Halloween Costume ideas 2015
March 2014

Mujahidin Suriah di provinsi Latakia, Ahad (30/03), berhasil memukul konvoi pasukan bantuan rezim yang didatangkan dari provinsi Idlbi dan Aleppo. Bala bantuan itu dikirim untuk mendukung tentara rezim yang kewalahan menghadapi serangan mujahidin di wilayah pesisir Suriah itu.

Selain untuk mempertahankan wilayah rezim, menurut aktivis Suriah, bala bantuan itu juga didatangkan untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang telah direbut mujahidin, sebagaimana dilansir kontor berita Al-Jazeera.

Sejumlah besar daerah di Latakia yang berhasil di kontrol mujahidin saat ini menghitam. Hutan dan perbukitan di wilayah tersebut hancur dan hangus terbakar akibat pertempuran sengit antara mujahidin dan tentara rezim Suriah.

Tentara rezim menggunakan berbagai jenis mortir dan roket jet tempur untuk menargetkan mujahidin yang bersembunyi di tengah lebatnya hutan Latakia.

Dari tempat lain dilaporkan helikopter tempur rezim suriah terus menghujani kota Aleppo dengan bom Birmil. Belum diketahui adanya korban akibat serangan yang terjadi di lingkungan Indzarat itu.

Pertempuran juga meletus antara mujahidin Suriah dan pasukan rezim di lingkungan Qaq’ah di kokta Aleppo. Dilaporkan korban jiwa berjatuhan dari kedua kubuh, sebagaimana dilaporkan Masar Pers.

Di Homs, pasukan rezim menggempur kota Haulah dengan berbagai macam mortir dan menghujani lingkungan Al-Wa’ar dengan bom Birmil. Di waktu bersamaan pertempuran meletus antara mujahidin oposisi dan pasukan rezim kedua kota tersebut.

Bahrain mengeluarkan ancaman pada seluruh warga negaranya yang berjihad di luar negeri, terutama Suriah untuk segera kembali ke negara asalnya.

Sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri, seperti yang dilaporkan oleh Al Arabiyya mengatakan bahwa warganya yang saat ini berada di daerah konflik dengan dalih berjihad harus kembali ke negara itu dalam waktu dua minggu sejak ultimatum tersebut dikeluarkan, dimulai Kamis kemarin (27/3/2014).

Jika tidak, mereka akan dijerat undang-undang anti  teror. Di antara hukuman yang bisa dikenakan adalah status kewarganegaraannya akan dicabut.

Pada akhir Februari , kementerian Bahrain memperingatkan telah disediakan hukuman lima tahun penjara bagi warga negaranya yang berperang di luar negeri, termasuk di Suriah.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Jihad di Suriah akan menarik minat atau semangat Jihad warga Bahrain, mendorong orang lain untuk berjihad atau bergabung dengan kelompok-kelompok teroris Internasional.
Bahrain yang sebagian tanahnya digunakan oleh Angkatan Laut AS sebagai Markas Armada Kelima, mengikuti jejak tetangganya Arab Saudi, yang mengatakan bulan lalu bahwa warga negaranya yang berjihad di luar negeri akan dihukum 20 tahun penjara.

Lebih lanjut Bahrain juga merilis dekrit berisikan ancaman pada warganya yang berjihad di luar negeri untuk segera kembali ke rumah mereka dalam waktu 15 hari atau menghadapi hukuman penjara.

(21/03/2014) - Hizbut Tahrir melakukan edukasi di tengah masyarakat, tepatnya di kota Atma wilayah Idlib. Pembicara dari Hizbut Tahrir Suriah menjelaskan tentang kewajiban kaum muslim untuk menegakan Khilafah, sehingga perjuangan revolusi diarahkan untuk tegaknya khilafah tidak hanya sekedar melengserkan Bashar Assad.




Begitu banyaknya mayat-mayat tentara rezim bassar yang tewas di sebuah markaz mereka di wilayah Lattakia. Diantara yang tewas terdapat komandan tinggi rezim syiah diwilayah ini berpangkat jendral yaitu Mayor Jendral Ahmad Saqr.

Sebuah langkah sukses dari mujahidin jabhah islam yang melakukan penyerangan dengan penembakan mortar dan roket grad serta peyerbuan dalam jumlah besar ke wilayah lattakia.


Lattakia menjadi kubu pertahanan rezim diktator bassar di wilayah pesisir pantai suriah. Dari daerah inilah lahir para petinggi-petinggi kediktatoran suriah.


Hilal Asad, sepupu presiden berkuasa di negeri Suriah dikabarkan tewas di dekat perbatasan, di kota Kasab, Latakia. Ia terbunuh bersama tujuh pasukan anak buah rezim Nusairiyah Baathis Bashar Asad. Dalam pemberitaan Al-Jazeera.


Kematian sepupu diktator ini dikonfirmasikan melalui televisi milik pemerintahan berkuasa. Hilal merupakan kepala Angkatan Pertahanan Nasional. Angkatan yang ia pimpin ini didirikan sebagai organisasi para-militer yang membela kepentingan penguasa Baath.

“Roket pertama ditembakkan sekitar 7.15 malam, diikuti oleh roket berikutnya beberapa menit kemudian. Roket tersebut menargetkan rumah di mana Hilal  menyelenggarakan pertemuan dengan anggota-anggota Pasukan Pertahanan Nasional,” dijelaskan oleh mujahidin Jaisul Islam (23/03/2014).

Pada saat itu media banyak memberitakan tentang bentrokan-bentrokan yang terjadi di Latakia. Latakia merupakan kampung halaman Basar Asad dan klannya. Sedangkan wilayah pantai barat Suriah memang banyak dihuni oleh penganut Nusairiyah.

Akhir pekan penutup bulan Maret 2014, Obama melakukan lawatan guna meningkatkan kemesraan bilateral antara Amerika Serikat dan Saudi yang sempat mengendur beberapa waktu terakhir. Lawatan ini mengagendakan salah satunya perbincangan mengenai Mujahidin di Suriah yang dianggap sebagai ‘ekstrimis’.


Barrack Obama meyakinkan Raja Abdullah Al-Saud bahwa Paman Sam akan terus mendukung program penguatan oposisi sekuler dan moderat Suriah. “Kemunculan dari sekelompok elemen ekstrimis dalam perlawanan hanya akan menguatkan kepentingan untuk memperkuat kelompok perlawanan yang lebih moderat,” ujar pejabat AS terkait.

Pengadilan Saudi telah memenjarakan 28 pria dengan tuduhan “pelanggaran keamanan” karena memberikan dukungan materi kepada Mujahidin dan membantu para pemuda yang ingin berjihad ke Irak, Suriah dan Afghanistan.

Kerajaan Saudi telah menghukum ribuan warganya dengan tuduhan serupa selama dekade terakhir.


Meningkatnya kekuatan Mujahidin di Suriah telah menimbulkan ketakutan bagi rezim Riyadh tentang gelombang baru “radikalisme” di kalangan warga negaranya dan mereka melakukan tindakan keras untuk memerangi siapa saja yang mendukung kelompok-kelompok Mujahidin di luar negeri.

Sekelompok orang berjumlah 13 dijatuhi hukuman pada Rabu (19/3/2014) antara tiga sampai empat belas tahun penjara. Di antara mereka adalah sembilan warga Saudi, dua Yordania, Mesir dan Suriah, lapor kantor berita resmi Saudi, SPA.

Sekelompok pengacara Lebanon akan mengajukan gugatan untuk penangkapan dan penuntutan Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem, yang sedang memulihkan diri dari operasi jantung di Beirut, atas tuduhan membunuh warga negara Lebanon, ujar salah satu pengacara pada Ahad, 17 Maret 2014.

“Gugatan akan diajukan pada hari Senin oleh 13 pengacara Lebanon yang menuntut penangkapan menteri luar Suriah atas tuduhan membunuh warga Lebanon,” kata Tareq Shandab seperti dilansir dari Anadolu Agency, Senin.

Ia mengutip serangan rezim Suriah baru-baru ini di kota Arsal, Lebanon timur yang saat ini menjadi tempat berteduh bagi ribuan pengungsi Suriah.

Shandab menegaskan bahwa tidak ada kekebalan diplomatik yang dapat diberikan kepada al-Moallem. Ia mencatat bahwa Liga Arab telah melucuti pemerintah rezim Suriah Bashar al-Assad dari keanggotaannya di badan organisasi pan-Arab.

Al-Moallem dirawat di sebuah rumah sakit di Beirut sejak Kamis malam dan telah melakukan operasi by-pass jantung sehari kemudian, lapor sumber medis Lebanon pada Jumat, (15/03).

Diplomat Suriah ini masih dirawat di Pusat Medis American University of Beirut.

Media Lebanon juga melaporkan bahwa Duta Besar Suriah di Beirut Ali Abdelkraim dan Menteri Keuangan Lebanon Ali Hassan telah mengunjungi al-Moallem di rumah sakit.

Faksi pejuang Suriah Jabhah Nusrah baru-baru ini mengungkap dibalik kemunduran pejuang Suriah di kota Yabrud di daerah Kalamoon, pedesaan Damaskus. Jabhah Nusrah (JN) mengatakan bahwa sejumlah faksi oposisi Suriah ‘sengaja’ menarik diri dari daerah strategis tersebut.

Juru bicara JN di daerah Kalamoon, Abdullah Azzam al – Shami mengatakan bahwa kota Yabrud tidak jatuh, akan tetapi diserahkan kepada pasukan Nushairi dan tentara bayaran Syiah Hizbullah Lebanon. Karena, lanjutnya, faksi-faksi pejuang di kota tersebut tidak memberikan perlawanan terhadap pasukan musuh.

Ia menjelaskan bahwa para komandan faksi militer di kota itu, Sabtu malam (15/03), menggelar pertemuan dan memutuskan mundur dari kota Yabrud tanpa melakukan perlawanan sedikit pun atau diberikan kepada militer Suriah dan Syiah Hizbullah. Ia pun bertanya-tanya, “Apakah Yabrud diberikan secara gratis, ataukah telah dijual!?,” katanya menduga.

Al-Shami melanjutkan bahwa JN di Kalamoon berusaha keras memobilisasi seluruh faksi pejuang untuk  tetap berada di Yabrud. Ia juga menunjukkan fenomena yang terjadi di kota tersebut ketika pasukan Nushairi berhasil merangsek maju di kota strategis itu.

“Ketika bukit Al-Qabah di dekat Yabrud jatuh, seluruh faksi bersenjata utama yang berada di kota tersebut melarikan diri, kecuali hanya sebagian dari mereka yang masih bertahan,” katanya. Ia menambahkan, fenomena itu kembali terjadi ketika santer beredar kabar bahwa rezim telah mengontrol penuh kota Yabrud.

Ia menegaskan bahwa JN bersama sejumlah faksi pejuang lainnya hingga Ahad siang (1/03) masih bertahan di kota Yabrud. Mereka berusaha menata kembali barisan pejuang Suriah akan tetapi hal tersebut tidak berhasil.

Dalam pembicaraannya yang dilansir ardalrebat.net tersebut, Al-Shami menyayangkan sikap sejumlah faksi pejuang Suriah ketika barisan mereka hendak dirapikan kembali. Mereka sibuk dengan isu bahwa Yabrud telah jatuh, meskipun kami (JN) masih berada di kota itu.

Kantor Berita Himam pada hari Sabtu (1/3/2014) merilis video pelayanan publik yang dilakukan oleh mujahidin Jabhah Nushrah di wilayah pinggiran Hamah. Video berdurasi 3 menit 38 detik itu merekam kegiatan salah satu posko dakwah Jabhah Nushrah di pinggiran Hamah.


Mujahidin Jabhah Nushrah membangun posko-posko dakwah di daerah-daerah yang telah dibebaskan oleh mujahidin. Salah satunya adalah posko dakwah di wilayah pinggiran Hamah. Posko dakwah didirikan di pinggir jalan raya dan dijaga oleh beberapa orang mujahid. Fungsi dari posko dakwah adalah memberikan dakwah Islam kepada para pejalan kaki dan pengendara yang melintas di jalan raya tersebut.

Mujahidin membuat jalur lambat di dekat posko dakwah. Pengendara sepeda motor dan mobil akan diminta untuk memperlambat laju kendaraan dan kemudian berhenti sejenak di posko dakwah. Mujahidin lalu menyapa para pengendara, berbincang-bincang ringan dan kemudian membagi-bagikan buletin dakwah kepada mereka. Setelah itu pengendara akan melanjutkan perjalanan mereka seperti biasa. Para pengendara menyambut gembira buletin dakwah yang dibagikan kepada mereka.

Selain membagikan buletin dakwah, mujahidin juga memberikan pelayanan dakwah digital. Mujahidin menyediakan layanan laptop yang akan mentransfer bacaan murotal, ceramah audio dan video para ulama, serta video jihad kepada para pengendara yang menginginkan. Cukup dengan memberikan HP mereka, mujahidin akan memberikan transfer materi-materi dakwah dan jihad tersebut secara gratis untuk mereka.

Rabu (12/3/2014), sebuah laporan tersebar di beberapa situs dan forum berita terkait data statsitik kerugian yang diderita rezim Syiah Nushairiyyah Bashar Assad di Suriah.

Dilaporkan bahwa jumlah total pasukan rezim dan loyalisnya yang tewas, kabur, dan menjadi tawanan sejak awal meletusnya Revolusi, yakni 1000 hari, sejumlah lebih dari  500.000 ribu jiwa. Sementara darinya sebanyak 330.000 tentara Nushairiyyah yang terbunuh.


Berikut ini data statistik tersebut secara rinci:

  • Jumlah korban tewas dari Pasukan Garda Republik dan Pasukan Khusus sebanyak 40.000, sebagian besar dari sekte/ kelompok Syiah Alawiyyah
  • Jumlah petugas tewas dan terluka sekitar 60.000 jiwa
  • Jumlah korban tewas dari Tentara Pertahanan Nasional, sebanyak 100.000 jiwa
  • Jumlah yang terluka dari pengikut Tentara Komite Rakyat atau Milisi Syabiha, antara 125.000 jiwa hingga 130.000 jiwa. Elemen Syabihah paling banyak yang menderita kerugian terbunuh di tangan Mujahidin
  • Jumlah pasukan yang tidak bertanggung jawab dari Dinas Rezim, dalam artian mereka kabur dan melarikan diri, sebanyak 189.000 jiwa
  • Jumlah aparat keamanan Suriah yang ditawan Mujahidin, sebanyak 3050 jiwa.
  • Jumlah korban tewas dari tentara rezim sekitar 330.000 jiwa.

Sejumlah milisi Syiah Hizbullah di daerah Kalamoon, pedesaan Damaskus, dilaporkan tewas dan terluka akibat serangan salah sasaran yang dilancarkan rekan mereka. Sejumlah sumber rezim Suriah menduga serangan itu akibat carut-marut koordinasi di internal pasukan loyalis Bashar Al-Asad.


“Sebuah artileri yang ditembakkan milisi rezim, kemarin (Ahad, 10/03), mengenai milisi Syiah Hizbullah di Kalamoon sehingga menyebabkan sejumlah mereka tewas dan terluka,” kata sejumlah sumber rezim Suriah sebagaimana dinukil islammemo.cc dari situs all4syria.info, Senin, 10/03/2014.

Mereka bertanya-tanya, apakah serangan itu terjadi karena perselisihan sesama mereka, atau carut marut koordinasi, atau kesalahan militer yang dilakukan tentara Bashar Al-Asad.

Akan tetapi, sejumlah sumber menyebutkan bahwa kesalahan itu akibat carut marut koordinasi antara anak buah Bashar Al-Asad dan milisi Syiah Hizbullah. Mereka menunjukkan, hal itu terlihat jelas di rumah sakit Kalamoon yang juga dijadikan markas milisi loyalis rezim.

Sumber-sumber itu menjelaskan bahwa insiden itu terjadi ketika milisi Syiah Hizbullah merangsek maju menyerbu pejuang Suriah. Sementara anak buah Bashar Al-Asad terus menembakkan mortir, tanpa mengetahui rekan mereka telah merangsek maju. Akibatnya, sejumlah milisi Hizbullah tewas dan terluka sehingga memaksa mereka kembali mundur.

Video ini menggambarkan kondisi mujahidin di setiap pertempuran. Mereka tak kenal lelah siang malam untuk membebaskan bumi syam dari kebiadaban Rezim Assad. Jelas sekali hanya dorongan iman yang membuat mereka bertahan di medan jihad. Sebuah harapan besar dari semua mujahidin untuk tegaknya Khilafah Islam bukan negara sekular konspirasi Barat.




Mujahidin Ahrar Syam menggempur Basis Militer Rezim di Tallah Syaikh Hadid dekat Karnaz menggunakan meriam 57 mm. Meriam dengan kaliber sebesar ini cukup untuk menembus tembok yang akan melukai dan menewaskan para tentara yg bersembunyi di dalam gedung-gedung mereka.



Begitu juga sebuah Tank Rezim berhasil dihancurkan dalam pertempuran ini.


Sekelompok biarawati di Suriah yang diamankan oleh Jabhah Nusroh selama lebih dari tiga bulan telah dibebaskan, dan sedang dalam perjalanan ke Damaskus melalui Lebanon.

Sebuah sumber keamanan Lebanon mengatakan para biarawati telah dibawa ke kota Lebanon Arsal awal pekan ini dan menuju ke Suriah pada hari Minggu (9/3) didampingi Kepala instansi keamanan Lebanon dan seorang pejabat intelijen Qatar .


Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, dan sumber pejuang di daerah tersebut, mengatakan pembebasan para biarawati telah disepakati sebagai bagian dari pertukaran tawanan dengan pembebasan sejumlah tahanan perempuan oleh rezim Assad.

“Kesepakatan ini untuk membebaskan 138 perempuan dari penjara al-Assad,” kata sumber pejuang.

13 suster dan tiga pembantu diamankan dari kota Kristen Maaloula utara Damaskus pada bulan Desember dan dibawa ke kota yang dikuasai Mujahidin Suriah dekat Yabroud, di mana sebelumnya mereka telah diamankan oleh Jabhah Nusra, menurut sebuah laporan kantor berita AFP .



Salah satu dari 13 biarawati yang dibebaskan Ahad malam setelah tiga bulan diamankan oleh kelompok Jabhah Nusrah mengatakan bahwa mereka diperlakukan dengan baik.

“(Mereka) memperlakukan kami dengan hormat, dengan kebaikan dan sopan santun yang tinggi. Mereka tidak pernah memukuli atau melukai kami,” kata salah seorang biarawati mengatakan kepada wartawan di Jdeidet Yabous di perbatasan antara Suriah dan Lebanon, di mana mereka diserahkan kepada pejabat Libanon dan Qatar, sebagaimana dilansir oleh WorldBulletin, Senin (3/10/2014).


Di tengah serangan bertubi-tubi yang dilancarkan tentara loyalis Bashar Al-Asad dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon terhadap mujahidin Suriah di kota Yabrud di daerah Kalamoon, mujahidin berhasil melancarkan penyergapan sempurna terhadap milisi Syiah Hizbullah. Empat komandan milisi bentukan Iran itu dilaporkan tewas dalam penyergapan di kota yang terletak di pedesaan Damaskus tersebut.

Dilansir dari almokthsr.com, Ahad (9/03), aktivis Suriah melaporkan bahwa mujahidin berhasil menewaskan empat komandan Halish, sebutan baru untuk Syiah Hizbullah, dalam penyergapan sempurna oleh mujahidin Suriah di dekat kota Yabrud, daerah Kalamoon.

Di saat bersamaan, jet tempur pasukan rezim melancarkan lima serangan udara ke kota tersebut dan sekitarnya, sementara helikopter rezim menjatuhkan dua bom Birmil ke pasar utama di kota itu.

Di sisi lain, mujahidin Suriah berhasil mengontrol kembali desa Sahal yang terletak di pinggiran kota Yabrud. Sebelumnya, desa itu diduduki pasukan Bashar Al-Asad selama dua hari setelah terlibat pertempuran sengit dengan mujahidin, sebagaimana dilaporkan Komando Bersatu di Kalamoon.

Selain berhasil merebut kembali desa tersebut, mujahidin menghancurkan sebuah tank tempur milik pasukan rezim dan menargetkan perkumpulan pasukan Shabihah dengan tembakan roket dan senjata berat. mujahidin juga mengontrol bukit-bukit dan daerah-daerah strategis di sekitar desa tersebut.

Sebagaimana diketahui, pasukan Bashar Al-Asad yang didukung milisi Syiah Hizbullah dan milisi bayaran dari Irak telah memasuki hari ke 22 sejak menggulirkan kampanye militer besar-besaran ke kota Yabrud di kawasan Kalamoon itu. Sejauh ini, mujahidin Suriah terus memberikan perlawanan sengit setiap usaha pasukan musuh menyerbu kota strategis tersebut.

Selama operasi itu, diperkirakan lebih dari 200 tentara musuh tewas terdiri dari pasukan rezim, milisi Hizbullah dan milisi bayaran dari Irak.

Gambar ini menunjukkan saudara kita warga negara arab saudi, Abu Osama Al Otaiby yang telah Syahid di Suriah. Pada hari ketika beliau syahid, Mujahidin tidak bisa mengambil tubuh beliau, karena bentrokan berat dengan Milisi kafir Assad.

2 bulan kemudian, setelah daerah tersebut dibebaskan Mujahidin, mereka bertanya kepada salah satu preman Assad tentang tubuh saudara kita tersebut, dan dia mengatakan kepada para Mujahidin Lokasi kuburan-nya.
Subhanalloh, ketika para Mujahidin pergi untuk mengambil Beliau, para Mujahidin Suriah, menemukan bahwa beliau dalam keadaan tersenyum di wajah beliau dan masih jelas darah segar mengalir.


(2/3/2014) - Dari front desa Azizah, kota Aleppo, Mujahidin Ahrar Asy-Syam berhasil melumpuhkan sebuah mobil militer tiga perempat yang mengangkut pasukan rezim. Tembakan mujahidin juga menewaskan dan mencederai beberapa tentara yang berada dalam kendaraan militer tersebut. Sampai saat ini mujahidin berusaha menghadang serbuan besar-besaran pasukan rezim dan milisi loyalisnya di desa-desa dan kota-kota Aleppo.


MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget