Halloween Costume ideas 2015
Latest Post

Sabtu (21/1/2017) - Jaish al-Mujahidin berhasil menewaskan sekumpulan pasukan Assad di dua tempat berbeda di bagian barat provinsi Aleppo.

.. Posisi musuh dekat Sekolah Hakima


Tembakan mortar menargetkan area Akademi Militer, dimana pasukan Assad terlihat kaget dan berlarian meninggalkan lokasi. Gambar diambil dari sebuah drone milik mujahidin. 

Seorang pejabat pertahanan AS mengklaim bahwa serangan udara AS pada Kamis malam (19/01) menargetkan kamp Jabhah Fath Al-Syam di Idlib telah menewaskan 100 orang.

Pejabat yang berbicara dengan sarat anonim itu mengklaim kepada Al-Jazeera, Jumat (20/01), serangan udara yang diluncurkan jet B-52 itu menghantam kamp pelatihanmiliter Fath Al-Syam.

Akan tetapi, Observatorium HAM Suriah pada Jum’at (20/01) menyatakan bahwa serangan udara pasukan koalisi itu menewaskan 40 pejuang Fath Al-Syam.

Sementara itu, koresponden Al-Jazeera di Gaziantep, Stefanie Dekker melaporkan bahwa serangan tersebut telah menewaskan 10 komandan pejuang oposisi di Idlib.

“Setidaknya ada 10 komandan senior kelomok JFS gugur diantara banyak pejuang lainnya di Provinsi Idlib,” lapornya.

Terkait banyaknya komandan yang gugur, dia menyebutkan kemungkinan ada seorang intelijen yang disusupkan ke wilayah tersebut untuk memberitahukan posisi petinggi kelompok JFS yang ada.

“Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah ada perubahan dalam kebijakan atau ada intelijen yang menunjukkan lokasi para pemimpin tersebut,” tandasnya.

Di sisi lain, seorang sumber JFS mengkonfirmasikan kepada Al-Jazeera bahwa hanya ada 10 pejuang yang gugur dalam serangan di sebuah kamp pelatihan tersebut.

Jabhah Fateh al-Syam sendiri merupakan sebuah kelompok perjuangan rakyat Suriah yang sebelumnya merupakan cabang dari kelompok jihad global al-Qaidah.

AS dan koalisinya beberapa pekan terakhir gencar menargetkan kamp-kamp militer dan para komandan faksi pimpinan Abu Muhammad Al-Jaulani. Menurut sebuah laporan, hampir 100 pejuang Fath Al-Syam gugur dalam serangan udara AS dalam sebulan terakhir.

Pernyataan resmi dari Jabhah Fath al-Sham terkait serangan Jet Amerika atas Kamp Pelatihan di Idlib

Jum’at (20/1/2017) Mujahidin berhasil menggagalkan serangan pasukan rezim Suriah di daerah pegunungan Jabal Akrad, provinsi Latakia, menurut laporan aktivis.



Pasukan rezim yang didukung milisi Syiah meluncurkan serangan terhadap puncak bukit Al-Tuffahiya, mengambil keuntungan dari perselisihan paham antara Jabhah Fath al-Sham dan Ahrar al-Sham, lansir Zaman Alwasl.

Jet-jet tempur rezim juga melakukan serangan di desa Al-Kabbana dan Kensabba.

Pada gilirannya, Mujahidin menembakkan rudal Grad pada benteng pasukan Garda Revolusi Iran di pedesaan utara.

Gerakan Ahrar Al-Sham, salah satu kelompok tempur utama oposisi Suriah yang beroperasi terutama di utara negara itu, menyatakan hari Rabu (18/1/2017) bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pembicaraan damai yang akan berlangsung pada 23 Januari di ibukota Kazakhstan, Astana.



Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh gerakan itu dan dipublikasikan di akun media sosial mereka, Ahar Al-Sham mengatakan bahwa hal mereka tidak akan mengambil bagian dalam pembicaraan Astana karena berbagai alasan. Alasan yang paling penting adalah kurangnya pelaksanaan gencatan senjata, yang ditengahi dan dinyatakan oleh Turki dan Rusia pada tanggal 30 Desember, dan kampanye pemboman biadab dan tanpa pandang bulu yang rezim teroris Assad dan Syi'ah Hizbullata telah luncurkan pada lembah Wadi Barada, di barat Damaskus.

Ahrar al-Sham mengatakan bahwa dengan mengambil posisi ini, mereka tidak akan mengizinkan konfrontasi berlangsung antara faksi-faksi oposisi yang pro atau anti pembicaraan Astana.

Faksi militer oposisi Suriah pekan lalu menggelar serangkaian pertemuan konsultatif di ibukota Turki Ankara untuk membahas partisipasi dalam pembicaraan Astana. Sembilan kelompok pejuang oposisi yang didominasi faksi afiliasi FSA memutuskan untuk berpartisipasi dalam pembicaraan. Mereka adalah: Liwaa al-Sham, Liwaa Sultan Murad, Jabhat Shamiyyah, Jaish al-Ezzeh, Jaish al-Nasr, Divisi Pantai Pertama, Liwaa Fastaqim, Liwaa Syuhada al-Islam dan Jaish al-Islam. Kelompok itu juga memilih anggota senior dalam kelompok Jaish al-Islam Muhammad Alloush sebagai kepala delegasi oposisi Suriah untuk pembicaraan Astana.

Militer rezim Suriah mengepung daerah Wadi Barada di Pedesaan Damaskus menyusul pertempuran yang berlangsung selama satu. Rezim berupaya menerapkan skenario Aleppo untuk merebut daerah sumber air bersih itu.



Direktur lembaga pengawas HAM Suriah, Rami Abdurrahman, Kamis (19/01), mengatakan kepada kantor berita AFP, militer rezim dan milisi Syiah Hizbullah saat ini telah mengepung Wadi Barada. Perkembangan itu terjadi setelah pasukan rezim meraih kemajuan di front selatan daerah tersebut pada Rabu (18/01).

Dia menunjukkan bahwa pasukan rezim dipastikan memblokade daerah itu setelah mereka berhasil mengisolasi mujahidin di Wadi Barada dengan rekan mereka di wilayah Qalamun.

Sumber militer Suriah juga mengonfirmasi kepada AFP, pihaknya sepenuhnya mengepung Wadi Barada setelah berhasil memutus jalan yang menghubungkan daerah tersebut dengan wilayah mujahidin di Qalamun.

Skenario Aleppo

Abdurrahman menjelaskan, seperti biasa, pasukan rezim berupaya menerapkan strategi blokade untuk merebut wilayah terbatas yang dikuasai mujahidin. Strategi ini telah berhasil di sejumlah wilayah di Pedesaan Damaskus dan yang terakhir di Aleppo.

Abdurrahman menambahkan bahwa rezim Assad berupaya keras merebut Wadi Barada baik dengan kampanye militer atau perjanjian seperti di Aleppo. Rezim ingin mengamankan daerah pemasok air bersih ke wilayah Damaskus itu.

Dia menunjukkan, Wadi Barada saat ini terancam jatuh ke tangan rezim. Tidak ada jalan lain bagi mujahidin kecuali melakukan perlawanan secara militer atau menyerah dengan mengosongkan wilayah itu.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget