk merebut kembali keamanan di Irak.

Milisi Syiah nampak di video telah terpengaruh dengan perkembangan cepat di Irak, dengan banyaknya kota dan situs penting jatuh ke tagan mujahidin. Tentara dan pasukan keamanan al-Maliki kehilangan semua kekuasaan mereka di berbagai kota, terutama di Mosul, kota terbesar kedua di Irak setelah Baghdad.

Pemimpin Brigade Zulfikar adalah Haidar al-Jabbori, pria yang terlibat dalam banyak pembantaian ahlus sunnah di al-Nabek dan pedesaan Damaskus.

Banyak yang menilai penyebutan jumlah 7000 pasukan, sedikit berlebihan dan tidak ada konfirmasi jumlah yang sebenarnya.

Perubahan arah tujuan milisi dari Suriah menjadi ke Irak, akan memunculkan tantangan baru kepada milisi yang datang untuk membela Bashar dan kepada hasil upaya mereka.

Keruntuhan cepat tentara Irak mengejutkan masyarakat regional dan internasional.

Kota utara Mosul awal pekan ini berhasil direbut oleh mujahidin Irak dalam revolusi yang dilancarkan, mereka kemudian bergerak menekan ke arah selatan Baghdad dalam serangan terhadap pemerintah pimpinan Syiah.

Presiden AS Barack Obama mengancam akan melancarkan serangan militer AS terhadap mujahidin di Irak.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Chuck Hagel, memerintahkan pemberangkatan sebuah kapal induk ke kawasan Teluk pada Sabtu (15/06). Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut keputusan Amerika untuk membantu pemerintah Irak yang kewalahan menghadapi serangan para pejuang yang telah berhasil menguasai beberapa kota.

“Perintah akan memberikan keleluasaan lebih bagi kepala komando, dalam mengambil opsi militer yang diperlukan untuk melindungi jiwa kehidupan Amerika, warga negara dan kepentingan di Irak,” kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.

Menurut pernyataan tersebut, kapal induk USS George H.W. Bush, yang bergerak dari Utara Laut Arab akan ditemani oleh kapal perang penjelajah USS Philippine Sea dan kapal penghancur USS Truxtun. Kapal-lapal tersebut diharapkan sampai di kawasan teluk paling lambat hari Sabtu.


Pada Jumat lalu Barack Obama mengatakan memerlukan beberapa hari untuk menentukan langkah Amerika Serikat dalam membantu Irak. Pemerintahan Syiah Irak kewalahan menghadapi para mujahidin yang berhasil merebut beberapa kota besar di Irak dan mulai mengarahkan sasarannya ke ibukota Baghdad.

Tetapi pemimpin Amerika Serikat itu mengesampingkan pengiriman kembali pasukannya dalam pertempuran di Irak, di mana lebih dari 4.000 tentara Amerika Serikat telah dalam peperangan yang terjadi sejak tahun 2003 sejak penggulingan Saddam Husein.

Sebelumnya Amerika telah meningkatkan bantuan pengawasan kepada Irak, juga mengirimkan bantuan serangan pesawat tak berawak atas permintaan Perdana Menteri Nuri al-Maliki. Pentagon juga telah menyiapkan berbagai opsi sebagai pertimbangan bagi Obama, termasuk melakukan serangan udara.

Menurut Angkatan laut Amerika Serikat, kapal induk USS George H. W. Bush adalah kapal induk terbesar di dunia. Kapal ini dilengkapi oleh dua reaktor nuklir dan dapat membawa sekitar 6.000 awak. Selain jet tempur, helikopter dan pesawat-pesawat lain, kapal ini juga didukung oleh rudal anti-kapal dan anti-pesawat yang canggih.

Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat mengatakan, USS George H.W. Bush sering digunakan untuk meluncurkan serangan udara, melakukan penerbangan pengintaian, melakukan pencarian, penyelamatan, kemanusiaan dan misi evakuasi, dan melakukan operasi keamanan di laut.

“Operator dapat melakukan semua itu dari laut, tanpa perlu izin dari negara lain,” kata pejabat yang tidak mau menyebutkan namanya tersebut.

Sumber : Reuters

BAGAIMANA SIKAP KITA SETELAH KEMENANGAN MUJAHIDIN IRAK
Oleh : Dr. Iyadh Qunaibi



Assalamualaikum Warahmatullah Wa Barakatuh, ini adalah pernyataan khusus tentang kemenangan-kemenangan kaum ahlus sunnah baru-baru ini di Iraq, pertama-tama, kami katakan; Selamat kepada umat Islam yang telah berhasil memenangi pertempuran melawan pasukan yang selalu menimpakan kepada ahlus sunnah di Iraq dengan siksaan yang pedih. Selamat kepada umat Islam yang telah berhasil membebaskan ribuan kaum ahlus sunnah dari penjara-penjara rezim setelah sekian lama mereka merasakan pahitnya derita, kemudian di sini kami akan menjelaskan beberapa poin:

PERTAMA

Sebagian orang tidak mampu membersihkan kerak yang ada di hati mereka akibat dampak dari kehidupan yang lalai. Diantara kerak-kerak tersebut adalah bersikap menentukan kubu bagi orang-orang yang berselisih, dan bersikap layaknya para suporter sepak bola yang selalu mengatakan, “kamu bela tim apa?”
Setelah pembebasan Mosul, sebagian orang berkomentar dengan disertai sikap yang puas karena dengan kemenangan suatu kelompok, maka ada kelompok lain yang merasa sakit hati, mereka mengibaratkan “timnya Daulah” berhasil mencetak gol ke gawang dari “tim lawannya”, maka “tim lawannya” ini pasti akan merasa jengkel.

Yang tidak diketahui oleh mereka adalah, kita ini diharuskan untuk tunduk kepada apa yang Allah perintahkan kepada kita, yaitu untuk menjadikan sikap wala’ kita ini ditujukan kepada siapa saja yang kita lihat berjalan di jalan yang lurus, siapa pun orangnya. Jika Jamaah Daulah mendekati (jalan yang lurus tersebut) atau siapa saja orangnya selain Daulah, maka kami akan mencintainya dan berwala’ kepadanya sesuai dengan kadar kedekatannya dengan jalan yang lurus. Sedangkan jika ia atau orang lain menjauh dari jalan ini maka sikap wala’ kami akan hilang sesuai dengan kadar menjauhnya ia dari jalan ini. dan kami memandang bahwa bentuk pertolongan kami terhadap jalan yang lurus ini adalah dengan berpegang teguh dengannya. Maka saya memandang bahwa saya harus memberikan pendapat saya secara pemikiran maupun secara syar’i.

Selanjutnya kami sangat senang ketika melihat apapun itu jamaahnya yang mendekat kepada kebenaran, maka tidak ada permusuhan dan penolakan terhadap perdamaian antara kami dengan jamaah sejenis mereka.

KEDUA

Yang nampak adalah bahwa kemenangan-kemenangan yang beruntun di Iraq adalah hasil perjuangan dari bermacam-macam golongan mulai dari suku-suku pejuang revolusi, Jamaah Daulah dan yang lainnya, dan didalamnya tidak terdapat pengurangan hak terhadap satupun jamaah disana. Yang terjadi di Iraq adalah perjuangan melawan musuh bersama terus berjalan beriringan dengan masyarakat sunni Iraq, yang seperti inilah yang kami harapkan terjadi di Syam.

Sedangkan tentang pernyataan bahwa Jamaah Daulah mengklaim prestasi tersebut hanya berkat jasa mereka saja, maka ini adalah propaganda media massa saja, karena yang terlihat adalah bahwa Jamaah Daulah mengklaim bahwa mereka adalah pihak yang turut terlibat dalam perang ini. Propaganda media ini bertujuan untuk menafikan kenyataan adanya revolusi rakyat dari kalangan ahlus sunnah yang diikuti oleh seluruh komponen masyarakatnya, jika media massa berhasil membentuk opini yang menafikan revolusi ini, maka mereka akan berusaha untuk menebar irama kebencian antara Jamaah Daulah dengan seluruh komponen rakyat sunni, dan menyerang kesatuan kubu ini dengan dalih menyelamatkan rakyat dari ancaman kekuasaan kalangan organisasi terorisme.

Maka yang wajib dilakukan adalah terlibat ke dalam perang media demi menampakkan apa yang sebaliknya dari yang mereka tuduhkan, yaitu dengan cara menampakkan bahwa revolusi kaum sunni ini dilakukan dengan persatuan dan menyingkirkan perselisihan demi menghadapi musuh bersama. Dan sampai sekarang Jamaah Daulah telah berhasil berjalan beriringan dengan kaum sunni, ia menjadi pelopor revolusi mereka, dan menjadi pasukan terdepan dalam peperangan mereka.

KETIGA

Tidak diragukan lagi bahwa di sana terdapat kemenangan-kemenangan yang membahagiakan semua orang, seluruh orang Islam bahagia dengan kemenangan kaum muslimin dan bahagia dengan kekalahan pasukan Al Maliki yang selalu menyiksa kaum muslimin dengan siksaan yang keji serta bahagia dengan dibebaskannya para tawanan dari kaum muslimin dari penjaranya. Oleh karenanya, kemenangan ini sendiri merupakan sesuatu yang tidak dibenci kecuali oleh orang-orang munafik. Akan tetapi untuk menyempurnakan kegembiraan yang mungkin dapat berbalik menjadi kesedihan – karena taqdir itu ditangan Allah – maka ini tergantung dengan apa yang akan terjadi setelah kemenangan-kemenangan ini.

Yang selalu kami harapkan sejak lama adalah persenjataan dan harta yang ada di tangan kaum muslimin dari Jamaah Daulah maupun dari suku-suku revolusioner hanya digunakan untuk terus membebaskan ahlus sunnah dari para penindas dan membersihkan bumi Iraq dari kekuasaan antek-antek Amerika, serta tidak digunakan untuk berperang dengan sesama dan tidak mengulangi kesalahan yang pernah terjadi (di Syam,-red). Maka ketika itulah demi Allah, yang ada pada kami tinggallah kegembiraan dan suka cita. Kami juga akan mendesak mereka untuk melakukan hal yang serupa di Syam.

Kami memohon kepada Allah agar mereka tidak digelincirkan oleh setan dengan menggunakan harta rampasan mereka untuk saling berperang dengan sesama muslim, baik di Iraq maupun di Syam, karena dengan itu, yang akan timbul adalah bencana bagi kaum muslimin, bukannya kenikmatan.

KEEMPAT

Jamaah Daulah di wilayah Neinawa merilis dokumen pada hari ini, yaitu tanggal 14 Sya’ban (Jumat, 13 Juni – red.) dengan judul “Dokumen Kota” secara umum isinya sudah baik, namun kami memohon kepada Allah agar dapat memberikan petunjuk kepada Jamaah Daulah dan bersedia mengevaluasi kembali poin ke-10 darinya, di mana disebutkan di dalamnya : “Dan sedangkan majelis-majelis, kelompok-kelompok dan golongan-golongan apapun itu bentuknya, maka kami tidak menerima sama sekali jika mereka mengangkat senjata, karena Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda:

مَنْ أَتَاكُمْ وَأَمْرُكُمْ جَمِيعٌ عَلَى رَجُلٍ وَاحِدٍ يُرِيدُ أَنْ يَشُقَّ عَصَاكُمْ أَوْ يُفَرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ فَاقْتُلُوهُ
“Bila datang kepadamu seseorang yg hendak mematahkan tongkatmu (memecah belah jama'ah) atau memecah belah persatuan kalian, maka bunuhlah dia” [HR. Muslim No.3443]”. Ini seperti yang tertulis di dalam dokumen tersebut. Maka kami tidak memandang jika hadits ini dapat diterapkan pada kondisi di Iraq, karena di sana belum didirikan Negara Islam dan belum ada seorang pemimpin syar’i yang dibai’at, namun ini tidaklah mengurangi prestasi-prestasi yang telah diukir oleh Jamaah Daulah akhir-akhir ini. Hanya saja dengan adanya prestasi-prestasi ini tidak berarti bahwa di Iraq telah ditegakkan Negara Islam dengan disertai adanya seorang pemimpin yang sah dan telah dibai’at, kemudian seluruh kaum muslimin bersepakat untuk tunduk di bawahnya, kemudian negara ini berhak untuk mewajibkan kepada mereka untuk tidak berjihad kecuali di bawah panjinya, jika tidak maka mereka dianggap telah memberontak kepadanya dan harus dikenakan sanksi.

Dan dengan kewajiban harus adanya negara dan seorang pemimpin yang sah, maka hadits ini berbicara tentang siapa saja yang memberontak terhadap jamaah (jamaah muslimin), bukan berbicara tentang siapa yang mengangkat senjata untuk berperang melawan musuh bersama. Oleh karena itu, perkataan mereka : “dan sedangkan majelis-majelis, kelompok-kelompok dan golongan-golongan apapun itu bentuknya, maka kami tidak menerima sama sekali jika mereka memegang senjata”, ini tidaklah benar. Selanjutnya kami hanya memohon kepada Allah agar memberikan kepada mereka petunjuk sehingga mereka bersedia mengevalusi kembali poin ini, karena tidak ada kebaikan ketika mereka melucuti senjata dari orang-orang yang memerangi musuh bersama.

KELIMA

Kami berharap seandainya Jamaah Daulah dapat mengambil pelajaran dari Iraq kemudian menerapkannya dalam revolusi Syam dengan langkah yang positif. Karena kami telah melihat bahwa mereka berhasil berkolaborasi dengan komponen-komponen masyarakat yang sejatinya berbeda manhaj dengan mereka namun memiliki tujuan yang sama. Maka seandainya saja kami dapat menyaksikan kolaborasi seperti ini di Syam demi mewujudkan tujuan bersama.

Pada akhirnya, apa yang penting bagi saya adalah bagaimana jihad di Syam dan di Iraq serta di negeri-negeri kaum muslimin lainnya ini dapat terus berjalan dengan tujuannya yang hanya berkisar diantara menolong orang-orang yang lemah, menghentikan kejahatan orang-orang kafir dan munafik, menegakkan agama Allah Ta’ala dan membebaskan diri dari tekanan pemerintahan rezim. Dengan landasan itu maka saya berusaha untuk mengajak setiap jamaah agar mereka menghentikan peperangan terhadap jamaah lain dan bekerjasama untuk fokus meraih tujuan utama. Saya juga akan memberikan apa yang saya pandang dapat memberikan sumbangsih dalam mengarahkan manhaj seluruh jamaah-jamaah tersebut demi menghindari penyimpangan manhaj.

KEENAM

Sebagian orang membeberkan bahwa terdapat campur tangan dari negara-negara tetangga dan dukungan mereka terhadap komponen-komponen pasukan pergerakan Iraq. Jika benar, maka ini tidaklah mengurangi esensi dari kemenangan ini dan tidak boleh mengkait-kaitkannya dengan teori konspirasi. Kami tidak menilai seorang muslim dari niat para musuhnya terhadap dirinya, karena musuh-musuh tersebut membuat makar dan merencanakannya kemudian mereka akan mengalami kerugian selanjutnya mereka akan kalah. Kuncinya adalah dengan menghadirkan rasa diawasi oleh Allah dan dengan menjalani perintah-Nya, karena Allah lah yang membuat makar terhadap hamba-hamba-Nya. Akan tetapi yang menjadi kewajiban dan tidak diragukan lagi adalah para ahlus sunnah Iraq harus mewaspadai permainan yang dilakukan oleh pihak luar terhadap revolusi dan jihad mereka, sehingga musuh-musuh tersebut justru memanfaatkannya bukan untuk kebaikan kaum muslimin.

KETUJUH

Prestasi Jamaah Daulah baru-baru ini tidak ada kaitannya dengan kesalahan strategi politik mereka di Syam yang telah kami kritik sebelumnya. Karena dengan adanya prestasi mereka ini tidak serta merta membatalkan pandangan saya terhadap mereka di Syam. Karena saya tidak menghukumi niat mereka, yang saya hukumi adalah perbuatan mereka yang tidak syar’i dan menyelisihi agama Allah, dan saya masih berpendapat seperti itu. Maka saya tidak menganggap benar kesalahan mereka di Syam seiring dengan adanya prestasi mereka, saya juga tidak menafikan prestasi mereka karena kesalahan mereka. Sebagaimana kami juga menganggap salah terhadap perbuatan mereka di Syam berdasarkan apa yang tampak, bukan berdasarkan niat mereka, maka sebaliknya kamipun merasa bangga dengan prestasi mereka di Iraq berdasarkan apa yang tampak bukan berdasarkan niat mereka. kami memohon kepada Allah agar mereka dapat membuat rekam jejak di Syam sebagaimana rekam jejak mereka di Iraq.

KEDELAPAN SEKALIGUS YANG TERAKHIR

Sesungguhnya kami melihat dari Jamaah Daulah di Mosul adanya kepahlawanan dari mereka, adanya rasa kasih sayang mereka terhadap kaum muslimin, manajemen mereka yang baik, sikap mereka yang menjaga perasaan serta lemah lembut dalam bertutur kata dengan orang-orang.

Maka inilah yang kami harapkan dari mereka agar melakukannya terus menerus di seluruh wilayah kekuasaan mereka baik di Iraq maupun di Syam, tidak bereaksi terhadap permasalahan yang ada, dan agar hubungan mereka dengan komponen-komponen rakyat ahlus sunnah adalah hubungan kerjasama dalam kebaikan, ketaqwaan dan penegakan agama Allah. Jika mereka melakukannya, maka mereka adalah saudara-saudara kami yang berhak mendapatkan pembelaan dan dukungan dari kami.

Ya Allah tolongah hamba-hambamu para mujahidin dari seluruh kelompok-kelompok jihad di Iraq dan di Syam…
Ya Allah bersihkanlah manhaj mereka, betulkan pandangan mereka, tepatkanlah tembakan mereka, satukanlah mereka di atas apa yang Engkau ridhai dan cintai, tolonglah kami agar kami dapat menolong mereka…

Was Salamu Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

Kelompok-kelompok jihad dan suku-suku Ahlus Sunnah berhasil merebut kota Mosul dari tangan rezim Syiah Irak. Hal itu memaksa PM Syiah Nouri Al-Maliki mengumumkan kondisi siaga dan pengerahan operasi besar-besaran untuk memukul mundur mujahidin Ahlus Sunnah, Aljazeera melaporkan.

ISIS, Jama’ah Ansharul Islam, Jaisyul Mujahidin, Jabhah Murabithun, Kataib Dir’ul Islam dan beberapa kelompok jihad lainnya serta suku-suku muslim melakukan operasi gabungan di kota Mosul, propinsi Niniveh. Serangan gabungan itu berhasil memukul mundur tentara dan kepolisian Syiah Irak dari kota Mosul. Tak ingin mati sia-sia, sisa-sisa tentara dan polisi Syiah Irak melarikan diri dari kota Mosul.


Revolusi suku-suku muslim Irak meletus setelah pasukan rezim Syiah Irak membantai lebih dari 70 demonstran muslim di I’tisham Square, kota Huwaijah, propinsi Kirkuk pada 23 April 2013. Sejak itu sebagian besar propinsi yang berpenduduk mayoritas muslim Ahlus Sunnah bangkit melakukan revolusi melawan rezim Syiah Irak. Suku-suku muslim Irak dan kelompok-kelompok jihad melakukan operasi-operasi serangan di propinsi Anbar, Shalahuddin, Niniveh, Kirkuk, Diyala dan beberapa propinsi lainnya.

Kebiadaban pasukan rezim Syiah Irak terulang di kota Mosul dan Samira pada Jum’at (6/6/2014). Pasukan pemerintah Irak telah membombardir dengan meriam Hawan pemukiman penduduk di desa Zahra’, Mosul timur dan desa Tanak, Mosul barat. Bombardir brutal itu telah menyebabkan 70 penduduk kedua desa tersebut gugur dan puluhan luka cedera.

Pada hari yang sama pasukan “anti teror” SWAT Syiah Irak menangkap dan mengeksekusi mati 13 warga sipil muslim di kota Samira. Puluhan warga sipil lainnya gugur oleh serangan udara dan artileri berat rezim Syiah Irak terhadap kota Ramadi dan Fallujah di propinsi Anbar.

Kebiadaban pasukan Syiah Irak tersebut membangkitkan perlawanan umat Islam Irak. Tidak hanya kelompok-kelompok jihad, suku-suku muslim pun bangkit mengangkat senjata. Intifadhah Ahrar Al-Iraq pun meletus dan di setiap kota pejuang revolusioner suku-suku muslim membentuk Dewan Militer.

Perlawanan seluruh elemen suku muslim dan kelompok jihad itu membuktikan efektifitasnya di bulan Juni 2014 ini. Kota Mosul di propinsi Niniveh dan kota Huwaijah di propinsi Kirkuk jatuh ke tangan mujahidin Irak. Hal itu disusul oleh berita jatuhnya kota Tikrit, propinsi Kirkuk ke tangan mujahidin Irak.

FBI sedang menyelidiki orang-orang dengan latar belakang Somalia yang telah melakukan perjalanan dari Amerika Serikat ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok pejuang dalam memerangai rezim Presiden Bashar al-Assad, sebagaimana dilansir oleh Al Jazeera, Jum’at (13/6/2014).


Kyle Loven, juru bicara kantor FBI Minneapolis, mengatakan pada Kamis (12/6) bahwa dalam beberapa bulan terakhir kantor FBI telah menerima informasi yang menunjukkan bahwa sebanyak 10 sampai 15 orang dari komunitas Somalia yang besar di kawasan ini telah melakukan perjalanan dari Minneapolis-St Paul ke Suriah.

Loven mengatakan bahwa FBI percaya mereka akan bergabung dengan pejuang jihad di Suriah, kantor berita Reuters melaporkan.

Departemen Kehakiman AS, FBI dan badan mata-mata AS baru-baru ini menugaskan para koordinator atau tim khusus untuk memantau perjalanan mereka.

Penyelidikan FBI tersebut berkembang dari suatu penyelidikan yang dimulai pada tahun 2007 yang menyelidiki orang-orang dari latar belakang Somalia yang melakukan perjalanan dari Amerika ke Somalia untuk berjuang dengan kelompok al-Qaeda al-Shabab.

Pemerintah AS baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa seorang pria asal Florida, Munir Muhammad Abu-Salha, telah menjadi pelaku bom syahid di Suriah.

Seorang komandan pasukan Syabiha yang bernama Ziyad Kamaludin tewas pada hari Selasa (10/6) di wilayah Sarghaya, pesisir Provinsi Damaskus.

foto pasukan syabiha di Suriah

Berita ini dikuatkan oleh kantor berita Siraj Press yang melaporkan bahwa pejuang revolusioner berhasil melancarkan aksi penyergapan terhadap pasukan Syabiha di depan Masjid Sahl, wilayah Sarghaya, akibatnya seorang komandan pasukan Syabiha yang bernama Ziyad Kamaludin bersama seorang partnernya yang bernama Wasim Rustum tewas, Wasim adalah seorang petinggi pilihan pasukan milisi Syabiha, setelah serangan ini, pasukan Assad tampak meningkatkan kesiagaan di Sarghaya untuk mengantisipasi serangan lanjutan dari para pejuang.

Sebelumnya memang para pejuang telah menargetkan Ziyad Kamaludin karena track recordnya yang kelam, dia telah beberapa kali menangkap para pemuda untuk kemudian diserahkan kepada dinas keamanan Suriah, ia juga telah berhasil mengkader puluhan orang yang kini telah bergabung ke dalam kesatuan Pasukan Pertahanan Nasional atau yang dikenal dengan Syabiha.

Para mujahidin dari berbagai kelompok yang tergabung dalam Ruang Operasi Gabungan Penduduk Syam melancarkan penyerangan terhadap posisi pasukan Assad yang bertahan di gedung Aytam, sebelah timur gedung markas Intelejen Angkatan Udara Suriah yang terletak di Distrik Az Zahra, Kota Aleppo pada hari Selasa (10/6).

Kantor berita Halb News menuliskan laporan berdasarkan sumber militer, bahwa para mujahidin berhasil menguasai gedung Aytam yang menjadi sarang pasukan Assad dan pasukan milisi Hizbullat Lebanon, dan menewaskan sejumlah besar tentara dari kedua pasukan tersebut.

Selanjutnya pada hari yang sama, para mujahidin terlibat baku tembak sengit dengan pasukan Assad dan Hizbullat yang berada di atap gedung markas Badan Intelejen Angkatan Udara, para pejuang menargetkan akan mengambil alih gedung yang merupakan markas terpenting milik musuh di Provinsi Aleppo tersebut.

Pada hari Kamis (12/6), para pejuang dari berbagai kelompok perlawanan berhasil menguasai kawasan yang luas yang merupakan bagian dari Kota Rankous, wilayah Qalamoun, Provinsi Pesisir Damaskus. keberhasilan yang gemilang ini mereka raih setelah melakukan pertempuran sengit dengan pasukan Assad yang dibantu oleh pasukan milisi Hizbullah.


Dalam pertempuran tersebut para pejuang berhasil menewaskan 14 tentara pasukan Assad dan 3 tentara dari milisi Hizbullah, ditambah lagi dengan menghancurkan 4 kendaraan militer milik musuh.

Sampai saat ini pertempuran masih berlanjut di kawasan distrik-distrik timur Kota Rankous, para pejuang menggempur distrik-distrik tersebut dengan menggunakan meriam dan roket, dan berencana akan menguasainya dari tangan pasukan Assad.

Pada hari Selasa (10/6), sejumlah kendaraan tempur jenis Hummer milik pasukan Al Maliki yang kemudian direbut oleh ISIS tiba di wilayah Tel Hamis, pesisir Provinsi Hasakah. Kendaraan-kendaraan buatan Amerika ini berhasil mereka rebut dari tangan Al Maliki setelah mereka melancarkan serangan terhadap markas-markas pasukan Iraq yang berada di perbatasan Iraq- Suriah, dari arah wilayah yang telah mereka kuasai di Suriah.

Sebuah situs pro ISIS mengupload foto-foto yang menunjukkan sejumlah mobil, senjata berat dan banyak amunisi yang berhasil mereka rebut dari tangan pasukan Rafidhah Iraq, dan kemudian mereka bawa ke wilayah-wilayah kekuasaan mereka di Provinsi Hasakah.

Maka sejauh ini, ISIS telah berhasil menguasai perbatasan Iraq-Suriah, seluruh perbatasan tersebut mereka buka dengan lebar sepanjang ratusan kilometer, mulai dari pesisir timur wilayah Syadadi, melewati pesisir wilayah Haul, hingga jalur penyeberangan antar negara Al Ya’rabiah yang berada di timur laut Suriah.

Pihak berwenang Yordania pada Senin (9/6/2014) menetapkan untuk membebaskan Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi di tengah serangkaian ancaman kematian yang dia terima.


Menurut pengacara pembela Majed Al-Leftawi, pihak berwenang menetapkan untuk membebaskan Syaikh Al-Maqdisi pada Ahad (15/6) setelah tengah malam. Dia akan dibebaskan setelah ulama dan tokoh Al-Qaeda kelahiran Yordan ini menjalankan “hukuman” lima tahun penjara atas tuduhan “terorisme”.

Menurut Leftawi, pihak berwenang tidak akan bisa menahan Syaikh Al-Maqdisi, yang menjadi salah seorang tokoh paling menonjol di Al-Qaeda dan mentor pemimpin Al-Qaeda di Irak Abu Musab Az-Zarqawi (telah syahid, in syaa Allah) ini setelah Ahad (15/6), karena tidak ada lagi kasus yang tertunda terhadap dirinya.

“Tidak ada kasus baru atau kasus-kasus yang tertunda terhadap Abu Muhammad Al-Maqdisi, jadi secara sah dan konstitusional, pihak berwenang tidak bisa menunda pembebasannya,” kata Leftawi kepada Jordan Times.

Sebelumnya, sumber pengadilan di Mahkamah Keamanan Negara – yang menjatuhi hukuman lima tahun penjara terhadap Syaikh Al-Maqdisi pada tahun 2009 dengan tuduhan merekrut dan menyediakan dana bagi para pejuang jihad dan Taliban di Afghanistan – menyampaikan merencanakan penunandaan atas pembebasannya.

Mendekati hari pembebasannya, Syaikh Al-Maqdisi telah dilaporkan menerima puluhan ancaman kematian dari pihak yang mengklaim diri mereka sebagai para pendukung Daulah Islam Irak dan Syam atau Islamic State of Irak and Sham (ISIS) dalam menanggapi pernyataan-pernyataan kritisnya baru-baru ini.

Menurut sumber Salafi Yordania, keluarga Syaikh Al-Maqdisi telah menerima serangkaian pesan yang mengancam kehidupan ulama jihad itu, yang isinya menuduh Syaikh sebagai “seorang agen Zionis dan tentara salib Barat untuk menghancurkan proyek daulah Islam dan mencegah munculnya kekhalifahan.”

Ancaman-ancaman tersebut dikabarkan berasal dari jihadis Yordania yang mendukung ISIS di tengah keretakan yang berkembang dengan Al-Qaeda. Sejumlah sumber menyampaikan bahwa ancaman-ancaman itu bahkan juga sampai kepada Syaikh Al-Maqdisi di penjara.

Menanggapi ancaman yang diklaim sebagai upaya untuk memindahkan perang saudara mujahidin Suriah ke Yordania ini, anggota gerakan pemuda muslim Yordania telah membentuk “komite populer” yang didedikasikan untuk perlindungan terhadap Syaikh Al-Maqdisi dan ulama senior lainnya dari serangan-serangan potensial.

“Ada bahaya nyata bahwa baik Daulah Islam, atau agen atau layanan intelijen yang bertindak atas nama Daulah Islam akan berusaha untuk menyerang para pemimpin kita dan menyalakan percikan perang saudara,” kata seorang anggota terkemuka dari gerakan Salafi, yang menolak disebutkan namanya, untuk keamanan.

Pada bulan Mei, sekelompok orang tak dikenal menyerang dan melukai ulama terkemuka Syaikh Aiman Balawi, seorang pendukung Jabhah Nushrah dan seorang murid Syaikh Al-Maqdisi, di luar sebuah masjid di Amman. Para penyerang meneriakkan slogan-slogan pro-ISIS, menurut sumber-sumber Islam dan para saksi.

Ancaman-ancaman tersebut disinyalir datang setelah pernyataan yang dibuat oleh Syaikh Al-Maqdisi pekan lalu yang mengungkapkan mengenai kepemimpinan ISIS.

“Kami menunggu dan bersabar untuk jangka waktu yang lama dengan harapan bahwa apa yang disebut sebagai ISIS akan kembali kepada kebenaran dan mendengarkan Syaikh-Syaikh mereka – sayangnya mereka memutar dan berbalik, dan banyak berbohong – dan telah menunjukkan sifat sejati mereka,” kata Syaikh Al-Maqdisi dari penjara dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Al-Jazeera. Dia dan sejumlah tokoh telah mengkonfirmasi keotentikan pernyataan itu dan bahwa pernyataan itu tidak dibuat di bawah paksaan.

Sebelumnya pada bulan Mei, Syaikh Al-Maqdisi menyatakan bahwa ISIS telah menyimpang dari ajaran jihad, mendesak semua pejuang ISIS untuk membelot dan bergabung dengan barisan Jabhah Nushrah, cabang resmi Al-Qaeda di Suriah.

“Kami menyatakan bahwa Daulah Islam Irak dan Syam telah menyimpang dari kebenaran, menyesatkan mujahidin dan telah terlibat dalam penumpahan darah orang-orang beriman … kami menyeru kepada anggota Daulah Islam untuk membelot dan bergabung dengan Jabhah Nushrah dan kepemimpinannya,” kata Syaikh Al-Maqdisi, bangkit dari kegagalan beberapa inisiatifnya untuk mengakhiri pertikaian antara ISIS dan kelompok-kelompok jihad lainnya.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget