Halloween Costume ideas 2015
[ads-post]

Nasehat Para Ulama Jihad Untuk ISIS

Hari ini dalam kancah jihad Syam, kaum muslimin dibuat bingung oleh perselisihan yang terjadi di kalangan mujahidin, khususnya perselisihan antara jamaah Daulah Islam Iraq dan Syam (ISIS) dengan jamaah-jamaah mujahidin lainnya. Padahal mereka masih memiliki para ulama yang tsiqah (terpercaya), yang bersih aqidahnya, lurus manhajnya, dan nyata amalnya serta ilmunya menjadi rujukan bagi kaum muslim di berbagai belahan dunia.

Maka kami bawakan disini sedikit perkataan mereka, untuk menjadi penerang ditengah gelapnya kezhaliman. Diantara mereka adalah Syaikh Ayman Az-Zhawahiri, Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi, Syaikh Abu Qatadah Al-Fillisthini, Syaikh Sulaiman bin Nashir Al-’Ulwan, Syaikh Abu Bashir Ath-Thurtusi, dan Syaikh Abdul Aziz At-Thuraifi.

“Daulah Iislam Iraq dan Syam dihapus dan Al-Baghdadi kembali ke Iraq. Tanzhim-tanzhim jihad di bumi Syam adalah saudara-saudara kami yg mana kami tidak rela mereka digelari “murtad, kafir dan keluar dari islam”. Dan kalian mengetahui bahwa kami telah mengajak, dan akan terus mengajak semua faksi jihad untuk mengupayakan tegaknya pemerintahan Islam di Syam bumi ribath, dan memilih orang yang pada dirinya terpenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh syariat sebagai penguasa mereka, dan pilihan mereka adalah pilihan kami, dan kita tidak menghendaki ada seseorang yg memaksakan dirinya (jadi penguasa) bagi mereka karena kita sedang berusaha mengembalikan khilafah rasyidah”. -Syaikh Ayman Az-Zhawahiri

Aku katakan celaan pada Daulah (ISIS), jika kita tidak bisa berjihad dan berinteraksi dengan faksi-faksi jihad lain yang sama-sama menjunjung panji tauhid, yang karena panji ini kita berjuang, dan jika kita berselisih dengan faksi-faksi tersebut dalam banyak persoalan yang rinci, maka bagaimana mungkin kita bisa melakukannya secara luas terhadap orang-orang suriah, dimana di antara mereka ada yang nashrani, dan yang lain lagi dari berbagai agama dan keyakinan??? Terlebih lagi konflik yang terjadi antara kelompok-kelompok jihad dan peledakan yang ditargetkan pada markas mujahidin, maka fatwa tentang bolehnya berperang sesama kaum muslimin adalah sebuah kebodohan dan pembodohan, tidak akan keluar dari seorang ‘alim yang meliliki keluasan fiqh dan agama yang kuat. Perkara dalam urusan darah membutuhkan taqwa pada Allah ‘azza wa jalla”. –Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi

“Aku nasehatkan kepada saudara Abu Bakar Al-Baghdadi, jika dia memang orang yang mau mendengar nasehat, jika dia meyakini bahwa perkara jihad dan kepemimpinan patokannya adalah kemashlahatan umat, hendaknya dia mentaati Hakimul Ummah Dr. Ayman Az-Zhawahiri, untuk mengumumkan penarikan imarahnya dari Syam dan mencukupkan wilayah Iraq, kemudian menggabungkan seluruh mujahidin Daulah (ISIS) ke Jabhah Nushrah. Karena jika dia mengerjakan hal tersebut, niscaya akan terwujud maslahat yang sangat banyak bagi umat dan akan lenyap keburukan yg banyak dari umat. Karena maksud kalian adalah menegakkan dien, bukan membela tanzhim. Jika dia tidak mengerjakannya, aku nasehatkan para komandan dibawah kepemimpinannya, agar bersegera bergabung dengan Jabhah Nushrah demi kemashlahatan yang sangat banyak, yang tidak cukup tempat buat kami sebutkan di sini. Dan ini menurutku adalah kewajiban syar’i bagi mereka”. -Syaikh Abu Qatadah Al-Fillisthin

“Kita meminta mereka yang ikhlash yang dibohongi yang masih bergabung dengan jamaah sesat ini (ISIS) untuk memutus hubungannya dengan ISIS, dan mengumumkan sikap anti loyalitasnya dari ISIS dan apa yang telah diperbuat oleh ISIS, dan bergabung dengan faksi-faksi jihad suriah yg ia kehendaki, karena tidak boleh tetap bergabung dengan jamaah ini, berperang dengannya dan memperbanyak jumlah mereka sedikitpun”. -Syaikh Abu Bashir Ath-Thurthusi

“Baik Daulah maupun Al-Baghdadi tidak berhak atas bai’at umum kaum muslimin, karena salah satu syarat bai’at umum adalah dipilih oleh Ahlu Halli wal ‘Aqdi, dan Al-Baghdadi tidak dipilih oleh siapapun. Jika Dr. Ayman Az-Zhawahiri yang merupakan amir dan penanggung jawabnya saja tidak setuju dengan sikapnya, maka bagaimana bisa dia menuntut orang lain untuk membai’atnya”. -Syaikh Sulaiman bin Nashir Al-‘Ulwan

“Tidak boleh berperang di bawah panji Daulah (ISIS) selama dia menolak hukum Allah yang independen (tidak berpihak)”. -Syaikh Abdul Aziz Ath-Thuraifi


Labels:
materi islam

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget