Halloween Costume ideas 2015
[ads-post]

Nairukh Pindah dari AlQasam ke Salafi Jihadis Lawan Israel


Palestina - Asy-Syahid Muhammad Fuad Nairukh yang dipanggil Abu Huzaifah adalah salah seorang dari 3 Syuada (insya Allah) yang gugur dalam peristiwa baku tembak dengan Detasmen Khusus Israel di pintu masuk utama kota Yatha, selatan Hebron, Tepi Barat.
Mujahid Nairukh berusia 30 tahun warga Wadi al-Tuffah, kota Hebron. Ia seorang Hafiz Al-Qur’an,  berkeluarga dan memuliki dua orang anak.
Abu Huzaifah pernah ditahan di penjara Israel  selama 8 tahun, dari tahun 2002 hingga tahun 2009, atas tuduhan berafiliasi ke Brigade Izzuddin al-Qassam dan membantu Abdul Mu’thi Syabanah untuk menjalankan operasi martirnya yang berkualitas.
Selama masa penahanannya, Nairukh dipindah dari penjara satu ke penjara yang lain. Ia pun menghafal Al-Qur’an dalam penjara dalam waktun 8 bulan. Tidak sekedar itu, Muhammad Fuad juga menghafal 6000 hadits lebih dari Shahih Bukhori.
al-Mujahid Muhammad Nairukh dikenal di penjara sebagai orang yang sangat konsisten dengan ajaran Islam. Sedkit nonton televisi,  wara dan lebih sering menghabiskan waktu bersama Al-Qur’an. Nairukh pun memiliki hujjah yang kuat saat diskusi.
Perlu dicatata, Asy-Syahid Nairukh telah dinonaktifkan dari Hamas saat berada di Penjara Negev menjelang beberapa bulan sebelum dibebeaskan. Dan hal itu setelah ia dituduh sebagai takfir. Itu label yang senantiasa Hamas sematkan kepada siapa yang berafiliasi kepada Salafi Jihadi. lebelnya tersebut pun didengung-dengungkan.
Ia pun pernah berdiskusialot dengan salah satu Anggota Dewan Legislatif di penjara Israel. Nairukh mengeluarkan hujjah-hujjah tentang kebathilan demokrasi, di mana Hamas berjlan di atasnya dan menyelisihi syari’at. Lantaran itu, Abu Huzaifah pun dipindahkan ke penjara Eshel di Beer Sheva.

Otoritas Palestina Berkoordinasi dengan Israel untuk Membunuhnya

Sebelum kesyahidannya, Nairukh diusir oleh Aparat Keamanan Palestina dan Tentara Israel. Intelijen Palestina berusaha menangkapnya setelah mendapatkan informasi bahwa ia akan melakukan operasi menyerang Israel di Hebron. Dan yang bertanggungjawab dalam operasi intelijen tersebut adalah seorang perwira bernama Adnan Abu Eisha.
Namun Muhammad Fuad berhasil meloloskan diri dan bersembunyi. Upaya pencarian OtoritasPalestina pun sia-sia. Adnan Abu Eisha pun meminta foto-foto Nairukh dari Aparat Intelijen untuk disebarkan.
Pada minggu kedua, aparat menyita mobil Nairukh dan membekukan rekeningnya. Otoritas juga mengumumkan agar Muhammad menyerahkan dirinya. Namun ia menolak. Intelijen pun memberitahu kepada keluarganya bahwa status Muhammad sekarang menjadi DPO Israel karena berafiliasi kepada Salafi Jihadi.
Intelijen berhasil memantau gerak-gerik mobil yang ditumpangi oleh Muhammad Nairukh selama 4 hari sebelum kesyahidannya di salah satu desa Hebron. Israel pun melakukan pengawasan 24 jam terhadap Muhammad.
Menjelang Muhammad ingin beroperasi di dalam wilayah Israel, pasukan khusus yang bernama Yamas di Militer Israel melakukan penyergapan. Terjadilah baku tembak pada hari itu hingga akhirnya Muhammad bersama 2 temannya menghebuskan nafas terakhir.
[usamah/haq]
Labels:
materi islam

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget