Halloween Costume ideas 2015
[ads-post]

Risalah untuk Menghindari Perpecahan Mujahidin

Risalah untuk Menghindari Perpecahan dan Pertumpahan Darah di Negeri Syam, terutama bagi mereka yang bergabung dalam jamaah ISIS


Segala puji bagi Allah yang telah berfirman : “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. [Qs. Al Anfal : 46]

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat”. [Qs. Ali Imran : 105]

Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma berkata : “Ketika memutih wajah-wajah Ahlus Sunnah dan menghitam wajah-wajah ahlul bid’ah dan ahlul firqah, shalawat serta salam kepada Nabi kita yang telah bersabda: ((Tetaplah bersama jamaah dan waspadalah terhadap perpecahan. Sesungguhnya setan bersama satu orang, namun dengan dua orang lebih jauh. Dan barang siapa yang menginginkan surga paling tengah maka hendaklah bersama jamaah))”.  [Imam at-Tirmidzi dalam Sunan-nya (2165)]

Sesungguhnya sebab ia dinamakan Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah karena ia mengikuti Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya serta mengikuti Ijma’ kaum muslimin dan mereka bersepakat di atasnya dan mereka selalu merasa rasa keterkaitan dan senantiasa menjauhi pengkotak-kotakan dan perselisihan. Itu semua karena mereka mengetahui bahwa persatuan dan rasa keterkaitan hati adalah untuk menuruti perintah Allah dan termasuk mentaati Rasul-Nya SAW, dan mereka mengetahui akibat dari perselisihan dan perpecahan, yaitu merupakan sebuah maksiat, konflik, kegagalan serta gagal dalam memetik hasil perjuangan.

Ibnu Taimiyah berkata dalam Majmu’ Fatawa (3/349) : “Berbeda dengan orang-orang yang ber-wala’ kepada orang yang sependapat dengan mereka dan memusuhi orang-orang yang menyelisihi mereka, ia juga memecah belah jamaah kaum muslimin, ia mengkafirkan dan menfasikkan orang yang menyelisihi mereka, namun tidak terhadap orang yang sependapat dengannya, padahal perselisihan tersebut hanyalah dalam permasalahan opini seseorang dan permasalahan ijtihadi, ia juga menghalalkan untuk memerangi orang yang berselisih dengannya namun tidak demikian terhadap orang yang sependapat dengannya. Maka orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang keluar (dari jamaah muslimin) dan membuat lingkungan baru serta orang-orang yang suka berselisih.”

  1. Sesungguhnya orang berakal dan bijaksana adalah orang yang dapat mengetahui kebaikan orang-orang yang baik, dan keburukan orang-orang yang buruk perangainya, dan mampu mengedepankan kebijakan yang lebih penting daripada yang penting pada saat kondisi terjepit, apalagi pada saat-saat tersebarnya fitnah dan banyaknya kejahatan seperti ini, dan disaat-saat banyak bangsa yang menyoroti umat Islam. Kita semua harus memperhatikan mengapa Nabi menyelenggarakan Perjanjian Hudaibiyah, melarang para sahabatnya untuk mencaci tuhan-tuhan kaum musyrikin, beliau juga melarang para sahabat untuk menghancurkan Ka’bah dan bahkan memerintahkan mereka membangunnya kembali sesuai dengan pondasi awalnya yaitu pondasi yang didirikan oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam. Dan perhatikanlah bagaimana Nabi Muhammad SAW berinteraksi dengan Abdullah Bin Ubay Bin Salul, sungguh di dalamnya terdapat suri teladan yang baik. Syaikhul Islam berkata dalam Majmu’nya : “Maka engkau harus cerdas dalam memandang hakekat agama ini, lihatlah apa yang melengkapi agama ini mulai dari kebaikan-kebaikan sampai keburukan-keburukan dengan cara engkau mempelajari tingkatan-tingkatan hal yang ma’ruf dan hal yang mungkar, sehingga engkau dapat mengedepankan apa yang seharusnya dikedepankan pada saat-saat terdesak, karena sesungguhnya inilah hakekat ilmu yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, dan masalah ini hanya dapat di pahami oleh ulama-ulama tertentu saja.” [Iqtidha’ Shiratil Mustaqim-(2/622)
  2. Syaikhul Islam menambahkan : “jika seseorang belum mengetahui permasalahan tersebut (di atas), maka perkataannya dan perbuatannya adalah bagaikan perkataan dan perbuatan orang bodoh. Dan barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa menggunakan ilmu, maka ia akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki.”
  3. Sesungguhnya bersatu di bawah kalimat tauhid, tunduk kepada-Nya, beramal sesuai dengan syariat-Nya yang telah ditetapkan di dalam Kitab-Nya dan Sunnah Nabi-Nya, serta ijma’ para hamba-Nya yang tidak ada sedikitpun alasan untuk mengingkarinya atau terdapat perselisihan di dalamnya diantara kaum muslimin, adalah merupakan tujuan utama yang dapat mempersatukan pendapat kaum muslimin dan menyatukan perbedaan dan keragaman pendapat mereka serta memastikan bahwa mereka dapat mencapai tujuan diatas secara nyata, riil dan jelas pada saat ini. Sesungguhnya perbedaan yang dapat menimbulkan pengkotak-kotakan, perpecahan, perselisihan, kegagalan, kenihilan dalam meraih hasil dan kehilangan skala prioritas dalam tujuan lebih merupakan dampak dari lemahnya akal daripada lemahnya pemahaman terhadap agama, sebagaimana yang diistinbathkan oleh Syaikh Asy Syinqithi dari ayat : “ ...kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. yang demikian itu karena Sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.” [Al Hasyr: 14], Beliau berkata : “Sungguh kami telah melihat kaum Yahudi dan Nashrani tidak akur dalam banyak kesempatan, maka dari itu perselisihan merupakan sebab mengapa kekuatan mereka melemah dan urusan mereka menjadi terpecah-pecah, bahkan mereka justru menyembunyikan perpecahan dan menampakkan keserasian dan keteguhan agar musuh-musuh mereka tidak meremehkan dan tergoda untuk menghabisi mereka. Itu juga karena mereka memiliki tujuan keduniaan yang besar, sehingga mereka bersatu dan mengorbankan pikiran mereka dan membungkam perselisihan hanya karena tujuan sempit tersebut.”


Maka dari itu, kami mengingatkan kepada umat ini secara umum dan kepada para mujahidin secara khusus agar mewaspadai seruan-seruan kebodohan, kezhaliman, ajakan mencela manhaj para ulama dan para pemimpin umat ini yang selama ini dikenal dengan aqidahnya yang benar dan manhajnya yang lurus serta lebih dahulu dalam berhijrah, bersusah payah, dan berjihad walaupun terdapat perbedaan pendapat diantara mereka dalam beberapa permasalahan ijtihadiyah.

Kami juga memperingatkan agar kalian mewaspadai seruan-seruan yang mengarahkan kalian ke jalan ahlul bid’ah dan para pemecah belah, yang dapat memecah belah barisan mujahidin dan memperluas fitnah yang terjadi di Syam menuju Yaman, Somalia, Maghrib Islam, Chechnya, Khurasan dan negeri-negeri lainnya, tanpa mengurangi menjaga diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemaksiatan, perselisihan, kegagalan, kenihilan dari memetik hasil dan apa-apa yang dapat memuaskan hati musuh.
materi islam

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget