Halloween Costume ideas 2015
December 2013

(29/12/2013) - Mujahidin Ahrar Syam (Islamic Front) menggunakan Missil Konkurs meluluh lantakkan Tank Rezim di Pegunungan Qolamun. Setelah dilihat tampak beberapa tentara rezim berlarian untuk memperingatkan kawan-kawannya. Tapi nasi sudah menjadi bubur... Missil ini duluan sampai sehingga menghancurkan pertahanan mereka dan membuat sebagian tentara berhamburan ke udara akibat ledakkan yang besar.

Duka yang menyelimuti masyarakat Aleppo akhir-akhir ini akibat dihujani serangan bom dan mortir tentara rezim Assad, membuat para mujahidin Suriah semakin berjibaku. Bukan saja untuk mempertahankan wilayah dan membalas serangan tentara rezim, mereka juga turut membantu meringankan korban serangan bom Assad dan menolong keluarga tak mampu di Aleppo.


“Kami membagikan kupon gratis untuk masyarakat tak mampu,” kata Abu Amir, salah satu mujahidin Harakan Fajar Syam di Suriah, Jumat (27/12/2013)

Dalam kupon tersebut terdapat data jumlah anggota keluarga, kebutuhan tiap orang dan juga kebutuhan makanan untuk perbulan.

“Tiap orang bisa berbeda, sesuai kebutuhan. Kami datangi satu persatu rumah, kami tanya apa kebutuhan mereka dan kami catat,” katanya.

Selain itu, Abu Amir juga membagikan bantuan bagi anak-anak korban serangan rezim Assad. “Ada bantuan untuk sekolah yang terkena bom Assad, kami bagikan bantuan untuk anak-anak di sana,” tambahnya. Serangan bom yang dijatuhkan tentara Assad semakin massif di kota Aleppo dan membuat lebih dari seribu warga Aleppo menjadi korban dalam satu pekan terakhir.

“Mereka semakin panik dan hanya berani menurunkan bom birmil (tong berisi bom TNT dan serpihan baja) secara acak, mengakibatkan bangunan hancur dan masyarakat meninggal dunia,” kata Abu Amir. [sdqfajar/Road4Peace]

(27/12/2013) - Anggota Hizbullah Lebanon yang semula berada di pihak Assad, bertobat dan menyatakan ke Islamannya di depan Jabhah Islam (Islamic Front) untuk selanjutnya bergabung dengan Mujahidin. Hal ini setelah melalui pemeriksaan yang sangat ketat. Setelah Tobat ia Mengganti Namanya dengan Nama Shahabat Nabi yang Paling di benci Syiah ( Abu Bakr dan Umar) Yaitu Umar Abu Bakr.



Begitulah Kalau Alloh berkehendak maka hidayah dapat merasuki jiwa seseorang. Semoga menjadi pelajaran bagi mereka yang mendukung Hizbullah Libanon.

Sebelum meninggalkan daerah Jabal Akrad, Suriah, Saya berteman akrab dengan banyak sekali pejuang disana, mulai prajurit rendahan sampai para komandan tinggi, baik dari kelompok Latakia maupun Aleppo. Tapi terutama yang paling berkesan di hati adalah para pejuang kelompok Banias

Orang-orang Latakia punya logat yang indah didengar, mengalun seperti bernyanyi kalau bicara. Belum lagi suara yang rata-rata halus merdu. Ngobrol dengan orang Latakia berjam-jam saya betah, biarpun banyak ga ngerti bahasa Arab Suriah pasaran mereka, tapi di telinga ini ucapan mereka seperti lagu menyenangkan

Orang Banias lain lagi, keakraban saya terjalin karena hampir semua cerita seru saya alami, mulai diberondong tembakan dari atas bukit waktu nebeng patroli markas mujahidin, sampai hampir mati nyaris menginjak ranjau di sepanjang jalan menuju Aleppo, semuanya selalu bersama kelompok ini.

Dari sekian puluh pejuang ada 6 orang paling saya rindukan. Jihad Muhammad dengan kelembutan hati serta wajah baby face nya, Abu Ahmad yang gagah berwibawa fasih berbahasa Inggris serta luas pengetahuan, Abu Yusuf si raksasa lemah lembut tampan perkasa, Hudzaifah sang komandan hebat rendah hati dan merakyat, Abu Firasy tetua pejuang Jabal Akrad, veteran perang dengan banyak bekas luka di tubuhnya yang saya kira berhati batu tapi ternyata bisa nangis waktu kami pamit pulang ke Indonesia, Dan Abu Umar

Tokoh terakhir ini usianya baru 21 taun waktu itu, tampan bukan kepalang, MasyaAllah ! Belum pernah saya iri liat orang ganteng kecuali pada Abu Umar. Bahasa Inggrisnya cukup membantu sesekali saya ga ngerti satu dua kata dalam bahasa Arab pasaran Suriah. Tapi saya merasa dekat dengannya melalui sebuah kejadian

Seluruh pejuang menggunakan Skype, Whatsapp, Viber atau software komunikasi lainnya untuk berhubungan sesama pejuang atau dengan keluarga nun jauh di rumah. Sinyal dari simcard Turkcell yang kembang kempis ketika dibawa masuk Suriah terkadang menghalangi mereka melepas rindu pada keluarga, Tapi itu sudah cukup karena paling tidak satu bulan sekali mereka bisa 10-15 menit nelp anak, Istri, Bapak, Ibu atau adik kakaknya

Sayangnya yang terjadi pada Abu Umar ga begitu. Udah lebih setaun beliau merindu keluarganya. Karena satu dan lain hal ga ada sarana komunikasi apapun dirumah beliau di Banias sana kecuali akun fesbuk adiknya. Sedangkan tempat juang Abu Umar pun ga ada sarana internet kecuali via hp yang jangankan untuk buka fesbuk, Untuk buka Whatsapp pun susahnya setengah mati

Suatu hari Abu Umar liat kami sedang menggunakan laptop lengkap dengan modem, Dari balik pintu saya liat beliau tertegun penuh harap, Tapi rasa hormat khas orang Suriah mencegah beliau dari meminta apapun pada tamunya ini

Jadi malam hari saya datangi Abu Umar dengan laptop dan modem, ga basa basi saya sodorin aja tu barang

"Nih kalo mau pake. Tapi kalo boleh tau mau nt pake buat apaan ?"

Dengan malu setengah ga sabar mengalirlah cerita tentang keluarga yang lebih setahun terputus komunikasi dsb. Belum kelar ceritanya udah saya potong

"Udah ntar aja deh ceritanya, Pake dulu tu buruan !"

Internet loading di Jabal Akrad leletnya minta ampun, Tapi dengan sabar Abu Umar tunggui sampai akun fesbuknya terbuka sempurna. Begitu masuk inbox disana sudah menumpuk ratusan kalimat yang dikirim orangtua beliau berikut foto-foto mereka. Isinya tentang kerinduan, kekhawatiran, doa ibu bagi buah hati, juga canda dan curhat adiknya

Seketika pejuang muda belia nan tangguh ini menangis tersedu-sedu, Airmatanya ga terbendung, rindu yang mengendap berbulan-bulan tumpah ruah malam itu. Sesekali tertawa, kemudian menangis, kemudian nyengir, kemudian nangis lagi. Begitu berulang-ulang sepanjang membaca isi inbox dari
keluarganya

Saya ga berani mendekat, ambil jarak 1-2 meter di samping, cukup untuk bisa ngintip tanpa mengganggu, tapi saya ikut nangis juga

15-20 menit kemudian saya tinggal Abu Umar sendirian diatas atap rumah, Masih berfesbuk ria, SubhanAllah rupanya sang adik pun sedang online, terjadilah percakapan antara mereka

Ba'da Shalat Subuh laptop beliau kembalikan, sepenuh hati diucapkannya terimakasih sampai saya malu seolah-olah saya melakukan amal besar baginya

Sayang tu laptop punya Hilal Ahmar Society Indonesia, Kalo punya saya insya Allah udah saya kasihin Abu Umar pas saya pulang ke Indonesia. Sampai kemarin saya selalu berdoa supaya dipertemukan dengan salah satu dari mereka berenam sebelum kami wafat. Sayang Abu Firasy syahid (insyaAllah) beberapa bulan lalu, ditembak tengah malam oleh penembak misterius. Abu Ahmad sekarang di Idlib alhamdulIllah Musa adik saya jumpa beliau disana. Sisanya ga saya tau posisinya karena udah berpencar ga di Jabal Akrad lagi

Tapi Allah masih menyisakan satu kejutan buat saya. Setiba di Antakya dan kerumah singgah mujahidin, yang membukakan pintu barusan adalah Abu Umar !

Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !

Oleh : fathi yazid attamimi
Tim Merah Putih

Pada tanggal 20 November 2013 adalah pembentukan Jabhah Islamiyah yang bertujuan untuk mempersatukan brigade mujahidin islam dan meluruskan perjuangan untuk menegakkan Negara Islam.
Anggota Jabhah Islamiyah lebih dari 45.000 mujahidin, terdiri dari:
1. Brigade Salafi Harakat Ahrar al-Sham
2. Liwa al-Tawhid
3. Liwa al-Haqq
4. Suqur al-Sham
5. Jaysul Islam
6. Ansar al-Sham
7. Fron Tentara Islam Kurdi

Video Pernyataan Pembentukan Jabhah Islamiyah.



Logo:
Anggota:
Formasi Anggota:

Formasi Ke Pengurusan:
1. Pemimpin Umum Jabhah Islamiyah: Abu Issa al-Sheikh dari Suqur Al Shaam


2. Kepala Deputi Syuro: Abu Amr Zeidan Haji al-Hreitan dari Liwa al-Tawhid


3. Kepala Bidang Politik: Hassan Aboud dari Harakat Ahrar Syam


4. Kepala Bidang Operasi Militer: Muhammad bin Abdulloh Zahran Alloush dari Jaysul Islam


5. Sekretaris Jendral: Sheikh Abu Ratib dari Liwa al-Haq

Karomah yang diberikan Allah kepada mujahidin Suriah yang memerangi rezim kafir Bashar Al-Assad tidak hanya bagi mereka yang masih hidup namun juga pada jenazah mujahid yang gugur syahid dalam pertempuran melawan tentara Syi'ah loyalis Assad.

Allah Subhanahu Wata'ala menjaga jenazah mujahid tersebut dari tindakan penghinaan dan juga penganiayaan yang dilakukan oleh loyalis Assad yang mencoba merusaknya bahkan membakarnya.

Sebuah video yang diposting di YouTube hari Rabu (25/12/2013), difilmkan oleh tentara Syi'ah loyalis Assad sendiri, menunjukkan percobaan perusakan terhadap jenazah dari seorang mujahid yang gugur Syahid (Insyallah). Terlihat seorang tentara kafir loyalis Assad berusaha menusukkan pisau yang dia pegang ke tubuh jenazah tersebut berkali-kali dengan sekuat tenaga, namun meski telah berulang kali mencoba di beberapa bagian tubuh, pisau tentara kafir Syi'ah tersebut tidak juga dapat menembus kulit jenazah sang mujahid.

Tidak berhasil untuk merusak jenazah mujahid tersebut, tentara kafir kemudian menuangkan satu drum bensin ke jenazah mujahidin itu dan mencoba untuk membakarnya.

Namun bagaimanapun, hal itu juga tidak berhasil. Lagi-lagi Allah menunjukkan kuasanya, meski menyala di pakaian sang mujahid, api itu tidak pernah menyentuh kulit jenazah mujahidin tersebut. Setelah berkali-kali mencoba dan tidak berhasil, loyalis Assad kemudian meminta kawannya untuk menghentikan memfilmkan aksi tersebut.

Tahun ini, Inggris mencabut kewarganegaraan dari 20 warganya yang saat ini ikut berjihad di Suriah melawan rezim antek kaum kufur, Basyar al-Assad. Dan mereka ini mendapatkan kewarganegaraan Inggris sejak Mei 2010. Sejauh ini total mereka yang dicabut kewarganegaraannya melalui keputusan Menteri Dalam Negeri, Theresa May berjumlah 37 orang. Bahkan Inggris akan mengambil tindakan hukum untuk mencabut yang lainnya “untuk mencegah mereka kembali ke Inggris dan melakukan banding di pengadilan,” seperti yang dilaporkan oleh surat kabar Inggris “The Independent” (23/12/2013).

Surat kabar itu melaporkan bahwa ia mendapat angka terkait jumlah mereka yang dicabut kewarganegaraannya dari “Kantor Investigasi Jurnalisme” di London. Dan ini berdasarkan undang-undang kebebasan mengakses informasi. Sementara itu Kementerian Dalam Negeri menggunakan undang-undang Inggris yang membolehkan pencabutan kewarganegaraan yang diberikan kepada seseorang, sehingga pada saat yang sama ia kembali menjadi warganegaraan asing “jika ia diyakini akan menyebabkan kerusakan pada masyarakat Inggris,” ungkapnya.

Sedang target dari keputusan pencabutan kewarganegaraan itu adalah khusus untuk mereka yang masih di Suriah sebagai pejuang, sehingga mereka tidak dapat kembali ke Inggris lagi, dan tidak bisa mendapatkannya kembali melalui upaya banding. Jumlah mereka ini, menurut yang dilaporkan oleh sumber surat kabar yang tidak disebutkan namanya, berkisar antara 40 hingga 240 warga Inggris, dimana mereka telah dan sedang dicabut kewarganegaraannya “dengan sangat rahasia”. Surata kabar menambahkan bahwa Undang-undang Kewarganegaraan di Inggris membolehkan pemerintah untuk mencabut kewarganegaraan yang telah diberikan kepada seseorang “tanpa perlu mendapatkan persetujuan dari pengadilan” dan bisa langsung diterapkan.

Mahkamah Agung Tajikistan telah menjatuhi hukuman penjara selama dua tahun untuk lima pemuda Muslim karena mereka berperang di sisi Mujahidin Suriah melawan pasukan rezim kafir Assad.

Komite Negara untuk Keamanan Nasional Tajikistan mengatakan pada Selasa (24/12/2013) bahwa lima mahasiswa asal Tajikistan yang belajar di Universitas Internasional Suriah telah memutuskan untuk bergabung dengan kelompok Jihad, lansir situs berita RFL/RL.

Kelimanya ditahan pada bulan Oktober ketika mereka kembali ke Tajikistan.

Karena Tajikistan tidak memiliki hukum yang melarang “tentara bayaran”, kelimanya didakwa dengan “partisipasi dalam kelompok kriminal atau kelompok bersenjata lainnya”.

Seorang pengacara untuk salah satu terdakwa mengatakan bahwa tidak ada bukti kelimanya telah berpartisipasi dalam pertempuran ketika mereka berada di Suriah.

Awal tahun ini, ada laporan mengenai kematian beberapa warga Tajikistan yang gugur dalam pertempuran di Suriah.

(24/12/2013) - Pemerintah Syi’ah Irak menutup seluruh perbatasannya dengan Suriah saat Nouri al-Maliki berupaya meluncurkan operasi militer besar-besaran untuk berburu Mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) dan lokasi persembunyiannya di padang pasir di barat Irak.


Nouri al-Maliki merupakan salah satu pendukung kuat rezim Nushairiyah Suriah dan laporan menunjukkan bahwa pemerintahannya memfasilitasi transfer senjata Iran ke Suriah.

Saat ini, Irak mulai merasakan dampak dari dukungannya terhadap rezim kafir Assad dengan banyaknya serangan mematikan menargetkan militer dan polisi boneka Irak serta pejabat pemerintahan.  Maliki muncul untuk “merevisi” pendekatannya terhadap konflik Suriah.

Pada Selasa (24/12), sebuah bom menghantam konvoy menteri pertahanan Irak, melukai dua pengawalnya, lansir AFP.

“Bom pinggir jalan menghantam konvoy Saadun al-Dulami saat melakukan perjalanan antara Fallujah dan Ramadi, melukai dua pengawal dan merusak salah satu kendaraan,” ujar juru bicara Mohammed al-Askari.

Pemboman itu terjadi setelah lima perwira senior di antaranya seorang komandan divisi dan 10 tentara tewas pada Sabtu (21/12) dalam serangan mematikan di provinsi Anbar.

Operasi militer Irak terhadap Mujahidin ISIS di dekat perbatasan Suriah dinamai “Pembalasan pemimpin Mohammed”, terinspirasi dari nama seorang komandan divisi yang tewas.

Askari mengklaim bahwa pihaknya telah mendapatkan foto udara yang menunjukkan 11 kamp Mujahidin di dekat perbatasan Suriah dan operasi militer akan dilancarkan di sana.

Benjamin Netanyahu mengungkap koalisinya dengan teroris Bashar Al Assad. PM Yahudi Israel ini menyatakan akan melakukan kampanye rehabilisasi nama baik Asad di Eropa dan Amerika sebagai sosok alternative yang layak diterima dan lebih baik dibanding alternative Islam. Ia mengungkapkan Israel sedang mengadapi tantangan baru di Suriah yang berafiliasi kepada kekuatan Jihad Global. Bahkan Netenyahu tidak akan segan-segan untuk melakukan intervensi militer di Suriah membantu Basyar Asad.


Sikap tegas Netenyahu ini disampaikan dua tahun setelah revolusi meletus di Suriah. Selama ini media Israel hanya menyatakan, elit Israel politik dan militer berdoa agar Asad tidak jatuh. Dan kini doa itu berubah menjadi kampanye yang diusungnya kepada sekutu-sekutunya di dunia internasional untuk mendukung rezim Basyar Asad. Inilah yang menafsirkan kenapa konflik di Suriah makin kompleks dan kenapa revolusi lambat untuk menang dalam jihad melawan rezim yang kejam ini.

Netanyahu secara tegas menandaskan, Kami resah terhadap senjata berkualitas yang bisa jadi akan mengubah perimbangan kekuatan di Timteng yang jatuh di tangan kelompok teroris. Kami akan halangi hal itu. Senjata utama yang meresahkan kami adalah senjata yang benar-benar ada di Suriah, senjata anti rudal, anti pesawat tempur, senjata kimia, senjata lain berbahaya yang bisa. Ini bisa mengubah perimbangan di kancah dunia internasional. Karena itu, jika jatuh ke tangan teroris akan berbahaya dan ini menjadi perhatian dunia internasional.

Inilah yang disampaikan Netenyahu dalam televise Inggris yang kemudian disiarkan ulang oleh radio Israel dan ditambahkan bahwa Netanyahu kini telah membahas pelarangan pemberian senjata kepada oposisi Suriah bersama PM Inggris David Kameron dan PM Kanada Steven Harber. Netanyahu berlasan, rezim Basyar Asad akan digantikan oleh kekuatan baru yang lebih ekstrim dalam melawan Israel, yakni kekuatan yang berafiliasi kepada Jihad Global yang kini sudah membumi.

Soal Amerika, hal itu dijamin oleh Israel akan membela Asad. Empat petinggi di pemerintah Obama gagal mendorong Obama mengambil keputusan untuk mendukung persenjataan kepada oposisi Suriah. Penyebabnya, usaha lobi yahudi menghalang usaha pemberian senjata kepada oposisi Suriah. Inilah yang menjadikan kenapa pemerintah Obama seperti tidak bersikap membela atau anti revolusi Suriah, mendukung Asada tau anti Asad. Amerika menyatakan mendukung kebebasan dan demokrasi dan pada kesimpulannya mendukung rezim Asad. Kemudian mereka menyatakan akan memberikan bantuan tidak mematikan. Amerika juga memasukkan Jabhah Nushrah dalam daftar organisasi teroris. Terkadang AS juga menyebut revolusi Suriah tidak jelas dan remang-remang dan senjata tidak mungkin jatuh ke tangan yang salah. Amerika juga menyatakan akan mebentuk oposisi poros tengah dan akan membentuk toko revolusi untuk mencetak kelompok oposisi Suriah sesuai pesanan Amerika. Amerika tentu akan melakukan apapun untuk menghalangi kemenangan di Suriah. Inilah yang sebenarnya dijelaskan oleh PM Rusia Dmitry Medvedev kepada CNN Amerika, bahwa Rusia selamanya tidak akan menjadi sekutu satu-satunya Suriah atau Basyar Asad. Kami sudah membangun hubungan baik dengan ayahnya dan dia. Namun dia juga memiliki sekutu lebih banyak di negara-negara Eropa.

Salah satu pengamat di Washington Daniel Pipes mengungkap kecenderungan Obama mendukung dan mengajak mendukung Basyar Asad sebab kemenangan kelompok Islam tidak akan berpihak kepada negara barat. (Juice Press Yahudi). Dalam artikel di Wallstret Jornal, pengamat Adam Antosis dan Juliana Barnez mengatakan, Obama khawatir pejuang oposisi Suriah. Pejabat di pemerintah Obama mengagetkan pejabat Amerika agar mengubah sikapnya terhadap Suriah, tegasnya. Mereka tidak ingin kemenangan penuh bagi oposisi Suriah sebab mereka meyakini bahwa orang pilihan bisa jadi tidak berada di depan.

Dalam artikelnya pada 11 April 2013 pengamat politik Adam Antosis menegaskan, Barat memihak Bashar Asad melawan oposisi sebab pasukan kejahatan menjadi ancaman bagi barat. Menurutnya, paling tidak barat harus masuk ke Suriah untuk memperlambat pertempuran dengan mendukung pihak yang dirugikan. Sebaliknya, menurut pengamat barat ini, jika oposisi menang itu akan memperkuat Turki dan kelompok jihadi yang akan menggantikan Asad.

Inilah peta revolusi Suriah. Penyebab lambannya kemenangan revolusi Suriah adalah karena Israel, Iran, dan Irak Maliki, Rusia, Cina, Hezbollah terang-terangan memerangi rakyat Suriah baik secara politik dan militer. Amerika, Inggris, Perancis menyadari bahwa kemenangan mujahidin lebih berbahaya ketimbang rezim bashar assad.

Jumat (20/12/13) Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan, negara-negara barat mulai menyadai bahwa keberlangsungan Presiden Rezim Suriah menduduki tahtanya lebih baik dibandingkan ia digulingkan oleh Kelompok-kelompokn Islamis.

Lavrov menambahkan dalamsebuah wawancara dengan Badan Informasi Rusia, “hal ini tidak dikemukakan dalam pertemuan khusus saja, melainkan juga dalam pernyataan publik. Ide yang dipilih oleh rekan barat adalah kelangsungan al-Assad di kursinya lebih baik daripada “teroris” menguasai Suriah” tutur Lavrov.




Keberhasilan-keberhasilan yang direalisasikan oleh para pejuang Islam di pertempuran di Suriah menjadi penyebab barat merubah sikapnya tentang Rezim Assad. Ia mencatat bahwa militan Islam mampu memperluas pengaruhnya dengan cepat serta menerapkan hukum-hukum Islam di wilayah kekuasaan mereka.

Menteri Keuangan dan Ekonomi sementara Suriah, Ibrahim Miro, mengatakan pada hari Sabtu bahwa rezim Assad telah menghabiskan 25 miliar dolar pada perang sipil yang telah berlangsung di negara itu selama tiga tahun.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Miro mengatakan rezim Assad menghabiskan 7 miliar dolar cadangan dolar dari Suriah Bank Sentral pada tahun 2011 dan 9 miliar dolar pada tahun 2012 dan sekitar 9 miliar dolar pada 2013. Rezim menghabiskan sekitar 25 miliar dolar tapi Assad masih bisa mendapat lebih dari 50 miliar dolar dari negara-negara yang mendukung rezimnya, demikian lansir situs berita dari Turki, worldbulletin.net, Sabtu 7 Desember.

Miro juga mengatakan bahwa rezim Assad masih dapat memberikan sekitar 2,5 miliar dolar untuk melanjutkan perang saat ini untuk merekrut sekitar 60 ribu tentara dan polisi, sehingga rezim Assad tidak mungkin runtuh karena sanksi ekonomi.

Tingkat produksi telah hampir berhenti di Suriah, Miro mengatakan bahwa pabrik-pabrik yang sebagian besar terletak di pinggiran kota Damaskus dan Aleppo telah rusak akibat perang. Selain itu sektor pertanian dan pariwisata juga telah berhenti. Namun rezim Assad masih bertahan secara ekonomi karena didukung oleh kekuatan eksternal, tambah Miro.



Setelah pengepungan sejak April, akhirnya pada hari yang penuh berkah, Jum’at (20/12/2013) Mujahidin Islam Suriah telah mengambil alih kontrol Rumah Sakit (RS) Al-Kindi, sebuah gedung yang telah dirubah menjadi markas militer tentara rezim Nushairiyah, menurut laporan Komite Koordinasi Lokal Suriah (LCC).
Mujahidin dari Liwa’ At-Tauhid, Ahrar Asy-Syam dan Jabhah Nushrah bahu-membahu dalam mengepung pasukan rezim Nushairiyah dan milisi-milisi Syi’ah pendukungnya di RS Al-Kindi.
Liwa Tauhid mengatakan bahwa puluhan tentara rezim tewas dan Mujahidin telah merebut peralatan militer dan senjata dalam jumlah yang besar, termasuk tank-tank. Selain itu beberapa tentara rezim juga berhasil ditawan Mujahidin.
Pemandangan haru terlihat ketika Mujahidin membebaskan seluruh RS Al-Kindi. Mujahidin menggemakan takbir saat bersama-sama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Ta’ala yang telah memberikan kemenangan kepada Mujahidin.

Semoga menjadi awal kemenangan mujahidin mengusir tentara suriah seluruhnya dari Allepo.

Amir Mujahidin Jabhah Nushrah muncul dalam acara wawancara eksklusif dengan stasiun TV Al-Jazeera pada Rabu (18/12/2013) pukul 10.00 waktu Suriah.

Dalam wawancara tersebut, Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani, Amir Jabhah Nushrah yang merupakan sayap Al-Qaeda wilayah Suriah, menjelaskan beberapa persoalan penting kepada Kaum Muslimin.

Salah satu persoalan penting yang Syaikh Al-Jaulani jelaskan adalah permasalahan takfir alias pengkafiran. Secara tegas Syaikh Al-Jaulani menjelaskan bahwa Jabhah Nushrah bukanlah kelompok Khawarij yang mengkafirkan masyarakat secara serampangan. Jabhah Nushrah adalah bagian dari Umat Islam dan menganggap masyarakat Suriah sebagai Kaum Muslimin dan induk bagi Jabhah Nushrah.

Media massa sekuler dan Barat memang gencar memfitnah Jabhah Nushrah dan ISIS sebagai kelompok takfiri atau Khawarij yang gemar mengkafirkan Kaum Muslimin. Tuduhan palsu tersebut diblow-up oleh media massa sekuler dan Barat untuk memutuskan dukungan rakyat muslim Suriah kepada Mujahidin Jabhah Nushrah dan ISIS.

Di antara persoalan penting lainnya yang dijelaskan oleh Syaikh Al-Jaulani adalah sikap dan pandangan Jabhah Nushrah terhadap masa depan Suriah. Syaikh Al-Jaulani menegaskan bahwa jika rezim Nushairiyah Suriah telah jatuh, Jabhah Nushrah tidak akan memonopoli kekuasaan di Suriah.

Jabhah Nushrah bersama kelompok-kelompok jihad lainnya akan tunduk kepada Lajnah Syar’iyah, Majlis Syura atau Ahlul Halli wal Aqdi. Lembaga-lembaga tersebut didukung para ulama, komandan jihad, cendekiawan dan tokoh Islam dari dalam negeri Suriah maupun luar negeri Suriah yang turut berjihad di Suriah. Lajnah Syar’iyah, Majlis Syura atau Ahlul Halli wal Aqdi yang akan menjalankan roda pemerintahan di Suriah.

Apa yang dijelaskan oleh Syaikh Al-Jaulani tersebut sebelumnya juga telah ditegaskan oleh ulama Jabhah Nushrah, Syaikh Sami Al-Uraidi. Syaikh Sami Al-Uraidi tampil dalam video Jabhah Nushrah yang dirilis resmi Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’ yang berjudul ‘Manhaj Kami dan Akidah Kami’ pada bulan Dzulhijah 1434 H/Oktober 2013 M.

Jihad di Suriah sangat diminati oleh kalangan muda Muslim. Suriah menjadi ladang baru jihad, sesudah Irak dan  Afghanisan. Kalangan muda terdidik berduyun-duyun pergi ke Suriah berjihad. Mereka datang dari seluruh dunia.

Mereka datang dari Eropa, Amerika, Negara-negara Arab, dan Afrika. Suriah benar-benar menjadi tempat “inkubator” bagi  lahirnya generasi Mujahid global.

Mereka yang pergi berjihad ke Suriah, jumlahnya bisa lebih 11.000 Mujahidin yang berasal dari lebih  70 negara. Para Mujahidin yang sekarang berada di Suriah itu, termasuk dari sejumlah negara Eropa Barat.

Mereka berjuang bahu-membahu dengan saudara mereka dari berbagai negara, memanggul senjata, bertujuan ingin membebaskan Suriah dari cengkeraman rezim Syiah Alawiyyin Presiden Bashar al – Assad, ungkap sebuah kelompok peneliti indepeden yang dikeluarkan ICRS, pada Selasa,17/12/2013 .

'Kami memperkirakan bahwa - dari akhir 2011 sampai dengan 10 Desember tahun 2013 – jumlah Mujahidin mencapai 11.000 Mujahid yang sudah terlibat dalam perang Suriah k melawan rezim Bashar al-Assad', ungkap Pusat Studi Radikalisasi Internasional( ICSR ), sebuah kerjasama  lima universitas yang berbasis London .

Laporan ICRS menunjukkan bahwa Mujahidin berasal dari  Arab dan Eropa merupakan pejuang asing yang paling besar jumlahnya mencapai 80 persen. Tetapi, terdapat Mujahidin dari  Asia Tenggara, Amerika Utara , Afrika , Balkan dan negara-negara bekas Uni Soviet, dan mereka terlibat dalam perjuangan membebaskan Suriah dari tangan Bashar al-Assad.

Para Mujahidin yang sekarang berjihad di Suriah, sebagain mereka bergabung dengan Jabhah al-Nusrah dan ISIS, ungkap ICRS. Kalangan pengamat  ahli strategi militer Barat, sangat kawatir kelompok-kelompok Mujahidin yang bergabung dengan pejuang yang memiliki afiliasi dengan al-Qaidah.

Mujahidin berasal dari Eropa Barat, terutama Mujahidin yang berasal dari   Perancis dan Inggris, kelompok terbesar yang jumlahnya mencapai  18 persen. Kalangan muda Muslim mereka sangat antusias ikut dalam jihad di Suriah, dan Suriah sangat menjadi impian mereka. Cita-cita mendapatkan syahid di meda jihad yang sangat menantang seperti Suriah. Tentu, barisan Mujahidin yang paling besar sumbangan ke Suriah, berasal dari Timur Tengah dan Arab jumlah mereka mencapi 70 persen.

Menurut ICRS jumlah Mujahidin yang pergi ke Suriah mengalami peningkatan  peningkatan tiga kali lipat, terutama Mujahidin berasal dari Eropa Barat, sejak  bulan April lalu. Panggilan jihad  ke Suriah   bagi kalangan muda Muslim, penyebabnya masuk milisi Hisbullah Lebanon, milisi Syiah Irak, Garda Republik Iran,  di mana mereka mendukung rezim Syiah Alawiyyin Bashar al-Assad. Kedatangan milisi-milisi Syiah dari Lebano, Irak, Iran, dan Yaman, seperti menyulut kalangan muda Muslim diseantero dunia Islam, khususnya kalangan Sunni, melibatkan diri dalam kancah perang di Suriah.

“Ini  memperkuat persepsi bahwa konflik semakin menghebat di Suriah, dan melibatkan berbagai kekuatan di luar negara itu, karena tendensi konflik di Suriah adalah konflik Syiah-Sunni”, ujar ICRS. Apalagi, kekejaman rezim Bashar al-Assad sangat luar biasa. Assad telah melakukan kejahatan kemanusiaan. Termasuk menggunakan senjarta pemusnah massal (gas sarin), dan mengakibatkan ribuan penduduk Goutha di pinggiran Damaskus tewas.

Suriah menjadi “episentrum” krisis global, dan akan menentukan perubahan secara global, khususnya Dunia Islam, dan semua berawal dari Suriah.

Perang di Suriah manifestasi perang antara kekuatan kafir musyrik yaitu yahudi, nasrani, syiah dalam bentuk konkritnya rezim Syiah Alawiyyin Bashar al-Assad, melawan kekuatan para pejuang Ansharullah yang ingin menghapuskan segala bentuk kekuatan kafir musyrik,  dan inilah yang menyebabkan Suriah menjadi “magnetik” yang begitu memiliki daya tarik yang sangat kuat.

Jika para Mujahidin mengalahkan persengkokolan jahat kafir musyrik di Suriah, maka selanjutnya akan dapat menjadi pintu dan garda   depan membebaskan Masjidil al-Aqsha dari cengkeraman Zionis-Israel.

Tahun 2014 ini, momentum sejarah yang paling penting, di mana kekuatan Mujahidin seluruh dunia yang berkumpul di Suriah, selanjutnya akan menentukan perjalanan sejarah Dunia Islam. Di mana ibaratnya “ibu melahirkan” penuh dengan darah, dan lahir “bayi laki-laki” peradaban tauhid,  mengalahkan peradaban syirik dengan jihad.

Pesawat tempur rezim Nushairiyah Suriah telah membombardir kota Aleppo yang menewaskan puluhan orang, ujar laporan aktivis Suriah.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan bahwa 22 orang gugur, 14 di antaranya adalah anak-anak, lansir BBC (15/12/2013).
Aleppo, kota terbesar kedua di Suriah, wilayahnya terbagi antara Mujahidin dan pasukan rezim kafir.  Pasukan rezim secara intensif melancarkan serangan pengecut di wilayah yang dikendalikan oleh Mujahidin.
Dalam serangan terbaru, laporan menunjukkan bahwa sebuah sekolah dihantam dalam serangan itu.  Distrik Sakhur, Ard al-Hamr dan Haydariyeh juga menjadi sasaranh serangan, menurut laporan SOHR.
Aktivis yang mengelola Aleppo Media Centre juga melaporkan bahwa beberapa helikopter menyerang kota, lansir AFP.



Jumlah korban tercatat lebih dari 100 orang.

 
 
 
 
 

Wahai kaum muslimin, Suriah tanah suci kaum muslimin kini telah berubah menjadi lautan darah manusia. Kekejaman Bashar telah merenggut nyawa-nyawa kaum muslimin yang tidak berdaya. Bashar Asshad dengan bantuan Rusia dan China  bahkan Amerika telah membantai kaum muslimin.  Namun tampaknya peristiwa ini tidak mampu mengetuk hati kaum muslimin lain kecuali hanya sedikit saja, sama seperti halnya pembiaran Palestina yang dihinakan oleh Yahudi. Maka benarlah sabda Nabi, diriwayatkan dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Akan terjadi, bersatunya bangsa-bangsa didunia menyerbu kalian seperti sekelompok orang menyerbu makanan. Salah seorang sahabat bertanya: apakah karena jumlah kami dimasa itu sedikit. Rasulullah menjawab : jumlah kalian banyak tapi seperti buih dilautan. Pasti Allah akan cabut rasa segan yang ada didalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa wahn. ” Kata para sahabat: “Wahai Rasulullah, apa Wahn itu? Beliau bersabda: “Cinta dunia dan takut mati. ” (H.R. Abu Dawud)

Peperangan yang Bashar lantunkan bukanlah peperangan kemarahan rezim atas rakyatnya sendiri, tetapi peperangan yang jelas-jelas telah menghinakan Islam. Mujahidin dan masyarakat Suriah telah bertekad mengembalikan Islam dalam pelukan negara. Seperti yang dilaporan IHS Jane’s: Kelompok Perlawanan Suriah Menginginkan Khilafah, Studi baru oleh IHS Jane’s, sebuah konsultan pertahanan, menyatakan  kelompok perlawanan yang didominasi kelompok-kelompok Islam yang menginginkan Khilafah (sindikasi.net: 19/09/2013). Namun yang terjadi malah Bashar Asshad membantai mereka dengan amat keji. Panji-panji Allah yang mereka kibarkan di Suriah serta takbir-takbir yang mereka lantunkan telah membuat Amerika, Rusia dan antek-anteknya mengalami  ketakutan siang dan malam. Ketakukan akan kebangkitan Islam di bumi Syam.  Sehingga dengan interverensi Amerika, Rusia dan antek-anteknya Bashar Al-Asshad leluasa membantai kaum muslimin Suriah satu persatu.

Wahai kaum muslim, Suriah kini telah berkecamuk, namun kapankah kalian akan marah? Darah kaum muslim telah tertumpah dimana-mana. Bukankah Rasulullah telah bersabda bahwa umat ini adalah satu tubuh, tetapi kenapa Indonesia, Arab Saudi dan negeri-negeri kaum muslim lainnya hanya diam membisu atas pembantaian yang terjadi. Dengan apakah kalian akan marah?

Wahai kaum muslim, lupakah kalian? dahulu kalian dengan gagahnya mengalahkan kaum Salibis yang hendak menghancurkan Islam dan para pengikutnya, dahulu dengan beraninya mengusir kaum Mongol yang hendak memporak-porandakan Islam dan para pengikutnya. Namun kini umat muslim tidak lagi berdaya terhadap penyiksaan, pembunuhan terhadap kaum muslimin dan pembantai terhadap kaum muslimin dan penghinaan terhadap Islam. Ketidakberdayaan ini terjadi karena telah hilang kekuatan kaum muslimin, kekuatan yang menjaga Islam dan para pengikutnya, yaitu Khilafah Islamiyah. Imam al-Ghazali telah berkata,

"Agama ( Islam ) dan kekuasaan adalah saudara kembar, agama adalah asas dan kekuasaan adalah penjaganya maka sesuatu yang tidak ada asas akan hancur, dan sesuatu yang tidak dijaga pasti hilang." (Imam al-Ghazali)

Sejarah telah membuktikan bahwa betapa luar biasanya penjagaan Islam kepada setiap tetesan darah manusia, kisah heroik yang paling termahsyur adalah kisah seorang Khalifah Al-Mu’tashim Billah, dengan gagah beraninya dirinya membentangkan pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah (Turki) setelah mendapatkan laporan tentang pelecehan seorang muslimah yang dilecehkan oleh kaum Romawi.

Hanya dengan Khilafah Islamiyah saja kaum muslimin akan memiliki kekuatan seperti itu, mampu membebaskan Suriah, Palestina dan negeri-negeri kaum muslimin lainnya. Tidak ada pilihan bagi kita untuk berdiam diri, bergerak atau diam maut tetaplah akan menghampiri kita, namun sanggupkah jika kelak kita berdiri di depan Tuhan kita dan memberikan alasan kenapa kita tidak marah ketika saudara kita di bantai dengan bengis. Maka dari itu, bergeraklah wahai saudaraku, bergerak untuk melakukan perubahan di tengah-tengah masyarakat, bergerak bersama-sama menyadarkan akan pentingnya mengembalikan Islam ke dalam pangkaun kehidupan kita.

(11/12/2013) - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa negaranya menghadapi tantangan baru di Suriah karena adanya kekuatan yang berfiliasi ke Tanzim “Jihad Global” yang sangat memusuhi Israel di negeri ini. Sementara Faishal al-Miqdad, Wakil Menlu Suriah, menegaskan negarany menghadapi opsisi bersenjata di Golan.
Pernyataan Netanyahu itu dipublikasikan oleh kantornya setelah kunjungannya ke Golan bersama Menteri Pertahanan, Ehud Barak, dan Mayjen Yair Naveh. Netanyahu menegaskan, Rezim Suriah menghadapi kekuatan baru dan orang-orang yang sangat ekstrim melawan Israel yang berafiliasi ke Jihad Global yang semakin kokoh di muka bumi. Israel menggunakan ungkapan Jihad Global untuk menyebutkan Al-Qaidah dan jamaah yang berfafiliasi kepadanya.
Sementara itu, Ehud Barak juga menguatkan, Rezim Suriah Bashar Assad mengalami kemunduran di aspek militernya dalam memerangi oposisi dan melihat bahwa efektivitas Tentara Suriah semakin menyusut.

Amerika Serikat memiliki sekitar 1.500 tentara di Yordania dan mereka tetap akan berada di sana sampai “situasi keamanan membaik”, ujar Gedung Putih kepada Kongres pada Jum’at (13/12/2013).
Pasukan penjajah Amerika di Yordania didukung sistem rudal Patriot dan pesawat tempur, yang disebut-sebut berada di sana untuk “membantu” pemerintah Yordania ketika berhadapan dengan perang di negara tetangganya, Suriah.

“Pasukan akan tetap di Yordania dalam koordinasi penuh dengan pemerintah Yordania, sampai situasi keamanan menjadi sedemikian rupa sehingga mereka tidak lagi diperlukan,” klaim Gedung Putih seperti dilaporkan Al Arabiya.


Banyak orang bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi di Suriah. Apa yang berbeda antara Revolusi Suriah dan revolusi lainnya. Mengapa Revolusi Suriah tidak segera berakhir meski sudah berjalan lebih dari dua tahun; sementara pembunuhan, pembantaian dan penghancuran oleh rezim Bashar terus terjadi dan makin brutal?  Di tengah revolusi tersebut, Hizbut Tahrir dikenal luas di Suriah. Bagaimana peran Hizb di sana? Bagaimana sambutan rakyat Suriah terhadap seruan penegakan Khilafah?
Ustadz Hisyam al-Baba, Juru Bicara Hizbut Tahrir Suriah, mengupas sejumlah persoalan di atas dalam paparan beliau pada acara Tablig Akbar di Masjid Raya Bogor, sehari setelah Muktamar Khilafah di Gelora Bung Karno Jakarta, 2 Juni 2013. Berikut kami kutip paparan beliau selengkapnya.
... Revolusi Syam merupakan revolusi yang agung, revolusi umat Islam.  Kami tidak ingin Anda sekadar menghitung jumlah syuhada, jumlah korban tewas, jumlah para wanita yang dibunuh ataupun jumlah bangunan yang dihancurkan.  Kami ingin Anda mengetahui bahwa jika umat sudah bergerak maka seluruh dunia akan merasa takut baik Amerika, Eropa, Rusia, Cina, Iran dan partainya di Lebanon, Hizbullah. Mereka semuanya takut jika kaum Muslim datang ke Suriah dan membaiat khalifah.  Mereka membayangkan, jumlah penduduk Suriah tidak lebih dari 25 juta ketika mereka melakukan revolusi sudah sedemikian. Jika ratusan juta penduduk di Indonesia (melakukan revolusi sebagaimana di Suriah), tidak terbayang apa yang akan terjadi di dunia pada satu hari ketika khalifah dibaiat.
Rezim Suriah adalah rezim penjahat kafir. Mereka telah memerangi Islam dan kaum Muslim sejak setengah abad lalu.  Revolusi Syam sejak awal temanya sudah jelas.
 
Mereka melakukan revolusi dengan dasar bahwa kaum Muslim harus diperintah dan dihukumi dengan Islam di bawah Khilafah Islam.  Oleh karena itu kaum Muslim di Bumi Syam melakukan perlawanan. Mereka melakukan perlawanan dengan tema yang jelas.  Mereka mendeklarasikan bahwa Revolusi Syam adalah untuk Allah.  Mereka mengatakan, “Hiya lillâh, hiya lillâh (Revolusi ini untuk Allah, revolusi ini untuk Allah!” Mereka juga terus mengatakan, “Qâ’idunâ lil abad sayidunâ Muhammad (Pemimpin kami untuk selamanya adalah Sayidina Muhammad.”
Amerika yang berdiri di belakang Bashar pun meraka takut dan berusaha menghalangi kaum Muslim diperintah di bawah Khilafah Islam.  Namun, rakyat tidak menggubris apapun. Mereka (Amerika, rezim dan sekutunya) pun menawarkan untuk mengubah rezim, mengganti Bashar dengan agen lainnya, tetapi rakyat menolak. Mereka menawarkan pemerintahan gabungan, tetapi rakyat menolak.  Mereka melakukan banyak upaya, tetapi rakyat tetap menolak. Rakyat hanya menghendaki Khilafah Islam.

Abu Maryam Mohammad Al Naseeb Mujahidin dari Kuwait gugur di Damaskus.
5 Orang Mujahidin Gugur, 3 dari Luar Suriah dan  2 Warga Suriah.
"Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan Maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar. [QS. AnNisa : 74]




Kantor Persatuan Jurnalis Homs merilis sikap mereka yang berlepas diri sepenuhnya dari organisasi oposisi sekuler boneka Barat, Syrian National Coalition (SNC, Koalisi Nasional Suriah), Ahad (13/10/2013), dilansir oleh kantor berita Haq.

Sikap Kantor Persatuan Jurnalis Homs itu selaras dengan sikap kelompok-kelompok jihad Islam dan FSA di dalam negeri Suriah yang menolak keberadaan SNC. Mujahidin yang berjihad di Suriah tidak mengakui SNC, pemerintahan SNC di luar negeri dan seluruh keputusan yang ditetapkan oleh SNC.

Homs telah dikepung dan dibombardir secara massif selama satu tahun lebih. Ribuan pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah Hizbu Iran Lebanon membombardir secara brutal Homs. Selama masa pengepungan dan penyerangan brutal tersebut, SNC tidak sedikit pun mengirimkan dana dan senjata kepada mujahidin Homs. SNC bahkan menyerukan gencatan senjata dengan rezim Nushairiyah Suriah.

SNC merupakan organisasi oposisi sekuler Suriah yang dibentuk dengan dukungan Barat dalam konferensi di Doha, Qatar pada November 2012. SNC berkantor di hotel-hotel mewah di Turki dan Barat. SNC dibentuk atas dukungan Barat dan diakui oleh Barat. SNC bertujuan mendirikan negara baru Suriah berdasar sistem demokrasi sekuler dan menolak syariat Islam.

SNC mengklaim sebagai representasi revolusi Suriah. SNC menggalang bantuan dana dan senjata atas nama rakyat Suriah. Sebagian besar dana dan senjata tersebut tidak diserahkan kepada mujahidin di dalam negeri Suriah. Sesuai kesepakatan dengan Barat, SNC membentuk milisi-milisi sekuler FSA dengan misi memerangi mujahidin Islam di Suriah yang mencita-citakan penegakan khilafah Islamiyah dan penerapan syariat Islam.


Marwah Kaila, sniper wanita paling terkenal di tengah mujahidin FSA di kota Aleppo. 
Kepada Anatolia dan Ugarit News, Kaila mengisahkan ia memulai “aktivitas revolusi”nya di bidang jurnalistik. Ia menjadi koresponden mujahidin, meliput berita, video dan pertempuran-pertempuran mereka, lalu mengirimkannya ke media massa.
Setelah bergabung secara resmi dengan mujahidin FSA, pekerjaan jurnalistik itu tidak lagi digelutinya secara langsung. Ia telah belajar ketrampilan-ketrampilan perang dan militer dari para instruktur mujahidin. Ia diangkat menjadi sniper FSA, setelah para instruktur melihat bakat dan ketrampilannya menggunakan senjata khusus untuk para sniper.
“Sebagai sniper FSA, saya harus berada di barisan terdepan dalam medan pertempuran, untuk menghadang dan mengawasi pergerakan sniper rezim,” kata Kaila kepada Anatolia dan Ugarit News.
Salah seorang mujahid FSA menuturkan berkali-kali melihat keikut sertaan Kaila dalam pertempuran-pertempuran FSA di Aleppo. Salah satunya di front pertempuran desa Shalahuddin, di mana Kaila memperlihatkan ketangkasan dan keberaniannya di barisan terdepan mujahidin, tanpa gentar sedikit pun.


Tiada keinginan yang lebih dikejar oleh mujahidin di jalan Allah melebihi dua kemuliaan yang dijanjikan Allah Ta’ala; kemenangan Islam atau mati syahid. Mati syahid di hari apapun dan bulan apapun adalah kemuliaan dan pencapaian tertinggi seorang mujahid. Bagaimana pula apabila mati syahid itu diraih di hari mulia dan bulan mulia, Ramadhan yang penuh berkah?
Itulah yang diraih oleh mujahidin kita di Suriah. Salah satunya adalah mujahid yang gugur di kota Musaifirah, propinsi Dara’a pada hari pertama Ramadhan 1434 H, Rabu (10/7/2013) bernama Baha’ az-Za’bi Abu Muhammad.
Kantor berita Nora News melaporkan Baha’ Az-Za’bi gugur dalam pertempuran di kota Musaifirah, propinsi Dara’a pada hari Rabu (10/7/2013). Rabu adalah hari pertama Ramadhan 1434 H bagi umat Islam di Suriah. Baha’ az-Zab’i gugur dalam pertempuran melawan pasukan rezim Nushairiyah Suriah, hanya satu jam sebelum tiba waktu berbuka puasa.
“Kami sampaikan kepada kalian berita kesyahidan syahid kebebasan dan kemuliaan pada hari pertama bulan Ramadhan yang penuh berkah, asy-syahid Baha’ az-Za’bi Abu Muhammad, salah seorang pejuang dan sniper kota Dara’a. Asy-Syahid telah berjihad di Irak melawan pasukan Amerika. Ia kemudian meninggalkan negara Emirat dan kembali untuk berjihad di jalan Allah, di bumi Syam, yaitu di distrik Ghautah Timur (propinsi pinggiran Damaskus).”
“Ia kemudian berjihad di tanah kelahirannya, kota Musaifirah, propinsi Dara’a. Ia gugur sebagai syahid hanya satu jam sebelum waktu berbuka puasa. Selamat bagimu wahai sang pahlawan. Engkau akan berbuka puasa di sisi Sang Maha Pemurah,” tulis Nora News.


Koordinator Tim Ketiga HASI, Abu Yahya, menceritakan kisah seorang mantan tentara Bashar Asad yang membelot dan bertaubat lalu bergabung dengan Mujahidin

Saat diwawancara oleh Mujahidin Suriah dan relawan HASI, mantan tentara Asad itu, menjawab pertanyaan kenapa pasukan Asad yang berjumlah 1500 personel di Jabal Akhrod tidak berani melakukan serangan kepada Mujahidin Suriah yang hanya berjumlah 150 personel, padahal baik secara kekuatan (jumlah) maupun persenjataan, Mujahidin jauh kalah dibanding tentara Asad.

Mantan tentara Asad itu menjelaskan sembari terkejut dan heran lalu balik bertanya. “Siapa bilang jumlah kalian sedikit? Kami setiap malam melihat kalian dengan pakaian putih-putih bergerak dari satu lembah ke lembah lain sehingga kami berpikir jumlah kalian begitu banyak dan menjadi pertimbangan kami untuk tidak lebih dulu menyerang,” ungkapnya seperti diceritakan kembali oleh Abu Yahya dalam presentasi Laporan Tim ke-3 HASI kepada Forum Indonesia Peduli Suriah (FIPS).

Seperti diketahui, wilayah Jabal Akrod mempunyai sebuah tapal batas dengan tentara Asad yang jumlahnya ribuan. Tapal batas tersebut hanya dijaga oleh ratusan mujahidin. Begitu pentingnya tapal batas tersebut mempengaruhi situasi di Jabal Akrod, jika pasukan Asad mampu membobolnya.

“Namun, hingga kita pulang mereka tidak mampu membobol tapal batas, Allah menurunkan pertolongannya. Sebab, di sana dijaga oleh para Mujahidin yang sangat ikhlas mencari ridho Allah, sangat menjaga ke-Islamannya, sedikit bicara, menundukkan pandangan, dan menjauhi sikap ashobiyah (fanatisme kelompok),” papar Ustadz Oemar Mitha, penerjemah yang terlibat dalam bantuan kemanusiaan HASI.

Peristiwa-peritistiwa luar biasa seperti di atas pun tidak hanya terjadi satu kali. Pada kejadian yang lain, Mujahidin hendak melakukan perang dengan konvoi 50 truk yang berisi tentara Bashar Asad.

Hingga pada satu titik terjadilah baku tembak antara Mujahidin dengan tentara Asad. Mujahidin memang sudah bertekad untuk menghabisi dan memukul mundur tentara Bashar Asad.

Di luar dugaan, tiba-tiba saja muncul kejadian di luar perkiraan mereka. Helikopter dan pesawat tempur datang seperti hendak memerangi Mujahidin. Mujahidin yakin, ini bantuan dari pihak Bashar Asad untuk menghabisi mereka.

Ingat, hingga kini Mujahidin Suriah sama sekali tidak memiliki alat tempur seperti pesawat. Mereka bertempur hanya via jalur darat dengan persenjataan yang kalah canggih jika dibandingkan milik rezim Asad.

Mengukur jumlah personel dan persenjataan yang terbatas, komando Mujahidin menyerukan agar segera mengosongkan tempat pertempuran dan masuk ke gunung-gunung untuk mengatur strategi.

Anehnya, ketika Mujahidin sudah menarik diri, suara baku tembak masih saja terus terjadi. Berondongan dan desingan peluru seperti enggan berhenti walau tidak ada satu Mujahidin pun tersisa di lokasi pertempuran. Komandan Mujahidin sampai bertanya-tanya dalam hati, siapakah sebenarnya yang sedang berperang melawan tentara Bashar Asad?

Ia pun mengecek jumlah personel untuk memastikan kemungkinan ada Mujahidin tertinggal dan melakukan perlawanan terhadap tentara Asad. Namun hasil perhitungannya, seluruh Mujahidin sudah berada di gunung.

Hingga datang matahari terbit dan mereka yakin kondisi telah aman, barisan Mujahidin pun turun dari gunung-gunung. Dan, betapa terkejutnya mereka melihat sebagian tentara Asad telah tewas dengan luka menganga. Sebagian lainnya mengalami luka berat layaknya baru menghadapi pertempuran hebat.

Tentu kejadian ini menjadi seribu tanya bagi Abu Yahya, relawan HASI yang menghabiskan waktu selama satu bulan, 4 November-4 Desember 2012, di Desa Salma, Jabal Akhrod, Suriah. Ia mendapatkan kisah ini langsung dari Mujahidin.

Lantas siapa yang berada di dalam pesawat dan helikopter untuk melawan tentara Suriah?” tanya Abu Yahya yang diliputi rasa heran audiens yang hadir.

Banyak peristiwa-peristiwa lain yang belum sempat diceritakan relawan HASI secara lengkap mengingat keterbatasan waktu.

Namun, kisah-kisah tersebut sudah cukup mengukuhkan keyakinan perihal munculnya ayaturrahman fii jihadil-Syam (keajaiban perang di Bumi Syam).

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabb-mu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut,” (QS Al-Anfal: 10).


Palestina - Asy-Syahid Muhammad Fuad Nairukh yang dipanggil Abu Huzaifah adalah salah seorang dari 3 Syuada (insya Allah) yang gugur dalam peristiwa baku tembak dengan Detasmen Khusus Israel di pintu masuk utama kota Yatha, selatan Hebron, Tepi Barat.
Mujahid Nairukh berusia 30 tahun warga Wadi al-Tuffah, kota Hebron. Ia seorang Hafiz Al-Qur’an,  berkeluarga dan memuliki dua orang anak.
Abu Huzaifah pernah ditahan di penjara Israel  selama 8 tahun, dari tahun 2002 hingga tahun 2009, atas tuduhan berafiliasi ke Brigade Izzuddin al-Qassam dan membantu Abdul Mu’thi Syabanah untuk menjalankan operasi martirnya yang berkualitas.
Selama masa penahanannya, Nairukh dipindah dari penjara satu ke penjara yang lain. Ia pun menghafal Al-Qur’an dalam penjara dalam waktun 8 bulan. Tidak sekedar itu, Muhammad Fuad juga menghafal 6000 hadits lebih dari Shahih Bukhori.
al-Mujahid Muhammad Nairukh dikenal di penjara sebagai orang yang sangat konsisten dengan ajaran Islam. Sedkit nonton televisi,  wara dan lebih sering menghabiskan waktu bersama Al-Qur’an. Nairukh pun memiliki hujjah yang kuat saat diskusi.
Perlu dicatata, Asy-Syahid Nairukh telah dinonaktifkan dari Hamas saat berada di Penjara Negev menjelang beberapa bulan sebelum dibebeaskan. Dan hal itu setelah ia dituduh sebagai takfir. Itu label yang senantiasa Hamas sematkan kepada siapa yang berafiliasi kepada Salafi Jihadi. lebelnya tersebut pun didengung-dengungkan.
Ia pun pernah berdiskusialot dengan salah satu Anggota Dewan Legislatif di penjara Israel. Nairukh mengeluarkan hujjah-hujjah tentang kebathilan demokrasi, di mana Hamas berjlan di atasnya dan menyelisihi syari’at. Lantaran itu, Abu Huzaifah pun dipindahkan ke penjara Eshel di Beer Sheva.

Otoritas Palestina Berkoordinasi dengan Israel untuk Membunuhnya

Sebelum kesyahidannya, Nairukh diusir oleh Aparat Keamanan Palestina dan Tentara Israel. Intelijen Palestina berusaha menangkapnya setelah mendapatkan informasi bahwa ia akan melakukan operasi menyerang Israel di Hebron. Dan yang bertanggungjawab dalam operasi intelijen tersebut adalah seorang perwira bernama Adnan Abu Eisha.
Namun Muhammad Fuad berhasil meloloskan diri dan bersembunyi. Upaya pencarian OtoritasPalestina pun sia-sia. Adnan Abu Eisha pun meminta foto-foto Nairukh dari Aparat Intelijen untuk disebarkan.
Pada minggu kedua, aparat menyita mobil Nairukh dan membekukan rekeningnya. Otoritas juga mengumumkan agar Muhammad menyerahkan dirinya. Namun ia menolak. Intelijen pun memberitahu kepada keluarganya bahwa status Muhammad sekarang menjadi DPO Israel karena berafiliasi kepada Salafi Jihadi.
Intelijen berhasil memantau gerak-gerik mobil yang ditumpangi oleh Muhammad Nairukh selama 4 hari sebelum kesyahidannya di salah satu desa Hebron. Israel pun melakukan pengawasan 24 jam terhadap Muhammad.
Menjelang Muhammad ingin beroperasi di dalam wilayah Israel, pasukan khusus yang bernama Yamas di Militer Israel melakukan penyergapan. Terjadilah baku tembak pada hari itu hingga akhirnya Muhammad bersama 2 temannya menghebuskan nafas terakhir.
[usamah/haq]

Dalam sebuah wawancara media tanggal 7/12/2013 di Beirut Lebanon, Hasan Nasrullah petinggi hizbullah mengakui kekalahan pasukannya di Ghoutah timur.
Seperti kita ketahui, di pertengahan bulan november yang lalu lebih dari 300 tentara hizbullah, Iran, dan tentara suriah tewas dalam pertempuran 4 hari di Ghoutah timur oleh pasukan gabungan mujahidin.

Jabhah Islamiyah (Islamic Front), aliansi Islam yang terbentuk dari enam jama’ah jihad Islam dan Mujahidin FSA Suriah pada 22 November 2013 lalu, telah memukul mundur pasukan militer oposisi nasionalis-sekuler Suriah dari basis dan gudang yang mereka duduki di perbatasan penyebrangan Bab Al-Hawa ke Turki, lansir LWJ pada Sabtu (7/12/2013).

Setelah pertempuran yang berlangsung sepanjang malam antara Mujahidin Jabhah Islamiyah dan pasukan oposisi sekuler Suriah, Mujahidin Jabhah Islmaiyah akhirnya berhasil merebut depot oposisi sekuler yang berisi senjata yang telah dikirim ke Suriah melalui Turki, menurut aktivis Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia atau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).

Juru bicara oposisi sekuler Suriah Louay Meqdad mengatakan Mujahidin Jabhah Islamiyah telah mengibarkan bendera mereka di tempat yang sebelumnya diduduki militer oposisi sekuler Suriah, setelah “meminta” personil oposisi sekuler untuk pergi dari sana, lansir Reuters.

Pengambilalihan basis militer oposisi sekuler Suriah ini terjadi hanya empat hari setelah Jabhah Islamiyah menyatakan bahwa mereka berlepas diri dari dewan militer oposisi nasionalis-sekuler pimpinan Salim Idris.

Pekan lalu, Jabhah Islamiyah yang diperkirakan terdiri dari 45.000 mujahidin, telah merilis Piagam Jabhah Islamiyah, semacam AD/ART mereka, pada 22 November 2013. Piagam yang dipublikasikan melalui situs-situs revolusi Suriah itu menetapkan tujuan Jabhah Islamiyah untuk mendirikan Daulah Islam di bawah hukum syariah.

Meski tidak menyebutkan Al-Qaeda atau dua cabang resminya  di Suriah, Jabhah Nushrah dan Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS), Mujahidin Jabhah Islamiyah mennyatakan para pejuang asing dengan sebutan “saudara-saudara kami”. Piagam itu menunjukkan bahwa Jabhah Islamiyah juga berjuang bersama dengan Jabhah Nushrah dan ISIS.

Jendral Salim Idris, pemimpin Dewan Militer oposisi nasionalis-sekuler Suriah dari kantornya di Turki menyatakan bahwa Mujahidin dari faksi Jaisyul Hurr atau Tentara Pembebasan Suriah (FSA) akan memerangi Mujahidin Al-Qaeda dan kelompok Mujahidin lainnya yang berafiliasi kepada Al-Qaeda di Suriah.

Jabhah Islamiyah pada Selasa (3/12/2013) kemudian mengeluarkan pernyataan resmi menarik dirinya keluar dari Dewan Militer pimpinan Jendral Salim Idris itu. Pernyataan resmi Jabhah Islamiyah tersebut merupakan wujud dari indipendensi dari “pihak luar.” Pernyataan resmi tersebut pun disambut positif oleh para ulama dan pemimpin kelompok jihad Islam di Suriah.

Di tengah semakin melemahnya kekuatan oposisi nasionalis-sekuler FSA Suriah yang didukung oleh Barat, seorang mantan komandannya mengaku kepada BBC bahwa saat ini dia sedang ditargetkan oleh Mujahidin Islam sehingga dia melarikan diri ke Turki setelah mujahidin menangkap sebagian besar anak buahnya.

Jabhah Islamiyah merupakan kelompok mujahidin pertama di dalam negeri Suriah yang memerankan dirinya sebagai lembaga militer, politik dan sosial Islam. Jabhah Islamiyah akan memainkan peranan seperti Aliansi Nasional Suriah, dewan oposisi nasionalis-sekuler dukungan Barat yang berkantor di Turki.

Tetapi bedanya, Jabhah Islamiyah berperan aktif di lapangan dalam operasi jihad dan pelayanan sosial masyarakat, dua hal yang tidak dilakukan oleh Aliansi Nasional Suriah. Berbeda dengan Aliansi Nasional Suriah yang mencita-citakan negara baru Suriah yang nasionalis, demokratis dan sekuler; Jabhah Islamiyah mencita-citakan Daulah Islam dan penerapan Syariat Allah. (banan/arrahmah)

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget