Halloween Costume ideas 2015
Latest Post

Kelompok mujahidin Suriah, Failaq Rahman mengumumkan pada Senin (20/03), bahwa sedikitnya 39 personel Rezim Assad tewas dalam serangan mendadak di timur laut Damaskus.



Tentara rezim dilaporkan memukul mundur serangan mujahidin. Namun, hal itu dibantah oleh jurnalis dan aktivis. Meskipun mereka mereka tidak mengungkapkan secara detail jalannya bentrokan yang sedang berlangsung untuk keselamatan pemberontak dan melindungi rencana serangan.

Sebelumnya pada hari Ahad, mujahidin merebut beberapa bangunan di Jobar sebelum maju ke wilayah Abbasiyah Square. Sementara itu, pesawat-pesawat tempur rezim terus melakukan serangan di pinggiran Damaskus lebih dari 40 serangan udara, yang menewaskan sedikitnya 13 warga sipil.

“Ada serangan udara intens sejak fajar pada posisi pejuang di Jobar saat serangan diluncurkan,” kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk HAM.

Abdel Rahman mengatakan tidak jelas apakah pasukan rezim atau sekutu Rusia mereka sedang melakukan serangan pada hari Senin di Jobar. Untuk diketahui, wilayah Jobar terbagi antara wilayah yang dikuasai mujahidin dan rezim, sebelum akhirnya diambil alih dalam serangan kali ini.



Di sisi lain, mujahidin juga menguasai beberapa titik kunci di zona industri yang terletak di antara Jobar dan distrik timur laut yang terkepung dari Qaboun ke utara. Serangan kali ini dilakukan bersama-sama antara mujahidin dari Ahrar Syam, Haiah Tahrir Syam, Faylaq Rahman, dan lainnya.

Ruang operasi Al-Bunyan al-Marsus dilanjutkan pada hari Minggu (12/3), pertempuran "Mout wala Mazallah" di provinsi Daraa, mampu membuat kemajuan dan mengambil alih daerah baru setelah pertempuran sengit berlangsung selama berjam-jam.

Koresponden ElDorar melaporkan bahwa ruang operasi menargetkan posisi pasukan rezim Suriah dari lingkungan Manshiya di kota Daraa, kemudian maju dan mengambil alih daerah paling strategis "Abu Raha" di mana milisi Assad bersembunyi di dalam lingkungan.


Koresponden mengatakan bahwa pertempuran pada hari Ahad ini telah menyebabkan korban jiwa dan melukai lebih dari 20 tentara rezim Suriah, selain penghancuran sejumlah senapan mesin.




Beberapa mayat tentara Assad yang didokumentasikan oleh mujahidin ...


Utusan Khusus Amerika Serikat ke Suriah, Michael Ratney, baru-baru ini merilis pernyataan terkait kondisi terkini pejuang Suriah. Hai’at Tahrir Al-Syam HTS), persatuan kekuatan dari sejumlah faksi oposisi Suriah, secara resmi dimasukkan dalam daftar “teroris” menurut AS.

Dalam pernyataan berbahasa Arab tertanggal 10 Maret 2017, Ratney mengatakan bahwa alasan negaranya memasukkan HTS ke daftar teroris karena pemeran utama dalam persatuan berbagai faksi itu Jabhah Nusrah. Seperti diketahui, Jabhah Nusrah yang juga pernah berevolusi menjadi Jabhah Fath Al-Syam merupakan cabang Al-Qaidah.

“Hai’ah Tahri Al-Syam adalah kekuatan marger. Setiap yang melebur dengannya menjadi bagian dari jaringan Al-Qaidah di Suriah,” kata Ratney.

Dia menuduh, pemilik kekuasan sebenarnya dalam HTS adalah Abu Muhammad Al-Jaulani. Dia yang mengendalikan operasi. Tujuannya, tuding Ratney, ‘menculik’ revolusi. Adapun pejabat lainnya di HTS hanyalah hiasan, seperti Abu Jabir Al-Syaikh selaku pemimpin HTS.

Ratney yang militernya tidak pernah menargetkan rezim Assad ini juga menuding Jaulani dan anggotnya bersembunyi seperti anak-anak di dalam tubuh revolusi kemudian menelannya dari dalam. Menurutnya, Jaluani dan anggotnya penyebab utama rakyat Suriah tidak menang.

Lebih lanjut, pernyataan yang nampaknya ditujukan untuk memperingatkan faksi-faksi oposisi terhadap HTS tersebut menuduh para komandan Jabhah Nusrah yang menjabat di tubuh HTS masih memegang jalan Al-Qaidah dan tujuannya. Mereka masih membai’at Aiman Adz-Dzawahiri namun terus berupaya membantah dengan kebohongan.

Hai’ah Tahrir Al-Syam sendiri merupakan peleburan dari sejumlah faksi besar Suriah. Tak hanya Islamis, faksi yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan AS juga akhirnya sadar dan masuk dalam persatuan ini.

Perlu dicatat, AS berulang gagal menggulirkan strategi menggalang faksi bersenjata oposisi Suriah. Sejumlah faksi yang pernah ikut program pelatihan militer AS selalu berhasil dilemahkan oleh para jihadis beberapa saat setelah masuk kembali ke Suriah. Selain itu, oposisi pro AS mayoritas berada di berbatasan Turki, jauh dari front pertempuran dengan rezim.



Pernyataan resmi dikeluarkan Hai'ah Tahrir al-Sham menanggapi tuduhan dari Ratney, utusan Amerika.

Serangan bom kembali menghantam kompleks yang disucikan pengikut Syiah di Damaskus. Ledakan yang terjadi pada Sabtu siang (11/03) kali ini terjadi di daerah Bab Mushali di Damaskus Lama. Puluhan orang, yang mayoritas pengikut Syiah, tewas dan luka-luka.


Portal berita Suriah, Enabbaladi.net, melaporkan ledakan besar tersebut terjadi dua kali. Sumber ledakan dari dua bus yang mengangkut para penziarah Syiah.

Media resmi rezim Suriah, SANA, menyebutkan serangan itu terjadi di dekat daerah Bab Ash-Shagir di distrik Bab Mushali, kota Damaskus. Korban berjatuhan antara luka-luka dan tewas. Belum diketahui pasti jumlahnya.

Berdasarkan keterangan saksi mata, dua ledakan tersebut disusul rentetan suara tembakan. Pasukan keamanan yang tak biasa dikerahkan menuju lokasi.

Media online aranews.org mengatakan, melansir dari sumber aktivis di Damaskus, korban sementara berjumlah 28 tewas dan 45 luka-luka. Sementara sumber lainnya menyebutkan jumlah sebenarnya lebih besar dari itu.

Sejumlah media Iran menunjukkan bahwa para korban adalah peziarah Syiah. Namun tidak dijelaskan apakah mereka warga Suriah atau warga asing.

Di saat yang sama, aktivis Damaskus mengatakan bahwa kemungkinan besar ledakan bersumber dari dua Bus yang ditumpangi peziarah asal Irak dan Iran. Sehingga diyakini mayoritas korban warga kedua negara tersebut.

Sampai saat berita ini dilansir, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab di basis wilayah rezim Assad ini.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget