Halloween Costume ideas 2015
Latest Post

(4/12/2016) - Mujahidin berhasil gagalkan serangan pasukan rezim di Desa Aziza, wilayah selatan Aleppo.


Pasukan rezim memulai pertempuran dengan membombardir posisi mujahidin menggunakan artileri berat, selain juga dibantu gempuran serangan udara dari pesawat tempur Rusia. Namun mujahidin melakukan pertahanan dengan meluncurkan meriam dan kendaraan tempur sehingga menewaskan beberapa unsur pasukan rezim dan berhasil menangkap beberapa milisi Iran.

Para komandan pejuang oposisi Suriah di kota Aleppo timur yang terkepung rezim teroris Assad telah bersumpah untuk tidak akan pernah meninggalkan kota itu.

Hal ini muncul di tengah pengumuman kesiapan Rusia untuk melakukan pembicaraan dengan AS atas penarikan pejuang oposisi dari kota terbagi tersebut.

"Saya bertanya kepada faksi-faksi, mereka mengatakan 'kami tidak akan menyerah," kata Zakaria Malahifji, pejabat politik dari kelompok Fastaqim Union yang didukung Turki pada hari Sabtu (3/12/2016) di Aleppo.

"Para komandan militer di Aleppo mengatakan 'kami tidak akan meninggalkan kota. Tidak ada masalah dengan koridor bagi warga sipil untuk pergi, tapi kami tidak akan meninggalkan kota'," tambahnya.

Sebelumnya pada hari itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Moskow siap untuk memasuki pembicaraan dengan Washington atas penarikan pejuang oposisi dari Aleppo.

"Moskow siap untuk segera mengirim ahli militer dan diplomat ke Jenewa untuk bekerja aksi bersama dengan rekan-rekan kami dari AS sejalan dengan usulan [baru], Amerika, yang akan menjamin penarikan semua militan tanpa pengecualian dari Aleppo timur, dan akan memberikan bantuan kemanusiaan untuk warga kota dan memastikan pembentukan kehidupan normal di Aleppo timur," klaimnya.

Lavrov mencatat bahwa Rusia telah membuat keputusan itu setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry di Roma, di mana Kerry "meruskan kepada kami proposal dari Washington yang sejalan dengan saran dari para ahli Rusia."

Aleppo, kota terbesar kedua Suriah, tetap terbagi antara pasukan pemerintah di barat dan mujahidin di timur, membuatnya menjadi medan pertempuran garis depan.


Sementara itu, yang disebut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengklaim bahwa pasukan pemerintah Suriah sekarang mengendalikan lebih dari 60 persen dari bagian timur yang dikuasai pejuang oposisi di kota itu.

Jaish al-Islam, salah satu kelompok mujahidin Suriah, telah membantah bahwa pasukan rezim telah merebut front Mayda'ani di Ghouta timur, menurut seorang petinggi Jaish al-Islam.

Ammar al-Tayyib secara resmi mewakili departemen media Jaish al-Islam mengatakan Qasioun News Agency bahwa berita tentang penguasaan rezim atas kota Mayda'ani hanyalah rumor.

Al-Tayyib menunjukkan bahwa sejumlah besar tentara dan milisi pasukan rezim Suriah, melakukan serangan besar atas wilayah tersebut. Namun beliau menambahkan bahwa mujahidin masih mengalahkan operasi mereka, pasukan rezim menderita korban dan cedera di garis depan.

(29/11/2016) - Mujahidin hadapi sebuah Tank milik pasukan rezim di Mayda'ani dalam jarak dekat

Gerakan Ahrar al-Sham al-Islamiyah pada hari Selasa (29/11) resmi mengangkat pemimpin baru bernama Ali Al-Umar. Adapun pemimpin sebelumnya, Abu Yahya Al-Hamawi, diangkat menjadi wakil gerakan.


Abu Amar, demikian Ali Al-Umar biasa dipanggil, lahir di Taftanaz, wilayah pedesaan Idlib utara. Jabatan sebelumnya adalah wakil dari gerakan yang aktif di Suriah itu. Ia juga pernah menjadi wakil Abu Isa As-Syaikh, pemimpin Liwa Suqour Sham sebelum bergabung dengan Ahrar al-Sham sekitar tahun 2015.

Menurut aturan internal dalam gerakan, masa jabatan pemimpin adalah satu tahun. Pemimpin diangkat oleh Majelis Syura Ahrar al-Sham yang berjumlah 22 anggota.

Pengangkatan Insinyur Ali Al-Umar sebagai pemimpin baru gerakan, terjadi dua hari setelah beberapa petinggi Ahrar al-Sham diberhentikan karena alasan yang tidak dikemukakan. Mereka adalah Abu Shalih Tahhan (komandan militer), Abu Jabir Syaikh, Abu Muhammad Ash-Shadiq, DR. Abu Abdillah, Abu Ali Asy-Syaikh, Abu Ayyub Al-Muhajir, Abu Khuzaimah, Abu Abdullah Al-Kurdi.

Gerakan Ahrar al-Sham adalah salah satu oposisi yang paling berpengaruh dan disegani di Suriah. Gerakan ini terus menjalin hubungan dan koordinasi dengan gerakan oposisi lainnya untuk menghadapi serangan rezim Bashar Assad dan sekutunya.

Pernyataan Majelis Syuro Ahrar al-Sham mengangkat Ali Umar sebagai pemimpim baru 

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget