Halloween Costume ideas 2015
January 2014

Laporan terbaru mengungkapkan bahwa kelompok jihad ISIS memiliki kontrol yang cukup besar atas cadangan minyak dan gas Suriah. Mereka telah menyelundupkan minyak ke Turki dan Irak agar dijual “di mana pun mereka dapat menemukan pembeli.”


Seperti dikutip dari laman Antiwar.com, pada Kamis (30/01/2014), Jabhah Nusrah memiliki beberapa, tapi ISIS yang paling banyak menguasai sumber-sumber kilang minyak.

“Provinsi Raqqa, salah satu produsen minyak terkaya di Suriah hampir sepenuhnya berada di bawah kendali mereka,” tulis Jason Ditz, analis Antiwar.com


Perusahaan-perusahan minyak di wilayah itu mengkonfirmasi bahwa pemerintah Assad “praktis tidak mengontrol apa-apa lagi.”

Bukan berarti ISIS mengontrol semua cadangan minyak nasional di Suriah. Wilayah otonomi Kurdi juga memiliki cadangan yang cukup besar dari jumlah kilang minyak yang dikuasai para jihadis. Namun, mujahidin ISIS masih menguasai mayoritas ladang minyak.

Bahkan, saat Assad terus mencoba untuk membuat kesepakatan dengan perusahaan minyak Rusia, posisinya tidak diragukan lagi terlihat sangat lemah. Karena dia membuat kesepakatan untuk pemerintahnya yang hanya ada di atas kertas dan mungkin tidak pernah benar-benar memiliki kontrol lagi.

Sebuah video yang diunggah di Youtube pada hari Ahad (19/1/2014) memperlihatkan aksi dukungan warga Ghouta timur terhadap Daulah Islam Iraq dan Syam. Ratusan orang dari anak kecil, para pemuda, dan orang tua melakukan pawai dengan membawa bendera Tauhid, meluapkan rasa cinta dan dukungannya pada ISIS ( Islamic State Irak and Syam).

Ada yang lebih dahsyat dari sekedar memberikan dukungan. Kerumunan warga sipil itu mengungkapakan kesetiaannya dengan ramai-ramai memberikan Bai’at pada Amirul Mukminin Syaikh Abu Bakar al Husainiy al Quro’isy al Baghdadiy –hafidzohullah-.
“Kami semua berbai’at pada Syaikh Abu Bakar al Baghdadiy, Amirul Mukminin Daulah Islam Iraq dan Syam!” teriak mereka.


Nampaknya akan semakin membuat pusing mereka yang menghendaki diusirnya Daulah Islam dari Suriah, karena dukungan untuknya kini semakin menyebar luas dari Suriah Utara membentang hingga Suriah Selatan.

Mujahidin dari front islam baru-baru ini melakukan penyerangan terhadap wilayah rezim dengan teknologi yang tak biasa. Sebuah rudal canggih hasil ghonimah dari peperangan sebelumnya berhasil ditembakan. Berikut ini gambaran dari monitor pusat kendali rudal tersebut.

Kejadian pertama pada tanggal 17 Januari 2014 di Darraya pinggiran Damaskus, berhasil menembak jatuh 2 Helikopter Rezim.



Dan yang kedua adalah tgl 18 Januari 2014, rudal berhasil menghancurkan pesawat jet angkut tentara rezim di Bandara Internasional Damaskus.

Kamp pengungsian warga palestina di kamp Yarmuk pinggiran Damaskus. Banyak diantaranya yang meninggal karena kelaparan, mereka terjebak akibat kepungan dan serangan Tentara Rezim. Alhamdulillah saat ini bantuan kemanusiaan sudah bisa masuk ke wilayah ini.


Allepo - Khutbah Jum'at Ust. Munir Nasser (Abu Islam) seorang anggota Kantor Informasi Hizbut Tahrir di kota Soran / Azaz Brive - Aleppo utara. Beliau memperingatkan agar para mujahidin tidak jatuh pada konspirasi Barat yang ingin mendorong konsprensi Jenewa 2. Sesungguhnya fitnah perselisihan di antara Mujahidin adalah konspirasi mereka.
Beliau juga menegaskan bahwa apapun makar yang mereka rencanakan adalah hal sia-sia, karena revolusi suriah telah berada dalam bimbingan Allah SWT.

 - Jumat 9 Maret 1435 / 10 Januari 2014 -

Mujahidin Suriah di daerah Ghoutah timur, pedesaan Damaskus, Rabu malam (15/1/2014), berhasil menghadang penyerbuan pasukan rezim ke distrik Al Maraj di Ghoutah timur. Dilaporkan sedikitnya 35 tentara rezim tewas dalam pertempuran tersebut.

Dilansir dari kantor berita Orient dan dinukil almokhtasr.com, pasukan rezim dengan didukung milisi Syiah melancarkan serangan mendadak pada malam hari. Mujahidin yang berjaga di front pun terlibat pertempuran sengit dengan pasukan rezim.


“Mujahidin berhasil membunuh lebih dari 35 pasukan rezim dan menawan sejumlah lainnya ketika mereka menyerbu daerah Al Maraj” lapor Orient. Kantor berita yang berafiliasi pada oposisi Suriah itu menambahkan, Mujahidin juga menghancurkan sebuah tank dan kendaraan militer jenis Dushka. Sementara itu, belum diketahui jumlah mujahidin yang gugur dalam pertepuran tersebut. [hunef]

Tak hanya menjadi musuh di tanah kelahirannya di Suriah, Bashar Assad dan keluarganya juga menjadi sumber permusuhan di Inggris. Mertua Assad, yang merupakan penduduk kota London pun merasakan permusuhan yang luar biasa dari tetangganya.

Fawaz Akhras, mertua Bashar Assad, merupakan seorang dokter kelahiran keluarga ‘ber-KTP’ sunni dari kota Homs. Ayah Asma Assad beserta keluaganya kini menempati wilayah Acton, yang merupakan daerah sub-urban di sebelah barat Inggris. Gara-gara ulah menantunya yang membantai puluhan ribu muslim di Suriah, kini Fawaz Akhras menghadapi kebencian dari tetangga-tetangga mereka.


“Orang-orang merasa jijik pada mereka,” kata Malik al-Abdeh, seorang wartawan oposisi yang orang tuanya tinggal tepat di seberang rumah Akhras. “Mereka dianggap sangat tidak berperasaan, egois, hanya mengejar kekayaan, dan namanya tercemar justru karena dekat dengan rezim Assad.” ujarnya seperti dikutip dari Tempo. ”Mereka tampak sangat kejam, egois, mata duitan dan tercemar oleh asosiasi dengan rezim, “tambahnya.

Kebencian terhadap mertua Assad ini akhirnya membuat Sahar, ibunda Asma Assad pada bulan puasa kemarin memutuskan untuk tidak pergi ke masjid. Padahal sebelumnya pada Ramadhan, ia selalu mengunjungi masjid King Fahd Academy yang terletak di sekitar daerah tersebut.

Kebencian terhadap keluarga ini mulai muncul setelah beredar kabar Akhras diam-diam menyarankan menantunya mengambil tindakan tegas terhadap demonstran. Demonstrasi pernah dilakukan di depan rumah mereka. Saat itu, dinding taman roboh, jendela-jendela rusak, dan bom cat memenuhi dinding rumah mereka. Sebuah spanduk putih besar disampirkan, bertuliskan mereka harus keluar dari kawasan ini, dan menyatakan bahwa “semua parfum di dunia Arab tidak akan menghapus bau busuk rezim Assad”. [sksd/dbs]

Sumber-sumber pejabat Barat dan Timur Tengah pada The Wall Street Journal, Selasa (14/1/2014) mengatakan bahwa badan-badan Intelejen Eropa diam-diam bertemu dengan delegasi rezim Suriah, Bashar al Assad guna berbagi informasi terkait Jihadis Eropa yang beroperasi di Suriah.


Pertemuan pertama dibuat sebelum mereka menarik duta-duta besarnya dari Suriah. Pertemuan itu dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi terkait setidaknya 1.200 orang jihadis Eropa yang telah bergabung dengan kelompok Mujahidin di Suriah, di tengah kekhawatiran Eropa bahwa warga-warga negaranya tersebut akan menjadi ancaman sepulangnya mereka kembali ke rumah masing-masing.

Pembicaraan secara khusus difokuskan pada kelompok-kelompok afiliasi al Qaeda yang tumbuh subur di Suriah dan tidak mewakili pembukaan diplomatik yang lebih luas.Seorang pensiunan pejabat dari MI6 , sayap Intelejen luar negeri Inggris, adalah orang pertama yang mengunjungi Damaskus di tengah musim panas lalu mengatasnamakan pemerintah Inggris.

Badan-badan intelejen Jerman, Perancis dan Spanyol telah berbicara kepada para pejabat rezim di Damaskus sejak November. Mereka bepergian ke Suriah via Beirut, Lebanon. [arkan/ wsj]

Rezim Syiah Iraq bersama bala tentaranya sedang berupaya keras untuk memperketat kontrol perbatasan negaranya dengan Suriah di padang pasir al Anbar, Provinsi Barat Iraq. Mereka sangat khawatir dengan kekuatan Daulah Islam Iraq dan Syam yang berusaha bangkit di kedua negara tersebut.

Rezim Syiah Iraq dengan cepat meluncurkan Operasi Militer dengan sandi “Iron Hammer” pada tanggal 23 Desember untuk memecah hubungan komando ISIS di Iraq dan Suriah. “Kami ingin memisahkan dua perbatasan, karena kelompok Jihadis satu sama lain di kedua negara saling memberikan kekuatan dan bantuan,” kata seorang pejabat senior keamanan di Baghdad.


Pemerintah Baghdad telah mengerahkan tentara yang dilengkapi persenjataan baru buatan AS dan Rusia, untuk memotong jalur pasokan logistik dan jalur militer lintas batas Daulah Islam Iraq dan Syam antara Iraq dan Suriah. Tujuannya jelas, untuk melemahkan kekuatan kelompok Jihad yang sangat ditakuti oleh koalisi segitiga Syiah Iran, Salibis Amerika, dan rezim Saudi, yaitu Daulah Islam Iraq dan Syam.

Medan Jihad Iraq telah menyatukan ketiganya untuk berkolaborasi menahan laju dan kebangkitan Daulah Islam yang tentu mengancam eksistensi Israel juga seluruh batas wilayah Timur Tengah modern karena tujuan ISIS menegakkan Khilafah Islam yang satu.

Syiah Iran dan Salibis Amerika yang menyokong rezim Iraq secara politik dan militer, sementara Saudi melakukan back-up propaganda dan mensponsori milisi Shahawat di Iraq. Namun makar ketiganya hingga kini tak mampu menundukkan dan menaklukkan Daulah Islam, bahkan melemahkannya pun tidak. Jihad Suriah menjadi berkah. Menguatkan api perlawananan Ahlus Sunnah di seluruh wilayah Syam, dan kini kobaran semangatnya merembet hingga Iraq, terutama Provinsi al Anbar yang sebagian besar wilayahnya adalah padang pasir.

Rezim Baghdad tak mampu mencengkeramkan kekuatannya di gurun seluas 600 km (375 mil) yang berbatasan dengan Suriah tersebut. Padahal, ribuan personil tentara telah dikerahkan untuk menjaga perbatasan. Banyak pihakjuga sangat pesimis akan usaha pengamanan perbatasan.  [arkan/ reuters]

Salah seorang penyidik di kantor General Intelligence Directorate (Direktorat Intelijen Umum) Yordania menemui saya (Syaikh Abu Muhammad ‘Ashim Al-Maqdisi, Penj.)

-   Dia lantas bertanya, “Apakah Anda golongan takfiri (gemar mengkafirkan)?”

-   Saya (Syaikh) pun balik bertanya, “Apa maksudnya takfiri?!”

-   Penyidik: “Suka mengkafirkan manusia!”

-   Syaikh: “Jika yang Anda maksud dari ‘manusia’ adalah kaum muslimin, maka saya tidak mengkafirkan ‘manusia’. Saya justru mengkafirkan orang-orang yang gemar membuat manusia menjadi kafir.”

-   Penyidik: “Bagaimana maksudnya?”

-   Syaikh: “Sederhana saja. Dengan kekuatan kalian dan kekuatan pihak-pihak yang kalian angkat sebagai mitra penolong kalian; baik pihak Amerika dan lain sebagainya, kalian senantiasa berusaha sekuat tenaga menghalangi kaum muslimin untuk bisa berhukum dengan syariat Allah. Bahkan, kalian memerangi dan berkonspirasi bersama mereka beserta para pemerintahan bangsa Arab dan pemerintahan asing lainnya untuk menjegal siapa saja yang berupaya untuk berhukum dengan syariat Allah. Kemudian kalian memaksa manusia agar mematuhi segenap undang-undang (UU) dan peraturan buatan kalian yang bertentangan dengan syariat Allah. Kalian memaksa manusia agar berhukum dengan UU positif. Dengan demikian, kalian sama saja memaksa manusia agar menjadi kafir. Sedangkan kami berusaha sekuat tenaga mencegah manusia agar tidak jatuh ke dalam jurang kekafiran yang kalian ciptakan. Bahkan kami harus membayar ‘ongkos’ mahal atas upaya-upaya yang kalian lakukan untuk membuat manusia menjadi kafir; melalui umur kami yang hilang di tiang-tiang gantungan, di penjara-penjara, dan di ruang-ruang penyiksaan.”

-   Penyidik: “Itu tidak benar. Kami tidak pernah memaksa manusia untuk menjadi kafir.”

-   Syaikh: “Kenapa tidak benar?! Bukankah UU positif kalian membolehkan riba dan memperkenankan orang-orang mengonsumsi riba?! Bukankah UU kalian membolehkan minuman keras, serta memperkenankan orang-orang untuk mengonsumsinya?! Bukankah UU kalian melarang dan melakukan kriminalisasi terhadap kaum muslimim yang berjihad fi sabilillah melawan kaum Yahudi dan Salibis; para penjajah negeri-negeri kaum muslimin?! Bukankah UU kalian melarang kaum muslimin untuk berhukum dengan syariat Allah, dan melarang mereka menganulir UU positif, serta bahkan kalian bahkan menganggap mereka sebagai pelaku kriminal dan teroris?! Bukankah UU kalian membolehkan ateisme, tindak kekafiran, dan zina atas nama kebebasan berekspresi dan dalih-dalih lainnya?! Dengan demikian, orang-orang yang menerima, mendukung, dan membela UU tersebut, adalah orang-orang yang kalian paksa untuk menjadi kafir. Dan mereka yang tidak rela kepada UU tersebut, maka kalian akan memaksa mereka agar mematuhi dan menerimanya, baik melalui cara persuasif maupun kekerasan. Lalu jika ada orang yang menentang kalian atas UU positif tersebut, maka kalian akan memenjarakan dan membunuhnya. Renungkanlah hal tersebut!
Bukankah keadaan kalian tidak berbeda dengan golongan yang telah disebutkan Allah di dalam Al-Quran: “Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “(Tidak) sebenarnya tipu daya(mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya,”(Saba`: 33) Allah juga berfirman, “Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka,” (An-Nisaa`: 89)Dengan demikian, kami tidaklah mengkafirkan manusia. Bahkan kami justru berusaha untuk menyelamatkan mereka dari proses usaha kalian yang ingin  membuat mereka kafir.”

-   Penyidik: “Kami tidak pernah menyuruh manusia untuk mengangkat tandingan-tandingan bagi Allah.”

-   Syaikh: “Kalian justru telah melakoninya. Namun permasalahannya, kalian mengira bahwa makna ‘tandingan’ hanyalah berupa batu-batu berhala semata. Kalau saja Anda tahu, Al-Quran menerangkan bahwa ‘tandingan-tandingan’ Allah pun bisa berwujud sosok manusia.”

-   Penyidik: “Mana di dalam Al-Quran yang menerangkan bahwa ‘tandingan’ Allah bisa berupa manusia?”

-   Syaikh: “Sangat banyak. Bukankah Allah berfirman, “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (Asy-Syuura: 21) Di ayat ini, siapakah yang mensyariatkan? Manusia atau batu berhala? Allah juga berfirman, “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al-Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan,” (At-Taubah: 31)
Terkait ayat ini, terdapat satu hadits shahih melalui sejumlah jalur periwayatan, yang mana di dalamnya Nabi Muhammad menegaskan bahwa ketaatan kepada para rahib dalam syariat (baca: UU) yang tidak diizinkan Allah adalah suatu bentuk peribadatan mereka. Dengan demikian, mereka telah mengangkat sejumlah rabb (pengatur/legislator) selain Allah.Allah berfirman lagi, “Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik,” (Al-An’am: 121) Sebab turunnya ayat ini; adalah ketika ketaatan setan terhadap setan-setan lainnya dari golongan manusia atau jin dalam satu persoalan penetapan hukum (tasyri’) yang tidak diizinkan Allah. Tindakan seperti ini adalah sebuah kesyirikan dan sama saja mengangkat tandingan-tandingan bagi Allah. Ayat-ayat seperti ini sangatlah banyak.”

-   Penyidik: “Jadi, Anda memvonis saya masuk neraka?!

-   Syaikh: “Saya tidak akan pernah memvonis Anda masuk neraka, kecuali jika Anda memang mati dalam kondisi melakoni profesi Anda saat ini.”

-   Penyidik: “Maksudnya; jika saya mati sebagai pegawai dinas intelijen, maka saya masuk neraka?!

-   Syaikh: “Ya. Saya meyakini bahwa apabila Anda mati sebagai pegawai dinas intelijen, Anda tidak bertaubat dan tidak meninggalkan profesi tersebut sebelum meninggal dunia, maka Anda akan kekal di Neraka Jahanam. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah,” (An-Nisaa`: 167-169)Allah berfirman lagi, “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun,” (Al-Maa`idah: 72)

-   Penyidik: “Berarti Anda seenaknya membagi-bagi manusia mana yang masuk surga dan mana yang masuk neraka?!”

-   Syaikh: “Tidak begitu. Saya tidak membagi-bagi mereka, dan saya tidak melakukan intervensi untuk membagi mereka antara surga dan neraka. Tapi kalian tahu sendiri bahwa kalian memerangi agama Allah, kalian mengangkat musuh-musuh Allah sebagai penolong dan pembela kalian, lalu kalian menentang syariat-Nya, memaksakan manusia agar mematuhi UU positif buatan kalian, maka dengan demikian kalian sama saja menggiring diri kalian menuju neraka. Kalian juga sama saja menggiring para penolong dan pembela kalian untuk ikut masuk neraka. Allah berfirman, “kepada Fir’aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Fir’aun, padahal perintah Fir’aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar. Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi,” (Huud: 97-98)

Allah juga berfirman, “Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran,” (Al-Baqarah: 221)

Terakhir, saya ingin katakan kepada Anda bahwa perdebatan yang Anda lakoni secara batil, dan atasan-atasan yang telah mengindoktrinasi Anda untuk melakukan debat ini, sekali-kali tidak akan pernah berguna ketika suatu saat malaikat maut mendatangi Anda. Sekali-kali tidak akan pernah berguna, tatkala nanti Anda menemui Allah pada Hari Kiamat kelak. Anda berada dalam front untuk menentang syariat Allah dan memusuhi agama-Nya. Semua rintangan yang kalian terapkan untuk menghalangi agama Allah, dan kekuatan yang kalian galang untuk menjegalnya, maka semua itu kelak akanjadi penyesalan bagi kalian. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.”(Al-Maa`idah: 36-37)

Saya mengajak Anda untuk memikirkan keadaan Anda dan keadaan kita semua. Kita ini, sebagaimana difirmankan Allah: “Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka,” (Al-Hajj: 19) Kami dan kalian saling memusuhi dan bertengkar mengenai Allah. Kalian tidak mau berhukum dengan syariat Allah, sedangkan kami ingin dan berjihad demi syariat Allah.Kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan kaum Salibis yang menjajah negeri-negeri kami sebagai para pembela dan pelindung.Sedangkan kami memerangi mereka, dan kalian malah memerangi kami yang sedang memerangi mereka.Kaliam membunuhi kami yang tengah memerangi mereka.Kalian memenjarakan kami yang berjihad memerangi mereka.Kalian menganggap jihad tersebut sebagai tindak kriminal dan terorisme.Maka kami katakana kepada kalian; bertakwalah kepada Allah.Haramkanlah riba, minuman keras, perzinaan.Kalian malah menolak hal demikian, serta mengizinkan, membolehkan, melestarikan, dan menetapkan UU untuk semua itu.

Renungkanlah, siapa di antara kita yang berjalan di atas kebenaran? Siapakah yang akan mendapatkan keridhaan Allah? Siapakah yang akan mendapatkan kemurkaan-Nya? Karena pasti hanya salah satu di antara kita yang berada di atas kebenaran, dan satu lagi berada di atas jalan batil.Allah berfirman, “maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan.Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?”(Yunus: 32) Allah memerintahkan kami untuk berkata kepada kalian, “dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata,” (Saba`: 24)

Pikirkanlan kondisi kalian dan kami.Pasti hanya salah satu di antara kita yang berjalan di atas petunjuk Allah, sedangkanlah satu yang lainnya terjebak dalam jurang kesesatan nyata. Apakah masuk akal jika pihak yang memerangi syariat dan petunjuk Allah, serta menentang agama dan hukum-hukum-Nya, akan mendapat petunjuk dari Allah?

Tapi apabila yang kalian inginkan hanyalah perdebatan, maka kami katakana kepada kalian, “Katakanlah: “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui,” (Saba`: 26)

Sedikitnya 10 orang termasuk dua orang anak, gugur di utara Suriah, kota Aleppo setelah tembakan tank rezim Nushairiyah menargetkan bus, ujar laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) pada Selasa (31/12/2013).


SOHR mengatakan, rezim menghantam bus di pemukiman Tariq al-Bab, menambahkan bahwa jumlah korban bisa bertambah karena sejumlah orang telah terluka parah, lansir AFP.

Kelompok yang berbasis di London ini mengatakan seorang wanita juga di antara mereka yang tewas.

Sebuah video yang direkam oleh aktivis Suriah dan dipublikasikan secara online oleh SOHR menunjukkan suasana kacau, di mana bus umum berwarna merah terbakar dan memuntahkan gumpalan asap hitam tebal.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget