Halloween Costume ideas 2015
[ads-post]

Siapa dibalik akun @Asawirtimedia, Akun Twitter Yang Selalu Membela Jamaah ISIS

Segala puji bagi Allah SWT, shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga-keluarganya, para sahabatnya dan kepada para pengikutnya, amma ba’du..

Di awal ini, saya ingin menyampaikan, betapa hanya Allah lah yang mengetahui kadar kesabaran saya dalam menahan diri selama 5 bulan untuk tidak menuliskan risalah ini, maka semoga Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang menuliskan sesuatu karena mengharap ridha-Nya.

Namun ternyata hawa nafsu telah menyelinap ke dalam hati mereka sehingga timbullah rasa fanatik, kebencian, provokasi terhadap sesama mujahidin dan mengingkari janji yang membuat saya akhirnya menuliskan pernyataan ini, agar kebenaran dapat tersampaikan dan isi hati saya dapat dikeluarkan.

Sebelum masuk ke dalam pembahasan, saya ingin berbicara kepada admin akun twitter @AsawirtiMedia, yang menamakan medianya dengan nama Turjuman Al Asawirti. Sesungguhnya risalah ini saya tujukan kepadanya dengan maksud menantangnya untuk bermubahalah atas perjanjian yang dahulu telah kita sepakati bersama di hadapan Allah. Cukuplah Allah sebagai pelindung kami, maka patahkanlah tulang punggung mereka yang telah berdusta dan melanggar perjanjian dan timpakanlah kepada mereka balasan yang setimpal.

Maka dengan menyebut nama Allah, saya mulai kisah ini dengan kembali pada bulan september tahun lalu, saat itu saya berfikir untuk berhenti menggunakan twitter dengan maksud untuk menjauhi dua hal, yang pertama riya’ dan fitnah sedangkan yang kedua karena masih ada banyak urusan yang lebih penting daripada twitter.

Saat itu akun twitter saya adalah @M3RKAH (Ma’rakah) akun tersebut kini digunakan oleh Turjuman Al Asawirti dan diubah namanya menjadi @Asawirti Media.

Saya merasa takut untuk meninggalkan akun tersebut secara keseluruhan dan tidak memberikan sumbangsih apapun dalam menolong agama Allah dan umat islam, maka saya terus memantau kicauan-kicauan @AsawirtiMedia (pada saat itu saya mengira bahwa ia adalah teman seperjuangan) maka saya berfikir untuk menyerahkan akun saya kepadanya agar ia pergunakan untuk menyokong para mujahidin dan orang-orang yang lemah, sebagaimana sebelumnya yang saya perbuat dengan akun ini ketika masih saya kelola.

Maka terjadilah kesepakatan antara saya dengan Turjuman atas hal ini, dan agar nama akun tersebut diubah menjadi ’ منبر إعلام الجهاد’  (Mimbar I’lam Jihad) dan akan melayani serta mendukung “semua kelompok perlawanan islam” artinya setiap apa yang mereka tweetkan haruslah menampakkan maksud untuk  membela kehormatan mereka dan tidak ada unsur keberpihakan kepada satu kelompok saja. Kemudian kami juga bersepakat bahwa saya akan menuliskan penjelasan atas kesepakatan ini di laman twitter tersebut sebelum diserahkan kepada Turjuman Al Asawirti.

Pernyataan “Ma’rakah” pada akun twitternya sebelum diserahkan kepada Turjuman Al Asawirti



Dan terakhir sebelum saya benar-benar menyerahkannya kepada Turjuman Al Asawirti saya berkata kepadanya  : “Berjanjilah kepadaku wahai Turjuman, bahwa anda tidak akan menikam seorangpun mujahidin, tidak menghina dan menyindir mereka melalui akun ini”. Maka ia berkata : “Saya bersumpah kepada Dzat Yang Maha Tinggi dan Agung, bahwa saya tidak akan menikam seorangpun mujahidin yaitu mereka yang kakinya terkena debu di jalan Allah”. Maka saya pun mengucapkan Alhamdulillah, dan saya tambahkan kepadanya  : “Sungguh saya akan berlepas diri kepada Allah jika terdapat tikaman dan hinaan oleh akun ini kepada setiap mujahidin sekecil apapun itu setelah saya menyerahkannya kepadamu”.

Kemudian beberapa hari semenjak saya tidak menggunakan twitter, saya mengabari Turjuman bahwa ia bisa saja merubah nama akun tersebut dengan namanya sendiri dan tidak lagi menggunakan kan nama Mimbar I’lam Jihad, sehingga setiap orang dapat mengetahui jati dirinya dan agar pikirannya tidak bercabang-cabang dengan mengurusi akun pribadinya dan akun pemberian saya tersebut. Namun “perjanjian tetap seperti semula dan terus berjalan”, yaitu ia tidak diperbolehkan menikam satu orang mujahid-pun melalui akun itu dan wajib mendukung semua kelompok jihad. Maka setelah urusan kesepakatan ini beres, dia pun mengganti nama akun tersebut dari Mimbar I’lam Jihad menjadi “ترجمان الأساورتي للإنتاج الإعلامي” “Turjuman Al Asawirti Lil Intaj Al I’lamiy”.

Kemudian saya meninggalkan akun tersebut, namun setelah berlangsung beberapa waktu ternyata banyak saudara-saudara yang mengadu kepada saya, mereka mengabarkan kepadaku bahwa akun pemberianku itu digunakan oleh Turjuman untuk menebar racun dan fitnah. Dia telah menyimpang dari kebenaran dan mulai menjajakan fitnahnya dengan label  “advokasi dan pembelaan”. Dia telah berubah menjadi seorang penikam yang menghunjamkan caciannya kepada setiap orang yang mengkritik kelakuan Daulah dengan dalih “membela kehormatan mereka (daulah)”.

Akun ini telah berubah manjadi akun pemantau bagi setiap kekeliruan kelompok-kelompok perlawanan lain dengan dalih “menyingkap hakekat shahawat”. Akun ini menjadi buta akan kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh Daulah dengan alasan “mengubur potensi timbulnya fitnah”. Ia mulai menyuntikkan madu ke dalam racun dengan klaim “membela kebenaran”. Ia mulai terobsesi untuk memperbanyak tweet-tweet yang mengandung fitnah dengan alasan “membantu yang tertindas”.

Saya memilih untuk mengecek secara langsung agar lebih meyakinkan diri. Kemudian setelah saya yakin bahwa dia memang terbukti mengatakan perkataan-perkataan seperti itu, maka saya mengirimkannya sepucuk surat sebanyak 5 lembar yang saya titipkan kapada salah seorang ikhwah. Saya mengingatkannya dengan perjanjian yang telah kita sepakati bersama, yaitu dilarang menikam, menghina dan menyindir seorang mujahid pun, dan Allah menjadi saksi atas perjanjian ini. Saya memperingatinya agar bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan agar menjaga kesucian darah para mujahidin yang tumpah oleh tangan sebagian dari mereka dengan tidak melontarkan sepatah katapun mengenai mereka. Saya juga mengatakan kepadanya melalui surat itu bahwa api neraka akan membakar orang-orang lancang di Twitter terlebih dahulu sebelum membakar para pelaku pembunuhan mujahidin, karena pertikaian antar mujahidin ini berawal dari prasangka, kebencian, hinaan, tikaman dan sindiran yang selama ini beredar di Twitter. Saya menambahkan, bahwa ia harus bertaqwa kepada Allah dan menjaga lidahnya dari menikam seseorang disebabkan rasa fanatiknya kepada jamaah tertentu, maka dia harus mengembalikan akun tersebut kepadaku jika ia masih tetap bersikukuh untuk terus menikam mujahidin… (dan seterusnya).

Saya tidak ingin menanggung beban dosa pembunuhan terhadap kaum muslimin hanya karena sebuah akun Twitter yang disalahgunakan oleh seseorang yang menipuku dan melanggar perjanjian, karena  akun tersebut menjadi ajang persekongkolan dan fitnah.

Namun ternyata Turjuman mengabaikan suratku dengan alasan bahwa ia sangat sibuk dan berjanji akan membalasnya dalam waktu dekat, namun yang Turjuman maksudkan dengan ‘dalam waktu dekat’ adalah 5 bulan!

Setelah saya yakin bahwa dia memang sengaja tidak membalas surat saya, tidak mengedepankan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan sengaja melanggar perjanjian yang telah disepakati dengan disaksikan oleh Allah, maka saya menyampaikan kepada seorang ikhwah agar ia menyampaikannya kepada Turjuman, agar ia mengembalikan akun Twitter itu kepada saya.

Namun bagaikan petir di siang bolong, dia memberi jawaban secara langsung kepada saya yang intinya dia berkata, “diantara saya dengan Ma’rakah tidak terdapat lagi perjanjian, karena perjanjiannya hanya berlaku ketika akun tersebut masih bernama ‘Mimbar Al I’lam Al Jihad’. Semenjak akun ini berubah namanya menjadi ‘Turjuman Al Asawirti Lil Intaj Al I’lami’, maka perjanjian tersebut menjadi batal dan saya berhak menggunakan akun ini sekehendak hati saya”. Demikianlah yang dikatakan oleh Turjuman, maka bagiku cukuplah Allah, Dzat yang mengetahui segala hal.

Turjuman menambahkan, “akun ini dahulu hanya memiliki 20.000 followers, sedangkan kini angkanya telah mencapai 46.000!”, seakan-akan yang terpenting menurutnya adalah memperbanyak jumlah follower, sedangkan apa yang ia tweetkan adalah prioritas nomer sekian, padahal kicauan-kicauannya dapat menimbulkan kebencian diantara sesama muslim dan akhirnya seorang muslim membunuh orang muslim lainnya.. Allahu Musta’an.

Pembunuh sebenarnya adalah orang yang selalu bercokol di Twitter, dari sana dia berteriak, mengecam dan mengeluarkan kata-katanya, dan itu semua hanya berasal dari rumahnya, Wallahu Musta’an. Saya berlindung kepada Allah dari hawa nafsu, kebohongan, pengkhianatan terhadap amanah dan melanggar janji semacam ini. Bahkan saudara yang menjadi perantara suratku itu juga mengingatkannya berulang kali agar ia bertaqwa kepada Allah dan tidak mengikuti hawa nafsunya serta memutarbalikkan fakta dan menyesatkan kaum muslimin dengan alasan pembelaan terhadap kelompok tertentu. Namun Turjuman tetap bersikeras pada pendiriannya tersebut, maka hanya Allah lah sebagai tempat meminta pertolongan dari apa yang Turjuman sifati dan tudingkan.

Benar, demi Allah wahai saudara-saudara, Turjuman telah melanggar perjanjian,

Benar, demi Allah wahai saudara-saudara, Turjuman telah mengkhianati amanah yang diberikan kepadanya,

Benar, demi Allah wahai saudara-saudara, sesungguhnya Turjuman telah berdusta kepada Allah kemudian kepadaku.

Demi Allah saya selalu menggelengkan kepala jika mengingat bahwa akun saya yang dulunya selalu mendukung setiap orang yang mengucapkan kalimat Laa Ilaaha illa Allah, kemudian kini berbalik menikam mereka dengan alasan ala setannya yang rapuh yang hanya dapat diterima oleh orang-orang yang tidak mengerti jihad dan dia adalah pemimpinnya.

Sesungguhnya saya menyerahkan kepada Allah agar Ia menyaksikan kebenaran perkataanku ini, menyaksikan setiap kata yang saya tuliskan serta ucapkan dan setiap apa yang terlintas di dalam dadaku, maka dengan ini saya mengajaknya bermubahalah di hadapan Allah dan kaum muslimin.

“Ya Allah, barangsiapa yang diantara kami telah berdusta, maka timpakanlah laknat-Mu kepadanya, perlihatkanlah kepada kami sebuah tanda dari-Mu yang menjadikannya sebagai pelajaran dimasa mendatang. Jadikanlah makarnya berbalik dan mencekik lehernya sendiri, singkaplah segala aibnya, perlihatkanlah segala rahasianya. Ya Allah, timpakanlah kepadanya berbagai penyakit dan bencana, dan jadikanlah ia sebagai pelajaran bagi setiap orang yang sudi untuk mengambil pelajaran”.

Maka saya menyarankanmu agar banyak-banyak berdoa wahai Turjuman, karena Allah akan menampakkan siapa yang berdusta diantara kita.

Dan Allah mengetahui bahwa saya tidak menyengajakan diri untuk menulis pernyataan ini pada masa-masa fitnah seperti sekarang, hanya saja saya lebih takut kepada Allah karena menyembunyikan kebenaran yang dengannya akan menyesatkan kaum muslimin. Saya juga hanya ingin berlepas diri dari terkena dosa menumpahkan darah orang-orang yang tak bersalah, dan saya tidak bergeming akan pernyataan ini, karena dimata Allah saya hanyalah seorang hamba yang fakir yang selalu memelas rahmat-Nya dan merengek demi terhindar dari siksa-Nya.

Saya hanya bersikeras apabila itu menyangkut urusan agama dan kaum muslimin, agar dapat menyingkap borok orang yang mengaku sebagai penolong agama-Nya itu, padahal seluruh ciri-ciri kemunafikan sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW telah berkumpul di dalam dirinya. Dia berdusta, melanggar janji dan mengkhianati amanah, maka cukup Allah saja bagiku, yang mengetahui seluruh apa yang terjadi diantara saya dan Turjuman, karena Dia adalah sebaik-baik Saksi.

Perkataan saya ini disaksikan oleh seorang saudara kita yang baru-baru ini keluar dari Jamaah Daulah. Ia adalah pemilik sebenarnya dari akun ini, kemudian ia menyerahkannya kepadaku sebelum ia pergi menuju medan jihad, lalu akhirnya saya serahkan kepada Turjuman atas sepengetahuannya.

Terakhir, saya ingin menyampaikan bahwa tujuan dari pernyataan ini adalah berlepas diri untuk keselamatan diri saya dan untuk mengungkap kepalsuan dan kemunafikannya di hadapan orang lain, dan agar semua orang mengetahui, bahwa sosok yang menggerakkan fitnah dan menyerukan pembunuhan terhadap kaum muslimin ini adalah seorang munafik yang mengkhianati amanah dan mengingkari perjanjian serta berdusta dengan apa yang ia bicarakan. Maka bagaimana kaum muslimin dapat mempercayainya?!

Maka dengan ini saya berlepas diri kepada Allah dari apa saja yang dituliskan di dalam akun saya yang dibajak oleh orang yang mengingkari perjanjian tersebut, yaitu Turjuman Al Asawirti. Saya juga berlepas diri dari pemikirannya yang tidak mendukung siapapun kecuali iblis dan sekutunya. Dia tidak menolong mujahidin sebagaimana yang ia klaim, saya menyerukan kepadanya agar bertaqwa kepada Allah, janganlah ia terperdaya dengan banyaknya followers, karena bertambahnya pengikut bukanlah sebuah jaminan bahwa pemiliknya berada di atas kebenaran.

Pepatah mengatakan : “Setiap kelompok pasti memiliki pengikut, walaupun ia diatas kebathilan”.
Jika ia tetap menolak seruanku, maka ia harus meninggalkan akun yang sejatinya merupakan “amanah yang dibebankan keatas nya” dan menyerahkannya kepadaku,
Jika ia tetap menolak seruanku, maka saya mengajaknya bermubahalah dengan apa yang telah saya katakan.
Jika ia tetap menolak seruanku, maka sungguh disisi Allah kelak terdapat pembalasan, karena demi Allah, saya tidak akan pernah merelakannya walaupun harus mempertaruhkan nyawa.

Diakhir pernyataan ini saya akan melampirkan percakapan antara Turjuman dan saudara Rimah yang saya utus agar mengingatkannya agar bertaqwa kepada Allah.

Wahai Illahku, sungguh peperangan ini telah melewati malamnya yang panjang,
Dan kini kebijaksanaan telah tampak karena Engkau menyinari insting kami
Engkau menyingkap kemunafikan yang ada pada diri ciptaan-Mu
Yang diantaranya terdapat juga orang-orang pilihan

Ya Allah bukankah telah kusampaikan, maka saksikanlah
Ya Allah bukankah telah kusampaikan, maka saksikanlah
Ya Allah bukankah telah kusampaikan, maka saksikanlah

Saudara kalian,
Ma’rakah

Berikut adalah screenshot dari direct message Twitter antara saudara Rimah dan Turjuman Al Asawirti, maka sungguh Allah berada dibalik setiap maksud.





MUQAWAMAH MEDIA

Labels:
materi islam

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget